Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Memastikan Persiapan Peresmian Sekolah


__ADS_3

Jam 8 pak bambang datang ke gazebo, dia pun ikut mengobrol, vian pun menyampaikan bahwa sebelum berangkat umroh akan dilaksanakan peresmian sekolah, vian mengundang secara lisan terlebih dahulu.


" saya secara pribadi mau mengundang pak bambang dan pak gubernur untuk dapat hadari dalam peresmian nanti, untuk surat resminya nanti akan dibuatkan tim yayasan livi." kata vian


" inyaAllah pak, mudah mudahan enggak bentrok dengan acara lainnya, kapan kira kira waktunya pak." kata pak bambang


" 2 hari sebelum kita berangkat pak." kata vian


" berarti hari jum'at ya pak, insyaAllah saya bisa hadir." kata pak bambang


" saya akan usahakan pak untuk hadir." kata pak gubernur


" terimakasih sebelumnya pak." kata vian


" seperti kesiapa aja pak." kata pak bambang dan pak gubernur


" kalau ada link untuk bisa mengundang menteri pendidikan boleh pak." kata vian


" nanti saya hubungi beliau pak, semoga dia berkenan." kata pak bambang


" iya pak terimakasih." kata vian


Karena sudah malam pak bambang dan pak gubernur pamitan pulang, awalnya anak pak gubernur enggak mau pulang tapi setelah dikasih pengertian akhirnya dia mau pulang juga. Vian pun masuk ke kamar bersama isterinya. Setelah mengobrol mereka pun tidur, tapi sebelumnya melakukan olahraga malam terlebih dahulu.


Di pagi hari vian bangun lalu mandi dan membamgunakan isteri isterinya untuk mandi dan sholat berjamaah. Selesai sholat dan membaca alquran vian pamit pergi ke teras depan, vian membuat susu lalu pergi ke teras depan, vian menyalakan rokoknya lalu melihat laporan dari email, vian mengirim.pesan ke pak dede supaya datang ke rumah karena mau pergi ke lokasi pembangunan sekolah. jam 7 shinta datang kesana.


" selamat pagi pak, gimana kabarnya." kata shinta


" pagi juga shin, alhamdulillah baik, kamu keaini naik apa." kata vian


" naik taxi pak." jawab shinta


" oh iya kita hari rabu ke karawang ya ke pabrik LNI dan bertemu pak gubernur," kata vian


" baik pak." kata shinta. Tak lama devan datang ke teras depan.


" papah, aa cariin loh tadi ke taman, papah enggak ada." kata devan


" papah disini sayang, papah tadi malas kesana jadi duduk disini aja." kata vian


" eh, ada tante shinta, gimana tante sehat." kata devan


" alhamdulillah aa sayang, aa gimana." kata shinta


" sehat ini mau ajak papah main bola." kata devan

__ADS_1


" aa mau ikut enggak ke livi residence, papah mau kesana." kata vian


" ikut pah aa kangen sama thunder, kemarin kan ketemu moca sama moci aja." kata devan


" habis sarapan kita berangkat kesana ya." kata vian


" oke pah, tante shinta main yu sama aa, aa enggak ada teman, teman temannya udah pada pulang soalnya." kata devan


" bilang dulu sama papah, boleh enggak." kata shinta


" boleh iya kan pah." kata devan, vian hanya menganggukan kepalanya. Devan dan shinta pun pergi ke taman belakang untuk bermain


Lily, astrid dan dilla sudah turun untuk sarapan, lalu manggil vian. Melihat lilis disana lily pun menanyakan devan.


