Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Memberikan Pelajaran 1


__ADS_3

2 hari setelah sakit dan luka di tangannya sudah pulih, vian siap beraktivitas kembali. vian dan lily setwlah sarapan pergi ke ruko. seaampai di ruko vian duduk di cafe menunggu pak dede, sedangkan liky pergi ke butik, sambil menunggu pak dede vian minum kopi yang sudah dipesannya tadi sambil menghisap rokok.


15 menit kemudian pak dede datang, " gimana pak sudah sehat." kata pak dede


" alhamdulillah pak de, makasih doa doanya. oh iya giman L-Trans perkembangannya." tanya vian


" bus antar jemput sudah beroperasi, truk dan mobil box sudah jalan juga. bengkel berjalan dan pelanggan bertambah, cucian mobil dan motor pun sama setiap hari ada yang mencuci disana." jawab pak dede


" syukur kalo sudah berjalan, pak dede sekarang cari lagi peluang yang lainnya." kata vian


" baik pak. saya sih punya ide untuk menjadikan L-Trans ini jadi penyedia alat transportasi bagi travel travel bahkan mungkin kita bisa jadi travelnya." jawab pak dede


" ya sudah pak dede analisa dulu, kalo toh jadi travel itu kalo gak salah sudah didaftarkan juga perizinannya." kata vian


" baik pak akan saya kerjakan." jawab pak dede, setelah itu dia pamit kembali ke kantor L-Trans.


disaat vian sedang meminum kopi, vian melihat ada bapak bapak sedang duduk di bawah pohon di pinggir jalan, vian melihat gerobak rongsokan disana dan ada anak laki laki berumur 8 tahunan sedang mengelap keringatnya, kelihatannya mereka lapar dan haus. vian lalu pergi ke cafe meminta 2 botol air mineral. lalu pergi ke bapak bapak tersebut. putra yang melihat bos nya pergi mengikuti dari belakang takut terjadi apa apa. vian pun menghampiri bapak bapak tersebut.


" siang pak maaf mengganggu istirahatnya, ini kebetulan saya bawa minum." kata vian sambil menyerahkan botol air mineral itu ke bapak dan anaknya. lalu mereka meminum air tersebut hingga habis


" terimakasih den atas kebaikannya semoga Allah membalasnya dengan berlipat ganda." jawab bapa tersebut.. "aamiin." kata vian


" ayo pak kita jalan lagi, Rendi sudah gak cape lagi. kita harus cepat jual barang ini obu pasti lapar dan buat beli obat ibu." kata rendi


" bapak dan rendi lapar, ayo ikut saya, kita makan dulu biar ada tenaga, biar saya traktir." kata vian


" makasih om, tapi kita ditunggu sama ibu di rumah." jawab rendi


" kalo sudah makan kan rendi punya lebih tenaga jadu bisa cepat sampai rumahnya." kata vian membujuk supaya mereka mau. akhirnya mereka pun mau mengikuti vian. sesampainya di cafe vian memeaan nasi goreng dan lauk lainnya setra minuman. setelah datang vian mempersilahkan mereka untuk makan, rendi hanya melihat makanan itu. " kenapa dilihat saja, ayo di makan." kata vian


" aku kenyang om, kalo boleh saya minta bungkus saja ini buat ibu. bapak saja yang makan ya, bapak juga belum makan dan bapak lagi sakit" kata rendi sambil melihat bapaknya.


" udah kamu makan aja, om sudah pesenin buat ibu kamu, terus di rumah ada siapa aja." kata vian

__ADS_1


" ada ibu sama adik aja om." jawab rendi


" ya sudah om bungkusin buat adik kamu juga, jadi yang ini kamu makan ya." kata vian


" beneran om." jawab rendi


" iya. tuh lihat lagi dibuatkan." jawab vian. vian pergi ke kasir dan memesan 4 bungkus nasi goreng dan lauk lainnya. vian sangat terharu melihat anak sekecil itu sudah berbakti kepada ibunya, rela menahan lapar demi ibu dan adiknya. selagi mereka menghabiskan makan vian pergi ke mobil mengambil amplop dan mengisi 20 lembar uang 100 ribuan. vian membayangkan apakah devan bisa sekuat dan setegar rendi.


Vian berencana untuk memberikan pelajaran kehidupan kepada devan. setelah makan bapak dan anaknya itu pamit, vian memberikan bungkusan nasi dan amplop


" pak saya ada sedikit rezeki, bisa buat bapak beli obat untuk bapak dan ibu. dan mungkin bisa buat beli makan." kata vian


" terimakasih banyak atas bantuan kamu nak, semoga bapak selalu diberikan kesehatan." kata bapak itu.


" mohon maaf pak bapak dan rendi tinggal dimana?" kata vian


" disana om di belakang gedung tinggi itu, dari sini lurus nanti pas belokan disitu ada beberapa rumah dan barang rongsokan. disitu kami tinggal om." jawab rendi.


mereka pun pamit, karena mungkin ibu dan adiknya sudah menunggu hasil dari suami dan anaknya itu. vian juga menyuruh putra untuk melihat rumah yang dimaksud anak tadi. 30 menit kemudian putra datang dan memberikan laporan, bahwa betul bapak dan anak tadi tinggal disana, mereka memakai lahan Perusahaan BUMN yang belum dipakai. pas jam 12, lily datang dan mengajak vian untuk makan siang di rumah makan C.


