
Di pagi hari, vian pergi bersepeda berkeliling komplek, setelah selesai vian pun duduk di kursi teras depan, lalu vian membuat susu panas dan kembali ke teras depan. Tak lama pak menteri dan pak gubernur datang, mereka pun meminjam sepeda untuk berolahraga. Vian menyalakan rokoknya sambil melihat lihat pembangunan kamar tamu lantai 2nya, pengerjaannya sudah rampung tinggal mengisi meubelnya dan perlengkapan lainnya saja.
Jam 6.37 menit vian mengajak semuanya untuk sarapan. Selesai sarapan Pak menteri, pak gubernur dan pak bambang pamit untuk pamit pergi kerja.
" kalau ada yang mau disampaikan lagi disampaikan sekarang supaya kita bisa cepat melakukan akselerasi." kata vian
" oh iya untuk pak made dan pak rudi, sudah beli tiket pulang atau belum, kalau belum biar pak dede pesankan tiketnya." lanjut vian
" belum pak, kalau begitu saya minta tolong pak dede kalau begitu." kata pak made
" sama saya juga pak de, minta tolong bilikan tiketnya." kata pak rudi
" siap pak, saya minta kartu identitasnya saja, kapan bapak mau pulangnya." kata pak dede
" saya kirimkan ya pak kartu identitas saya, nanti sore saja pak." kata pak made
" sama saya juga yang jadwal sore saja pak." kata pak rudi
" saya berharap rasa kekeluargaan di group livi seperti ini terus dipertahankan, dan saya audah menganggap bapak bapak semua sebagai saudara, jadi jangan segan segan kalau ada masalah, kita sama sama pererat persaudaraan ini, saya percaya kepada bapak bapak semua, untuk itu tolong jaga kepercayaan saya ini." kata vian
" siap pak." jawab mereka
" saya sangat menikmati suasana seperti ini, kita bekerja pun menjadi enak, terimakasih pak atas kepercayaannya, saya tidak akan mengecewakan bapak dan berusaha untuk terus meningkatkan perkembangan usaha." kata pak made
" jujur saja saya tidak pernah membayangkan akan bekerja di perusahaan yang menjungjung rasa persaudaraan seperti ini, pada awalnya saya sempat mau keluar kalrena belum tau siapa yang akan melanjutkan pabrik itu, tapi setelah saya bicara sama bapak saya merasa lebih enak apalagi di tambah suasana seperti ini." kata pak rudi
" kalau saya sih enggak kaget pak, soalnya waktu di perusahaan S kita hampir tiap minggu main ke rumah pak vian untuk mengobrol dan makan malam bersama, jujur saja saya juga enggak pernah ngebayangkan hal seperti ini dan baru kali ini saya sampai menginap disini." kata abe
__ADS_1
" kalau menginap disini saya juga baru kali ini be," kata pak dede
" iya rumah pak dede kan deket dari sini buat apa juga nginap disini." kata abe
" lumayan be, hemat beras." kata pak dede
" oh iya jadi keidean untuk bentuk koperasi di setiap perusahaan, sediakan bahan bahan pokok seperti beras dan uang lainnya yang ada di perusahaan livi, jadi setiap karyawan membeli produk dari perusahaan kita sendiri, nanti juga keuntungan dari sana kan untuk karyawan juga." kata vian
" iya, pak andi bakalan ada market baru dong nih." kaya pak abe
" tapi memang bagus juga sih, jadinya dari kita, oleh kita, untuk kita." kata pak dede
" kalian siapkan legalnya saja, jangan sampai karyawan karyawan kita bisa terlilit hutang dari bank bank keliling, dan untuk masalah pinjaman uang koperasi tersebut bekerjasama dengan BLS." kata vian
" siap pak, laksanakan." kata mereka
" baik pak, saya akan koordinasikan dengan bagian HRD dan nanti kita bentuk koperasi juga." kata opik
" iya di LNI juga akan segera dibentuk koperasinya pak." kata pak abe
" di LCI surabaya juga pak." jawab pak rudi
