Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Glora 2


__ADS_3

setelah menyiram tubuhnya dengan air dingin dan menetralkan fikirannya vian sudah merasa tenang


" udah yu mandinya. kita cari makan aja yu." kata vian


" gak mas aku masih pengen kaya gini, kapan lagi dipeluk mas kaya gini." jawab astrid


" nanti kan masih bisa." kata vian


" iya sebentar lagi ya mas sayang." jawab astrid, lalu dia mengecup bibir vian dan terus ********** sambil melingkarkan tangan di lehernya vian membalas ******* itu dan otomatis pusaka vian bersentuhan dengan perut astrid. ******* astrid pun terdengar menimbulkan glora nafsu birahi vian naik lagi.


" sayang, mulai hari ini aku milikmu seutuhnya." kata astrid


" apa kamu gak akan menyesal trid," jawab vian


" gak mas, yang penting mas jangan sakitin aku." kata astrid lirih


" nanti kita kebablasan sayang, kita udahan ya." jawab vian


" aku sudah bilang, aku akan serahkan mahkota aku ke mas." kata astrid yang terus memburu kenikmatan


"aku gak mau melakui kamu." kata vian


" aku sayang mas," jawab astrid, terus ******* kembali bibir vian dan tangannya memainkan pusaka vian. vian pun mendesah akibat kelakuan astrid ini.


" aku gak mau nodain kamu." kata vian


" aku rela mas, aku lakuin ini demi mas, ayo mas lakukan aja." jawab astrid


guyuran shower membuat gairah mereka meningkat bukan menurun. vian pun terbawa sampai ******* ***** gunung milik astrid yang membuat astrid semakin mendesah.


" mas... mas... baru kamu mas yang melakukan ini ke aku." kata astrid.


" kita udah lama mandinya nanti masuk angin." kata vian mengajak astrid untuk menyudahi permain itu. shower dimatikan, vian dan astrid memakai handuk keluar dari kamar mandi, vian pun memakai pakaiannya begitu pula astrid. tak lama ada video call masuk ke handphone vian. vian menyuruh astrid untuk menjauh dulu.


" papah lagi apa?, ini aa mau VCan katanya." kata lily


" papah baru mandi tadi ketiduran sebentar." jawab vian. tak lama devan muncul di layar


" pah, kapan pulangnya, aa pengen main sama papah." kata devan


" besok sore ya sayang mainnya, aa jangan ngerepotin mamah." kata vian


" iya pah, ya udah aa main sama kakek dan nenek aja deh." jawab devan lalu dia lari


" papah gak jalan jalan." kata lily


" gak tau mah lihat nanti aja, mamah lagi apa." kata vian


" baru selesai mandiin de qinar. ya udah kalo papah cape gak usah jalan jalan, papah hak ketemu pak anam lagi." kata lily


" mungkin besok, itupun kalau beliau gak cape, soalnya tadi dia bilang mau istirahat soalnya kemarin malam baru sampai dari kampung tempat istrinya dikebumikan." jawab vian


" iya sudah. papah istirahat aja kalau begitu." kata lily


" makasih ya sayank, mamah juga istirahat." jawab vian. telephone dimatikan.


" nasib istri belum di akui." kata astrid sambil mendekat ke vian dan memeluk dari belakang karena vian sedang duduk di kursi.

__ADS_1


" kenapa kamu nyesel." kata vian


" aku gak nyesel, aku juga tau posisi kamu mas." jawab astrid


" kita mau kemana nih." tanya vian


" ke mall aja yu jalan jalan sebentar sama beli cemilan buat malam dan beli pengaman takut kita kebablasan mas." kata astrid


" iya sudah kita ke mall." jawab vian


setelah rapi mereka pun pergi ke mall dengan jalan kaki karena keluar lobby hotel tinggal menyebrang aja. selama perjalanan astrid gak mau melepaskan tangannya dari tangan vian. mereka berjalan melewati toko toko dan pas di toko perhiasan astrid bilang " mas boleh gak aku minta cincin sebagai pengikat dan pengingat aku."


" iya udah kamu lihat aja yang mana yang kamu suka." jawab vian


" mas lihat yang ini bagus." kata astrid



" kamu suka yang itu, itu kan kecil." kata vian


" gak apa apa mas, aku suka ini, pas lagi di jari aku. boleh mas." kata astrid


" kalo kamu suka ya udah." kata vian, lalu membayar cincin tersebut


" makasih ya mas. aku akan selalu pake." kata astrid


setelah berbelanja mereka pergi ke swalayan buat beli cemilan, kopi botolan, rokok, air mineral, dan pengaman.


" mau kemana lagi." kata vian


" mas mau makan apa." tanya astrid


" iya udah kalo begitu, lagian udah mau malam." jawab astrid


mereka kembali ke hotel lalu langsung pergi ke kamar karena bawa belanjaan. sampai di kamar vian meletakan belanjaan di atas meja, vian mengambil kopi botolan lalu meminumnya lalu menyalakan rokok.


