
Topan pun membuatkan kopi dan lanjut mengobrol
" saya juga perlu supply gula aren, jadi kalau ada silahkan hubungi pak opik dari pabrik LA ya." kata vian
" siap vian, nanti koperasi disini akan tampung hasil gula aren warga." kata topan
" saya udah lama enggak minum air gula aren, kalau ada ya besik pagi kirim ke villa vian." kata pak adi
" iya pak besok pagi saya kirim kesana." kata warga
" jangan banyak banyak untuk 15 gelas aja, supaya yang lain juga bisa mencoba." kata pak adi
" iya pak adi siap, besok dikirim kesana." kata warga
" ngomong ngomong ada kegiatan apa nih pak bupati," kata topan
" enggak ada apa apa, isteri dan anak tadi ikut sama pak vian terus besok ke sekolah yang baru itu mau ada kunjungan pak menteri jadi saya sekalian aja kesini." kata pak bupati
" pak menteri sudah hubungi pak vian kan." lanjut pak bupati
" sudah pak, tadi sore beliau hubungi saya katanya jam 11an sampai sekolah." kata vian
" hebat kamu vian bisa kenal sama pak menteri segala." kata warga
" iya pak, hebat banget pak vian ini mengalahkan ketua umum partai, di rumahnya saja selalu berkumpul para pejabat pemerintahan, dari ketua dewan, menteri, gubernur, bupati, walikota. Bahkan anak anak para pejabat pun menginap di rumah pak vian." kata pak bupati
" tapi saya ajak untuk maju jadi pejabat beliau menolak." lanjut pak bupati
" silahkan saja bapak bapak, saya hanya pendukung saja." kata vian
" bagaimana ada masalah apa nih yang perlu pemerintah bantu untuk daerah ini." kata pak bupati
" untuk saat ini sih sudah pak, pembangunan infrastruktur jalan pun sudah, kemungkinan kita membutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih dekat karena rumah sakit terlalu jauh pak, puskesmas tidak buka 24 jam." kata topan
" gimana pak vian. Kalau saya sih ikut gimana pak vian bapak bapak." kata pak bupati
__ADS_1
" karena untuk membangun rumah sakit perlu waktu dan biaya besar, kalau menurut saya sih untuk sekarang perbaiki saja puskesmas menjadi lebih besar dan peralatan serta tenaga medisnya pun ditingkatkan lagi supaya bisa buka 24 jam." kata vian
" nangi saya koordinasikan sama dinas kesehatan kalau begitu, tapi untuk pembangunan puskesmasnya apa livi group bisa bantu supaya saya bisa bicara ke dinas lebih enak lagi." kata pak bupati
" insyaAllah saya akan usahakan bantu, karena klinik yang ada di dekat pabrik pun saya akan tingkatkan lagi sehingga disana bisa untuk ruangan rawat juga." kata vian
" tuh pak, gimana kita enggak bangga ada warga kampung sini yang melakukan sumbangsih untuk keperluan warga lainnya." kata pak bupati
" iya pak bupati, kita bangga ada warga dari kampung ini, selain mengangkat kehidupan warga disini, dia juga mau membantu membangun fasilitas umum untuk keperluan warga." kata warga
" jadi ini yang patut kita contoh dan teladani, tidak hanta memikirkan kehidupan diri sendiri dan keluarganya saja akan tetapi memikirkan kehidupan yang lain." kata pak bupati. Mereka pun mengobrol sambil menikmati kopi, singkong dan ubi rebus. Karena sudah malam vian dan pak bupati pamitan untuk kembali ke villa diikuti yang lainnya. Sampai di villa para ibu masih asyik mengobrol dan menikmati jagung bakar.
