Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kejutan 2


__ADS_3

lily menyuruh pak dede untuk koordinasi dengan opik dan menyiapkan kebutuhan selama disana termasuk tempat tidur untuk di villa dan jangan bilang ke vian. opik pun menyiapkannya dan meminta staf kantor untuk mengadakan acara ulang tahun vian.


lily mengajak ngobrol astrid dan dilla, astrid dan dilla pun menceritakan semuanya kepada lily dan yang lainnya. sebelumnya lily memberikan intruksi supaya astrid dan dilla tidak membalas pesan atau telepon dari vian.


" terimakasih banyak mba, pak, ibu udah mau menerima kita jadi keluarga." kata astrid


" iya mba, pak, ibu terimakasih dan mohon maaf." kata dilla


" kalian sekarang sudah jadi menantu saya, jadi seharusnya saya juga menerima keputusan anak saya." kata pak adi


" iya kalian sekarang udah jadi bagian keluarga kita juga." kata pak bowo


" saya harap kalian pada akur, saling dukung." kata bu retno


" iya bu, terimakasih, sudah menerima kami." jawab astrid dan dilla


" saya berharap kita saling jaga, kalian juga bisa menerima saya, anak anak saya dan kita bisa berkomunikasi baik kedepannya." kata lily


" iya mba." sahut astrid dan dilla, devan datang menghampiri mereka


" aa salam sama tante." kata lily, devan pun salaman dengan astrid dan dilla


" tante nanti main ya sama aa." kata devan


" si aa sayang, nanti kita main." jawab astrid


" sambil jalan aja kita ngobrol lagi, karena sudah malam dan masih jauh perjalanan, kita berangkat sekarang." ajak lily lalu menelepon pak dede untuk membawa mobil ke lobby bandara. barang bawaan astrid dan dilla dimasukan ke bagasi oleh sopir cadangan yang akan membawa mobil vian nantinya.


mereka pun pergi dari bandara menuju pabrik LA, di rest area mereka berhenti untuk makan malam, haris menelepon Patwal menanyakan kondisi lalulintas, karena khawatir haris meminta pengawalan dari keluar pintu tol sampai ke pabrik LA. selesai makan mereka melanjutkan perjalanan, keluar tol mereka sudah di tunggu mobil fatwal, setelah koordinasi mereka pun melanjutkan perjalanan. selama diperjalanan lily, astrid, dan dilla pun mengobrol terkadang ika pun ikut nimbrung bersama mereka, astrid dan dilla pun merasa senang karena sudah diterima di keluarga besar vian, lily pun merasa senang dengan kehadiran astrid dan dilla karena menurut dia astrid dan dilla orang yang baik dan enak untuk di ajak mengobrol.


jam 11.30 mereka sampai di lokasi pabrik LA dan disambut opik, vian gak tau akan kehadiran keluarganya termasuk ketiga istrinya dan sedang duduk di villa minum kopi sambil merokok. vian memikirkan tindakan apa yang akan diambil selanjutnya jika lily meminta mengakhiri hubungan.


lily mengatur kue ulang tahun yang sudah siapkan dari rumah yang sudah ia pesan dan mempersiapkan untuk memberikan kejutan kepada vian dan meminta astrid dan dilla jangan keluar dulu. lily menyuruh opik untuk memanggil vian dan membawa ke tempat memberikan kejutan di ruangan meeting pabrik LA. tepat jam 12 opik memanggil vian dengan alasan ada yang akan didiskusikan di ruangan meeting.


" pak maaf ganggu istirahatnya, ada yang perlu saya dan tim diskusikan." kata opik


" oke gak apa apa pik, saya juga gak ngantuk." kata vian lalu berjalan menuju ruangan meeting melalui pintu belakang pabrik sesuai ajakan opik, sampai di depan pintu ruangan meeting


" bapak masuk dulu, saya mau panggil tim lain." kata opik. vian pun membuka pintu tetapi ruangan gelap, vian mencari saklar lampu disana. pas lampu menyala

__ADS_1


"SURPRISE"


" Selamat ulang tahun kami ucapkan..........." kata orang yang ada di ruangan. vian benar benar terkejut apalagi melihat istri, anak, dan keluarganya ada disana.