" lis, si aa dimana." kata lily


" di taman bu sedang main sama mbak shinta." jawab lilis


" lis siap siap ya kita pergi ke livi residence, aa tadi mau ikut soalnya." kata vian


" baik pak, saya mau menyuapi aa dulu." kata lilis sambil mengambil nasi dan lauknya


" panggil aja deh sekalian sama shinta supaya sarapan bareng kita." kata lily


" iya mah, aa lagiain sama tante shinta." kata devan


" aa sarapan dulu katanya mau ikut papah, sama tante shinta juga sarapan." kata lily


" iya mah, aa disuapin tante shinta makannya." kata devan


" memangnya tante shinta mau gitu nyuapin aa." kata lily


" pasti mau dong mah, tante shinta kan baik sama aa, iya kan tante." kata devan


" iya, aa mau makannya dimana." kata shinta


" disana aja tante sambil nonton." kata devan mengajak shinta pergi ke ruang keluarga.


" waduh gawat nih, bakalan nambah anak kembar lagi nih." kata bu retno


" iya nih, si aa udah lengket gitu." kata bu ningsih


" dia tau aja lagi yang cantik." kata bu retno


" bu, yang kurang apa untuk perlengkapan umrohnya." kata lily

__ADS_1


" kalau kerudung jangan beli ya, nanti SPI yang sponsori." kata ika


" serius nih ka, gitu dong baru adik kakak yang baik." kata lily


" memangnya selama ini enggak baik ya kak." kata ika


" baik, tapi dengn mensponsori perjalan ini lebih baik lagi." kata lily


" sekalian sama kaoskaki juga." kata bella


" seriusan nih ya." kata lily


" iya mbak serius, kemarin kita sudah minta di dahulukan beberapa lusin, minggu depan sebelum berangkat sudah datang kesini." jawab bella


" terimakasih ya adik adik semuanya." kata lily


" mah tolong inventarisir kebutuhan untuk tamu tamu juga, soalnya minggu depan disini akan banyak orang." kata vian


" mamah udah pesan cattering untuk makan pagi, siang dan malam dari 2 hari sebelum keberangkatan pah, kita berangkat kan malam jadi sebelum berangkat kita makan malam dulu, terus pas pulang juga mamah udah pesan juga karena ada kemungkinan yang jauh jauh menginap lagi disini." kata lily


" oke kalau begitu, terimakasih ya sayang." kata vian


" oh iya pah, kita perlu nukar uang riyal enggak." kata lily


" buat di perjalan aja 4 ribu riyal aja, nanti disana aja ambil di atm buat belanja belanja." kata vian


" iya udah hari ini aja ya nukarnya." kata lily


" iya udah mamah atur aja, papah transfer buat nukar uang sama buat belanja 4 bulanan dan persiapan umroh." kata vian


" oke papah sayank, buat ngasih ke anak anak yatim mau ambil sekarang juga." kata lily


" jangan deh nanti aja papah, kalian minta di temani haris ya." kata vian


" iya pah itu kan udah biasa." kata lily


" ibu bawa putra ya, untuk jaga jaga." kata bu retno


" iya bu, hati hati aja ya." kata vian


setelah selesai sarapan vian pergi ke halaman depan, vian menyalakan rokoknya, tak lama pak dede datang, dia langsung menyiapkan mobil yang akan di pakai.


Jam 8.17 menit vian pamitan pergi bersama pak bowo, pak adi, pak wanto, shinta dan devan sama lilis tentunya. Di perjalanan via seperti biasa membeli bahan pokok, makanan ringan dan minuman serta stok rokoknya. Vian pun membelikan devan ice cream. Setelah belanja merekaelanjutkan perjalanan, jam 9.07 menit meteka sampai di villa livi residence. Devan pergi ke kandang thunder bersama lilis yang awalnya minta ditemani shinta juga, akan tetapi vian menjelaskan bahwa shinta harus bekerja.


Mereka istirahat terlebih dahulu di villa, vian pun santai di gazebo dekat danau buatan sambil minum kopi kemasan lalu menyalakan rokoknya. Karena tim sekolah sudah ada vian dan yang lainnya pergi ke lokasi pembangunan karena ingin memastikan untuk persiapan peresmian sekolah ditemani pak daryat.

__ADS_1


__ADS_2