Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Pulang ke Rumah


__ADS_3

Sampai di restoran vian menyuruh mereka memesan makanan.


" gimana tadi diskusinya." tanya vian membuka obrolan


" baik pah, mereka mendukung banget kita pakai merk sendiri." kata lily


" iya mas, tapi kita perlu modal awal untuk operasional." kata dilla


" memang berapa total yang diperlukan." kata vian


" untuk beli bahan baku dan yang lainnya serta gaji setiap bulan di 400 jutaan mas setiap bulannya." kata dilla


" berarti setiap bulan minimal omzet di 1 milyar, nanti mas transfer ke rekening perusahaan, kamu buat nanti ya." kata vian


" baik mas besok aku sama dilla akan ke bank." kata astrid


" minta saja ke bu gina akta dan perizinan lainnya." kata vian


" siap mas." jawab dilla


" nanti kalau sudah jadi design kemasannya saya kirimkan ya mas." kata sella


" oke sip, ya udah kalian berenam kerjakan proyek LAD's aja dulu ya," kata vian


" baik mas, o iya mas saya dan teman teman boleh ya ambil data buat skripsi kami di LCI." kata sella


" boleh aja, selagi buka data penting perusahaan." kata vian


" baik mas, terimakasih banyak." kata mereka


" bantu buatkan akun sosial medianya sekalian ya." kata vian


" siap mas." jawab sella


" tenang aja setiap bulan kalian juga akan dapat penghasilan. jadi kalian harus serius juga mengerjakannya." kata vian


" baik,


terimakasih mas." jawab mereka


" kedepannya juga saya minta bantuan kalian untuk ngajar di sekolah." kata vian


selesai makan vian dan yang lainnya pamit pulang, mereka pun berpisah disana. Vian, lily, astrid, dilla, ika dan bella langsung pulang ke rumah.


sampai di rumah lily, astrid dan dilla menyiapkan makanan untuk mertua dan orang tua lily, lilis serta evi. sedangkan vian pergi ke gazebo.


" pak, ibu silahkan makan, kami tadi sudah makan." kata astrid


" terimakasih nak. oh iya ly kita pesawat jam berapa." kata bu retno

__ADS_1


" jam 5 bu, kita dari sini max jam 3." jawab lily


" gimana tadi di pabrik." kata pak bowo


" kita disambut karyawan yang sudah di PHK pak, kita juga sudah koordinasi dengan tim manajemen supaya awal bulan depan bisa operasional." kata lily


" iya sudah nanti bapak setorkan uang modal ke rekening mana." kata pak bowo


" nanti pak, astrid dan dilla akan membuat rekeningnya dulu atas nama perusahaan." jawab lily


" bagus, jadi bisa tertib administrasi." kata pak bowo


Astrid membuatkan kopi untuk vian lalu membawanya ke gazebo.


" vian gak salah pilih istri, beruntung dia bisa mendapatkan kalian." kata bu retno


" iya bu, lily jadi belajar lagi ngurus perusahaan, tadi kita sampe keringetan menghadapi begitu banyak karyawan. yang nyebelin vian malah kabur ke kantin" kata lily


" terus dulu kamu ngapain aja di investama, vian hanya ingin kalian belajar jangan terus bergantung kepadanya." kata pak bowo


" vian juga ngomong gitu, dulu lily paling ngobrol sama manajemen aja paling banter sama bagian keuangan, sekarang lily harus bisa presentasi, bicara di depan banyak orang, lily salut kerja keras vian, kalau di lihat dari pendidikan dia hanya diploma aja." kata lily


" keinginan kuat vian yang membuat dia seperti itu," kata pak bowo


" dulu kita juga menyarankan untuk meneruskan kuliahnya, tapi dia bilang buat apa kuliah kalau cuma ingin ijazah saja, kami gak bisa berbuat apa apa jadinya." kata pak adi


mereka mengobrol sambil menikmati makan yang tadi dibawa lily.