" selamat ulang tahun pah, semoga sehat selalu, panjang umur, dilapangkan rezeki, selalu sayang sama mamah, anak anak, dan keluarga kita." kata lily lalu memeluk vian dan memberikan ciuman di pipi dan bibir vian.


" maafin mamah ya atas perbuatan mamah, mamah selalu sayang sama papah." lanjut lily


" iya sayank, maafin papah juga." jawab vian


orang tua dan mertuanya pun memberikan selamat


" aku ada kejutan lain yang mungkin papah gak fikirkan, tunggu ya." kata lily lalu dia pergi ke luar ruangan, memanggil astrid dan dilla dan membawa mereka ke ruangan. vian terdiam melihat keberadaan astrid dan dilla.


" kalian....." kata vian, dia masih tercengang akan kehadiran mereka


" iya mas, selamat ulang tahun ya, semoga mas akan tambah bijaksana lagi dan selalu sayang sama kami." kata astrid, lalu dia mencium tangan dan pipi vian.


" selamat ulang tahun mas, semoga mas akan lebih sayang lagi kepada kami." kata dilla, dia pun mencium tangan lalu pipi vian


" papah jahat, kenapa papah gak jujur sama mamah." kata lily, membuat diruangan itu hening


" maafin papah mah, papah tadinya mau bilang kalau keadaan sudah memungkinkan, papah yakut menambah dosa jadi papah melakukan ini ." kata vian


" maafin papah sayank, papah akan berusaha menjadi imam yang baik buat kalian." kata vian lalu memeluk lily dan mencium kening istrinya. " makasih ya.".


" pak, bu maafin vian, terimakasih atas segalanya." kata vian


" ayo tiup lilinnya." kata yang ada disana, disaat mau tiup lilin devan bangun melihat lilin di atas kue


" pah.. siapa yang ulang tahun, aa kan masih lama ulang tahunnya." kata devan


" sini sayang, kita tiup bareng ya." kata vian lalu dia meniup lilin bersama devan


" siapa sih yang ulang tahun," kata devan


" papah sayang yang ulang tahun." kata lily


" ooooh papah." kata devan

__ADS_1


vian pun memotong kue, lalu diberikan kepada orang tuanya lalu kepada mertuanya, lily, astrid, dan dilla. opik dan yang lainnya pun memberikan selamat kepada vian


" terimakasih ya semuanya." kata vian kepada karyawan LA yang hadir


" gimana pah kejutannya." kata lily


" oh jadi semalam mamah acting.. kenapa gak jadi pemain sinetron aja." kata vian


" jujur sih pas papah gak ada dan pergi bawa mobil sendiri terus handphone gak aktif mamah khawatir juga." kata lily


" pak, bu, saya sudah siapkan di dekat Villa BBQ dan jangung bakar, dan biar sekalian bisa istirahat." kata opik. mereka pun pergi ke villa, vian pun mengajak yang ada diruangan tersebut pergi kesana juga


" pah kok aa ada disini ya, kapan aa kesininya." kata devan masih digendongan vian


" tadi aa tidur di jalan jadi gak tau." jawab vian menjelaskan.


Didekat villa sudah ada ada panggangan untuk BBQ dan Jagung bakar


" As, dil, enak lho jagungnya kalian harus cobanya." kata lily


" iya mba, terimakasih." kata astrid dan dilla


" ayo kalian makan." kata vian juga


" tante disana ada sapi lho, kesana yu." ajak dwvan ke astrid dan dilla


" besok aja ya, sekarang masih malam, sapinya juga bobo." kata astrid


" ya udah deh besok, tapi tante temenin aa bobo ya." kata devan


" iya aa, nanti tante temenin." jawab dilla


" emang enak diambil alih anaknya." kata pak bowo sambil ketawa, vian cuma bisa menggaruk kepala yang gak gatel


" kok si aa bisa dekat gitu sih sama kalian, apa sudah pernah ketemu sebelumnya." kata bu retno


" kalau saya pernah ketemu waktu di bali tapi gak sempat bermain juga." kata astrid


" kalau saya belum pernah, naru lihat di photo aja." kata dilla

__ADS_1


" kamu aa, masih kecil tau aja perempuan yang cantik. awas jangan tiru kelakuan papah mu ya." kata bu ningsih


mereka pun menikmati BBQ dan jagung bakar, vian mengambil kopi lalu menyalakan rokoknya.


__ADS_2