
Didalam kamar vian dan lily rebahan di atas kasur sambil mengobrol
" pah kalau di ingat ingat, kok kita bisa begini ya, padahal dulu papah kerja di kantor aku, dimarihi sama si yacob." bisik lily
" iya ini takdir kita, pah juga gak tau kenapa, padahal mah pernah bilang kalo pah nikah sama elis, mah mau kasih kado yang gede. dan papah bisa kenal sama elis itu gara gara mamah." jawab vian
" kapan mah ngomong gitu, kok gara gara mamah sih," kata lily
" iya lah gara gara mamah, yang nyuruh papah pergi nemenin ibu ibu jalan jalan, siapa!" jawab vian
" terus papah bisa masuk ke investama gimana?" tanya lily
" dosen papah yang masukin, tau gak di investama tuh gak pernah akan ada surat lamaran papah, paling cuma CV aja," jawab vian
" masa sih. kok bisa, padahal waktu itu sampai ditahan izajah lho. tapi mamah salut akan cara kerja papah," kata lily
" vian gitu lho.. trus mamah kenapa mengijinkan papah boleh naik mobil mamah, padahal kata edi belum pernah ada yang boleh. kata edi karena gak suka bau matahari dari orang" tanya vian
" mah juga gak tau ya kenapa, emang belum pernah ada bahkan si yacob aja gak pernah." jawab lily
" terus sekarang mamah menyesal ketemu papah." kata vian
" iyaaa. mamah menyesal, kenapa baru kenal gak dari dulu." jawab lily tersenyum manja.
" di investama banyak kenangan pahit dan manis. di investama merasakan dicaci maki, dihina, direndahin, disakitin. di investama juga ternyata menemukan jodoh." kata vian
" papah kok bisa masih menghargai elis sampai masih mempertahankan dia di kantor, kalau aku pasti udah di tendang. apalagi dia sudah nyakitin papah." tanya lily
" kalo dibilang gak sakit hati bohong, papah tau mengapa dia dan bapaknya mau terima suaminya itu apa, papah sudah jelaskan kepada bapaknya kalau memang harta menjadi alasannya dan dia takut kalo sama papah dia sengsara. papah bilang akan papah buktikan kalau papah bisa jauh lebih bisa berhasil, dan alhamdulillah papah bisa buktikan dihadapan orangnya langsung." jawab vian
" terus habis dari elis papah ada hubungan dengan siapa." selidik lily
" hubungan gak sampai menyatakan suka atau cinta hanya jalan ada lah beberapa," jawab vian
" di lingkungan investama atau diluar." tanya lily selidik lagi
" dari luar ada SPG dari Supermarket dekat kantor ngajak jalan, terus di kantor juga anak marketing." jawab vian
" siapa marketing di kantor. jangan jangan sekarang masih.." kata lily jadi cemberut
" dia sudah keluar kok." jawab vian
__ADS_1
" masih komunikasi sekarang." tanya lily
" gak tau dia dimana sekarang." jawab vian
" terus kalo ketemu, papah mau apa." kata lily terus mencecar
" iya kalo ketemu, diajak ngobrol, jalan, makan, ketemu orang tuanya." jawab vian mengoda lily, ( dalam hati vian siapa yang mulai siapa yang kesel).
" kenapa harus ketemu orang tuanya." kata lily masih belum ngerasa
" iya kalo mau nikahin anaknya harus ketemu orang tuanya dulu kan." jawab vian
" oh gitu.. jadi papah udah merencanakannya untuk nikah lagi." kata lily marah dan menghindar dari vian
" serius banget sih, becanda sayank. habisnya mamah introgasi papah" jawab vian sambil menarik lily kepelukannya dan mencium keningnya.
" habis papah gitu sih, suka banget sih godain mamah." kata lily masih cemberut
" habisnya mamah memulai sih. masa sih papah nikah lagi sedangkan mamah cantik gini." kata vian
" gombal ah..." jawab lily sambil membalas pelukan vian dan menciumnya
magrib pun datang mereka pun sholat berjamaah, setelah itu mereka turun ke bawah ke ruangan makan yang sekarang sudah di tambah lagi meja dan kursinya. keluarganya sudah lengkap disana.