" iya lis, evi kalian makan aja. biar si aa dilla yang suapin, de qinar biar sama saya." kata lily


" iya bu, terimakasih." jawab lilis dan evi


vian menikmati kopi buatan astrid sambil merokok. astrid menyandarkan kepalanya di bahu vian


" mas maaf ya aku dan keluarga aku jadi merepotkan." kata astrid


" kenapa merepotkan sih, kalian kan keluarga mas juga. wajar kan mas melakukan itu, apa kamu gak yakin mas jadi suami kamu." jawab vian lalu mengecup kening astrid


" aku bahagia banget jadi istri mas." jawab astrid, dia pjn melingkarkan tangannya di pinggang vian, tak lama dilla dan devan datang kesana


" papah lagi apa sama mamah astrid." kata devan


" lagi ngobrol aja sayang." kata vian


" pah jadi pulang ya, mamah astrid san mamah dilla ikut." kata devan


" mamah astrid sama mamah dilla masih ada kerjaan disini aa sayang, kalau sudah beres mamah ke rumah aa disana ya." kata astrid


" iya mah, aa tunggu ya." kata devan

__ADS_1


" aa udah makannya." kata astrid


" sudah mah tadi disuapi mamah dilla." jawab devan


" kalian jaga diri disini ya, akhir pekan kalian ke jakarta. nanti kabari aja biar mas pesan tiketnya." kata vian


" iya mas nanti kita kabari." jawab astrid dan dilla


" nanti ke bapak dan ibu jangan terlalu banyak bawa pakaian, biar nanti beli disana aja biar gak ribet, kalian naik taxi aja ke bandaranya." kata vian


" iya mas." jawab astrid dan dilla


mereka pun pergi ke kamar untuk siap siap, pak wanto sudah ada disana.


" bapak udah lama." kata vian


" baru nak, o iya nak bapak sudah dapatkan supplier buah buahan dan hasil pertanian." kata pak wanto


" bagus kalau begitu pak, nanti koordinasi aja sama dilla." kata vian. lalu vian pergi ke kamar mau mandi.


" pah ayo mandi bareng aja sama mamah." kata lily


" ih mbak curang, kita kan yang mau ditinggal." kata astrid


" kirain kalian gak mau." kata lily, mereka pun melakukan hubungan suami istri sebelum mandi, mereka sudah berani sekarang karena sudah saling membantu memberikan kenikmatan tambahan. 30 menit mereka lakukan itu karena diburu waktu, lalu pergi mandi bersama.


" mba gak beli oleh oleh dulu." kata astrid


" nanti di bandara aja ya pah biar gak repot." kata lily


" iya nanti aja." jawab vian


" kalian punya pembalut, aku datang bulan kayanya." kata lily


" untung sudah ya." kata astrid sambil ketawa


" iya.. coba tadi aku jadi penonton. nanti awas aja pas kejakarta kamu minta jatah sebelum aku selesai." kata lily


" bisa di atur mba, kalau mba tidur kan bisa kita lakukan." jawab astrid. vian hanya menggelengkan kepala atas apa yang dibicarakan para istrinya. mereka pun selesai siap siapnya lalu pergi keluar kamar.


mereka pun pergi ke bandara, pak adi, pak bowo, bu ningsih, bu retno, lilis dan evi naik mobil pak wanto, devan dan de qinar bersama lily dan vian. 40 menitan mereka pun tiba di bandara, vian dan yang lainnya pamitan kepada astrid, dilla dan pak wanto setelah itu mereka melakukan check in dan pergi mencari oleh oleh. vian meminta di jemput pak dede pakai minibus


Tak lama menunggu mereka naik pesawat, kurang dari 2 jam mereka sampai di jakarta. turun dari pesawat mereka pergi ke pintu kedatangan karena gak repot harus nunggu bagasi, barang barang sebelumnya telah dibawa pak dede. setelah di telepon pak dede pun datang bersama haris dan putra, mereka membantu menaikan barang bawaan ke bagasi.


" pak kita langsung pulang ke rumah atau kemana lagi." kata pak dede


" mah kita langsung pulang atau makan dulu." kata vian


" ke restoran C aja pak de, kita makan malam dulu." kata lily

__ADS_1


mereka pun pergi ke restoran C, 47 menit mereka sampai di restoran lalu memesan makanan. selesai makan mereka pulang ke rumah.


__ADS_2