Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Menjalankan rencana 1


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah vian membawa devan bermain, vian tau bahwa dia akan sibuk dan pergi ke luar kota, setelah main cukup lama vian bersih dan ganti pakaian.


" pah jadi mau ke rumah pak dodi." kata lily


" iya jadi sayank, nanti pak dede kesini, mamah ke butik." kata vian


" iya pah, ada yang fitting baju dan mamah belum bisa lepas ke karyawan. gak apa apa kan pah." kata lily


" iya gak apa apa sayank, toh de qinar sama aa juga anteng, mudah mudahan papah juga cepat ya. nanti kita jalan ke mall, udah lama kita gak bawa anak anak sama ibu juga jalan." kata vian


" itu mamah setuju, nanti kabar kabar aja ya." kata lily


" iya habis magrib kita jalan sekalian makan malam di luar." kata vian


" janji ya. awas bohong gak dikasih jatah." kata lily


" duh ancamannya.. iya udah sekarang aja jatahnya." kata vian,


" gak bisa. kalau gitu papah mau ingkar janji." kata lily


" gak dong sayank, nanti kabar kabar aja, mudah mudahan papah bisa pulang dulu ya." kata vian


" oke," jawab lily tersenyum, lalu mereka pergi sarapan


" papah jalan duluan ya, biar cepat selesai urusannya." kata vian


" oke pah, hati hati ya, mamah jam 10an baru ke butik." kata lily. lily mencium tanggan vian, vian pun mengecup kening lily.


vian pergi diantar pak dede, dan meminta diantar ke kantor LNI dulu karena ada yang harus ditandatangani masalah Livi group. 40 menit perjalanan vian sampai di kantor LNI, Vian mengajak kang dede pergi ke kantin buat ngopi dan meminta resepsionis memberitahukan kepada shinta kalau dia ada di kantin


" kok ke kantin pak, katanya ada yang harus ditandatangani." kata pak dede


" bisa sambil ngopi kan, di rumah tadi belum ngopi dan ngerokok, biar gak mumet nanti." kata vian


dikantin vian memesan kopi lalu menyalakan rokoknya, tak lama shinta datang dengan membawa map.


" kok bapak disini gak diruangan saja." kata shinta


" saya pengen ngopi sama ngerokok, kamu udah berani ya ngatur saya, padahal kita kan belum ke KUA." kata vian sambil tersenyum di ikuti ketawa pak dede


" ih bapak pagi pagi udah becanda." kata shinta sambil menyodorkan map


" memang benar kan kita belum ke KUA, kalau dibilang sudahkan nanti tanggapan orang gimana, kamu ikut sekarang ya." kata vian terus menggoda sekretarisnya itu


" kemana pak." kata shinta kaget


" ke KUA habis kamu nantangin aja sih." kata vian

__ADS_1


" saya kan belum persiapan pak." kata shinta dan mukanya menjadi merah merona


" hayo loh, tuh ditantangin." kata pak dede


" kamu siap siap sana, habis ini kita pergi." kata vian. shinta pergi dengan membawa map yang sudah ditandatangi vian, dan sedikit bingung akan ucapan bosnya itu.


" pak de saya sudah ngobrol sama istri, saya akan......." kata vian, belum selesai ucapannya sudah di potong


" bapak mau nikah sama shinta pak. beneran." kata pak memotong ucapan vian


" ini lagi, makanya denger dulu apa ucapan saya sampai selesai. saya akan membangun sekolah di daerah Livi residence, kalau pak dede ada informasi masalah tanah daerah sana kabari ya. biar sekalian membangunnya" kata vian


" oh kirain pak bapak mau nikah sialnya tadu kan bapak godain shinta, siap pak." kata pak dede


" iya kalau takdir dan jodoh,gak apa apa juga kan." kata vian sambil tertawa


" hati hati pak puber ke 2." kata pak dede


" saya udah ada istri ke 2 dan ke 3 pak de." kata vian, tapi dianggap becanda sama pak dede. lalu mereka pergi dari kantin dan pergi menuju lobi perusahaan. vian lalu mengajak shinta untuk pergi ke rumah pak dodi, vian mengajak shinta karena takut ada hal yang harus dicatat dan vian takut lupa


" shin ayo kita pergi. nanti keburu siang." kata vian


" iya pak," kata shinta masih dalam keadaan bingung tapi menuruti ajakan bosnya itu. shinta bilang ke resepsionis bahwa dia ikut dengan vian. shinta duduk disebelah pak dede


" pak de, langsung aja ke rumah ya, alamatnya sudah saya kirim." kata vian


" siap pak," kata pak dede


" baik pak." kata shinta


1 jam perjalanan yang di tempuh, akhirnya mereka sampai di rumah pak dodi.


