
Tak lama haris datang bersama pak sapto pamannya shinta bersama keluarganya.
" selamat datang paman di rumah kami, bagaimana kabarnya." kata vian
" alhamdulillah baik nak." kata pak sapto
" paman mau makan." kata shinta
" sudah shin, sebelum kesini kita makan dulu." kata ibu Ismi istri pak sapto
tak lama lily, astrid, dilla dan ibu ibu datang kesana sambil membawa susu panas dan makanan ringan. Pak adi, pak bowo dan pak wanto pun datang kesana.
" terimakasih ya sayank." kata vian
" iya sama sama, oh iya pah aku mau jagung bakar ya." kata lily
" iya udah minta sama indra, atau mau papah buatkan." kata vian
" paman mau minum kopi, susu panas atau yang lain." kata shinta
" ini aja susu panas kayanya enak." kata pak sapto
" coba sama jagung bakar, di jamin ketagihan." kata pak bowo
" terus kalau saya ketagihan gimana, saya bakalan sering kesini dong." kata pak sapto
" datang saja pak, pintu selalu terbuka, apalagi sekarang kita adalah keluarga." kata pak adi
" terimakasih atas pengakuannya." kata pak sapto
" iya paman dan bibi datang aja kesini, tapi kalau mau kesini kabari dulu ya takutnya kita lagi keluar kota." kata shinta
Mereka pun mengobrol dengan keluarganya shinta.
" oh iya paman sekarang aktivitasnya apa." kata vian
" saya nganggur nak, makanya kemarin pas ibunya shinta telepon kami merasa bahagia karena dianggap saudara walaupun kami orang yang enggak punya." kata pak sapto
" memang sebelumnya saya ngobrol sama shinta, menanyakan kondisi paman, saya bilang udah ibu dan deni tinggal disini aja, insyaAllah kalau hanya untuk makan saja saya masih bisa memberikan, ibu juga sudah saatnya istirahat biar kami saja yang bekerja dan kalau mau aktivitas pun bisa sama sama membesarkan restoran dan yang lainnya." kata vian
" iya paman, maaf paman kalau kontrakan rumahnya paman kapan selesai," kata shinta
" bulan ini shin." kata pak sapto
" saya sama ibu sudah mengobrol, nah kalau paman dan bibi mau menempati rumah kita silahkan saja dari pada paman harus membayar kontrakan dan paman bisa kelola toko kita disana yang di ruko itu untuk aktivitas paman dan bibi, karena sayang pelanggan kalau kelamaan toko tutup. Ibu dan deni akan tinggal disini, silahkan paman kelola hasilnya pun silahkan paman manfaatkan sendiri jangan mikirin untuk kita dulu. Tapi saya dan ibu memberikan itu hanya untuk paman dan bibi tempati dan mengelola toko saja bukan memberikan kepemilikannya, gimana paman." kata shinta
" paman tau shin, paman dan bibi mengucapkan terimakasih sudah mau membantu dan menolong kami ini." kata pak sapto
" iya dek maafin saya ya, dulu kami sudah berlaku tidak baik ke kalian." kata ibu ismi
" iya mbak enggak apa apa yang dulu biarlah, kita tatap kedepannya seperti apa. Mari kita sama sama perbaiki bersama kita bangun lagi silaturahmi." kata ibu anita
__ADS_1
" terimakasih ya dek." kata ibu ismi mereka pun berpelukan
" paman besok audah bisa buka itu toko, nanti saya kasih kuncinya, nah kalau rumah mungkin kuncinya akan saya kasih minggu depan karena besok kita akan pergi ke KBB dulu, kami akan beresin dulu barang batang kaminya, kafi paman bisa lebih leluasa." kata shinta
" iya shin enggak apa apa." kata pak sapto
" ayo dicoba jagung bakarnya." kata lily
" terimakasih ya nak." kata pak sapto
" kalau ada apa apa paman hubungi shinta aja, tolong rawat dan kelola dengan baik tokonya." kata vian, lalu vian pun izin untuk merokok.
" terimakasih nak, itu akan kita rawat dan jaga serta kelola toko dengan baik." kata pak sapto
tak lama pak bambang datang, disusul pak gubernur B dan keluarganya.
