Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Perjalanan hidup baru


__ADS_3

setelah masuk ke bathub vian menyegarkan tubuhnya. tak lama astrid dan dilla masuk ke kamar mandi hanya memakai pakaian dalam dan tubuhnya di tutup handuk. melihat kehadiran mereka vian menyuruh mereka mandi duluan


" iya udah kalian mandi di shower aja ya." kata vian


" kita mau gabung sama mas di bathub." kata astrid lalu dia membuka handuk lalu pakaian dalamnya. terpampang lah tubuh cantik lalu dia masuk ke bathub. astrid membasahi tubuhnya lalu menyabuni tubuhnya. vian baru melihat tubuh dilla tanpa sehelai benang. dilla masuk ke belakang vian, dan vian pun memberikan ruang buat dilla untuk masuk ke dalam bathub. dilla menyabuni tubuhnya itu lalu menyabuni tubuh vian. astrid yang ada di depan vian menyabuni kaki kaki vian


" mas aku baru pertama kali melakukan hal kaya gini." kata dilla di kuping vian.


" mas aku pengen kaya waktu itu." bisik astrid lalu dia mencium bibir vian, vian pun membalas ciuman astrid. setelah selesai dengan astrid vian pun memberikan hal yang sama pada dilla.


vian tidak melakukan sampai membuka segel astrid dan dilla. setelah itu mereka bertiga membersihkan diri di bawah guyuran shower. selesai mandi mereka berganti pakaian dan siap siap pergi ke cafe. setelah berdandan vian mengajak astrid dan dilla untuk sarapan dulu, sampai di lobby vian pergi ke resepsionis untuk menambah 1 malam lagi. vian dan ke 2 gadisnya itu pergi ke restoran untuk sarapan dan biaya makan 1 orang lagi di suruh dimasukan ke tagihan kamarnya.


selesai sarapan mereka pergi ke cafe, disana sudah ada pak windarto dan orang yang mengantarkan buah buahan. buah buahan tersebut di masukan ke toko, dilla melunasi sisa pembayaran. vian dan astrid menyimpan buah buahan tersebut di lemari pendingin. setelah selesai baru astrid memperkenalkan vian kepada pak windarto.


" pakdhe kenalin ini mas vian." kata astrid


" oh ini calon suami itu." kata win


" iya pak dhe, nanti datangkan." kata astrid


" insyaAllah nak, tadi ibumu juga mengajak kami untuk menghadiri acara kamu itu. kok buru buru sih nak" kata pak win


" rencana sih sudah lama, kebetulan mas vian datang dan kami ingin melaksanakannya segera mungkin karena mas vian banyak urusan." kata astrid menjelaskan


" iya pak win mungkin besok atau lusa saya harus kembali karena lagi bangun sekolahan, saya harus mempersiapkan bangunannya, gurunya, dan yang lainnya. gimana pak win mau membantu kami disini." kata vian


" iya mas vian saya bersedia karena saya juga perlu kerjaan." kata pak win


" kamu urus saja untuk keperluan pak win." kata vian


" iya mas." jawab astrid. setelah melunasi pembayaran dan orang yang mengantar buah buahan pergi dilla masuk ke toko


" mas pembayaran buah buahan ini sudah selesai." kata dilla


" bagus kalau begitu, jadi siapa yang akan menunggu dan melayani pembeli." kata vian


" kemarin ada temen aku sekolah yang mau jadi karyawan disini." kata dilla


" iya sudah kalau begitu, kalau bisa suruh datang sekarang biar bisa langsung dibuka tokonya." kata vian, dilla pun menghubungi temannya itu


" untuk harganya naikan saja dari harga beli 30 sampai 40 persen, dan jangan sampai lebih tinggi dari toko yang lain." kata vian


" iya mas kemarin dilla sudah buatkan price listnya." jawab astrid


" untuk masalah gaji karyawan kamu bandingkan aja dengan yang lain." kata vian

__ADS_1


" iya mas, aku juga udah buatkan skemanya kok." jawab dilla


" bagus kalau begitu." jawab vian, tak lama ada telepon masuk ke handphone vian dari pak daryat.


" pagi pak maaf mengganggu waktunya, saya sudah mendapatkan izin untuk mendirikan bangunan pak. selanjutnya bagaimana." kata pak daryat


" kalau sudah pak daryat bangun pagar pembatas disekeliling lahan yang kemarin kita beli, ada kan bahan yang sudah jadi untuk pagar." kata vian


" ada pak, kalau begitu kami akan mulai pengerjaannya hari ini." kata pak daryat


" untuk menghindari komplik dan jaga jaga, bawa aja orang kepercayaan pemilik lahan sebelumnya, dan tanya dia bisa gak kerja di bangunan." kata vian


" iya pak nanti saya hubungi beliau." kata pak daryat lalu menutup teleponnya.