" kamu gak bilang sama ibu." kata vian


" ini lagi bilang mas, mas gak apa apa beliin cincin buat aku." kata astrid


" gak apa apa, yang penting kamu suka." jawab vian


" makasih ya mas, ini tanda sayang mas ke aku, aku akan selalu memakainya." kata astrid lalu dia duduk dipangkuan vian dan mencium bibir vian.


" udah nanti lagi ya. aku lagi ngerokok nih." kata vian


" aku bisa kaya gini sekarang aja mas, nanti gak tau kapan bisa ketemu mas lagi, aku pengen puas puasin." jawab astrid merengut


" kamu gak malu punya cowok kaya aku. kita kan beda umurnya 7 tahunan." kata vian


" gak mas, aku bahagia kok memiliki kamu." kata astrid, lalu dia meminum kopi yang tadi vian minum dan mengambil sebatang rokok dan menyalakannya.


" o iya mas gimana kalo istri mas tau hubungan kita ini." kata astrid


" jangan sampai ketahuan dong." jawab vian


" mas takut sama istri ya." kata astrid

__ADS_1


" mungkin ini juga udah nyakitin dia, tapi aku gak mau kehadiran kamu merusak rumah tangga aku. dengan kehadiran kamu aku harus membuat usaha aku tambah bukan malahan hancur. buat menghidupi kamu aku harus buat usaha baru lagi gak pakai uang dari usaha yang sekarang sudah jalan." kata vian


" aku setuju mas, aku hanya bisa doain kamu aja tapi kalau ada yang bisa aku bantu pasti aku akan bantu apapun itu, kecuali mas nyuruh aku menjauh dari mas." kata asrid


" kita ke restoran yu, aku sudah lapar nih." kata vian mengajak astrid pergi ke restoran, sampai di restoran vian memesan nasi goreng, sedang astrid memesan steak. sambil makan mereka mengobrol


" mas kira kira usaha apa yang akan dijalanin." tanya astrid


" aku pengen restoran." jawab vian


" dimana tempatnya." kata astrid


" aku pengen di kota ini, kamu mungkin ada tempat dan saran." kata vian


" kenapa harus disini." tanya astrid


" biar kamu bisa mengelolanya dan gak jauh dari keluarga kamu lagi." jawab vian


" kalo begitu pakai aja toko keluarga aku, ada 1 toko yang lebih gede dari yang kemarin aku kasih lihat ke mas, ada lahan kosong pula, dan dekat kampus dan rumah sakit." kata astrid


" bagus kalo begitu, sekarang di pakai apa,? kata vian


" kalo gak salah dikontrakin tapi kemarin kemarin yang ngontrak mau pindah katanya keluarga sakit jadi harus pindah, kali gak salah dipake photo copy dan jual alat tulis gitu." kata astrid


" iya sudah kalo gitu gak usah di kontrakin lagi, kamu usaha sendiri aja, gimana menurut kamu." kata vian


" aku setuju aja mas, tapi kan buka usaha harus ada modal. mas tau sendiri aku." jawab astrid


" mas modalin, untuk lebih meyakinkan kita buat perjanjiannya." kata vian


" aku percaya sama mas." jawab astrid


" aku gak mau nanti kalo ada apa apa dengan hubungan kita ini, atau kamu menyesal kita ada pegangan." kata vian


" aku ikut apa kata mas aja." jawab astrid


" iya udah kalau besok kita lihat bisa." kata vian


" bisa mas, tapi gimana kerjaan aku disana mas." kata astrid


" iya udah kamu kerja aja dulu disana, kamu cari orang yang bisa dipercaya untuk jalanin usaha itu untuk sementara waktu, dari koki, pelayan, kasir." kata vian


" untuk yang mengelola ada sih mas teman aku, koki juga bisa aku cari dari teman teman aku yang ada di bali," jawab astrid


" bagus kalo begitu, kamu bikin aja rancangan anggaran yang dibutuhkannya. kamu bisa kan." tanya vian


" nanti aku bisa suruh teman aku buat. tapi ini serius mas." kata astrid belum yakin


" iya ngapain aku bohong. kalau pun kamu gak mau dan udah ada yang lebih baik dari aku gak apa apa." kata vian


" kok gitu sih ngomongnya." kata astrid


" habisnya kamu gak yakin gitu." jawab vian


" bukan gak percaya mas, tapi ini menurut aku cepat banget." kata astrid


" ini peluang, kenapa harus di tunda tunda." kata vian

__ADS_1


" iya udah aku hubungin teman aku ya, besok kita ketemuan disana." kata astrid


makan pun selesai, setelah membayar vian dan astrid pergi ke kamar lagi.


__ADS_2