" wah lagi kumpul keluarga nih," kata pak bambang
" biasa pak lagi santai aja, silaturahmi." kata vian, lalu mengenalkan pak sapto dan keluarganya
" oh iya pak besok ke KBB jam berapa." tanya pak bambang
" jam 6 dari sini pak." kaya vian
" siap kalau begitu, jadi kita menginapkan disana." kata pak bambang
" kalau mau menginap ayo aja." kata vian
" paman kalau mau ikut juga enggak apa apa." lanjut vian
" gampang pulang dari KBB aja bukanya pak." kata pak bambang
" iya paman dan bibi kalau mau ikut, sekali kali kita liburan bareng." kata shinta
" siapa bilang kamu liburan, kamu tetap kerja." kata lily
" ih mbak kok gitu sih sama aku." kata shinta
" kelakuan anak pertama si kembar dimulai." kata bu retno
" kalau memang boleh, kami mau ambil dulu pakaian kalau begitu." kata pak sapto
" iya sudah kalau begitu, minta antar haris atau putra aja ke rumah pamannya." kata vian, lalu menyuruh shinta mengantarkan paman dan keluarganya kedepan dan memberitahu ke haris.
" terimakasih ya nak, kamu sudah memperhatikan keluarga ibu." kata ibu anita
" kebangetan aja bu kalau vian enggak memperhatikan keluarganya." kata lily
" iya bu, kita kan sudah menjadi keluarga besar." kata bu retno dan bu ningsih
" iya bu, enggak mungkin pak vian memperlakukan keluarganya seperti orang luar, beliau saja memperlakukan orang luar seperti kami sudah seperti keluarganya." kata pak gubernur
__ADS_1
" ini sudah pada makan malam belum, sepertinya masih ada makanan di dalam." kata vian
" iya pak, ibu kalau mau makan ke dalam saja ya, anggap rumah sendiri." kata lily
" tuh bu, seperti ini disini, saya saja sudah seperti rumah sendiri diaini." kata ibu zahra dan ibu sisil
" iya bu, terimakasih." kata bu anita
tak lama pak menteri UMKM datang bersama keluarganya ditemani shinta habis mengantar pamannya.
" sudah pada kumpul aja nih." kata pak menteri
" kita dari kemarin disini pak." kata pak gubernur
" mau minum apa pak, ibu." kata lily
" samakan saja bu, susu panas, saya benar benar ketagihan." kata pak menteri
" memangnya enggak diskasih di rumah." kata pak bambang
" kalau yang itu selalu pak." kata pak menteri sambil ketawa
" ikut ke KBB kan pak menteri." kata pak bambang
" InsyaAllah, dari kemarin kemarin isteri ngajak kesini, katanya takut ditinggalin ke KBB." kata pak menteri
" tenang saja bu, mana mungkin meninggalkan menteri apalagi sudah janji mau ikut." kata lily
" ibu lily bisa aja." kata ibu Nurlaela
" saya ingin tau suasana disana sampai pak gubernur ketagihan kesana." kata pak menteri
" enak pokoknya pak dijamin enggak mau pulang, dingin, suasana alam indah deh pokoknya." kata pak gubernur
" itu dia pak gub, saya ingin rilex sebentar dengan rutinitas sekarang, lagian sudah banyak di bantu pak vian ini kerjaan saya." kata pak menteri
" kalau begitu pak vian harus minta gaji dong." kata pak gubernur
" malu pak ngasih gajinya juga." kata pak menteri
" iya juga ya." kata pak gubernur
" sama saja pak, gaji saya itu lebih kecil dari isteri." kata vian
" iya lebih kecil di LCI, papahkan dapat dari perusahaan lain." kata lily
" yang penting kan yang pakai isteri isterinya." kata ibu Nurlaela
" pak vian enak yang mendoakannya ada 4 isteri jadi dikabulkan doanya juga cepat." kata pak menteri
" iya sudah nambah saja pak, tuh pak vian aja Kartu keluarganya penuh sama isteri bukan sama anak." kata pak bambang
__ADS_1
" saya masih jadi kucing pak." kata pak menteri ketawa
Mereka pun mengobrol sambil menikmati jagung bakar, tak lama paman dan bibinya shinta datang, vian pun memperkenalkannya kepada pak menteri.