
Setelah bersilaturahmi disana vian pamitan kepada kakek dan neneknya karena harus kembali ke villa di LA, mereka mampir dulu di villa kampung lalu melanjutkan perjalanan.
" rumah makan itu bisa katanya pak, ini momen khusus katanya." kata pak bupati
" alhamdulillah kalau begitu, kita bisa makan malam disana." kata pak gubernur D
" ini perlu di tingkatkan menjadi daerah wisata pak bupati, perbaiki akses jalannya saja." kata pak menteri
" betul pak, kami akan berusaha untuk menjadikan daerah ini menjadi tujuan wisata." kata pak bupati. Mereka pun sampai di rumah makan, disana hanya rombongan vian saja.
" ini udah sangat cocok pak bupati tinggal memoles saja dan promosinya yang harus dilakukan." kata pak menteri
" pengembangan UMKM juga saya lihat sangat baik di daerah ini." lanjut pak menteri
" betul pak, rumah makan ini juga salah satu yang dikembangkan dan secara tidak langsung di promosikan sama pak vian." kata pak bupati
" ini bahan baku rumah makan ini dari LA pak, sayuran dan daging dari sana." kata pemilik rumah makan yang datang karena diberitahukan bahwa akan ada pak bupati dan pak gubernur sama pak menteri
" terus gimana omzetnya pak." kata pak menteri
" alhamdulillah pak, berkat bantuan pak vian dalam membantu kami dengan membawa para pejabat kesini, warga pun berdatangan kesini yang otomatis omzet pun naik, serta saya juga sekarang enggak begitu pusing mendapatkan pasokan bahan baku karena LA siap mensupplynya," kata pemilik warung makan
" kenapa bapak enggak langsung ke petani atau peternak bahkan ke pasar tradisional pak." kata pak menteri
" memang harga akan lebih murah tapi kualitasnya pak suka berubah rubah, sedangkan kalau saya beli dari LA kualitas selalu terjaga, dan saya tau juga bahwa LA juga membeli dari para petani di lingkungan sini dan LA juga banyak katyawan dari daerah ini, setidaknya saya juga ingin mengambil peran dalam mengembangkan daerah ini juga, saling membutuhkan dan saling menguntungkan tentunya." kata pemilik warung makan
" bagus kalau memiliki pemikiran seperti itu, saya salut, ini yang seharusnya terjadi simbiosis mutualisme." kata pak menteri
" jujur saja saya iri terhadap pak vian, dia enggak takut tersaingi bahkan membantu supaya usaha yang lain berkembang, merangkul para petani, peternak memberikan bimbingan, permodalan dan menampung hasil panennya, petani dan peternak pun tidak lagi pusing memikirkan hasil panennya dikemanakan." kata pemilik warung makan
" jangankan bapak saya juga iri terhadap beliau, dimana mana selalu ada yang membicaralan kebaikan beliau." kata pak menteri
" pak tau enggak isteri pak vian berapa, bapak akan tambah iri kalau tau." kata pak bupati
" berapa gitu pak, pak vian punya isteri 2." kata pemilik warung makan
" 4 pak, tuh isteri isterinya." kata pak bupati
" beneran pak, ini serius atau becanda nih." kata pemilik warung makan
" masa saya bohong, tanya aja langsung." kata pak bupati
" pak, kalau pak vian kesini sama perempuan selain kita kita ini bilang ya." kata lily
__ADS_1
" perkenalkan saya lily, isteri pertama vian." lanjut lily
" saya astrid pak." kata astrid
" saya dilla pak isteri ketiga mas vian." kata dilla
" saya shinta." kata shinta memperkenalkan diri
" benar saya tambah iri sama pak vian kalau begini." kata pemilik warung
" ini sangat bagus konsep warungnya, saya suka suasananya dan makanannya pun enak." kata pak menteri
" terimakasih pak." kata pemilik warung
setelah selesai makan mereka pun kembali ke villa di pabrik LA. Para ibu ibu masuk ke kamar masing masing, sedangkan bapak bapaknya mengobrol di saung, vian pun duduk di kursi dekat kolam ikan sambil menghisap rokoknya. Vian pun mengirim pesan ke endris bahwa dia berada di pabrik LA bersama keluarganya, pak menteri UMKM, pak bambang, pak gubernur B, pak gubernur D dan pak bupati
" pak mau dibuatkan apa." kata opik
" saya kopi aja, yang lain kayanya susu panas pik, terimakasih ya." kata vian
" sama sama pak. Mau di tambah lagi jagung dan daging BBQnya " kata opik
" boleh tambah aja pik, takut pada begadang." kata vian
" cuaca gini memang ingin makan terus." kata pak menteri
" kita mau bakar ikan boleh kan pah." kata lily
" iya sudah bakar aja." kata vian
" pak enak nih kalau kita adakan api unggun, apalagi kalau ada kambing guling nih biar tambah joss." kata pak menteri
" kalau memang mau kambing guling saya suruh opik nih." kata vian
" boleh pak, kapan lagi kita pesta." kata pak gubernur D
" iya, kita bisa malam mingguan nih, asyik juga ya." kata pak gubernur B
vian pun menyuruh opik untuk motong kambing dan membuat pembakaran untuk kambing guling, opik pun menyuruh karyawan LA untuk menyiapkan semuanya.