" silahkan masuk pak, maaf rumahnya berantakan." kata pak dodi


" gak apa apa pak dod, gimana kiriman dari LNI dan LA sudah sampai pak." kata vian


" sudah pak, itu sedang dikirim ke sub distributor untuk produk LNI dan sample produk LA, saya juga sudah order lagi untuk produk LA pak, alhamdulillah disini banyak yang minat, dan anak saya juga suka." kata pak dodi


" alhamdulillah. nanti untuk produk baru LNI saya juga minta respon konsumen ya." kata vian


" baik pak, kalau dari saya pribadi sih pak, kualitas produk LNI gak diragukan lagi."kata pak dodi


" kita kan jualan bukan kita nikmati sendiri, jadi kita juga perlu tau dari yang membeli produk kita itu." kata vian


" baik pak, oh iya untuk produk LA pak saya juga kaget respon pasarnya, kalau tau saya pesanan pertama banyak." kata pak dodi


" bagaimana cara pak dodi memasarkan produk itu disini." kata vian

__ADS_1


" istri saya menawarkan di group ibu ibu RT, lalu ada beberapa yang pesan, setelah mencobanya mereka bilang ke ibu ibu yang lain selain murah, kualitasnya bagus dan anak anak suka, alhamdulillah sudah mau habis pesanan yang kemarin itu." kata pak dodi


" alhamdulillah. kalau begitu, jadi bagaimana rencana selanjutnya." kata vian


" saya mau ambil ruko yang di depan komplek ini pak, kebetulan ada yang mau dijual dan harganya juga murah, dia mau pulang ke kampungnya." kata pak dodi


" iya udah ambil harganya berapa.? kalau bisa 2 ruko." kata vian


" 1 ruko saja saya belum tau uangnya nih pak, orang yang mau jualnya sudah tanya terus, harganya minta 650 juta pak" kata pak dodi


" iya sudah saya bayarin aja dulu, panggil orang yang mau jualnya. kita ketemuan disana, suruh bawa surat suratnya sekalian." kata vian, lalu vian menyuruh shinta untuk telepon raka bagian legal Livi Group untuk datang ke ruko di perumahan pak dodi


" baik pak, saya akan hubungi beliau." kata pak dodi, lalu menelepon pemilik ruko dan menyampaikan apa yang vian sampaikan tadi


" pak saya sudah suruh pak raka untuk datang. beliau sekarang berangkat." kata shinta


" terimakasih ya." kata vian lalu mengajak pak dodi untuk pergi ke ruko.


sesampainya di ruko vian melihat lihat sekeliling ruko, selain dekat dengan perumahan, di depan ruko tersebut dilewati jalan besar hanya terhalang taman kecil pembatas jalan.


" ini bagus pak dod, insyaallah bakalan rame." kata vian


" iya pak, untuk itu saya tertarik, harga disini itu sudah di 800jtan pak." kata pak dodi


tak lama pemilik ruko datang, setelah bersalaman pemelik ruko lalu membuka rukonya, pak dodi dan vian melihat lihat kondisi bangunan. pemilik bangunan juga memperlihatkan sertifikat kepemilikan ruko tersebut.


tak lama pak raka datang. vian menyuruhnya untuk melihat dokumen tersebut


" udah oke pak dokumennya." kata pak raka


" gimana pak, apa harganya bisa kurang lagi." kata vian


" bisa pak di 625 juta tapi itu sudah bersih, biaya yang lainnya bapak yang tanggung." kata pemilik toko


" oke deal pak, saya minta minta no rekening bapak." kata vian, lalu menyuruh raka membuat dokumen pendukung lainnya. setelah menerima nomor rekening vian langsung mentransfer uang tersebut. setelah berhasil vian memperlihatkan bukti transaksi dan menyuruh pemilik ruko memeriksanya.


" iya pak uangnya sudah masuk, terimakasih banyak semoga usahanya lancar." kata pemilik ruko, lalu vian menyuruh raka untuk menyelesaikan transaksi tersebut.


"sama sama pak, terimakasih." kata vian. lalu vian menyuruh pak dodi untuk menyerahkan identitasnya untuk perubahan kepemilikan ruko tersebut.


" saya kan belum melakukan percakapan untuk kepemilikan ruko ini." kata pak dodi


" saya percaya sama pak dodi, pak dodi mau melalui BLS atau mau langsung cicil ke saya juga gak apa apa. pak dodi sanggupnya berapa per bulan, harganya tetap segitu." kata vian


" terimakasih banyak pak atas bantuannya." kata pak dodi


" sama sama pak, nanti biar pak raka ini yang urus semuanya." kata vian

__ADS_1


" saya mengucapkan terimakasih atas bantuannya, semoga usaha ini berjalan dengan lancar." kata pak dodi


setelah pamitan vian dan yang lainnya pergi mencari tempat makan sedangkan raka pergi mengurus perpindahan hak kepemilikan.


__ADS_2