Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Sebuah Pembelajaran


__ADS_3

15 menit perjalanan menuju bendungan vian sampai disana. diperjalanan vian meminta lokasi tepatnya kepada lily. setelah mobil terparkir, vian bersama pak kapolres dan anggota lainnya menuju ketempat kejadian. pak kapolres yang melihat kejadian tersebut karena sudah tidak kondusif dan para preman sedang mabuk dan memukul haris dan putra menembakan pistolnya ke atas untuk memberikan peringatan.


" Hentikan... " kata pak sudiono. lalu anggota pun berlari menuju ketempat kejadian. setelah mendengar suara tembakan mereka berhenti memukul haris dan putra. anggota polisi pun meringkus para pemuda tersebut dan mengikat mereka dengan tambang.


" apa apaan ini. lepaskan kami.." kata salah satu pemuda.


" kalian bisanya bikin onar, tadi kita kesini gak ada.. kalian muncul dari mana." kata pak sudiono


" kami orang sini wajar minta uang dari orang kota dan gadis gadis ini jadi teman kita minum." kata pemuda itu


" udah bawa ke kolam, ceburin semua." suruh pak sudiono. para anggota polisi membawa anak muda tersebut ke kolam yang ada disana.


" papah aa gak ngapangapin pah, mereka aja yang ganggu kita." kata devan yang masih trauma kejadian di bali waktu itu dan turun dari pangkuan pak Adi


" iya sayang aa gak salah kok, mereka aja yang mencari masalah." kata vian menenangkan devan dan vian menyuruh pak dede dan pak edi untuk mengobati putra, haris dan pak wahyudi, ternyata pak wahyudi juga ikut melerai mereka.


" pak saya minta maaf, seandainya saya gak pergi mungkin gak akan terjadi seperti ini." kata pak suparman


" gak apa apa pak, ini sebagai pembelajaran, semoga kedepannya tidak ada lagi baik ke saya ataupun orang lain karena akan membawa citra buruk daerah ini." kata vian


" makanya saya melakukan patroli karena mendapatkan laporan, kami kecolongan tadi kami dari sini gak kelihatan mereka ini." kata pak sudiono


" disaat kita sedang ingin memajukan daerah ini ada saja gangguannya." kata vian


" saya bakalan kena omelan ini dari pak bupati." kata pak sudiono


" jelaskan saja pak, dan beritahukan penanganan selanjutnya seperti apa." kata vian


tak lama pak solihin camat kecamatan C dan pak Sodikin camat kecamatan SA datang.


" pak vian mohon maaf keluarganya menhalamk kejadian yang tidak menyenangkan di kecamatan saya." kata pak sodikin


" gak apa apa, semoga aja nanti bisa lebih menertibkan hal hal seperti ini karena akan merugikan daerah ini juga, ini kawasan bagus untuk menambah pwmasukan daerah." kata vian


" iya pak, sekali lagi saya mohon maaf." kata pak sodikin lalu dia pergi ke kolam tempat para pemuda itu di rendam supaya sadar.


Pak Sudiono menanyakan kronologi kejadian kepada haris dan putra, haris memberitahukan awal mula kejadian dari meminta uang dan mau melecehkan ika, bella, lusi dan mitha yang sedang berfhoto bersama ari dan bimo yang di lerai sama pak wahyudi, haris dan putra melawan pemuda itu sejak mau melecehkan istri vian. pak Sudiono menelepon kapolsek SA tempat kejadian.

__ADS_1


Vian masih menggendong devan yang masih ketakutan. lalu mengajak dia bermain dengan melihat lihat bendungan dan menerangkannya kegunaan bendungan tersebut. sedangkan Ika, Bella, Lusi dan mitha sedang menenangkan diri mereka di Minibus ditemani Bu Ningsih, Bu retno, Bu asti dan Bu Sri. lily, astrid dan dilla datang menemui vian dan devan.


" maaf pak tadi saya sedang istirahat, tadi bangun karena denger suara tembakan." kata pak dede


" iya pak de gak apa apa, beliin kopi aja sana." kata vian


" mau beli atau bikin di mobil aja pak." kata pak dede


" beli aja tuh di warung itung itung bantu mereka." kata vian lalu menyalakan rokoknya.


