
Selesai Sholat magrib vian dan pak gubernur L pergi Gazebo lagi, mereka mengobrol kembali. Vian meminum kopi lalu menyalakan rokoknya
" gimana pak gubernur, perkembangan di dartah bapak." tanya vian
" Alhamdulillah pak, dengan adanya dillas yang membeli hasil pertanian disana dan membantu dalam membimbing dan menyediakan kebutuhan para petani ada beberapa daerah yang sudah bekembang seperti di KBB, dan para pelaku UMKM pun sudah ada bimbingan dari BLS, itu semua saya dapat laporan dari dinas dinas terkait." kata pak gubernur L
" syukur kalau begitu. Soalnya saya sedang melakukan perombakan di BLS untuk pergantian direktur Utamanya, sedangkan direktur cabang disana itu yang saya proyeksikan untuk menganti direktur utama saat ini, tapi insyaAllah tidak akan berpengaruh atas kebijakan selanjutnya, karena kendali tetap ada di saya." kata vian
" alhamdulillah kalau begitu, saya bisa tenang dan saya pribadi mengucapkan terimakasih karena bapak sudah bersedia memajukan dan mengembangkan daerah yang saya pimpin ini." kata pak gubernur L.
" sama sama pak, toh saya juga mendapatkan manfaat dari sana." kata vian
karena sudah masuk isya vian pamitan ke pak gubernur untuk sholat terlebih dahulu. Selesai sholat vian, pak adi, pak bowo dan pak wanto datang ke gazebo, lily dan yang lainnya pun sudah ada disana. Mereka pun mulai makan malam bersama, tak lama rombongan anak anak SPI datang, mereka langsung ikutan makan malam bersama, febby terlebih dahulu menyapa orangtuanya. Jam 7.27 menit pak gubernur D datang bersama isteri dan ibunya, Nirmala pun memberikan salam kepada mereka.
" assalamualaikum, selamat malam semuanya, maaf nih mengganggu acara makan malamnya." kata pak gubernur D
" waalaikumsalam, lanjut pak, ibu silahkan makan bersama." kata vian
jam 7.37 menit pak bambang dan pak gubernur B datang, vian pun mempersilahkan mereka untuk makan malam bersama terlebih dahulu.
" ternyata mau ada rapat para gubernur nih, saya jadi salah tempat kalau begitu." kata pak bambang
" iya ya, saya enggak nyangka juga bisa berkumpul disini padahal kita enggak janjian, saya sudah lama saja enggak kesini dan belum nengok putra dan putri pak vian, sama isteri kangen katanya sama febby." kata pak gubernur L
" sama pak isteri sama ibu terus ngomong mau ketemu nirmala udah lama enggak ketemu, eh tuh udah disini mereka masing masing." kata pak gubernur D
" iya hanya alasan aja pengen ketemu anak." kata pak gubernur L
" kapan pak gubernur datang kesininya." kata pak bambang
" tadi sore pak, pak vian aja tadi lagi pergi ke panti asuhan." kata pak gubernur L
__ADS_1
" dikira enggak ada tamu jadi saya pergi ke panti asuhan, tadi sore datang kiriman dari PBN dan LA jadinya saya antarkan kesana, sekalian memberikan uang untuk pengurus sama untuk operasional panti asuhan." kata vian
Jam 8.07 menit pak menteri UMKM bersama pak menteri sosial datang, vian dan yang lainnya menyambut kehadiran beliau.
" selamat datang pak di rumah kami, terimakasih banyak atas kunjungan pak menteri ke rumah kami ini, silahkan pak ibu untuk makan malam terlebih dahulu." kata vian
" sama sama pak, terimakasih atas sambutannya. Wah kok sedang berkumpul ini bapak bapak gubernur, memangnya pak vian ketua umum partai ya." kata pak menteri sosial sambil ketawa lalu memperkenalkan isteri dan anaknya. Vian menyuruh ika dan yanglainnya untuk mengajak anaknya pak menteti sosial, lily dan yang lainnya pun mengajak isteri pak menteri mengobrol juga.
