Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Familly Gathering LA 12


__ADS_3

" terimakasih atas dedikasinya, doakan saja semoga saya dan keluarga selalu dalam lindungan Allah SWT dan perusahaan akan terus berkembang, silahkan ada lagi, mungkin ini kesempatan yang terbaik untuk kita bisa mengobrol karena jujur saja saya jarang ke perusahaan." kata vian


" saya Maulana sebagai security juga, apa yang pak beben bilang tadi, saya siap diperintahkan kapan pun bapak memerintah saya jangan segan segan pak, jujur saya sangat terbantu dengan saya bekerja di LA ini, saya bisa membantu perekonomian keluarga, saya bisa membahagiakan orang tua, bisa memberikan kebanggaan kepada mereka, saya juga bilang sama keluarga jika suatu saat saya meninggal karena membantu bapak apakah pihak keluarga setuju dan mereka sangat setuju apalagi bapak telah merubah saya yang dulunya saya dicemooh sama orang orang sekarang mereka memuji saya, dulu keluarga saya dihina tapi sekarang mereka menjilat supaya bisa bekerja di perusahaan LA, buat saya bapak adalah pahlawan saya, jadi jika ada sesuatu bilang saja pak saya siap." kata maulana


" apapun itu saya sangat berterimakasih, tapi saya perlu ingatkan kepada kalian jangan sampai kalian menjadi sombong apalagi sampai menindas orang lain, apalagi sampai kita membalas menghina mereka yang telah menghina kita. Tunjukan saja dengan kinerja kalian saya sudah bahagia, terimakasih atas niat baik kalian, doa doa kalian, mungkin kalau tidak ada doa doa dari kalian saya tidak ada saat ini." kata vian


" saya lupa memperkenalkan keluarga saya, ini isteri saya yang dicintai lily, astrid, dilla dan shinta, dan anak saya devan dan de qinar, saya juga mohon doanya semoga astrid dan dilla 2 bulan lagi akan melahirkan diberikan kesehatan dan keselamatan serta kelancaran, ini orang tua dan mertua saya, disana adik dan adik ipar saya, dan yang lain itu teman temannya, kalau yang ada di sebah sana itu bapak dan ibu pasti tau ya, mereka adalah saudara baru saya, terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk begabung bersama kami, mungkin pak menteri, pak bambang, pak gubernur, pak bupati barang kali ada yang mau disampaikan. Tapi jangan kampanye ya." lanjut vian


" Terimakasih pak vian, terimakasiah bapak dan ibu semuanya, enggak perlu ya saya berkenalan, saya dari tadi mendengar apa yang disampaikan bapak dan ibu, saya terharu dan bangga bisa berteman dan menjadi saudara pak vian dan sekarang secara tidak langsung menjadi keluarga besar LA, saya baru beberapa bulan kenal beliau, tapi jujur saya sangat salut terhadap beliau, karena beliau pula kerjaan saya banyak terbantu, dan saya juga mendengar dari pak gubernur B, pak gubernur D dan pak bupati KBB bahwa selama ini beliau tidak pernah meminta beliau beliau ini dalam urusan usahanya, saya sangat salut bagaimana beliau memperlakukan karyawannya seperti apa, apalagi sekarang mendengar langsung beliau benar benar memperlakukan karyawan sebagai asset perusahaan tidak hanya omongan saja, jujur saya merinding mendengar bagaimana sikap bapak bapak kepada pak vian ini apalagi tadi sampai bilang siap membela dan memberikan nyawanya untuk beliau ini, disini bisa kita lihat bagaimana beliau memperlakukan karyawannya, karena tidak akan mungkin bapak bapak siap melakukan hal seperti itu. Terimakasih." kata pak menteri


" terimakasih, saya sangat merinding dan terharu, belum tentu saya sebagai pejabat publik diperlakukan seperti itu oleh warga, tapi disini saya mendengarkan nya dan di tempat lainnya juga, terimakasih bapak ibu sekalian telah melakukan kontribusi terhadap pemerintahan, tanpa bapak ibu perusahaan LA juga enggak bisa berkembang seperti saat ini, semoga kedepannya LA akan terus berkembang sehingga bisa menyerap tenaga kerja yang lebih banyak lagi, sekali lagi terimakasih." kata pak gubernur D


