
Selesai makan, vian dan isteri serta yang lainnya pergi ke mall untuk membeli perlengkapan lahiran, vian juga mengetahui kalau isteri isteri mereka perlu untuk pergi belanja. Jam 1.27 menit mereka tiba di mall, lily langsung membawa mereka pergi ke toko perlengkapan bayi, shinta memilih baju baju dan perlengkapan lainnya, astrid dan dilla pun sama memilih pakaian untuk de avin dan de alea, lily juga membelikan untuk de qinar dan devan. Di toko terdapat juga perlengkapan bayi merk Livi, Mereka juga membeli merk tersebut.
" mbak kalau gendongan sama dorongan bayi kan ada bekas aa. Sama pakaian juga kan ada bekas de qinar, de avin dan de alea." kata shinta
" enggak lah, masa anak kamu bekas aa sih, kalau pun mau dipakai itu hanya sebagai ganti aja." kata lily
" iya shin, masa kamu mau pelit sih sama anak kamu sendiri." kata astrid. Shinta hanya mengikuti keinginan lily, astrid dan dilla, shinta juga merasa bahagia karena dia diperhatikan juga sama yang lainnya.
Setelah dirasa cukup membeli perlengkapan bayi untuk persiapan lahiran shinta dan membeli kebutuhan untuk anak anak mereka, lily mengajak pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan rumah.
Di villa perumahan livi residence, devan sepulang tadi sekolah, dia bermain bersama teman teman barunya di kandang thunder, karena sudah siang devan diajak makan siang di restoran terlebih dahulu sama lilis, teman temannya juga pulang ke rumah mereka yang ada di perumahan livi residence. Teman teman devan senang bisa bermain bersama, orang tua mereka pun merasa bahwa devan tidak sombong walaupun dia anak dari bos dimana suami mereka bekerja. Devan tidak memperlihatkan bahwa dia itu anak seorang pengusaha bahkan mungkin ada yang iri, tapi devan tidak memperlihatkan itu, devan memperlakukan mereka sama saja tidak melarang teman temannya untuk bermain bersama thunder tadi, bahkan dia juga sama mengantri untuk bergiliran naik.
" gimana a sekolahnya senang enggak." kata bu ningsih
" senang banget nek, aa jadi banyak teman, aa bisa menggambar, bermain sama sama seru deh nek." kata devan sambil disuapi makan oleh lilis.
" tadi ada ibu ibu yang minta di photo sama aa juga." kata lilis
" maklum nek aa kan ganteng." kata devan
" iya selagi tidak keterlaluan dalam artian memintanya baik baik enggak masalah dan aanya juga mau." kata bu retno
" iya bu, makanya saya tadi membiarkan di photo juga karena aanya mau dan bilang terlebih dahulu." kata lilis
" aa bobo siang aja dulu disini ya, nanti nenek mau memeriksa kantin dan makanan di asrama dulu." kata bu retno
" iya nek, aa main aja dulu deh, karena tadi aa belum puas naik thundernya." kata devan, tak lama kepala sekolah datang kesana bersama guru guru TK lainnya.