Tak lama pak kapolres dan pak kapolsek datang, meteka diberitahukan pak sudianto yang melakukan pengawalan.
" selamat malam pak, maaf nih mengganggu acaranya." kata pak kapolres, mereka pun menualami semuanya
__ADS_1
" enggak pak, ayo kita sama sama menikmati kambing guling, kebetulan kita lagi cari tambahan orang." kata pak bupati
" kalau begitu kami beruntung dong ya datang di waktu yang tepat." kata pak kapolres
tak berselang lama rndris datang kesana bersama keluarganya dan 2 orang bawahannya. Mereka langsung menyalami semuanya. Isteri dan anaknya endris pun ikut gabung dengan para ibu.
" benar benar saya datang di waktu yang tepat nih." kata endris
" kamu tau aja kalau ada makanan." kata vian
" soalnya kecium sampai ke markas brother." kata endris
" iya pak endris kita mau malam mingguan nih, sepertinya akan menjadi kegiatan rutin kita nih." kata pak bambang
" siap pak, kita siap menampung kalau kekurangan tenaga untuk makannya. Kamu enak habis makan kambing bisa menyalurkannya ke banyak, hati hati aja pak ada gempa lokal." kata endris
" iya ya, saya lupa tuh, untung aja kita bawa isteri ya kalau enggak..... Kemana menyalurkannya, masa ke sapi." kata pak menteri, mereka pun tertawa semua, keakraban mereka benar benar seperti keluarga tidak ada perbedaan walaupun mereka pejabat pemerintahan.
" kita harus agendakan nih sebulan sekali, menghilangkan kepenatan ya." kata pak gubernur B
" setuju pak gub, setiap akhir pekan di rumah pak vian, sebulan sekali disini." kata pak menteri
" pak vian harus mendirikan partai ini, disini jadi tempat rapat koordinasinya." kata pak bambang
" bisa bisa pak bambang pindah daerah pemilihan kalau begitu." kata pak gubernur B
" yang enak itu pak bupati, tinggal menyuruh pak vian buat pernyataan saja, pasti udah dapat banyak suara." kata pak bambang
" saya lagi ajak pak, kalau memang emghak mau maju jadi nomor satu nomor dua juga enggak apa apa." kata pak bupati
" iya enak tuh, pak gubernur D dan pak bupati sini tinggal dekat sama pak vian aja udah pasti dapat suara tanpa harus susah susah." kata pak bambang
" iya ya, berapa ribu karyawan livi group itu suara pasti," kata pak gubernur B
" betul pak, kami saja setiap pagi dan sore kalau karyawan LA ini masuk dan pulang kerja sedikit kewalahan, apalagi ditambah PBN, untungnya mereka ke perumahan sama jadi enggak begitu repot, coba masuk ke jalur provinsi pasti membuat macet." kata pak kapolsek
" palingan penghuni perumahan livi regency turun tangan." kata vian tersenyum
" betul itu pak, mereka malahan senang apalagi pas kebagian tugas di daerah sana, mereka santai." kata pak kapolsek
" memangnya dinperumahan livi regency ada anggota kepolisian juga." kata pak menteri
" ada pak, kurang lebih 17 keluarga, mungkin sekarang sudah bertambah lagi." kata pak kapolsek
__ADS_1
mereka pun mengobrol sambil menikmati kambing guling, karena tidak habis oleh mereka vian juga menyuruh opik supaya memanggil karyawan yang sedang bekerja di pabrik.