Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Berkumpul Para Menteri 1


__ADS_3

Vian pun meminta dipanggilkan tukang pijat ke dedi omnya.


" untung saja bapak nambah kamar ya pak." kata pak dede


" iya pak de, nanti bapak bapak dan kak heri sama putra istirahat di rumah sana aja ya, kalau enggak cukup bisa di tengah rumah ada kasur tambahan kan disana." kata vian


" siap pak, terimakasih." kata para ajudan


" iya pak santai saja, kita dimana saja." kata pak heri


" soalnya pak bambang, pak menteri UMKM dan pak menteri sosial sepertinya mau kesini. Soalnya tadi tanya alamat sini." kata vian


" kampung bapak jadi tempat berkumpulnya para menteri dan pejabat nih." kata pak dede


" makanya saya udah suruh opik untuk kirim jagung dan yang lainnya kesini." kata vian


" bapak tuh kelihatannya dimanapun mulai sekarang kalau bangun rumah atau villa harus banyak kamar, minimal 10 kamar pak, belum lagi anak anak SPI." kata pak dede


" iya pak de, itu harus jadi perhatian, dan villa di pabrik LA pun sudah 2 lantai yang bangunan awal sekarang disana ada 12 kamar, villanya jadi ada 8 dan 1 khusus bjat saya, memang buat kalau ada acara perusahaan juga sih." kata vian. Tak lama pak menteri dan pak gubernur datang menghampiri.


" ini benar benar nyaman pak vian, suasananya masih alami sejuk benar, jadi tenang hati ini." kata pak menteri pendidikan


" kayanya ada bangunan baru ya pak, dulu kamar aja masih sedikit." kata pak gubernur


" pak vian tau kita kita mau datang jadi dia tambah kamar deh." kata pak menteri pendidikan


" iya pak baru, soalnya khawatir kalau banyak tamu seperti ini, dan kadangkala suka ada yang menyewa juga untuk acara perusahaan," kata vian


" memang enak nih untuk acara gathering atau rapat kerja." kata pak menteri pendidikan


" boleh nih kapan kapan saya juga pakai kalau ada acara." kata pak gubernur


" silahkan saja pak, nanti tinggal hubungi saja, biar saya suruh orang membantu beres beresnya." kata vian


" enggak nyangka juga saya minat di SMK itu sampai banyak, setidaknya pendidikan warga sini bisa terpenuhi." kata pak menteri pendidikan


" makanya waktu itu saya sangat setuju dan ke pak bupati dan kepala dinas supaya mempermudah segala izinnya, ini kan untuk warga bukan untuk golongan tertentu saja dan ini sangat sangat mendesak, karena kalau dibiarkan terus seperti ini akan banyak orang tua malas menyekolahkan anaknya karena jarak tentunya akan menambah pengeluaran orangtua." kata pak gubernur

__ADS_1


" iya toh pemerintah hanya menyiapkan lahannya saja kan." kata pak menteri pendidikan


" betul, semua biaya pembangunan livi group yang menanggungnya, mungkin pemerintah kedepannya harus memikirkan operasional sekolah dan guru gurunya saja dan itu pun bisa ditanggulangi dari iuran siswa." kata pak gubernur


" untung aja ada pengusaha seperti pak vian yang mau membantu ya," kata pak menteri pendidikan


" banyak pak, tapi mungkin mereka enggak mau diekpos saja atau memang belum tergerak hatinya." kata vian


" banhak sih pak yang mau bantu, akan tetapi terkadang mereka meminta kerjaan atau proyek pemerintah juga sebagai timbal baliknya." kata pak gubernur


" tapi beda dengan pak vian, untuk perizinan usaha saja mengikuti prosedur yang ada, kalaupun cepat karena persyaratannya memang sudah lengkap." kata pak bupati


" saya dapat informasi juga untuk kerjasama dengan perhutani perusahaan LA melakukan reboisasi hutan lindung, selain memberikan konpensasi sebagai pendapatan perhutani, perusahaan LA juga memberikan bantuan operasional untuk para pengawas dilapangan sebuah kendaraan." kata pak gubernur


" betul pak, kita kan sama sama saling mendapatkan keuntungan saja, toh itu pun untuk menjaga supaya penebang liar hutan bisa diatasi sehingga kelestarian hutan tetap terjaga, dan kendaraan itu pun suka dipakai bersama dengan tim LA kalau melakukan pengecekan ke penampungan air disana." kata vian