" di PBN juga insyaAllah akan saya bentuk pak, akan tetapi karena perusahaan PBN baru, jadi kita memang akan lebih ketat dulu dalam memberikan pinjaman, kecuali seperti apa yang bqpak katakan tadi dalam hal hal yang urgent." kata pak andi
" saya juga akana melakukan hal yang sama di resort," kata pak made
" percaya sama saya, jika kita memperlakukan karyawan dengan baik, insyaAllah mereka juga akan memberikan kinerja yang maximal untuk perusahaan, dan kita juga akan di doakan yang baik baik oleh mereka." kata vian
__ADS_1
" saya percaya itu pak, terbukti waktu itu, karyawan tanpa diminta melakukan doa bersama untuk bapak, disitu sudah terbukti bahwa mereka benar benar merasakan keberadaan bapak, coba kalau bapak memperlakukan mereka dengan tidak baik, pastinya mereka akan merasa bersyukur dan doanya pun pasti doa yang jelek jelek." kata pak abe
" saya merasakan itu pak abe, waktu pak vian di kroyok preman di peruaman LCI Residence karyawan turun membantu, coba kalau bosnya tidak memperlakukan mereka dengan baik, mungkin malahan mereka akan membantu preman untuk melakukan pengeroyokan." kata pak rudi
Sarapan pun selesai mereka terus mengobrol sambil merokok.
" sama pak di karyawan LNI di karawang pun, tutun membantu, setelah selesai pun mereka langsung bekerja kembali dan mereka bilang kita akan meneruskan pekerjaan yang belum selesai, dan mereka tidak menuntut apa apa." kata pak abe
" waktu ada kejadian di karawang, satpam satpam LNI sudah siap siap tuh be, mau pergi kesana, tapi saya tahan dan kasih penjelasan ke mereka, akhirnya mereka nurut, akan tetapi mereka meminta supaya selalu.memberikan informasi terkini masalah kejadian tersebut." kata opik
" itu yang membuat salut ke pak vian, mungkin kalau enggak ada pak vian diperusahaan kita juga akan kewalahan dan susah untuk mendapatkan kepercayaan dari karyawan." kata pak made
" betul pak made, kita ini mungkin tidak akan dianggap mereka kalau tidak ada pak vian," kata pak abe
" iya bapak bapak, tau sendiri karyawan L-Trans orang orang jalanan semua, pas kejadian karawang mereka rame di group, dan menunggu intruksi saja, mereka yang dekat kesana sudah siap siap dekat sana." kata pak dede
" mereka siap mengorbankan nyawa mereka demi membela pak vian, itu sangat jarang dan luar biasa pokoknya." kata opik
" saya melakukan hal seperti itu, belajar dari pengalaman, bagaimana rasa sewaktu kita sedang memerlukan pertolongan ada yang mau membantu kita, itu rasanya akan teringat terus, di setiap waktu kita akan selalu mendoakan orang yang membantu kita itu." kata vian.
" betul itu pak, saya saja kalau waktu itu tidak di tolong pak bowo dan mau meperkerjakan saya di resortnya, mungkin saya sudah tidak ada lagi di dunia ini." kata pak made sambil merenung membayangkan apa yang sudah terjadi waktu itu
" makanya sekecil apa pun pertolongan kita insyaAllah akan bermanfaat buat orang lain, kalau memang kita tidak bisa memberikan materi ya setidaknya kita bisa memberikan masukan dan menjadi pendengar yang baik untuk mereka." kata vian
" terimakasih banyak pak atas nasehat dan perlakuan bapak dan keluarga terhadap saya." kata pak made
" sama sama pak, kita saling mengingatkan saja, jangan langsung kita memponis seseorang bersalah, tapi kita juga harus melihat akar permasalahnnya juga." kata vian
__ADS_1
Isteri isteri vian merasa bahagia telah mendapatkan suami yang baik dan membuat mereka bangga memiliki suami seperti vian.