Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kesal


__ADS_3

Setelah teman teman lily pulang, vian pamit ke gazebo dulu, lily tau bahwa suaminya perlu santai dan merokok karena dia yang melarang vian merokok di balkon jadi lily hanya bisa mengizinkan.


vian pun pergi ke gazebo membuat kopi lalu menyalakan rokoknya, vian pun mengirim pesan ke astrid.


" udah tidur." kata vian


" belum mas, ini masih di cafe, soalnya masih banyak tamu." jawab astrid


" udah makan belum." kata vian


" udah tadi, mas lagi apa." kata astrid


" lagi ngopi, ini baru selesai pertemuan bahas perencanaan pengelolaan sekolah." kata vian


" o iya mas tadi pagi dilla datang bulan, eh sore nya aku juga sama." kata astrid


" kok bisa sama gitu." kata vian


" gak tau, mungkin takut kalau nanti salah satu dari kita pas mas datang gak dapat jatah." kata astrid


" iya udah, kalian jangan cape cape, kalian awasi saja gak harus turun tangan langsung." kata vian


" iya sayang, aku juga gak terus terusan bantuin kok, pas banyak tamu aja baru aku bantu." kata astrid


" mas ibu tadi datang kesini dan sekarang lagi di rumah kita katanya mau nginap, boleh gak." kata astrid


" iya boleh dong, kenapa gak boleh." kata vian


" maaf ya mas, aku baru bilang, tadi mau bilang yakut mas lagi sama mba, mas gak marah kan." kata astrid


" iya gak apa apa sayang kenapa harus marah, kecuali kamu bawa pria lain kesana baru mas marah." kata vian


" iya gak dong aku juga tau, aku kan udah jadi istri mas." kata astrid


" pulang bawa makanan buat ibu, sama tanya barangkali ibu lagi perlu sesuatu." kata vian


" iya mas, makasih ya, aku semakin sayang sama mas." kata astrid


" perkembangan cafe dan toko buah gimana." kata vian


" alhamdulillah setiap waktu ada yang datang, tapi lebih banyak di sore dan malam hari. iklan di sosial media juga efektif dengan dibantu bella bikin kontennya, sama ada juga dari referensi temannya." kata astrid

__ADS_1


" buat aja promo yang follow dan kasih komentar di sosial media dapat discount 5%." kata vian


" nanti di rumah aku suruh bella buat kontennya." kata astrid


" jangan terlalu malam pulangnya ya, mas mau istirahat, besok mau melihat pembangunan sekolah." kata vian


" iya sayang.. muuuuuaaach." kata astrid


vian pun minum kopi dan menyalakan rokok lagi. selesai ngopi dan merokoknya vian pergi masuk ke kamar lalu bersih bersih setelah itu tiduran di kasur tak lama lily tiduran dikasur habis menidurkan de qinar, vian pun memeluk sang istri dan mereka pun mengobrol


" pah tadi teman teman mamah bilang kok bisa dapat suami kaya papah." kata lily


" kenapa papah jelek gitu." kata vian


" bukan, katanya kamu beruntung punya suami ganteng, pinter usaha, dan tau gak mereka bilang apa lagi." kata lily


" gak tau lah kan papah gak denger." kata vian


" masa mereka juga mau jadi istri papah coba." kata lily


" emang boleh gitu kalau papah nikah lagi." jawab vian


" emang papah mau nikah lagi, mamah emang udah gak cantik apa." kata lily


" kok ngambek sih." kata vian lalu memeluk erat lily dan mendaratkan ciuman ke pipi lily


" udah ah mamah cape, mau istirahat." kata lily.


" oh ya udah kalau mamah cape istirahat, maaf ya." kata vian lalu melepaskan pelukannya, lalu vian pun bergeser dan tidur walau sedikit kesal akan perlakuan istrinya itu.


di pagi hari setelah sholat dia langsung ke gazebo membuat teh dan merokok disana sambil menunggu devan main. lily yang bangun kesiangan dan melihat suaminya sudah gak ada disana, setelah mencari di kamar mandi dan balkon gak ada lily menjadi panik gak biasanya seperti itu, " apa karena semalam dia mengabaikannya." fikir lily. setelah sholat lily pun menelepon vian.


" papah dimana?, kok gak bangunin mamah sih." kata lily


" papah di luar, mau bangunin kasian, mamah kan cape." kata vian


" papah marah ya sama mamah." kata lily


" gak kenapa mesti marah, mamah gak salah kok, papah aja yang gak tau kondisi istrinya." kata vian


" terus papah ini dimana." kata lily

__ADS_1


" di luar lagi main." kata vian. tak lama kedengar devan memanggilnya vian pun menutup telepon dari lily. lily yang juga mendengar suara devan mengetahui vian ada dimana.


" papah ayo main bola, kemarin kan aa beli bola baru." kata devan


" iya ayo sayang." kata vian, lalu vian pun bersama devan, karena cape vian pun istirahat di gazebo, karena masih kesal karena diabaikan istrinya semalam, vian pergi ke kamar ganti baju lalu pergi tanpa memberitahukan lily, karena lily maaih ngurusin de qinar. vian pamit kepada orang tua dan mertuanya dengan alasan ada hal penting yang harus segera dilakukan.


" pak, bu, saya pamit dulu ya, ada hal yang harus cepat saya selesaikan." kata vian


" gak sarapan dulu a." kata bu ningsih


" nanti aja bu, aa udah di tunggu soalnya." kata vian, lalu salaman


" kamu sama siapa." kata bu retno yang melihat ada sesuatu yang aneh


" sendiri aja bu, gak apa apa." jawab vian, vian pun pergi dengan nyetir mobil sendiri. lalu dia mematikan handphonenya.


Bu retno pergi ke kamar lily mau menanyakan ada hal apa diantara mereka. lily yang baru masuk kamar melihat pakaian ganti vian sudah tidak ada, dia hendak turun ibunya masuk ke kamar


" ibu ada apa tumben." kata lily


" kamu mau kemana." kata bu retno


" mau nyusul vian bu, mungkin dia lagi sarapan." kata lily


" emang dia gak pamit sama kamu, vian baru aja pergi bawa mobil sendiri gak sarapan juga, ada apa ly." kata bu retno


" gak bu makanya lily mau nemenin dia sarapan ini." kata lily


" terus ada apa kamu sama vian, kelihatan dia lagi kesel gitu. cerita sama ibu." kata bu retno. lily pun menceritakannya kejadian tadi malam kepada ibunya.


" kalau gitu jelas lah vian kesel, kamu yang mulai, kamu yang kesel. ibu tau kamu cape, vian juga cape. semoga aja vian hak kenapa kenapa." kata bu retno


" kok ibu bilang gitu sih." kata lily


" doakan saja dia baik baik aja, beda bawa kendaraan dengan posisi santai dan sedang kesal, tumben juga vian gak minta pak dede nganter." kata bu retno


" terus lily harus gimana bu, aku khawatir vian kenapa kenapa." kata lily


" sabar aja dulu, tenangkan fikiran kamu." kata bu retno menenangkan lily


vian pergi ke tempat pembangunan sekolah, vian memarkirkan mobil di villa. lalu menyuruh agus membuatkan kopi.

__ADS_1


" tumben pak pagi sekali datangnya." kata pak agus


" saya mau cek dulu pembangunan sebelum pergi ke KBB." jawab vian, vian pun menyalakan rokoknya tak lama agus membawa kopi dan botol air mineral, lalu dia pamit untuk berjaga kembali. vian pun berusaha menenangkan fikirannya dengan meminum kopi.


__ADS_2