
Sampai di restoran para guru tadi masih ada sedang menikmati makan siang.
" gimana makanannya enak." kata vian
" enak pak, terimakasih." jawab mereka
" oh iya pak maaf, apa boleh kita melihat lihat rumah untuk fasititas guru guru dan kost kostan " kata Anne salah satu guru
" silahkan saja, untuk rumahnya yang dekat sekolah TK, kalau kamar kost kostan ada dekat villa untuk perempuan dan yang dekat mesjid untuk laki laki." kata vian
" baik pak, terimakasih." kata anne
" nanti kalau rumah disana kurang bisa di perumahan ini juga." kata vian
" kalau perumahan ini memang khusus untuk karyawan livi pak." kata anne
" hampir 90% karyawan livi," jawab vian
" jadi yang bisa di jual ke calon orang tua bahwa lulusan sekolah livi bisa bekerja di livi group tentunya kalau memang memiliki kualifikasi terutama masalah ahlaknya. untuk study tour bisa ke pabrik pengolahan daging dan susu melihat proses dari hewan hidup sampai jadi. Kedepannya bisa ke pabrik mie instant, menurut saya itu akan menjadi daya tarik." kata vian
" oh frozen food merk livi itu punya bapak juga ya, itu enak pak, anak anak saya suka." kata ibu wati guru
" betul bu, untuk itu saya mohon bantuan dan kerja keras dari bapak ibu semua, siapapun boleh bersekolah disini, untuk itu saya harapkan masukan untuk biaya sekolahnya seperti apa, kita memang memerlukan uang tapi jangan sampai karena uang kita lupa tugas kita sebagai pengajar untuk mencerdaskan generasi muda yang unggul, tangguh berprestasi terutama kita tanamkan ahlak yang baik, saya optimis akan banyak yang akan mendaftar." kata vian. Selesai makan vian pergi keluar untuk merokok di dekat danau.
" vian nanti untuk anak anak yang tinggal di asrama makannya bagaimana." kata bu retno
" iya sudah dari restoran ini saja, makan pagi, siang dan malamnya, ibu harus persiapkan peralatan makan untuk mereka." kata vian
" iya sudah nanti kita beli pulang umroh ya." kata bu retno
" kita akan banyak aktivitas disini ya, nanti juga aa sekolah disini." kata bu ningsih
" aa nanti sekolah disini ya, aa bisa lihat sekolahnya dulu." kata bu retno
" iya nek, jadi aa bisa setiap hari ketemu sama thunder." kata devan
__ADS_1
" wah akan jadi murid ibu dong, siapa namanya anak ganteng ini." kata ibu dewi
" nama aku devan bu guru." kata devan, dia pun langsung menyalaminya
" anak pinter, umurnya berapa." kata ibu dewi
" umur aku 5 tahun bu." kata devan
" devan anak keberapa." kata ibu dewi
" aku anak pertama," kata devan
" devan punya adik enggak." kata bu dewi
" punya de qinar, terus ada lagi di perut mamah astrid dan mamah dilla." kata devan, ibu dewi bengong kenapa adiknya devan nama ibunya beda beda.
" nama ayah dan ibu devan siapa?." kata ibu dewi
" nama papah aku vian, nama mamah lily." kata devan ibu dewi tambah bengong lagi karena nama ibunya devan beda lagi. Melihat ibu dewi bengong ibu retno langsung menjelaskan
" ibu ini ibu kandung pak vian." kata bu dewi
" bukan ibu kandung vian ini ibu ning sih, saya ibunya lily, ini ibu asti ibunya astrid, dan ini ibu sri ibunya dilla." kata bu retno memperkenalkan. Yang ada disana tambah bengong lagi melihat keakraban mereka.
