
Vian menikmati kopinya lalu menghisap rokoknya, setelah selesai vian pamitan lalu pergi ke kantor imigrasi. Sesampainya di kantor imigrasi vian sudah di tunggu Bella dan teman temannya serta mertuanya. Vian lalu menghubungi ibu winda, mereka pun bertemu di ruangan, satu per satu keluarganya pun di wawancara dan melakukan pemotretan untuk pembuatan pasport di tempat lain.
" oh iya pak ini biaya untuk pembuatan pasportnya dan ini bukti pembayarannya. Saya juga sudah memberikan kepada teman teman yang membantu proses pembuatan pasport ini." kata ibu winda
" iya bu terimakasih banyak. Ini untuk ibu belanja." kata vian sambil memberikan amplop
" enggak usah pak, yang tadi juga sudah cukup." kata ibu winda
" ini ucapan terimakasih saya karena ibu telah membantu." kata vian
" kalau begitu terimakasih banyak pak ya." kata ibu winda
" sama sama bu. Oh iya kapan bisa selesai pasportnya ya." kata vian
" Besok pagi saya akan serahkan ke bapak di dillas cafe,." kata ibu winda
" baik kalau begitu, terimakasih banyak." kata vian
Setelah selesai vian pamitan ke ibu winda dan bertemu dengan yang lainnya. Karena sudah siang vian mengajak semuanya makan dan mencari restoran. Setibanya di restoran mereka pun memesan makanan.
" terimakasih nak atas segalanya." kata pak wanto
" sama sama pak. Besok sudah jadi pasportnya dan saya akan bawa untuk dibuatkan visa umrohnya. Bapak sama ibu mau langsung ke jakarta atau disini terlebih dahulu." kata vian
" disini dulu nak, karena bimo masih sekolah dan 1 minggu lagi ujian nasioanal." kata pak wanto
" iya nak, ibu juga sama karena ari masih sekolah." kata ibu asti
" iya sudah kalau begitu kalau sudah selesai urusan disini kabari saja sama astrid dan dilla. Nanti saya pesankan tiketnya." kata vian
" iya nak mungkin 2 minggu sebelum berangkat baru kami ke jakartanya." kata pak wanto
" iya sudah kalau begitu, besok saya pergi ke bali mau membereskan pekerjaan disana setelah dari acaranya bella." kata vian
" oh nak vian mau ke bali dikira langsung ke jakarta." kaya pak wanto
" enggak pak, resort yang di bali sudah lama enggak saya urus jadi sebelum umroh saya mau menyelesaikan pekerjaan dulu." kata vian
" bagus kalau begitu, jadi nanti enggak memeikirkan kerjaan pas umroh." kata ibu asti
" iya bu saya mau fokus ibadah saja nanti." kata vian
__ADS_1
" terimakasih atas kesempatan yang nak vian berikan ke keluarga bapak, tanpa nak vian enghak tau kapan bapak bisa menginjakan kaki di tanah suci." kata pak wanto
" iya nak, ibu dan keluarga juga entah kapan kalau enggak ada bantuan dari nak vian." kata ibu asti
" sama sama bu, kita kan keluarga dan kebetulan saya ada rezekinya dan mungkin ini jalan dari Allah untuk kita bisa sama sama menjalankan ibadah." kata vian
hidangan pun sudah disajikan, vian pun mempersilahkan kepada mereka untuk makan
" oh iya bu, habis ini kita ke makam bapak ya." kata vian
" iya nak, ibu juga sudah lama enggak kesana." kata ibu asti
" bell kamu ikut juga kan ke makam bapak." kata vian
" iya mas, aku ikut." kata bella
" ibu dari makam mau pulang dulu atau langsung ke rumah." kata vian
" pulang dulu nak, ibu belum siap siap buat acara bella besok dan pagi harus menyiapkan ari sekolah." kata ibu asti
" iya sudah kalau begitu nanti habis dari makam pak yudi antar ibu pulang dan besok pagi jemput ibu ya." kata vian
" kamu pulang atau ke rumah bell, besok acara jam berapa." kata vian
" iya udah mas ikut mobil kamu, cukup kan." kata vian
" cukup mas." kata bella
" kamu ke jakarta kapan." kata vian
" lusa mas, aku, sella dan selly bareng," kata bella
" iya udah nanti mas pesankan tiketnya, nanti mas suruh pak dede untuk jemput kalian." kata vian
" iya mas, terimakasih." kata bella.