" siap pak." kata pak dede


" pak edi nanti yang bawa mobil aja ya," kata vian


" baik pak." kata pak edi


pak sodikin yang marah sedang menghajar para pemuda itu. tak lama pak dede membawa kopi di gelas cup plastik


" tenang pak, kopinya gak campur air hujan." kata pak dede


" itu dulu bu, waktu bapak dan saya masih bujangan habis dari distributor kena macet dan hujan. kita beli kopi dari tukang asongan eh dia nyeduhnya kopinya di tengah hujan udah gitu mahal lagi." kata pak dede menjelaskan


" oh gitu, kirain dari mana." kata lily


" jadi setiap minim kopi di cup plastik suka teringat itu bu." kata pak dede


rombongan dari polsek SA datang ke lokasi, langaung diceramahi pak sudiono, pak sudiono menyuruh mereka untuk melakukan patroli setiap 1 jam sekali dan menyuruh membuat pos pengamanan disana. setelah diberitahukan kronologinya pihak polsek membawa para pemuda itu ke polsek.


" pak vian habis dari sini kemana lagi." kata pak sudiono


" saya ke kampung dulu pak beres beres, lalu pergi ke tempat makan di daerah SI, terus ke pabrik LA." kata vian


" mudah mudahan bisa ketemu lagi pak, mohon maaf atas kejadian ini." kata pak sudiono, lalu menyuruh pak suparman dan sudianto mengawal vian.


" siap pak,." kata vian


vian dan keluarganya pamitan, setelah itu pulang ke kampung. vian naik minibus sedangkan di mobil vian pak edi membawa putra, haris, pak wahyudi, bi narsih dan marni.

__ADS_1


" itu tempat bagus banget vian, sayang hal kaya gitu yang bikin orang malas datang kesana." kata pak bowo


" iya pak sudah saya bilang tadi ke pak camat dan pak kapolres." kata vian


" oh itu tadi yang lepas tembakan pak kapolres." kata pak bowo


" iya pak, tadi dia habis patroli dari sini ke tempat acara katanya mau ketemu saya. eh ada kejadian jadi dia balik lagi. biar ini jadi sebuah pembelajaran buat mereka supaya bisa memperbaiki." kata vian


" itu tadi yang mukul siapa berani banget." kata pak adi


" itu camat daerah sana." kata vian. lalu pergi ke belakang minibus, devan sedang main sama dilla dan astrid, sedangkan ika, bella, lusi, dan mitha sedang bernyanyi.


" aa pak haris, pak putra sama pak yudi gak apa apa." kata ika


" gak apa apa cuma lecet lecet. ini juga sebagai pembelajaran buat kalian supaya lebih hati hati dan waspada, di dunia usaha pun hal gitu pasti akan ngalami," kata vian


" karena belum makan siang kita beres beres, pamitan sama kakek, lalu kita makan di tempat biasa aja ya. soalnya gak ada masak juga di villa." kata vian


" iya gak apa apa, lagian kita udah ngemil kok." jawab lily


" mas udah makan belum." kata astrid


" belum, tadi pas mau makan di telepon jadi buru buru pergi." kata vian


mereka pun sampai di villa di kampung, lalu beres beres siap siap pulang. selesai pamitan ke kakeknya vian dan keluarga pulang.


" pah mau kasih hadiah apa buat dilla." kata lily


" papah gak tau apa ya, kalian beli aja ya, kalau persiapan di rumah gimana." kata vian


" beres bos, mamah telepon teman untuk kirim ke rumah bhat hadiahnya, tapi kita kemana dulu kalau pulang sekarang pasti masih sorean sampai sananya." kata lily


" kita ke pabrik LA aja dulu." kata vian


" oke kalau begitu, kita istirahat di pabrik aja dulu ya." kata lily.


mereka pun sampai di tempat makan, devan mengajak ika dan bella melihat ikan. vian telepon endris supaya bisa bertemu di pabrik kalau dia ada waktu. mereka makan siang yang tertunda dengan lahapnya.

__ADS_1


__ADS_2