
" papah aa sama akbar mau berenang ya." kata devan yang sudah memakai baju renangnya
" iya boleh, tapi jangan lama lama ya." jawab vian
" iya pah," kata devan yang langsung loncat ke kolam renang... " uuuuh dingin... Tapi seuger.." kata devan sedangkan akbar masih berenang di yang enggak dalam
" kok si aa udah jago gitu betenangnya." kata ibu siska
" dia les berenang bu." jawab lily
" pantes aja udah jago gitu dan berani." kata ibu siska
" bu, de qinar mau berenang juga.. Gimana." tanya evi
" iya sudah enggak apa apa, tapi jangan lama lama, nanti mandi pakai air hangat." kata lily
" baik bu kalau begitu." jawab evi lalu mengganti pakaian de qinar dan mengajak dia ke kolam.
" oh iya pah, ke rumah bapak mau pakai mobil atau jalan aja." kata lily
" pakai mobil aja kasian shinta dan ibu." kata vian
" terus sembako itu mau dibagikan sekarang atau nanti aja." kata lily
" lihat situasi aja, lagian kan ada di mobil." kata vian
" papah aa ke rumah uyutnya jalan kaki aja ya, aa mau olahraga." kata devan
" iya gimana aa aja, papah naik mobil ya." kata vian
" sama papah lah... Masa aa sendiri jalannya kan enggak tau aa rumah uyut." kata devan
" iya udah berenangnya, aa mandi air hangat sana sama akbar." kata vian
" iya pah." jawab devan lalu naik dari kolam dan menuju tempat bilas
" mamah juga jalan aja ya temani kalian." kata lily
" mamah enggak cape." kata vian
" nanti kalau cape minta gendong aja sama papah." kata lily
" iiih udah gede minta digendong... Malu tau mah." kata devan
" biarin orang papah sayang mamah kok." kata lily enggak mau ngalah
" kalian ya, enggak mau ngalah." kata vian
" iya nih anak sama ibu sama sama keras kalau udah ada kemauan." kata bu retno
__ADS_1
" horeee... Dede yang di gendong papah." kata de qinar yang udah ganti baju lari memeluk vian dan meminta di gendong
" de mamah yang di gendong papah." kata lily
" nda dede yang digendong papah." jawab de qinar sambil melet lidahnya
" ayo siap siap kita ke rumah bapak, vi kamu naik mobil aja biar de qinar saya yang bawa." kata vian
Vian, lily, devan, haris pun jalan kaki, sedangkan de qinar di gendong vian. Lily pun menggandeng tangan vian.
" papah dulu waktu kecil disini loh a. Dulu kakek punya kerbau, domba jadi sehabis papah pulang sekolah harus cari rumput buat makan kerbau dan domba." kata vian
" aa juga mau ambil rumput buat mocha, mochi sama thunder pah, tapi thunder jauh ya." kata devan. Selama perjalanan vian bertemu dengan warga kampung, vian pun mengenalkan isteri dan anaknya itu, masih di perjalanan mobil yang membawa keluarga vian pun lewat
" kok enggak naik mobil aja vian." kata warga
" ini si aa maunya jalan, katanya mau olahraga." jawab vian
" udah bosen ya naik mobil, pengennya jalan." kata warga
" iya... Aa cape duduk aja di mobil." jawab devan dengan polosnya
" ini mau ke rumah kakek kamu ya." kata warga
" iya mang, udah lama enggak kesini, anak mau ketemu uyutnya." kata vian
" memang anak kamu udah berapa sekarang." kata warga
" emangnya isteri kamu berapa vian." kata warga itu lagi penasaran karena dia enggak tau
" 4 mang, isteri yang ke 4 sedang hamil 7 bulan jadi dia naik mobil, anak ke tiga dan ke empat masih kecil jadi sama ibunya di mobil juga." jawab vian
" banyak bener isteri kamu, syukur kalau pada akur." kata warga itu
" alhamdulillah mang, pada sholehah." kata vian. Akhirnya mereka pun tiba di rumah kakeknya vian, de avin sama de alea sedang dipangku sama kakek dan nenek vian. Vian pun salaman kepada mereka disusul lily dan devan serta de qinar.
