Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kita Seperti Saudara


__ADS_3

Vian pun menyuruh indra dan lilis untuk membakar jagung dan BBQ, sedangkan bi narsih dan mirna disuruh membuat susu panas, selesai makan vian izin untuk merokok bersama pak dede dan yang lainnya. Vian pun meminta pak menteri untuk merasakan jagung bakar dan susu panas.


Lily sedang memperkenalkan produk LCI ke bu citra, bu citra pun menjadi tertarik, lily juga meminta ibu citra untuk mencoba jagung bakar dan susu panas.


" kalau disini enggak boleh diet bu." kata lily, bu citra pun mencobanya


" wah ini enak sekali bu, saya suka." kata ibu citra dia pun menikmati jagung bakar tersebut.


" ini hasil kebun kita dan susu ini juga dari peternakan kita." kata lily


" apa ini di jual di pasaran." kata ibu citra


" ada bu, disini di supermarket livi yang ada di ruko depan komplek perumahan ini." kata lily


" buat apa repot repot bu, datang aja kesini kalau mau jagung bakar, pasti ada gratis lagi." kata bu sisil


" ibu sisil bisa saja, saya dengar dari bapaknya ibu juga pindah ke komplek ini." kata ibu citra


" betul bu, tapi jarang du tempati, saya malahan sering tinggal di rumah ini." kata ibu sisil


" iya terus anak anaknya gimana." kata ibu citra


" anak anak saya juga tidur disini, pak vian menyiapkan kamar untuk mereka di mess, setiap hari saya bareng bu lily di kantor LCI, jadi saya punya aktivitas enggak sendiri lagi kalau di tinggal kerja." kata ibu sisil


" bu, itu banyak anak gadis itu siapa." kata ibu citra


" itu anak saya silvy dan silvia, anaknya pak gubernur D, anaknya pak Gubernur L dan temannya, adik ibu astrid dan temannya, adik pak vian sama temannya, mereka bekerja di SPI," kata ibu sisil


" saya aja hampir setiap akhir pekan kesini bu, menginap disini, alhamdulillah minggu kemarin kita baru pulang umroh sama sama." kata ibu zahra


" saya suka suasananya, sangat terasa kekeluargaannya, jadi membuat nyaman." kata ibu citra


" itu yang membuat saya betah disini bu, kita udah seperti saudara padahal di rumah saudara sendiri aja suasananya enggak seperti ini." kata ibu zahra


" iya bu, walau saya baru pertama kali kesini, saya merasakan nyaman, begitu hangat keluarga disini." kata ibu citra


" bu ayo kita pulang sudah malam." kata pak menteri Pendidikan


" nanti dulu pak, ibu masih mau mengobrol." kata ibu citra


" apa saya bilang pak, susah pulang kalau sudah disini." kata pak bambang

__ADS_1


" iya tumben tumbenan dia begitu, biasanya setiap ada acara dia langaung minta buru buru pulang." kata pak menteri pendidikan


" sudah menginap saja pak, masih ada kamar kok, tapi maaf kalau enggak membuat nyaman aja." kata vian


" saya enggak masalah pak, tapi enggak tau isteri mau menginap atau enggak." kata pak menteri pendidikan


" iya sudah pak kita menginap aja ya, ibu zahra, ibu nurlaela, ibu athia dan ibu siska juga menginap disini." kata ibu citra


" iya sudah kalau ibu mau menginap, jadinya saya merepotkan pak vian dan keluarga." kata pak menteri pendidikan


" enggak kok pak, kami senang jadi nambah lagi saudara." kata vian


" kamarnya sudah di rapihkan mah." kata vian


" udah pah." jawab lily


" jadi kita ganggu pengantin baru nih." kata pak menteri UMKM


" enggak masalah pak, santai saja." kata vian


mereka terus mengobrol, para tamu pun berangsur angsur pamitan pulang. Mereka pun menikmati jagung bakar dan susu panas, vian izin untuk merokok, dia pun menyalakan rokoknya. Karena sudah malam mereka pun masuk ke kamar masing masing.


Pagi hari setelah shubuh vian olahraga naik sepeda keliling komplek, vian mengajak shinta untuk naik sepeda. Setelah selesai naik sepeda vian duduk di teras depan, shinta membuatkan kopi dan membawa air putih. Setelah minum vian menyalakan rokoknya, shinta pun menemani vian duduk disana.