" pak, mengapa bapak menangis, bapak sakit atau ada masalah apa?" tanya vian
" bapak gak apa apa, bapak cuma terharu, bangga sama kamu. dulu bapak bawa kamu dari kampung karena bapak kasian sama kamu, melihat kamu sebelum berangkat sekolah kamu masak sendiri nasi goreng pake minyak jelantah, pergi sekolah jalan kaki selama 1 jam, pas masuk sekolah di kota kamu pun diejek sama guru bahkan. tapi sekarang kamu bisa buktiin itu, membuat bapak bangga, orang tidak mandang kamu rendah lagi." jawab pak hardian sambil terisak.
" iya pak terimakasih atas segalanya, vian gak bisa membalas segalanya. alhamdulillah vian bisa buktikan ke mereka yang dulu mengejek, menghina, merendahkan, dan meremehkan bahwa vian bisa berhasil. ini semua berkat dukungan dari kalian semua." jawab vian sambil terisak mengingat kenangan dulu. lily yang berada disebelahnya mengusap punggung vian.
" memang kamu pergi dari kampung pas kapan vian?" tanya pak bowo
" lulus smp pak." jawab vian
" mohon maaf pak adi dulu bapak kerja apa." tanya pak bowo
" saya hanya petani pak, pas vian kelas 2 smp saya menjadi mandor proyek di kota. pas itu ika masih 2 tahun, vian yang menggantikan saya mencari rumput buat." jawab pak adi
" bapak salut sama kerja keras kamu vian." kata pak bowo
" ly, kamu bisa kenal sama nak vian gimana." kata bu julaeha
__ADS_1
" dulu vian karyawan di investama, dia staf lily di bagian keuangan dan akuntansi. gak tau kenapa mungkin jodoh kali nek." jawab lily
" dulu kan kamu sama yacob kan, terus itu gimana." tanya bu julaeha
" lily sama yacob cuma di atas kertas aja nikah nek, setiap hari ribut kadang dibawa kekantor, udah gitu dia ketahuan main cewek gunta ganti lagi. makanya lily memutuskan cerai, habis itu lily deket sama vian 2 bulanan kita kenal lebih dekat dan merasa nyambung kita mutusin nikah." jawab lily
" yang nenek ketahui kamu tuh orangnya cuek, mandiri, kamu nak vian kok bisa merubahnya." kata bu julaeha
" itu karena dia sangat ngejar ngejar vian nek, sampai nangis nangis makanya vian mudah ngerubahnya." jawab vian sambil senyum
" bohong nek jangan dengerin." kata lily
" berarti kak lily juga tau dong hubungan si aa sama teh elis." kata ika
" tau dong, yang mempertemukan mereka kakak mu ini, kamu kenal siapa lagi pacar kakak mu ini ka." jawab lily
" yang dikenalin ke kita cuma teh elis aja, gak tau kalo yang lain, soalnya ika jarang ngobrol sama aa, dia sibuk gak ada waktu sama adiknya." jawab ika
" bukan gak ada waktu tapi kita kan punya aktivitas masing masing, kamu sekolah, aa kuliah, kamu kuliah aa kerja, sabtu minggu aa cari kerjaan lain, makanya aa mau ngumpulin keluarga disini tuh supaya bisa menyatukan keluarga ini." jawab vian
" sabtu minggu cari kerja... pacaran kali." kata lily
" o iya pak bu besok minggu ini vian ada wawancara karyawan baru buat sekretaris pribadi vian katanya dulu karyawan investama di kantor LNI." kata vian sambil mengedipkan matanya ke bu retno supaya menggoda lily. bu retno yang tau maksud vian
" oh gitu, emang dulu di investama bagian apa. perasaan gak ada sekretaris deh." jawab bu retno
" bagian marketing bu, ." jawab vian
" sok aja pergi gak apa apa kok, tapi awas kalo pulang." kata lily
" ya gak pulang kesini, pulang ke rumah dia aja." jawab vian ketawa
" udah ah, kamu ngegoda lily aja." kata bu retno
" oh gitu ya.. ibu mertua sama menantu ngerjain.." kata lily
" si vian tuh, ibu gak ikut ikutan." kata bu retno
" ibu seneng ngelihat suasana disini, kekeluargaan, ketawa, mengobrol bersama, kedekatan seperti ini yang belum pernah ibu rasakan ." kata bu julaeha sambil meneteskan air mati
" bu maafin retno yang gak pernah nengokin ibu." kata bu retno sambil memeluk ibunya,
__ADS_1
" mengapa dulu vian memilih rumah ini, bukan untuk gaya gayaan tapi supaya kita bisa kumpul menikmati kebersamaan." kata vian