" aa pergi jalan jalan kok enggak ajak uyut sih." kata pak hardian
" habis uyutnya enggak ada di rumah aa sih.. Kalau kesini dulu kan jauh. Makanya uyut tinggal di rumah aa aja, jafi kalau pergi bisa aa ajak deh." jawab devan
" terus oleh olehnya mana buat uyut." kata pak hardian
" ada di mobil, kemarin kakek sama nenek beliin buat uyut." kata devan
" itu kan dari kakek sama nenek, dari aa mana." kata pak adi
" aa enggak beli oleh oleh kek, yang beli mamah tuh minta sama mamah aja ya." kata devan
" maaf loh bu bupati, bu gubernur rumah kami seperti ini." kata neneknya vian
__ADS_1
" enggak apa apa bu, ini bavus banget, saya yang minta maaf ikut ikut keluarga pak vian." kata bu athia
" habisnya saya suka keluarga nak vian, ramah, baik, terasa banget kekeluargaannya." kata ibunya pak gubernur
" kalau warga pada tau di rumah ini ada isteri pak gubernur dan pak bupati pasti heboh deh, sama seperti waktu itu." kata pak hardian
" vian dikasih apa dong.. Dianggurin aja tamu." kata neneknya vian
" sudah bu jangan repot repot, kita sudah makan, kita juga datang hanya datang aja nih enggak bawa apa apa." kata ibu athia
" mau pada menginapkan." kata pak hardian
" iya pak, besok vian mau dampingi pak menteri sama pak bupati di sekolah yang baru itu." kata vian
" papah nanti ke tempat mocha dan mochi lagi kan, aa masih kangen mereka, nanti aa kan sekolah jadi bakalan enggak ketemu lama deh." kata devan
" iya nanti kesana lagi a." kata vian
" kakek kata papah kakek punya kerbau, sekarang mana kerbaunya aa mau naik kek." kata devan
" udah kakek jual kerbaunya a, jadi udah enggak ada." kata pak adi
karena ada yang melihat isteri pak gubernur datang ke kampungnya akhirnya warga menjadi heboh dan mendatangi rumah kakeknya vian meminta photo. Vian pun meminta haris dan pak suparman serta pak sudianto untuk mengawal ibu gubernur sama ibu bupati. Pak sudianto dan pak suparman pun menjaga kehebohan warga tersebut supaya tertib. Vian pun meminta warga terutama ibu ibu supaya tertib.ibu ibu warga pun ada yang meminta di photo sama bu sisil, lily, astrid, dilla dan shinta.
" vian pak gubernur sama pak bupati enggak kesini." kata topan
" belum ada kabar, kalaupun kesini mungkin nanti malam atau besok." kata vian lalu menyalakan rokoknya sambil menyaksikan yang mau minta diphoto
" perasaan ibu itu sering ikut, siapa dia." kata topan
" itu isterinya pak bambang ketua dewan." kata vian
" kok sering ikut kamu, ada usaha bareng." kata topan
" iya bareng sama isteri, dan sehari hari tinggal di rumah." kata vian
" terus ika enggak ikut kesini." kata topan
" besok dia sama teman temannya kesini, sekarang dia masih ada kerjaan." kata vian
" memangnya ika kerja dimana, kan kakaknya punya usaha." jata topan
" dia punya usaha sendiri, kebetulan kemarin baru pulang liburan jadi ada kerjaan yang harus dikerjakan dulu, saya duluan karena tadi ada kerjaan di pabrik." kata vian
" kemarin saya juga dapat informasi bahwa pabrik kamu memerlukan pisang benar itu." kata topan
" benar, kita mau produksi produk baru jadi perlu supply, kalau disini bisa datang aja kesana." kata vian
" oke kalau begitu nanti saya sampaikan ke warga." kata topan.
__ADS_1
vian pun meminta pak dede dan haris membagikan mie dan minyak kepada warga yang ada disana. Setelah itu vian mengajak kakek dan neneknya untuk ke villa.