vian mengirim pesan kepada pak dede untuk memesankan tiket besok ke bali jam 3 sore dan shinta dari jakarta jam 2 siang. Lalu pesankan tiket buat bella, sella dan selly ke jakarta lusa siangan dan meminta pak dede lusa untuk menjemputnya. makan pun selesai, pak wanto dan keluarganya pamit berpisah disana, sedangkan vian dan keluarga astrid pergi ke makam bapaknya. 30 menit perjalanan mereka sampai di pemakaman umum, vian membeli bunga dan air lalu masuk ke tempat makam bapak mertuanya itu. Di atas makam terletak batu nisan bertuliskan Ishak Hartanto, mereka pun berdoa selesai berdoa vian menaburkan bunga dan menyiram air ke atas pusara makam tersebut. Vian dan bella mengambil photo disana. Mereka pun pergi dari area pemakaman, pak wahyudi mengantar ibu asti dan ari pulang kerumahnya sedangkan vian dan bella serta teman temannya juga pergi pulang.
" ada yang perlu kalian siapkan enggak buat acara besok." kata vian didalam mobil
" enggak ada sih mas, tapi aku sama yang lainnya mau ke salon boleh enggak." kata bella sambil menyetir.
__ADS_1
" iya udah, antar mas ke dillas cafe aja dulu kalau begitu." kata vian
" iya mas sayang. Nanti kalau udah dari salon aku jemput lagi ya." kata bella
" iya, terimakasih." kata vian. Mereka pun sampe di dillas cefe, setelah vian turun bella pamit lalu pergi lagi ke salon.
Vian memesan kopi lalu duduk di kursi luar cafe. Vian menyalakan rokoknya. Lalu mengirim pesan ke astrid bahwa dia baru selesai dari makam ayahnya, setelah itu mengirim pesan ke shinta.
" shin, besok kamu berangkat ke bali naik pesawat jam 2an ya, tiket sudah di pesan sama pak dede, kamu tanyakan aja sama dia." kata vian
" iya a, aa dari surabaya jam berapa, nanti kita ketemu dimana." kata shinta
" saya jam 3 sore, nanti ketemu dibandara aja, selisih waktunya enggak beda jauh kok." kata vian
" iya a, kalau begitu sampai ketemu besok ya, aku udah kangen." kata shinta
" oke. Sampai ketemu besok." jawab vian. Vian pun minum kopi lalu menghisap rokoknya. Vian pun mengobrol dengan dea mengenai perkembangan cafe.
Tak lama pak wahyudi datang, vian pun meminta diantar pulang ke rumah. tak lupa vian mengabarkan ke bella bahwa dia sudah pulang ke rumah diantar pak wahyudi. setelah sampai rumah vian pun menyuruh pak wahyudi pulang dan mengingatkan supaya besok pagi menjemput ibu asti. Vian berganti pakaian lalu pergi ke gazebo untuk santai. Jam 5an bella dan teman temannya baru datang. Setelah mengobrol sebentar mereka pamit pulang. Setelah mengantar teman temannya bella datang menghampiri vian di gazebo dan duduk di samping vian
" gimana mas, aku cantik kan dengan rambut gini, wangi kan" kata bella
" iya cantik, memang kamu cantik kan." kata vian
" aku bahagia kalau dekat sama mas, terimakasih ya mas." kata bella
" terimakasih untuk apa." kata vian
" untuk semuanya, terus sayangi aku ya mas." kata bella lalu mencium pipi vian
" kamu tuh ya, kamu itu adik ipar mas." kata vian
" iya. Tapi kalau lagi berdua aku isteri mas." kata bella
" iya sudah mandi sana, mau makan dimana." kata vian
" Kita ke hotel aja yu mas, nanti kita makan disana aja." kata bella
" kenapa harus ke hotel." kata vian
" biar kita bisa melakukannya enak, jangan kotori rumah ini." kata bella
__ADS_1
" emangnya mau melakukan apa." kata vian
" iya mau ya, aku mau lagi kaya kemarin malam." kata bella. Akhirnya vian pun menyetujuinya, bella pergi untuk siap siap. Setelah siap mereka pun pergi ke hotel, diperjalanan mereka pun membeli makanan dan minuman. sesudah mendapatkan kunci mereka pun pergi ke kamar.