" ada apa mas, kayanya penting." kata astrid khawatir


" itu, izin mendirikan bangunan sudah keluar, jadi hari ini sudah bisa mulai pengerjaannya." kata vian


" memang mau bangun sekolah apa mas." kata dilla


" TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan universitas." jawab vian


" memang berapa luas tanahnya." kata astrid


" cuma 2,5 hektar, kalau TK dilahan perumahan Livi Residence,." jawab vian


" insyaAllah gak, soalnya di tangani dulu sama Bank Livi Syariah,." kata vian


" terus yang resort di bali itu bagaimana perkembangannya." kata astrid


" belum maximal, gak tau apa mas ke bali dulu dari sini atau langsung pulang, karena pertemuan mas dengan teman mas juga akan mempengaruhi produksi." kata vian


" yang perusahaan LA itu ya." kata astrid


" iya, sekarang LA lagi bangun perluasan gedung pabrik dan lagi datangin mesin mesinnya, jadi kalau permintaan di surabaya ini banyak, maka mas harus tambah lagi mesin yang di pesannya." kata vian


" ternyata pusing ya jadi pengusaha," kata dilla


" makanya jangan pernah melihat dari satu sisi aja, mungkin karyawan berfikir enak jadi pengusaha tapi dia tidak memikirkan susahnya mengembangkan usaha, mempertahankan usaha. sebenarnya lebih enak jadi karyawan tidak ada resiko apa apa. kalian dalam menentukan harga jual, komponen komponen lain yang terkait produk itu harus dimasukan juga, termasuk gaji karyawan. jangan berfikiran misal kita beli barang 10 ribu kita jual 15 ribu sudah untung 5 ribu." kata vian


" terus yang aku buat ini bagaimana." kata dilla


" ini sudah bagus, karena didasari dengan harga jual dari toko lainnya, sebaiknya margin kita minimal di 30%, kalau gak bisa menaikan margin kita harus tingkatkan volume penjualannya, dan cari supplier lain yang harga lebih rendah, kalau masih gak bisa kita otomatis harus bisa menekan biaya operasional. jadi kamu harus analisa terus laporan keuangan jangan sampai biaya diatas 10%." kata vian sambil menyalakan rokoknya


mereka pun membereskan buah buahan dan memasukannya ke rak dan lemari pendingin, tak lama temannya dilla datang.

__ADS_1


" hai dill, apakabarnya." kata dea temannya dilla


" hai dea, perkenalkan nih mas vian, astrid, dan ini pak win yang bantuin disini." kata dilla, mereka pun bersalaman


" beneran dill ada kerjaan buat aku." kata dea


" kalau kamu mau, jadi penjaga toko buah ini." kata dilla


" iya aku mau dill, daripada aku gak ada kerjaan, terus tugas aku apa." kata dea


" kamu melayani pembeli, membuat parcel, dan nanti buat jus juga. untuk gaji kamu aku gak bisa kasih dulu gede, tapi kalau penjualan bagus kita akan berikan bonus. dan gaji juga akan kita sesuaikan kedepannya, untuk awal jam kerja dari jam 10 pagi sampai jam 9 malam." kata dilla


" iya dill aku ngerti, makasih udah bantu aku dan percaya sama aku ya. kapan aku bisa mulai kerja." kata dea


" hari ini udah boleh kerja kok, kamu kenalin produknya dan harganya ya, aku udah buatkan price listnya, bisa kan." kata dilla


" bisa. memang kamu mau kemana." kata dea


" aku harus nganter mas vian ketemu temannya, terus tanda tangan akta perusahaan ini." kata dilla


" kirain mau tandatangan akta nikah." kata dea


" itu nanti malam, jadi mulai malam ini aku akan menjalani perjalan hidup baru sama mas vian ini, iya kan mas." kata dilla. vian hanya mengangguk


" beneran kamu mau nikah dill, kok gak undang undang sih." kata dea


" rencananya sudah lama dan mas vian ada waktunya hari ini, kita cuma akad nikah sama syukuran keluarga aku dan astrid aja." kata dilla


" kok sama astrid juga, mentang mentang kalian berteman baik ya, jadi aku gak dianggap." kata dea


" bukan begitu, aku kenal sama mas vian juga gara gara astrid, dan astrid juga yang memperbolehkan aku nikah sama mas vian." kata dilla


" maksudnya gimana sih aku gak ngerti." kata dea


" aku sama astrid akan menikah sama mas vian malam ini." kata dilla


" kamu seriusan mau berbagi suami dengan astrid." kata dea


" bukan aku yang berbagi tapi astrid yang berbagi sama aku, untung aja kamu baru datang, kalau gak kamu juga bisa minta bagian." kata dilla ketawa


" emang kalian di restui orang tua." kata dea penasaran


" iya kita sudah dapat restu, tapi...... " kata dilla


" tapi apa." kata dea

__ADS_1


" nanti aja ya kita bicara lagi, aku udah di tunggu soalnya, kamu jaga toko yang baik ya." kata dilla


vian, astrid, dan dilla pun pamit ke pak win dan dea, tak lupa astrid berpesan ke pak win untuk hadir nanti malam. setelah itu mereka jalan menuju ke rumah pak anam


__ADS_2