
Karena sudah malam mereka pun pergi beristirahat, pak bambang dan ibu sisil pamit pulang, sedangkan silvy dan silvia menginap di rumah vian. Vian, lily, astrid dan dilla pun masuk ke kamar, vian melihat devan kekamar sebelah, lalu melihat de qinar yang sudah tertidur. Vian pun lekas tiduran di kasur setelah berganti pakaian, tak lama astrid dan dilla tidur disebelah vian dan memeluknya.
" eh..... disitu kan tempat aku." kata lily
" mbak kan udah di surabaya." kata astrid
" kalian ya, iya udah aku disini aja." kata lily lalu dia tiduran di atas tubuh vian.
" mbak curang ih.." kata astrid dan dilla, mereka bangkit dari tidur dan menarik lily seperti anak anak sedang tarik tarikan. Lily memeluk erat vian sambil mencium bibir vian, vian pun merespon ciuman tersebut, lily pun menanggalkan pakaiannya dan memberikan bukit kembarnya untuk di hisap dan diremas vian. Astrid dan dilla pun melakukan hal yang sama menanggalkan pakaiannya lalu mengambil alih pusaka vian setelah dirasa cukup lily memasukan pusaka vian kedalam mahkotanya, astrid dan dilla bergantian mencium bibir vian. Setelah lily terkulai, astrid mengambil bagian begitu juga dengan dilla. bermain dengan astrid dan dilla vian melakukannya dengan hati hati, setelah mereka mendapatkan puncaknya, vian bermain lagi dengan lily, vian pun melakukan dengan cepat dan disaat lily mencapai puncaknya vian juga sama, vian pun memeluk lily dan memberikan kecupan dikeningnya, setelah itu vian pun mencium kening astrid dan dilla, mereka pun tertidur.
Di pagi hari seperti biasa vian mandi lalu membangunkan isteri isterinya, setelah sholat berjamaah vian pamitan ke gazebo, vian pun membuat susu panas lalu membawanya ke gazebo, vian menikmati susu panas lalu menyalakan rokoknya. Jam 6 endris datang kesana, vian membawa endris ke lokasi pembangunan mess dan kamar tamu,
" bro ini kamu mau sewa sewain, kamu buka kos kosan." kata endris
" ini kamar buat tamu direksi perusahaan, pejabat dan tamu lainnya, bukan saya mau beda bedakan tamu, kalau memang kamar ini diperlukan untuk karyawan level OB pun enggak masalah sebenarnya, kamu tau dan lihat sendiri seperti pak bambang, pak gubernur suka menginap disini. untuk itu saya juga bangun mess ini kelasnya enggak kalah kaya kamar hotel bintang 3 bahkan 4 mungkin, ini untuk karyawan yang menginap di rumah dan nanti kalau ada meeting perusahaan bisa digunakan juga jadi enggak perlu sewa hotel, ini juga bisa digunakan buat istirahat pengawal atau sopir tamu, masa bosnya tidur enak sedangkan sopirnya tidur di pos security bahkan di mobil." kata vian
" itu anak anak cewek siapa." tanya endris
__ADS_1
" ada teman adik saya, teman adik ipar juga, mereka kerja di perusahaan adik dan isteri, nah nanti saya akan pindahkan kamar mereka kesini supaya privisi mereka juga enggak ke ganggu dan mereka juga lebih leluasa dibanding tinggal di dalam rumah walaupun masih dalam lingkungan rumah saya." kata vian
" kamu sampai segitunya memperlakukan karyawan kamu, dan ini kenapa ada 2 bangunan." kata endris
" 1 untuk cowok, 1 untuk cewek, kalau karyawan rumah dan yang udah berkeluarga ada kamar tersendiri di samping rumah ini." kata vian
" kamu beli rumah ini udah nikah apa belum." kata endris
" beli rumah ini pas mau nikah sama lily, dan tanah ini setelah nikah." kata vian
" kamu bisa nikahin astrid sama dilla gimana, terus lily bisa izinin kamu nikah lagi kamu bilang gitu." kata endris
" pada dasarnya kamu enggak izin, kamu lakukan dulu baru minta maaf, dasar kamu ya." kata endris
" tapi apa enggak pernah mereka ribut, yang saya lihat mereka akur banget." kata endris
" saya juga enggak tau isi hati mereka, tapi yang saya tau mereka ribut kalau minta jatah kasur aja." kata vian
__ADS_1
" berengsek kamu, apa kamu akan nambah isteri lagi." kata endris
" saya enggak bisa bilang enggak akan, saya jalankan saja hidup ini, saya dulu enggak pernah kerfikiran untuk punya isteri banyak tapi buktinya sekarang isteri saya 3, menurut kamu apa mungkin saya bisa memiliki isteri lebih dari 1 kalau di lihat saya dulu seperti apa." kata vian
" iya sih, pacaran aja enggak. Tapi kan kamu sekarang beda bro, pasti banyak yang minta kamu nikahin." kata endris
" saya ke astrid dan dilla bilang kalau kalian mau saya nikahin, kalian harus bisa mencari uang sendiri, memang saya fasilitasi tapi kalau mereka orientasinya hanya ke materi saya aja pasti dia enggak akan sanggup, saya bilang saya enggak mau kehadiran kalian membuat hancur rumah tangga saya saat ini. Uang untuk memfalitasi mereka pun saya enggak pake harta setelah saya nikah. Makanya ada perusahaan Dillas itu untuk astrid dan dilla, sekarang perusahaan LCI itu usulan mereka bertiga, bapaknya dilla saya suruh urus di Dillas, ibu dan ibu mertua saya juga dibuatkan perusahaan, adik dan adik ipar saya dari astrid punya perusahaan sendiri. Kalau lily ada di LNI, BSL, LA sama resort." kata vian
" ngomong ngomong bro, berapa yang harus saya bayar untuk biaya umroh ini, saya enggak enak sama kamu dan keluarga." kata endris
" bro, apa pantas saya minta sama kamu yang udah kenal lama, sedangkan saya memberi ke orang yang saya baru kenal, saya bukan mau sombong orang tua teman temannya adik ipar saya saya berangkat juga tanpa saya minta bayaran, sedangkan saya sama kamu, ibu kamu udah lama udah saya anggap keluarga, saya ke pak bambang, ke pak gubernur, pak bupati saya enggak minta padahal mereka baru saya kenal dan jujur saya tidak pernah minta bantuan mereka dalam hal apapun untuk melancarkan usaha saya. Kalau memang kamu menganggap saya saudara jangan pernah bicara masalah uang, Isteri saya pun tau mereka enggak akan masalah." kata vian
" terimakasih brother, saya dan keluarga hanya bisa membalas kamu dan keluarga dengan doa." kata endris
" kalau kamu ada masalah tolong bilang sama saya, jangan sampai saya tau dari orang lain, selagi saya bisa membantu InsyaAllah saya akan bantu, kalau keluarga kamu membutuhkan perawatan rumah sakit bawa aja ke rumah sakit livi, dan kalau ada anggota atau keluarganya boleh bawa aja kesana, bahkan tetangga kamu yang tidak mampu juga bawa kesana aja insyaAllah akan ditangani." kata vian
" terimakasih banyak brother, saya enggak akan melupakan kebaikan kamu ini. apa kamu enggak takut rugi." kata endris
__ADS_1
" saya banyak dosa bro, mudah mudahan dengan doa doa orang itu Allah akan memberikan ampunannya buat saya, setidaknya mengurangi dan orang orang mengenang saya atas kebaikan bukan keburukan saya." kata vian