" ini luar biasa, kita memanfaatkan hasil alam atau hutan, akan tetapi kita juga tetap menjaga kelestarian hutan itu." kata pak menteri pendidikan


" airnya itu yang diminum ini kan." kata pak gubernur


" wah nanti malam kita api unggun enak nih, sambil bakar jagung." kata pak menteri pendidikan


" siap pak, sudah disiapkan itu semua." kata vian


" sip... Kita akan bergembira dan bersantai ria, melepaskan kepenatan pekerjaan." kata pak menteri pendidikan


" betul pak, kita harus bisa menikmati hidup." kata pak gubernur


" dalam rangka kunjungan kerja, kita bisa santai seperti ini kan enak." kata pak menteri pendidikan


" alasan kita sama dong, dalam rangka kunjungan kerja." kata pak gubernur sambil tertawa


" memang benar kita melakukan kunjungan kerja, dan kita juga bisa menambah wawasan serta kita juga bisa menerima masukan masyarakat." kata pak menteri pendidikan. Tak lama datang dedi sama tukang pijit


" vian ini tukang pijitnya, mau dimana dipijitnya." kata dedi


" di dalam aja, pak gubernur, pak bupati, dan pak menteri saya izin dulu ya, badan rasa remuk mau di pijit." kata vian

__ADS_1


" oh iya pak silahkan." kata mereka.


" oh iya pak kenalkan ini kakaknya ibu yang mengurus ini villa." kata vian


" kenalkan pak menteri, pak gubernur, pak bupati, saya omnya vian." kata dedi. Viqn pun masuk ke dalam untuk dipijat. Pak menteri, pak gubernur dan pak bupati masih mengobrol di gazebo


" kegiatannya pak dede apa saja disini." kata pak gubernur


" saya bantu mengurus villa dan rumah vian, mengolah lahan dan mengurus koperasi petani sini pak." kata dedi


" gimana pak vian baik enggak." kata pak menteri


" alhamdulillah pak dia enggak lupa ke saudara, kebutuhan keluarganya disini setiap bulan pasti dipenuhi dia selalu kirim bahan pokok melalui karyawannya sekalian mengambil hasil panen warga, warga pun sangat terbantu dengan adanya usaha vian itu." kata dedi


" saya dengar malahan pak vian itu baiknya hanya ke orang, tapi ke saudaranya dibiarkan." kata pak menteri


" orang hanya melihat sekilas saja pak, saya saja kalau enggak ada vian enggak tau gimana, keahlian saja saya enggak ada, selain bahan pokok dia selalu ngasih saya gaji setiap bulan." kata dedi


" kenapa harus kerja, kan tinggal minta aja." kata pak bupati


" kalau ngasih ya ngasih aja, tapi dia bilang supaya tidak terus terusan merasa dikasihani orang lain kerja saja bantu bantu nguris nih villa dan kelola lahan orangtuanya, ngelola pun hanya mengawasi yang kerja saja tidak harus terjun langsung." kata dedi


" terus kenapa enggak kerja di perusahaannya pak vian." kata pak bupati


" vian enggak mau mencampur adukan usaha dengan kekeluargaan takutnya enggak enak nantinya, dan supaya ada yang mengawasi dan memperhatikan kakek dan neneknya disini." kata dedi


" bangga engga punya saudara yang sukses." kata pak gubernur


" bangga banget pak, setidaknya kita sebagai saudara juga keangkat derajatnya, dan dia pun bisa membantu orang lain." kata dedi


" oh iya pak mumpung ada bapak bapak pejabat disini nih, bisa enggak warga mengobrol dengan bapak bapak." lanjut dedi


" boleh aja, nanti malam ya, saya juga ingin mendapatkan masukan dan keinginan warga." kata pak gubernur


" baik pak, kalau begitu saya sampaikan ke topan selaku ketua RT disini, terimakasih pak sebelumnya." kata dede


" baik pak, nanti kita ngobrol lagi disini." kata pak gubernur, dedi pun pamitan lalu bilang ke topan, bahwa nanti malam pak gubernur mau mengobrol dengan warga.

__ADS_1


__ADS_2