" pah kok melamun, ada apa?, papah sakit?" tanya lily


" gak apa apa sayank, papah kefikiran anak pemulung tadi aama bapaknya ambil rongsokan istirahat di depan cafe. papah kasih minum dan makan, tadinya anak itu gak mau makan karena ingat ibu dan adiknya sampai dia berbohong bahwa dia tidak lapar. setelah papah kasih tau bahwa buqt ibu dan adiknya sudah papah bungkusin. dia dengan lahapnya makan." kata vian


40 menit diperjalanan sampailah mereka di rumah makan C, vian dan lily serta edi dan putra mereka hanya beda meja saja.setelah makan meraka kembali ke ruko, diperjalanan vian melihat ada seorang kakek sedang mendorong gerobak rongsokan kesulitan untuk menaiki jalan yang sedikit menanjak. " pak edi, tolong berhenti dulu." kata vian, vian pun turun didekat kakek tersebut dan menghampirinya lalu membantu sang kakek mendorong, putra yang bengong pun turun dan membantu mendorongnya juga.


sampai di tempat yang datar mereka berhenti dan sang kakek mengucapkan terima kasih. " terimakasih nak, sudah sudi membantu kakek." kata sang kakek


" sebentar kek, kakek istirahat saja dulu, saya mau beli minum." kata vian sambil pergi ke supermarket yang kebetulan tidak jauh dari sana. vian membeli minum dan roti, habis dari aupermarket vian melihat ada rumah makan, vian pun membeli 4 bungkus nasi rames.


" kek ini minum dulu." kata vian sambil memberikan sebotol minuman, kakek tersebut meminumnya dengan hausnya menghabis sebotol minuman tersebut. " kakek makan dulu ini saya juga beli makanan." kata vian


" terimakasih nak, saya akan makan sama nenek di rumah khawatir dia belum makan." jawab kakek

__ADS_1


" gak apa apa kakek makan saja dulu, ini saya juga beli beberapa bungkus kok." kata vian


" gak nak, nenek suka gak mau makan kalo dia gak lihat saya makan juga."jawab kakek


vian merasakan apa yang kakek itu katakan, begitu meraka saling mengkhawatirkan satu sama yang lainnya. ini pelajaran kehidupan yang luar biasa lirih vian


" ya sudah kek ya, saya antar kakek pulang, dimana rumah kakek." kata vian


" gak usah nak, kamu juga punya urusan, terimakasih banyak akan kebaikan kamu. rumah kakek sebentar lagi kok di gang itu kami tinggal" jawab sang kakek sambil menunjuk gang di sebelah lahan kosong


" gak apa apa kek, saya antar, tapi saya izin istri saya dulu ya." kata vian, snag kakek hanya mengangguk. vian pergi menghampiri mobilnya.


" yank, papah mau antar kakek itu ya, takut lama kamu bisa pulang duluan, nanti papah telepon untuk mjnta jemput." kata vian


" gak ah mamah juga mau ikut." jawab lily sambil turun dan menyuruh edi untuk parkir di supermarket saja.


vian menghampiri sang kakek dan mengenalkan lily istrinya, mereka pun berjalan gerobak dibantu dorong putra. 15 menit berjalan sang kakek berhenti di sebuah gubuk sederhana. " nek.. nek... aki pulang." kata sang kakek, tak lama ada seorang perempuan paruh baya keluar dari gubuk. " kakek sama siapa itu." kata sang nenek


" anak itu membantu kakek mendorong gerobak dan ini dia memberikan makanan. nenek pasti belum makan kan." kata sang kakek sambil menyerahkan sebungkus makanan


" udah tadi kakek makan disana." jawab sang kakek


" kamu bohongin nenek, ayo kita makan ber dua." jawab nenek, dan mengajak vian dan lily masuk. lily bengong melihat kejadian ini, walau mereka kesusahan tapi cinta kasih mereka luar biasa. lily sampai memeluk vian dan menahan tangisnya. didalam hati lily berdoa semoga ia dan vian bisa hidup sampe tua dan tetap saling mengasihi dan menyayangi satu sama lainnya.


" maaf nak, rumah kakek seperti ini," kata sang kakek


" nama nak ganteng sama cantik ini siapa namanya." kata sang nenek


" saya vian nek, dan ini istri saya lily, silahkan." jawab vian. silahkan nenek dan kakek makan saja, oh iya ini saya juga beli yang lain, vian menyerahkan bungkusan yang dari tadi cuma dia pegang.


" kalian juga makan, ini kan masih banyak." kata sang nenek


" terimakasih nek, kami baru saja makan sebelum kesini." jawab lily. nenek dan kakek itu pun makan dengan lahap yang jelas karena lapar.

__ADS_1


" terimakasih banyak nak, nenek gak bisa kasih apa apa hanya doa semoga kalian sehat, dilimpahkan rezeki dan barokah, rumah tangga kalian langgeng dan diberikan anak keturunan yang sholeh dan sholehah." kata sang nenek, vian dan lily meng aamiinkannya.


" beneran kalian gak makan, ini masih ada 2 bungkus lagi lho. nenek dan kakek gak mungkin makan ini, kalo kalian gak makan nenek mau kasih tetangga aja ya, mubazir.." kata nenek dan membawa bungkusan nasi itu. dan memberikan ke tetangganya


__ADS_2