
vian menyuruh lily dan shinta makan dan minum yang ada disana.
" siapa yang beli ini pah." kata lily
" tadi nadhine yang beli, karena habis dzuhur pak gubernur L mau datang kesini." jawab vian
" untung kita kesini, coba kalau enggak apa kata pak gubernur." kata lily
" iya, terimakasih ya." kata vian
" terus gimana kondisi astrid dan dilla sekarang." lanjut vian
" udah baik kata dr.silvy, mereka lagi hamil jadi lemah karena tekanan dan fikiran, semalam dia pingsan 2 kali, pertama saat dengar papah ke surabaya dan ada kecelakaan, kedua pas ada nama papah di daftar nama penumpang." kata lily
" maafin papah ya udah membuat kalian khawatir." kata vian
" semalam pak bambang sama ibu sisil juga ke rumah, mamah udah enggak bisa ngapain, fikiran mamah udah kemana mana." kata lily
" bukannya mamah gembira kalau papah enggak ada lagi." kata vian, shinta pun pamitan pergi ke halaman belakang.
" jangan mulai deh pah, kenapa papah udah enggak percaya lagi sama mamah, enggak sayang lagi." kata lily sambil cemberut
" siapa yang bilang gitu, bukannya itu adalah kemauan kalian supaya papah meninggalkan kehidupan kalian. Supaya papah tidak menjadi penghalang kebahagiaan kalian." kata vian
" kenapa papah sampai punya pemikiran seperti itu pah." kata lily
__ADS_1
" karena sikap kalian berubah, boleh dong papah punya pemikiran begitu, enggak biasanya kalian seperti itu, papah harus tau diri aja." kata vian
" pah, aku bahagia bersama papah, aku ikhlas papah nikah lagi yang penting papah bahagia, siapa sih yang mau suaminya nikah lagi, aku melakukan itu karena aku sayang papah, kalau aku mengikuti komentar orang dan mempertahankan ego mamah sebagai perempuan mamah udah dari dulu minta pisah sama papah, kalau mamah punya laki laki lain selain papah, main di belakang papah buat apa mamah mempertahankan rumah tangga ini. makanya mamah minta maaf sama papah atas tindakan dan sikap mamah." kata lily sambil menahan air matanya
" mamah juga enggak akan memaksa papah untuk terus mencintai dan menyayangi mamah, kalau papah merasa mamah sudah tidak layak untuk papah dan papah sudah tidak memiliki kepercayaan lagi terhadap mamah, mamah lebih baik mundur aja, mungkin ini jalan hidup mamah." lanjut lily sambil menangis lalu bangkit dan pergi ke kamar, vian pun bangkit lalu menyusul lily ke kamar.
" mah, maafin papah udah nyakitin perasaan mamah, mau kan mamah memaafkan papah, mau kan kita perbaiki lagi komunikasi kita semoga kedepannya enggak terjadi seperti ini, mau kan mamah menerima papah atas segala kekurangan dan kesalahan papah." kata vian.
" iya pah, tapi papah janji jangan melakukan seperti ini lagi." kata lily
" iya papah janji." kata vian lalu memeluk lily dan mencium keningnya,
" mamah sayank papah." kata lily lalu mencium bibir vian, ciuman itu pun semakin dalam dan permainan pun dimulai dengan bergulat, saling melepas kerinduan satu sama lain dan akhirnya mereka mendapatkan puncak kebahagiaan. beban yang di pikul pun menjadi ringan.
" iya papah sayank mamah." kata vian, Setelah beristirahat mereka pun pergi mandi, mereka pun berganti pakaian, lily mengobati dan mengganti perban vian. Setelah itu mereka keluar kamar dengan wajah berseri seri, vian meminum air putih lalu meminum kopi setelah itu menyalakan rokoknya lalu pergi ke gazebo bersama lily. Di sana shinta sedang menjawab semua pertanyaan tentang vian.
