
pak siswandi menyuruh anggotanya mengintrogasi para preman tersebut. setelah introgasi dia membawa cungkring ke mobil supaya menunjukan lokasi rumah para anggota preman tersebut di dampingi sama tim endris.
*************
di rumah lily gelisah tanpa sebab seperti dia merasakan ada hal yang sedang terjadi.
" ly, kamu kenapa mondar mandir gitu, kaya geulisah." kata bu retno
" gak tau bu, perasaan lily kaya ada sesuatu yang terjadi. apa vian kenapa kenapa ya.." jawab lily
" ya sudah kamu telepon dia." kata bu retno. lily pun telepon vian.
" pah. papah dimana?, papah gak apa apa.?" kata lily
" papah gak apa apa sayank." jawab vian
" bener, tapi perasaan mamah gak enak, terus ko rame banget dan ada yang bentak bemtak segala" kata lily dan memindahkan ke mode video call
" tuh papah gak apa apa kan, itu yang rame. pak polisi sedang introgasi preman yang teror kemarin." jawab vian. vian lupa menggeser video ke arah tangan yang luka dan diarah tersebut kelihatan haris serang diobati.
" itu tangan papah kenapa di perban, trus haris kenapa lebam gitu mukanya?" tanya lily khawatir
" tadi papah kena golok para preman itu mah, tapi sekarang sudah diobati, papah gak apa apa sayank, dia kena pukul lagi di obati opik." jawab vian
" ya udah mamah kesana ya.." kata lily
" gak usah sayank, papah pulang malam ini habis membereskan semuanya. ya udah ya sayank gak usah khawatir lagi. papah mau selesaikan dulu masalah disini" jawab vian.
" papah kabari kalo berangkat pulang." kata lily
setelah telepon di tutup bu retno dan yang lainnya menanyakan kondisi vian
" ly, kenapa vian." kata pak bowo
__ADS_1
" dia tangannya kena bacokan golok pak. tapi sudah diobati. si haris juga kena pukulan para preman hang kemarin teror." jawab lily sedih.
" ya sudah kita kesana aja." kata pak adi
" gak usah pak, vian bilang gak perlu nanti malam dia pulang habis ngeberisin semuanya. sekarang sudah ada polisi dan tim temannya vian." jawab lily
******************
kembali ke lokasi pabrik LA
setelah teleponan dengan lily selesai vian dan yang lainnya meneruskan minum kopi dan ngerokok. pak siswandi menerima laporan dati anak buahnya bahwa sudah membawa para preman ke kantor polsek, dengan kejadian penggerebekan para preman di desa itu dan desa sebelah tersebar ke luar desa lainnya. bahwa terjadinya penggerebekan para preman itu diakibatkan dari teror terhadap area pabrik PT. LA. dan kejadian itu terdengar oleh bupati. dan pak bupati langsung telepon vian.
" selamat sore pak vian, saya mendengar ada kejadian di lokasi pabrik, dan katanya bapak kena bacokan para preman itu." kata pak bupati
" sore juga pak, waduh jadi ngerepotin pak bupati nih. iya pak tadi ada beberapa preman datang katanya mau acak acak nih pabrik bahkan mau membakar acaman mereka kalo teman teman mereka gak dikeluarkan, tadi siang teman teman mereka ditangkap oleh pihak polsek akibat mereka menteror warga yang mau melamar pekerjaan ke pabrik sini, mereka meminta sejumlah uang dan kali perempuan disuruh menemani mereka tidur. jadi saya koordinasi sama teman yang di batujajar dan polsek, karena ini sudah menimbulkan keresahan warga, maka pihak polsek menhambil tindakan." jawab vian
" tapi bapak gak apa apa, apa tadi gak ada dari pihak kepolisian disana." kata pak bupati
" bapak mau tinggal dulu disini atau pulang kemabali ke jakarta." kata pak bupati
" setelah selesai disini saya akan pulang pak." jawab vian
" ya sudah nanti saya akan suruh pak kapolsek untuk menyuruh anggotanya mengawal bapak sampai ke rumah. khawatir terjadi ada apa apa." kata pak bupati
" terimakasih banyak pak atas perhatiannya. ini pak kapolsek ada disini." jawab vian
" oh ada, bisa minta tolong teleponnya dikasihnke beliau." kata pak bupati. vian menyerahkan telepon miliknya ke pak kapolsek
" selamat sore pak, saya siswadi kapolsek disini." kata pak siswadi
" terimakasih atas reaksi cepatnya menjaga ketertiban di wilayah KBB ini, saya minta bapak menyuruh anggota bapak mengawal pak vian sampai ke rumahnya khawatir akan terjadi hal hal yang tidak di inginkan di jalan." kata pak bupati.