" kok belum pada tidur ini." kata vian
" kapan lagi nak, ibu menikmati suasana seperti ini, sayang kalau di lewatkan." kata ibunya pak gubernur sambil ketawa
" ibu kaya anak muda aja, kalau memang ibu cape istirahat aja." kata ibu athia
" enggak, ibu enggak cape... Ibu bukan anak kecil lagi, kalau cape ibu pasti langsung istirahat." kata ibunya pak gubernur
" iya nak terimakasih banyak, tapi lebih asyik kalau ada keluarga kalian. Pokoknya kalau kesini harus kabari ya." kata ibunya pak gubernur
" baik bu, nanti saya kabari." kata lily
" ini bu nurlaela, ibu citra dan ibu kayla pengen kesini juga, bahkan bu zahra dan bu nurul pengen ikutan." kata ibu sisil
" sepertinya mereka sedang merengek minta kesini." kata ibu siska
" ibu citra besok dia kesini, tapi ibu nurlaela dan bu kayla belum tau." kata ibu sisil
" anak udah tidur mah." kata vian
" si aa tadi main sama akbar terus mereka berdua tidur, de qinar, de avin dan de alea pun sama tidur mereka kecapean." kata lily
" bisa bisa anak itu gede di jalan." kata ibunya pak gubernur
__ADS_1
" yang penting jangan sampai bu shinta melahirkan pas jalan jalan aja." kata ibu sisil
" pokoknya pas aku udah 9 bulan enggak ada acara jalan jalan, harus di rumah." kata shinta yang baru selesai menggigit jagung bakar
" iya kamu aja di rumah, aku sama papah pergi liburan." kata lily
" mbak aja yang liburan, papah enggak boleh kemana mana." kata shinta sambil cemberut
" kamu ya mah, iseng suka ngeledekin dan menggoda aja." kata vian
" habisnya imut kalau sedang cemberut." kata lily
" iya udah sana istirahat, besok kalian disini atau mau ikut ke sekolahan." kata vian
" ikut ah, bosen kalau disini." kata lily
" iya sudah kalian istirahat, besok kita jalan jalan." kata vian
" besok sepertinya pak gubernur akan bareng datang bersama pak menteri, ini saya baru dapat informasi dari kantor." kata pak bupati, lalu mengambil jagung yang sudah matang dan memakannya. Sedangkan vian duduk di gazebo lalu menyalakan rokoknya dan meminta dibuatkan susu panas. Para ibu pun masuk ke dalam untuk istirahat.
" Suasana pegunungan dengan suara hewan malam membuat hati tenang dan cuaca yang dingin jadinya lapar terus ya." kata pak bupati
" iya pak, lupa jadinya kalau masih banyak kerjaan." kata vian
" bapak bapak kalau mau istirahat nanti sama haris saja di rumah sana ya." kata vian kepada para ajudan pak bupati dan yang lain.
" siap pak, terimakasih." jawab mereka.
" dulu pak vian disini sampai umur berapa pak." kata pak bupati
" saya disini sampai umur 15 tahun lulus SMP saja, setelah itu pindah ke kota B sekolah SMU disana. Rumah itu adalah rumah masa kecil saya makanya enggak di bongkar, eh alhamdulillah manfaat kalau lagi banyak tamu seperti ini." kata vian
" kayanya menyenangkan ya pak vian dulu." kata pak bupati
" kalau difikir fikir pak sedih juga, saya sekolah SD jalan kaki, SMP apalagi lebih jauh, saya di kasih uang hanya cukup untuk ongkos, jadi supaya bisa nambah uang jajan saya jalan kaki kurang lebih 40 menitan, pulang sekolah saya mengambil rumput untuk kerbau dan kambing, terkadang saya harus belajar sambil mengembalakan kerbau atau kambing. Saya berangkat sekolah jam setengah enam sampai sekolah jam setengah tujuh, dulu kakek saya yang di kota B beliau pensiunan Bank pas pulang dia melihat saya cape jadi dia bilang lulus SMP ikut sekolah di kota aja. Apalagi pas bapak kerja menjadi mandor bangunan di kota C saya yang harus menggantikan bapak mengambil gula aren, jadi jam 4an setelah shubuh saya pergi ke hutan membawa tempat gula aren, pulang ke rumah jam 5.20 menitan setelah itu mandi siap siap berangkat sekolah, sore pun sama saya harus ambil gula aren lagi. Alhamdulillah Allah memberikan saya kesempatan untuk bisa membahagiakan orangtua dan jangan sampai anak anak mengalami apa yang telah saya alami itu," kata vian sambil mengenang masa masa itu.
__ADS_1