" pak, semua karyawan mengadakan syukuran atas keselamatan bapak, perusahaan memfasiltasi dengan makan bersama, mereka ingin melihat dan mendengarkan bapak melalui video call sekarang." kata shinta
" iya sudah lakukan aja sekarang." kata vian. Shinta pun langsung memberitahukan mereka, setelah dilakukan setting panggilan video call pun di mulai. Terlihat karyawan BLS, LNI dan LA begitu antusias dan banyak diantara mereka yang menangis melihat pimpinan mereka sehat.
" Assalamualaikum, selamat siang semuanya, terimakasih atas doa doa bapak ibu sekalian sehingga saya masih diselamatkan oleh Allah atas kejadian kemarin, ini takdir saya, saya selamat karena terlambat sehingga saya harus membeli tiket pesawat ulang. Secara materi saya rugi karena tiket saya hangus akan tetapi Allah menggantinya dengan kehidupan saya, ini berkat doa doa bapak ibu, adapun luka ini disebabkan masalah di proyek pembangunan perumahan di dekat pabrik LCI semalam, oleh karena itu saya pun tidak tau atas musibah yang terjadi, saya mendapat informasi dari ibu shinta bahwa bapak ibu ingin menjenguk saya ke rumah, bukan tidak ingin dijenguk akan tetapi saat ini saya sedang berada di surabaya, insyaAllah kalau ada kesempatan lain waktu saya akan undang bapak ibu datang berkunjung ke rumah saya. sekali lagi terimakasih banyak atas perhatian dan doa bapak ibu semuanya, mohon maaf telah membuat bapak ibu sekalian khawatir. terimakasih, Mamah ada yang mau disampaikan." kata vian
" assalamualaikum, selamat siang semuanya, saya sangat terharu atas apa yang telah bapak ibu lakukan ini, terimakasih banyak atas doanya untuk keselamatan suami saya ini, saya juga baru bisa menemani suami karena ibu astrid dan ibu dilla semalam shock sehingga sekarang masih di rawat di rumah, untuk itu saya memohon doa dari bapak ibu sekalian untuk kesehatan dia dan bayi yang sedang dikandungnya. Sekali lagi atas nama keluarga saya mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas doa dan perhatian bapak ibu semuanya." kata lily
" kami bersyukur atas keselamatan bapak dan keluarga, InsyaAllah kami selalu mendoakan yang terbaik buat pak vian dan keluarga." kata abe
__ADS_1
" bapak orang baik, kami pasti doakan bapak." kata salah satu karyawan
" iya kami akan selalu mendoakan bapak dan keluarga." kata semua karyawan.
" terimakasih banyak, semoga bapak ibu selalu diberikan kesehatan dan keselamatan." kata vian
" aamiin." jawab mereka serempak
" silahkan kalian lanjutkan, mohon maaf saya tidak bisa lama lama karena mau kedatangan bapak gubernur L kesini, terimakasih." kata vian, vian pun memberikan ke shinta. Shinta pun menutup panggilan tersebut. Vian menyalakan rokoknya setelah meminum kopi.
" oh iya shin, kayanya kita perlu tim IT untuk di livi group, kamu buat aja lowongan ya." kata vian
" baik pak, terus untuk penempatannya dimana." kata shinta
" untuk saat ini tempatkan saja di LNI, sebwlum gedung Livi Group jadi, tapi nanti dia harua berkeliling ke semua perusahaan untuk bisa mengintegrasikan programnya." kata vian
" perlu berapa orang pak." kata shinta
" 4 orang, 2 orang untuk yang menguasai jaringan, 2 orang untuk bagian pemograman." kata shinta
" baik pak." kata shinta.
" iya udah kita masuk, untuk siap siap menyambut pak gubernur." kata vian.
Mereka pergi masuk kedalam rumah untuk mempersiapkan kehadiran pak gubernur.
__ADS_1