Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Acara 4 Bulanan Astrid dan Dilla


__ADS_3

Selesai sarapan vian pun pergi ke teras depan untuk merokok, disana sudah ada pak dede sambil membawa brosur bus, pak dede pun menjelaskan spesifikasi dan harganya.


" Berapa DP yang harus dibayar, pilih saja spesifikasi yang bagus." kata vian


" untuk 3 bus kurang lebih DPnya di 6 milyar pak." kata pak dede


" iya sudah kalau begitu fix kan saja, atasnama L-Trans aja." kata vian


" siap kalau begitu pak, saya akan hubungi dealernya." kata pak dede


Lily, astrid dan dilla pun datang kesana menemui vian


" lagi apa nih, ada yang mau beli bus." kata lily


" bus untuk yayasan livi mah, sama buat kita kalau pergi pergi, soalnya kan minibus sudah enggak muat lagi, apalagi kalau ada para gubernur ikut." kata vian


" benar juga sih, apalagi akan ada bayi, pah ada tempat tidurnya dong." kata lily


" ini udah papah bilang, sama area keluarga lebih di besarkan, jadi yang di depan itu buat orang tua aja." kata vian


" oke sip kalau begitu, siap siap aja kita jalan jalan lagi ya pah." kata lily


" iya. Kita fikirkan saja buat perjalan umroh besok, siapkan fisik kalian." kata vian


" iya pah." jawab mereka

__ADS_1


" acara mulai jam 9an kan ya soalnya hari jum'at juga." kata astrid


" iya, yang terpenting ustadz sudah datang kita mulai saja, toh ini hanya bentuk syukur kita." kata vian


" semoga acara 4 bulanan Astrid dan Dilla ini lancar ya, dan kita semua diberikan kesehatan." kata lily


" Aamiin." kata mereka


" gimana kondisi kalian, siapkan pergi umroh, kalau enggak kalian di rumah saja." kata vian


" enggak mau, aku baik baik aja, insyaAllah sehat." kata astrid


" iya insyaAllah aku juga sehat." kata dilla, mereka pun masuk ke rumah untuk ganti pakaian karena acara sebentar lagi akan di mulai. Setelah berganti pakaian mereka pun turun menyambut tamu yang hadir, lily astrid dan dilla memakai pakaian yang sama seperti anak kembar.


Jam 9.17 menit pak ustad dan anak anak dari panti asuhan datang disusul dengan tamu undangan lainnya, vian membuka acara tersebut.


Acara 4 bulanan astrid dan dilla pun selesai, lily dan orangtua mereka menyuruh kepada para tamu untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan. Vian dan pak ustad pun mengobrol sambil menikmati makanan ringan.


" pak ustad saya sudah bicara sama keluarga dan ini kebetulan ada juga pak daryat selaku direktur L-Pro, bahwa insyaAllah kami akan membangun panti asuhan di lahan milik L-Pro di perumahan Livi residence kalau dari pihak panti asuhan tidak keberatan." kata vian


" enggak masalah pak mau dimana saja yang penting buat kami ada tempat berteduh untuk anak anak itu sudah cukup." kata pak ustad


"ini kan prosesnya juga belum dibangun, akan tetapi jika sudah mendesak bisa memakai villa saya dulu yang ada disana." kata vian


" terimakasih banyak pak, kami sangat berterimakasih." kata pak ustad

__ADS_1


" iya pak daryat alokasikan saja lahan seluas minimal 500 meter persegi untuk pembangunan asrama panti asuhan ini, buat 2 gedung dan 2 atau 3 lantai untuk menampung 100 anak, dan bangun juga kantor, supaya mesjid yang ada disana menjadi lebih hidup proses belajar mengaji di mesjid saja, jaraknya juga enggak terlalu jauh, tapi bangun juga aula." kata vian


" baik pak, saya alan suruh anak anak untuk mendesignkan dulu, kalau membutuhkan lahan lebih enggak masalahkan pak." kata pak daryat


" iya enggak apa apa yang paling penting keberadaan panti asuhan ini tidak mengganggu aktivitas penghuni perumahan, kalau bisa sih cari lahan minimal 500 meter." kata vian


" sambil jalan saja ya pak kalau begitu, saya akan negosiasi lahan yang disamping lahan yayasan pendidikan livi." kata pak daryat


" buat saya sih enggak masalah ada panti di dalam komplek perumahan, tapi yang saya khawatirkan penghuni disana akan terjadi gesekan antara penghuni panti dan warga, dan kita juga harus memperhatikan psikologi anak anak panti. Jadi menurut saya pembangunan panti di lingkungan komplek itu opsi terakhir, jadi sekarang pak daryat suruh tim untuk mencari lahan, dan tetap membuat design bangunan pantinya, selain itu buat rumah untuk para pengasuh disana juga." kata vian


" mamah setuju sih pah, kita harus memperhatikan psikologi anak anak panti kalau di gabung dengan warga, srtidaknya mereka akan melihat teman sebaya mereka bersama orangtuanya." kata lily yang ikut mengobrol disana


" iya ya, semalam kita enggak memikirkan sampai kesana, ini lah fungsinya kalau kita diskusi." kata pak bowo. Pak daryat izin menelepon tim L-Pro menyuruh mereka mencari lahan untuk panti asuhan.


" pak ustad kalau boleh, saya mau minta daftar anak anak panti asuhan, nama, jenis kelamin, umur, sama pendidikannya, kalau boleh nanti saya akan tarik mereka untuk bekerja di perusahaan Livi, tentunya yang sudah diatas 17 tahun, dan nanti mereka yang berhenti sekolah disuruh ikut persamaan, dan suruh mereka kuliah, semalam saya sudah bicara sama pak gubernur dan pak bambang mereka pun akan membantu mencari sumber dana. Saya juga minta izin ke pak ustad dan tim pengasuh panti asuhan ini akan berada di bawah naungan yayasan livi." kata vian


" saya setuju saja pak kalau itu semua demi anak anak, saya percaya ke pak vian dan keluarga bahwa ini tidak akan dibawa sebagai alat untuk menaikan popularitas. Memang sudah lama saya mau bicara masalah anak anak ke pak vian tapi saya malu pak, bapak sudah baik, saya takut akan menambah beban, mereka yang sudah dewasa sampai mencari pekerjaan karena mereka enggak mau terus menjadi beban, akan tetapi saya suka larang kalau pekerjaan itu belum jelas, saya takut anak anak terjerumus kedalam hal hal yang enggak baik." kata pak ustad


" insyaAllah kalau niat kita baik, Allah akan memberikan jalan yang terbaik buat kita." kata pak Adi


" ini pak daftar nama anak anak panti asuhan, saya sudah kirimkan ke bapak filenya." kata pak ustad


" baik pak saya lihat dulu, karena disini pun kita masih membutuhkan untuk tenaga yang bersih dan kedepannya untuk yang membantu mengurus anak kami." kata vian


" iya ya pah kenapa kita enggak kefikiran untuk mempekerjakan mereka, setidaknya kalau untuk makan makan aja kita masih sanggup untuk memberikan kepada mereka itu." kata lily

__ADS_1


" mau pekerjaan apa saja pak, bu yang terpenting mereka bisa mandiri, setidaknya buat menghidupi dirinya sendiri." kata pak ustad


Mereka pun terus mengobrol, karena waktu jum'atan yang laki laki pergi sholat dulu.


__ADS_2