" seperti inilah disini kalau akhir pekan dan kalau ada acara, rumah ini tempat berkumpul kami." kata pak gubernur D
" ini kok ada anak anak muda juga, mereka yang bekerja disini pak." kata pak menteri Sosial
" mereka itu anak saya, anak pak bambang, anak pak gubernur D, anak pak gubernur L, mereka sedang belajar bisnis di perusahaan SPI pak." kata pak menteri UMKM
" bukannya anak pak menteri di luar ya." kata pak menteri Sosial
" tadinya keinginan mereka seperti itu sebelum mengenal keluarga pak vian, eh setelah kenal mereka enggak mau pulang kesana lagi bahkan enggak mau pulang ke rumah." kata pak menteri UMKM
" itu perusahaan adik dan adik iparnya pak vian, bidang usahanya di fashion muslimah, tapi jangan salah pak, omzet meteka perbulan sudah di 4 milyar sebulan loh, anak anak jadi mau miliki sahamnya juga." kata pak menteri UMKM
" bagus itu, anak anak muda yang berprestasi, terus mereka enggak pulang ke rumah, lalu mereka tidurnya dimana." kata pak menteri Sosial
" itu bangunan disana, pak vian membangun mess untuk mereka tinggal sekelas kamar hotel bintang 4 pak, nah kalau bangunan yang sebelah sini itu untuk kita kalau menginap disini bahkan sudah di tambah lagi sekarang." kata pak menteri UMKM
" saya aja rumah dekat dari sini, setiap malam tidurnya disini, jadi rumah sia sia tadinya saya membeli rumah suapaya dekat dengan pak vian, eh isteri dan anak anak malahan betahnya disini, kita lihat bagaimana respon isteri dan anaknya pak menteri." kata pak bambang. Mereka pun selesai makan, lalu santai di gazebo.
" tenang pak menteri biar nasinya turun dulu, nanti ronde ke 2nya jagung bakar sama susu panas." kata pak menteri UMKM
" itu yang saya tunggu, sepertinya kalau disini enggak bisa diet ya." kata pak menteri Sosial
" kalau diet rugi pak, kita nikmati hidup saja pak, pagi pagi kita bisa olah raga naik sepeda keliling komplek, saya sudah bawa tuh sepedanya." kata pak gubernur B
__ADS_1
" memangnya bapak bapak menginap disini." kata pak menteri Sosial
" iya pak, kami menginap disini, lagian sudah disiapkan kamar kok anggap saja rumah sendiri pak. Bapak nginap juga kan" kata pak menteri UMKM
" lihat isteri dan anak saja pak. Oh iya ngomong ngomong isteri pak vian yang mana ya." kata pak menteri sosial
" serius bapak belum tau nih, mau isteri pak vian yang mana." kata pak menteri UMKM
" memangnya ada berapa gitu pak, ini seriusan, tercatat di catatan sipil enggak nih." kata pak menteri Sosial
" tercatat pak, sampai Kartu keluarganya 2 lembar." kata pak bambang
" bohong pak, belum 2 lembar kok." kata vian
" mana isterinya pak vian, pak menteri sosial ingin berkenalan karena mau di kasih subsidi." kata pak bambang
" yang jelas bukan pak vian yang menerima tapi kita yang menerima bantuannya." kata pak menteri Sosial
" ini isteri saya pak, lily, astrid, dilla dan shinta, itu yang sedang main sama azka anak pertama saya, yang ke dua, ketiga dan ke empat mereka ada di kamar." kata vian
" kok kelihatannya kembar ya, anak 4 itu dari ibu yang sama atau beda beda nih pak." kata pak menteri sosial
" devan sama de qinar anak dari lily, de avin dari astrid dan de alea dari dilla, shinta sedang hamil mau masuk 3 bulan." kata vian
" luar biasa ya, jangan jangan bapak bapak sedang berguru nih." kata pak menteri sosial
" enggak di kasih ilmunya pak, kita cuma bisa jadi kucing aja belum bisa mengaum." kata pak bambang
" kita hanya menjadi penggembira saja pak, belum ada keberanian." kata pak gubernur B
vian pun menyuruh indra untuk mempersiapkan pembakaran jagung bakar dan menyuruh mirna dan bi narsih membuatkan kopi dan susu panas.
__ADS_1