" siap pak, laksanakan, saya perintahkan tim patwal untuk mengawal pak vian sampai rumahnya." jawab pak siswandi
__ADS_1
pak bupati pun menutup telepon. setelah telepon di tutup pak siswandi juga pamit untuk pergi ke kapolsek untuk mengintrogasi para preman. vian mengucapkan terimakasih dan memberikan amplop untuk makan malam di kantor polsek.
endris pun mengajak vian ke kantornya untuk mengikuti makan malam acara kambing guling yang tadi diberikan vian. vian menyetujui untuk ikut endris ke kantornya. opik disuruh beres beres bekas kejadian tadi, vian pamit ke opik dan tim disana untuk ke kantor endris dan nanti langsung pulang.
magrib vian dan endris beserta tim sampai di kantor endris. vian melaksanakan sholat magrib disana. di lapangan kelihatan lagu mempersiapkan acara kambing guling. jam 8 acara dibuka dilapangan sudah berbaris para anggota. endris memberikan pengarahan bahwa acara ini rasa syukur kita akan latihan yang selama ini dijalani, dan endris juga menyampaikan terimakasih kepada vian yang support acara itu. kambing guling pun matang mereka pada makan dengan lahap di iringi music mereka menikmati malam itu. jam 9 vian pamit untuk pulang dengan dikawal dari polsek.
vian meminta berhenti di rest area untuk makan dan istirahat, vian mengajak tim patwal juga yang terdiri 4 anggota polisi untuk makan malam. vian hanya mesan jus dan air putih. vian baru ingat belim ngabarin lily.
" hallo sayank, sudah tidur." kata vian
" mamah gak bisa tidur sebelum papah pulang." jawab lily
" ini papah udah di rest area istirahat dulu. jam 11an papah sampe rumah." kata vian. vian menutup telepon dan menghabiskan jus dan rokok, vian menjelaskan ke tim patwal untuk istirahat di rumahnya sajadan telah mendapat izin dari pak kapolsek. setelah selesai vian dan tim melanjutkan perjalanan, supaya ada penunjuk jalan haris bertukar dengan anggota yang ada di mobil patwal. jam 11 mereka sampai di rumah, vian menyuruh haris dan putra untuk menemani anggota patwal di gazebo dan meminta untuk evi dan bi narsih menyiapkan tempat tidur di paviliun untuk mereka istirahat.
didalam rumah ternyata lily dan orangtua dan mertuanya masih belum tidur menunggu vian pulang. lily langsung memeluk vian dan menangis.
" mamah kenapa nangis. udah jangan nangis papah juga gaka apa apa." kata vian
" mamah cemas dan khawatir tau, papah pulang membawa luka gini." jawab lily
" gimana aa udah selesai masalahnya. kok bisa kamu akena golok segala" tanya pak adi
" sudah pak, tadi dibantu dari polsek dan endris. setelah penangkapan pertama ada yang teror lagi pake dukun, setelah vian balikin tuh barang, dan security buang benda itu ke kali, ada orang menerobos masuk dan mengancam akan membakar pabrik, iya vian hadang dan terjadilah kaya gini " jawab vian
" alhamdulillah kamu gak kenapa kenapa. terus kok ada polisi segala ngawal kamu." kata pak bowo
" iya pak tadi pak bupati telepon kapolsek untuk mengawal vian sampai ke sini karena katanya khawatir terjadi apa apa lagi di jalan." jawab vian
" kok sampai pak bupati tau." tanya pak bowo
" iya setelah kejadian, pihak polres dibantu tim teman mengerebek ke tempat tempat preman itu. dan terjadi kehebohan lah di beberapa desa, informasi itu kedengar sama pak bupati. ya sudah bapak sama ibu istirahat, maaf membuat bapak ibu khawatir." jawab vian
vian pamit dulu ke kamar untuk mandi. setelah berganti pakaian vian pamit sebentar ke lily untuk menemui para anggota tim patwal. setelah ngobrol sebentar dan mempersilahkan para anggota itu untuk istirahat.
__ADS_1