" assalamualaikum bu guru, mau makan juga ya." kata devan yang melihat kedatangan gurunya
" waalaikumsalam." jawab mereka
" iya.. Bu guru lapar mau makan siang, devan sendiri udah makan belum." kata bu puji
" ini aku lagi makan bu guru." jawab devan
__ADS_1
" wah hebat... Gimana senang sekolahnya." kata bu puji
" senang banget bu, aku jadi banyak teman." kata devan
" nek, ini ada ibu guru aku mau makan juga." kata devan
" silahkan bu guru di pesan aja, untuk karyawan livi group vian sudah bilang akan mendapatkan discount 25% akan tetapi kalau untuk guru dan pegawai YPL itu dapat discount 30%, itu mungkin belum disampaikan vian secara langsung." kata bu retno
" terimakasih banyak bu atas perhatiannya kepada kami." kata bu puji
" saya hanya menjalankan amanah vian aja, katanya itu sebagai bentuk terimakasih perusahaan kepada karyawan terutama para guru." kata bu retno
" oh iya bu guru, gimana devan di sekolahnya nakal enggak." kata bu ningsih
" enggak dong nek, aa kan anak baik, iya kan bu guru." kata devan
" iya bu, devan sangat baik sama teman temannya, menghormati guru guru juga, devan pintar sekali bahkan dia sudah lancar membacanya tapi yang perlu ditingkatkan dalam menulis saja." kata bu puji
" hebat lah cucu nenek.." kata bu ningsih
" iya bu, terimakasih banyak atas kepercayaannya." kata bu puji
" silahkan bu guru menikmati makanannya." kata hilda yang membawa makanan pesanan guru guru devan
" terimakasih mbak." kata mereka
" bu kami makan ya." lanjut mereka
" oh iya bu guru, silahkan." kata bu retno
" bu guru, aku pamit duluan ya, aku belum sholat dzuhur soalnya." kata devan
" aa mau sholat dimana sayang." kata bu ningsih
" mesjid aja deh, di antar lilis sama om putra." kata devan
__ADS_1
" iya nak devan, anak sholeh." kata bu puji. Devan pun pergi ke mesjid di antar lilis dan putra.
"cucu nenek memang sholeh, jangan lupa berdoa ya." kata bu ningsih
" tentu nek, aa doakan semuanya." jawab devan sambil jalan pergi ke mesjid
" bangga banget ya bu, punya cucu kaya devan ini, ganteng, pinter, sholeh, enggak sombong lagi, sama salut keberaniannya itu, dia mau tampil." kata bu puji
" pastinya bu, vian dan lily enggak pernah memanjakan dia, dia diajarkan mandiri tidak boleh boros, kalau beli mainan baru aja, yang lama harus diberikan ke yang lainnya. Awalnya dia berani begitu waktu di tantang sama mamahnya sewaktu di sekolah SMK di kampungnya vian untuk bicara di panggung, terus sama pak gubernur D ditanggapi lagi, terus ke marin juga di surabaya di rumahnya dilla dan rumahnya astrid, kita aja mungkin enggak berani." kata bu retno
" pantas aja tadi dia bilang mau bawa mainan supaya teman temannya bisa main juga, turunan pak vian sih." kata bu puji
" alhamdulillahnya dia itu nurut, tapi terkadang suka ngambek juga kalau ada keinginan." kata bu retno
" wajar sih bu, devan masih anak anak,." kata bu puji
" dia itu sayang banget sama adik adiknya, kalau beli sesuatu, adik adiknya juga harus dibelikan,." kata bu retno. Tak lama handphonenya berdering
" bu si aa lagi apa, udah makan belum." kata lily
" tadi habis makan dia pergi ke mesjid katanya mau sholat dzuhur sama lilis dan putra, kayanya sekarang main di villa." kata bu retno
" ibu mau pulang jam berapa." kata lily
" jam 3an, soalnya sebentar lagi ibu mau cek ke kantin sekolah sama ke tempat makan asrama." kata bu retno
" tapi aa enggak rewel kan." kata lily
" enggak malahan dia senang banget." kata bu retno
" kita juga baru selesai membeli persiapan lahiran shinta dan ini baru membeli kebutuhan di rumah." kata lily. Lalu menutup teleponnya. Bu retno dan ibu ibu lainnya pergi ke sekolahan mau mengecek kantin dan makanan di asrama.
" pah, alahamdulillah si aa kata ibu enggak rewel malahan dia senang bisa sekolah." kata lily
" alhamdulillah kalau begitu, jadi dia sudah bisa beradaptasi, tetus sekarang lagi apa." kata vian
__ADS_1
" kata ibu selesai sekolah dia dan teman temannya main sama thunder, terus makan siang, selesai makan dia pamitan pergi ke mesjid untuk sholat, katanya mau mau main lagi sama thunder karena tadi belum puas." kata lily. Setelah mereka selesai memilih barang barang kebutuhan di rumah, mereka petgi ke kasir untuk membayar semuanya.