
setelah selesai ngopu dan merokok vian kembali ke ruangan lily di rawat. walau bisa tidur lily kelihatan gelisah. vian berusaha menenanhkan sang istri walau dia pun sama gelisah.
" pah nanti temenin ya.." kata lily lirih
" pasti dong sayank, papah akan temani kamu." jawab vian
vian pun tertidur di sofa di ruangan tersebut, jam lima vian di bangunkan lily untuk sholat, dan sebentar lagi akan dilakukan pemeriksaan sebelum tindakan.
jam setengah 6 orang tua mereka dan devan sudah hadir di ruangan tersebut, devan disuruh tidur kembali di ruangan sebelah yang sudah dipesan.
lily dibawa ke ruangan operasi disampingi dr. silvi dan vian. di ruangan tersebut dr. anita pun sudah datang dan sedang mempersiapkan operasi. jam 6.05 operasi pun dilakukan.
jam 06.17 menit terdengar suara tangisan bayi. dr. anita pun memberikan bayi tersebut kepada vian untuk di azankan dan melakukan inisiasi dini kepada ibunya setelah itu baru dibersihkan.
" selamat pak vian atas kelahiran putrinya." kata dr. anita
" iya bu dokter terimakasih banyak." jawab vian
setelah selesai lily di bawa keluar ruangan operasi dan disambut keluarga.
mendengar bahwa istri vian sudah melahirkan banyak teman dan rekan bisnis mengirimkan ucapan selamat dan karangan bunga.
setelah masuk ke ruangan perawatan lily berbaring di kasur. tak lama suster datang membawa bayi cantik ke hadapannya untuk diberikan asi. bayi cantik itu pun di baringkan di kasur bayi dan tercatat nama bayi disana
" Qinara Livian Permana "
lahir pukul : 06.17
berat : 3,07 kg
devan sang kakak pun datang ke ruang tersebut
" halo dek, ini aa nanti kita main ya." kata devan
" aa seneng punya adik." kata bu retno
" jelas dong nek, aa jadi ada teman main. soalnya kalo papah sama mamah kerja aa gak ada teman." jawab devan
" terus nenek sama kakek selama ini gak dianggap gitu." kata bu retno
" iya nenek dan kakek kan gak bisa main terus sama aa." jawab devan polos
__ADS_1
" maafin mamah sama papah ya aa." kata lily
" iya mah aa mgerti kok, mamah sama papah kan harus kerja cari uang buat beli mainan aa." jawab devan
dr. silvi pun datang bersama suster untjk mwmeriksa kondisi lily dan baby qinar.
" gimana dokter apa hari ini saya bisa pulang." kata lily
" kalo kondisi ibu dan baby qinar sudah sehat setelah pemeriksaan nanti siang, ibu boleh pulang." jawab dr. silvi
setelah pemeriksaan dr. silvi pun pamit.
" evi kamu bisa jagain bayi kan, nanti kamu minta bantuan lilis, soalnya saya gak bisa ngasih ke yang baru dikenal." kata lily
" bisa bu, nanti saya minta bantuan lilis." jawab evi
" oke kalo begitu. kamu kalo ada saudara atau teman yang bisa gantiin kamu di dapur buat temani bi narsih." kata lily
" nanti saya akan tanyakan ke saudara atau teman, dan bi narsih juga barangkali ada." jawab evi
" vian kemana bu, kok gak kelihatan." kata lily
" oh dia pulang dulu mau ngubur ari ari baby qinar." jawab bu retno
" ini ada tadi ibu pas kesini beli makanan, atau kamu mau makan apa biar dibelikan." jawab bu retno
" yang ada aja bu." jawab lily sambil meminta makanan yang tadi dibeli ibunya itu lalu memakannya. habis makan baby qinar nangis minta ASI lagi.
di rumah vian mengubur ari ari baby qinar di sebelah ari ari kakaknya devan. setelah itu vian bersih bersih dan ganti pakaian. lalu pergi ke cafe untuk ngopi. vian di temani pak dede karena pak edi di rumah sakit.
di cafe vian meminum kopi dan merokok menghilangkan ketegangan tadi. tak lama telepon vian berdering vian pun mengangkatnya
" hallo pah.. papah dimana." tanya lily
" papah lagi ngopi di cafe mah. habis ini papah kesana, ada yang mau dibeli." jawab vian
" gak usah pah. ya udah mamah tunggu disini ya." kata lily
selesai minum kopi vian dan pak dede pergi ke rumah sakit. 1 jam perjalanan karena sedikit padat di jalan vian sampai di rumah sakit. vian langsung menuju ke kamar perawatan lily.
" gimana sayank kondisinya sekarang, apa bisa pulang hari ini.?" tanya vian
__ADS_1
" alhamdulillah pah, nanti sebentar lagi mau diperiksa, kalo sudah dinyatakan boleh pulang, hari ini pulang." jawab lily
vian melihat baby qinar yang sedang tidur." duh cantiknya anak papah."
" siap dulu dong ibunya." jawab lily
tak berselang lama dr. anita dan dr. silvi datang untuk memeriksa lily dan baby qinar.
" gimana bu, apa sudah enakan." tanya dr. anita
" alhamdulillah dok. saya sudah bisa jalan jalan nih." jawab lily
" iya bagus kalo begitu. baik saya akan periksa dulu." kata dr. anita sambil memeriksa kondisi lily setelah itu baby qinar
" gimana dok kondisi istri dan anak saya." tanya vian
" bagus, ibu dan baby qinar sudah boleh pulang, tapi nanti di rumah baby qinar setiap pagi di jemur ya." jawab dr. anita
" baik dokter, terimakasih atas bantuannya." kata lily
" itu sudah kewajiban kami bu. kalo ada apa apa telepon dr. silvi aja ya." kata dr. anita
" baik dokter." jawab lily
setelah pemeriksaan dr. anita pun pergi. dr. silvi meminta vian untuk mengurus kepulangan lily. yang lainnya merapihkan barang bawaan untuk dibawa pulang. evi dan lilis dibantu pak dede dan pak edi mengangkut barang bawaan ke mobil.
vian selesai mengurus administrasi kepulangan lily dan dibantu dr. silvi. setelah selesai semuanya vian dan lily pamitan kepada dr. silvi.
" bu kalo ada apa apa kabari saya saja, nanti kami bisa ke rumah ibu." kata dr. silvi
" baik dokter, nanti saya kabari, terimakasih banuak atas bantuan dan perhatiannya. " jawab lily
vian dan lily sekeluarga pun pulang ke rumah. 1 jam perjalanan mereka sampai di rumah. baby qinar di gendong ibu ningsih. vian menggandeng lily masuk ke kamar. lily istirahat di kasur. sedangkan baby qinar di tidurkan di tempat tidur bayi sebelah lily
karena belum pada makan vian menyuruh pak edi untuk membeli makanan ke rumah makan C, 40 menit kemudian pak edi datang membawa makanan yang tadi dibeli. mereka sekeluarga pun makan bersama
" wah keluarga kita akan tambah rame nih." kata pak adi
" iya pak, suasana rumah akan tambah rame." jawab pak bowo
" oh iya waktu itu kita kan berencana ke singapura, gimana jadi." kata bu retno
__ADS_1
" jadi lah yapi nunggu baby qinar 3 bulan lah, kasihan di jalan. persiapkan aja pasportnya." kata pak bowo
selesai makan mereka pun pergi istirahat.