" maaf nih kita jadi kepo bu, kalau yang disana yang sedang menyuapi devan itu siapa bu, soalnya devan manggil mamah juga apa itu ibu lily." kata ibu dewi
" bukan, lily, astrid dan dilla enggak ikut soalnya ada kerjaan lainnya, kalau itu shinta, ini ibunya ibu anita kemungkinan sebentar lagi akan menjadi isterinya vian juga." kata bu retno
" nanti kalau acara peresmian mungkin mereka akan hadir." kata ibu ningsih
" jadi ingin lihat isteri isteri pak vian." kata mereka. Tak lama vian masuk lagi ke restoran
" vian, besok undang aja bapak ibu guru ini ke rumah, banyak yang mendoakan akan lebih bagus lagi." kata bu retno
" iya sudah, kalau bapak ibu mau, jadi sebelum kesini bapak ibu bisa ke rumah dulu jam 9an." kata vian, vian pun menyuruh tim sekolahan untuk datang juga. Setelah itu vian pun memberikan alamat rumahnya. Setelah itu vian memberi kabar ke lily supaya menambah pesasanan makanan untuk besok karena bapak ibu guru yayasan livi di undang juga.
__ADS_1
selesai makan para bapak ibu guru livi pamitan pulang. Jam 1.17 menit vian dan yang lainnya juga pulang ke rumah mau mempersiapkan acara 4 bulanan astrid dan dilla. Di perjalanan devan tidur di pelukan shinta, jam 2an mereka sampai di rumah, shinta membawa devan dan ibunya ke kamar dia di mess, pak dede membantu membawakan tas bawaan shinta. Vian duduk di teras depan dan meminta dibuatkan kopi ke marni untuk dirinya dan pak dede. Tak lama marni memberikan kopi, vian minum kopi lalu menyalakan rokoknya sambil mengobrol sama pak dede.
" pak dede kayanya jadi buat 1 bus untuk keluarga sama 2 bus untuk yayasan." kata vian
" yang untuk yayasan mau seperti apa pak." kata pak dede
" seperti yang ada saja yang buat di sewa sewakan itu ada toiletnya." kata vian
" siap kalau begitu saya pesankan, kalau bus untuk keluarga bapak ada modelnya mau seperti apa." kata pak dede
" sama dengan uang minibus aja, tapi kalau memungkinkan ada kasur juga buat anak anak tidur, dan area untuk keluarga lebih besar saja." kata vian
" terus yang minibus mau di jual atau mau diapakan pak." kata pak dede
" tetap aja, nanti itu bisa di pakai oleh direksi kalau ada perjalan jauh misalnya family gathering atau kunjungan, bisa juga di pakai orang tua kalau pergi ke yayasan." kata vian
" baik kalau begitu pak, saya akan orderkan." kata pak dede
" pokoknya semua kendaraan yang menghandle L-Trans." kata vian
" siap pak, kita juga mau nambah armada lagi untuk angkutan barang." kata pak dede
" kalau nambah 3 bus lagi masih muatkan di L-Trans." kata vian
" masih pak, 7 bus juga masih cukup karena armada kan enggak diam disana semua laya bus karyawan saja adanya di Livi residence. Pulang ke garasi sabtu minggu saja, dan kalau armada terus bertambah saya ada rencana tambah lahan lagi, saya lagi nego lahan yang disamping L-Trans. Lahan tersebut kecil di depannya hanya 10 meteran tapi ke belakangnya lumayan besar sekitar 2000 meter sampai lahan yang di belakang kita itu." kata pak dede
" syukur kalau begitu, jadi L-Trans ada perkembangan, sama kalau di livi residence bus parkir dimana." kata vian
" Alhamdulillah L-Trans mengalami perkembangan. di lahan parkiran pak dekat mesjid, kebetulan kita bahas itu, saya mau mengusulkan untuk dibangunkan garasi yang penting ke tutup dari hujan dan panas saja pak." kata pak dede
" coba saja komunikasikan sama pak daryat yang terpenting bangunan tersebut tidak merusak pemandangan." kata vian
" baik pak kalau sudah dapat izin, nanti saya akan koordinasi sama pak daryat." jawab vian
Karena sudah sore, vian pamitan masuk, pak dede pun pamit pulang ke rumahnya.
__ADS_1