" mamah ada yang mau disampaikan." kata vian


" terimakasih atas waktunya, saya hanya ingin menyampaikan rasa terimakasih kepada bapak ibu sekalian atas doa doa kalian kepada suami saya, kepada keluarga kita, terimakasih atas dedikasi dan loyalitas bapak ibu kepada perusahaan ini." kata lily


" karena waktu sudah mulai malam, sekali lagi saya dan keluarga mengucapkan terimakasih, dan ada 1 hal lagi saya dan keluarga ada sedikit rezeki mudah mudahan bermanfaat untuk sekedar membeli oleh oleh, tolong jangan lihat nilainya tapi ini bentuk terimakasih saya. Tolong berbaris bapak ibu karyawan." kata vian. Vian pun menyuruh lily, astrid, dilla dan shinta membagikan amplop kepada mereka.


" terimakasih pak, ibu." kata mereka

__ADS_1


" sambil hiburan silahkan menikmati makanan yang sudah disediakan." kata opik


vian pun meminta dibuatkan kopi lalu duduk menjauh untuk merokok, vian pun berbincang bincang sama karyawan dan keluarganya serta tim pengembangan usaha LA.


" bagaimana perkembangan pabrik untuk pengolahan air minum dan pengolahan makanan ringan." kata vian


" sekarang sudah membuat tiang tiang dan rangkaian untuk atap pak untuk bangunan pabrik, sedangkan mesin mesin sudah di pesan jadi pas bangunan selesai mesin mesin tersebut sudah ada." kata dwi


" semoga saja bisa cepat terealisasi sehingga bisa membantu meningkatkan omzet." kata vian


" aamiin." kata dwi


" iya sayank." kata vian


pak bambang, pak menteri, pak gubernur dan pak bupati pun ikut bernyanyi, para karyawan pun sama ada pula yang berjoged, yang lainnya sambil menikmati jagung bakar, ikan bakar, dan sosis bakar. Mereka menikmati malam itu dengan suka cita.


" saya salut dengan pak vian ini, bisa membuat karyawan seloyal itu, saya dengar pak menteri UMKM ikutan di peruahaan barunya, boleh dong saya ikutan juga." kata pak menteri pendidikan


" betul pak, pak menteri UMKM membeli 10% saham PT. PBN, silahkan saja pak kalau memang bapak mau gabung dan bapak sudah yakin mau berinvestasi." kata vian

__ADS_1


" dengan melihat seperti ini saya yakin perusahaan tersebut pun tidak akan jauh berbeda hasilnya." kata pak menteri pendidikan


" insyaAllah pak, kami akan mengerjakan dengan sepenuh hati dan tanggung jawab." kata vian


" apa yang diucapan yang lain itu benar, saya mendengar sendiri tadi bagaimana mereka sangat hormat kepada bapak." kata pak menteri pendidikan


" oh iya pak menteri, pak bupati P ini berencana untuk mengembangkan pelaku UMKM di daerah ini, apa yang bisa kita kolaborasikan." kata vian


" pak bupati bisa enggak, mumpung saya ada disini dan pak vian juga ada mengumpulkan para pelaku UMKM besok, supaya kita bisa bekerja lebih efektif dan efisien." kata pak menteri UMKM


" saya coba hubungi kepala dinas pak, lokasinya mau dimana pak." kata pak bupati P


" dimana saja terserah, yang penting jangan jauh jauh dari sini, mau sewa ballroom di hotel ini juga enggak masalah." kata pak menteri UMKM


" oh.. Baik kalau begitu pak, sekarang saya sampaikan ke kepala dinas." kata pak bupati P


" iya sudah sewa saja ballroom hotel ini pak, nanti biar opik tanyakan." kata vian, vian lalu memanggil opik dan menyuruh dia menanyakan apakah ballroom di hotel ini besok bisa di sewa atau enggak, opik pun pergi menanyakan ke hotel.


" baik pak kalau begitu." kata pak bupati P

__ADS_1


Vian pun menyalakan lagi rokoknya, banyak karyawan dan keluarganya meminta berphoto bersama para pejabat dan vian juga. Karena kesempatan itu tidak akan mudah buat mereka bisa berphoto bersama para pejabat di waktu lain. Mereka pun asyik bergembira dan becanda bersama sama menikmati malam terakhir acara family gathering tersebut.


__ADS_2