" minggu depan palingan peresmian PBN." kata vian


" jadi kita bisa bulan madu disana ya." kata shinta


" biasanya juga gitu," kata vian ketawa


" sekarangkan kita udah resmi, jadi aku enggak perlu minum obat lagi." kata shinta


" terus ibu masih disini kan, kalau enggak udah toko suruh paman aja yang kelola, ibu disini aja biar barengan sama yang lainnya." kata vian


" nanti aku bilang ke ibu deh." kata shinta


" bilang juga ke ibu jangan mikirin deni lagi sama biaya lainnya, kalau memang ibu mau tinggal disini enggak masalah, rumah disana bisa disewakan." kata vian


" nanti aku bilang dulu deh pah." kata shinta


" bicarakan aja dengan baik, jangan sampai menyinggung ibu, bilang aja ibu udah sekarang istirahat jangan mikirin masalah biaya anak anak, deni bisa kamu biayai." kata vian

__ADS_1


" iya pah, terimakasih ya." kata shinta


" kenapa bilang terimakasih, kalian udah jadi keluarga papah." kata vian


Jam 7 mereka pun sarapan bersama termasuk pak menteri pendidikan dan pak menteri UMKM, pak bambang pun menanyakan kapan akan di resmikan PBN.


" mudah mudahan minggu depan pak, sekarang sedang di urus perizinan PT. PBNnya, senin mulai ujicoba mesin semua pabrik, minggu ini mereka sedang membeli bahan bakunya." kata vian


" hari sabtu aja pak peresmiannya, supaya sekalian bisa liburan disana." kata pak bambang


" iya sudah kalau begitu, saya mungkin senin kesana untuk mengecek proses uji cobanya." kata vian


" iya pak sabtu saja biar saya bisa ikut, saya juga ingin kesana sekalian liburan." kata pak menteri UMKM


" baik pak, senin saya sekalian melakukan persiapan peresmiannya," kata vian


" kalau begitu saya juga ingin kesana, sekalian pengen lihat sekolah yang dibangun livi group." kata pak menteri pendidikan


" boleh pak, sekalian kita bisa liburan bersama disana." kata vian


sehabis sarapan vian pergi ke gazebo, dia pun menyalakan rokoknya lalu menghubungi pak andi.


" pagi pak, hari ini masuk kerja." kata vian


" masuk pak, saya haru memastikan proses produksi supaya berjalan bersama tim direksi lainnya, oh iya pak kemarin saya berdiskusi dengan bu riska direktur keuangan beliau menanyakan berapa persen nett profit yang diinginkan, karena kita harus membicarakan itu supaya bisa menentukan harga jual." kata pak andi


" untuk lebih detailnya hari senin saya kesana, tapi untuk membuat gambaran nett profit minimal di 15%, tolong buatkan gambaran laporan laba ruginya dan neraca awal. termasuk biaya operasionalnya dan biaya lain lain." kata vian


" siap pak saya akan suruh bu riska untuk membuatnya." kata pak andi


" saya baru saja bicara sama pak bambang bahwa beliau ingin pereamian PBN hari sabtu depan, jadi kita juga harus melakukan persiapan peresmiannya." kata vian


" baik pak, nanti kita bahas kalau bertemu." kata pak andi


" kalau begitu sampai bertemu nanti, terimakasih pak." kata vian lalu menutup teleponnya, tak lama lily datang kesana


" papah hari ini mau kemana." tanya lily


" enggak kemana mana sayank, kenapa." kata vian


" keperluan di rumah sudah habis, kita belanja yu. Sama besik kan ulang tahun shinta, kita kasih kejutan ya." kata lily

__ADS_1


" iya sudah, nanti siangan kita pergi belanja, sama siapa aja belanjanya." kata vian


" oke pah, nanti mamah bilang ke astrid dan dilla sama shinta juga apa mereka mau ikut atau enggak. terimakasih papah sayank, papah memang baik." kata lily lalu dia mencium vian. Lily pun pergi lagi masuk ke rumah. Dia mau siap siap pergi belanja.


__ADS_2