Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kemasan Produk 2


__ADS_3

" saya percaya pak opik, sebagai seorang ibu kita juga khawatir ya apa yang anak anak kita makan, saya hanya mengingatkan saja jangan sampai hanya karena kita mengejar keuntungan kita mengabaikan hal itu." kata lily


" terimakasih bu atas masukannya, saya akan sampaikan ke bagian laboratorium dan pengawasan supaya lebih hati hati lagi." kata opik


" hal lain sebelum produk ini dipasarkan, seluruh karyawan disini harus bisa mencobanya, jangan sampai ada karyawan yang tidak tau mengenai produk kita sendiri." kata vian


" itu sudah saya lakukan pak, jadi sebelum kita produksi masal kita membuat sample dulu untuk di coba karyawan dan dibawa mereka pulang ke rumah untuk mereka rasakan." kata opik


" sama kalau ada karyawan yang mau mengadakan hajatan dan pasti memerlukan air minum tolong kasih harga dasar aja, sekalian itu untuk promosi, tapi kalau untuk bencana atau ada karyawan yang kena musibah tolong kasih, kalian bisa memasukan itu ke promosi." kata vian


" baik pak." kata opik


" nanti bu vira hitung juga berapa batasannya, kalau memang lebih dari anggaran koordinasikan sama pak opik dan nanti pak opik koordinasi dengan saya." kata vian


" baik pak." kata bu vira


" menurut saya itu sudah cukup bagus pak fajar, nanti tolong buatkan samplenya, saya sekarang mau ke kampung saya dulu, pak opik bisa bawa kesana kalau sudah jadi atau nanti saya juga akan kesini lagi." kata vian


" untuk masalah kemasan produk saya rasa sudah kita sepakati, tinggal produk apa saja yang akan kita luncurkan selanjutnya." lanjut vian


" saat ini kita akan mengembangkan di produk makanan ringan pak, yang sudah jalankan kentang, jagung dan singkong, nah selanjutnya kita mau pisang dan kacang tanah serta ubi. Dari produk yang ada juga pengembangannya hanya di rasa saja. produk olahan yang berbasis produk lokal daerah ini, misalnya saja kerupuk, makaroni, kita sedang membahas untuk masalah bahan bakunya sama perusahaan PBN pak." kata eko


" bagus kalau gitu, silahkan kalian koordinasikan saja, kalau ada hal hal yang membuat terhambat terutama dalam negosiasi kalian hubungi saya." kata vian


" baik pak." kata mereka.


" pak opik ada kan stok snack, buat saya bawa, maklum lagi hamil banyak ngemil." kata shinta


" ngemil aja, nanti gendut loh." kata lily


" enggak apa apa, awas aja mbak minta." jawab shinta


" ada kok bu, nanti siapkan." kata opik


" masing masing 1 dus aja pik, sama sekalian air juga yang botol, buat di mobil dan di rumah, sekalian sosis dan daging buat di kampung, nanti bonnya biasa saya transfer." kata vian


" baik pak, saya suruh siapkan." kata opik


" bu shinta sudah berapa bulan hamilnya kelihatannya sudah besar ya." kata ibu vira

__ADS_1


" sudah 7 bulan bu, mohon doanya saja dari semuanya." kata shinta


" iya bu, semoga sehat semuanya." kata bu vira dan yang lain


" kalau begitu saya pamit duluan ya, terimakasih semuanya." kata vian, vian dan isterinya pun pergi ke villa, vian menggandeng shinta. Sampai di villa vian meminum kopi lalu menyalakan rokoknya. Vian juga menelepon pak andi supaya mengirimkan minyak, beras, mie untuk dibagikan di kampung dan untuk masak disana.


" bapak mau makan disini atau di tempt biasa, biar saya pesankan." kata opik


" disana aja pik, tapi kamu pesankan tempatnya aja untuk 25 orangan." kata vian


" baik pak, kalau begitu saya pesankan." kata opik


jam 12.17 menit vian dan keluarganya pun pergi dari sana menuju tempat makan yang biasa dikawal oleh pak suparman dan pak sudianto. Disana sudah disambut sama pemilik restoran tersebut. Devan langsung pergi ke kolam ikan dan mengajak de qinar dan akbar melihat ikan.


" selamat datang pak vian dan keluarga, ibu bupati dan ibu gubernur." kata pemilik restoran


" terimakasih pak, ayo silahkan pak ibu di pesan makanannya." kata vian


" papah mau makan apa." kata lily


" sop buntut aja, papah pengen makan yang segar segar." kata vian


" oke, ayo bu silahkan dipesan." kata lily menawarkan ke yang lainnya. Vian pergi duduk bersama pak dede, haris, pak sudianto dan pak suparman, lalu menyalakan rokoknya


" alhamdulillah baik pak, gimana kondisi lingkungan aman." kata vian. Vian pun menyuruh mereka untuk memesan makanan.


" alahamdulillah kondusif pak." jawab pak sudianto


" ada yang mau dibeli dulu enggak di jalan pak." kata pak dede


" palingan stok bahan bakar, enggak tau isteri ada yang mau dibeli enggak, tapi nanti berhenti aja dulu." kata vian


" siap pak." jawab pak dede


" itu ibu gubernur dan ibu bupati ikut dari sana pak atau baru datang." kata pak suparman


" kita kemarin baru pulang dari Bali, ibu gubernur dan ibu bupati mau ikut kita ke kampung ya sekalian aja." kata vian


" rencana menginap disana pak." kata pak suparman

__ADS_1


" iya, soalnya besok juga akan datang pak menteri pendidikan berkjnjung ke SMK yang ada disana, jadi ada kemungkinan saya menginap 2 malam." kata vian


" oh gitu, kok belum masuk laporan ke kita ya." kata pak sudianto


" kemungkinan baru nanti sore ada koordinasinya pak, soalnya kemarin dadakan juga pak menterinya dan itu pun belum pasti. Dan besok juga adik saya sama teman temannya mau ke kampung juga." kata vian


" oh seperti itu. Kalau itu siapa ya pak yang bersama ibu gubernur." kata pak suparman


" itu ibunya pak gubernur pak." kata vian


" kalau begitu saya akan koordinasikan sama pak kapolsek." kata pak suparman. Mereka pun makan siang bersama.


" ini enak banget ditambah lagi suasananya.. Tambah nikmat." kata ibunya pak gubernur


" kalau begitu silahkan tambah lagi bu." kata lily


" maunya seperti itu, tapi perutnya sudah enggak cukup, saya bemar benar diberikan makanan yang enak enak ini." kata ibunya pak gubernur


" sama aja bu, mungkin karena ibu sedang lapar atau karena kita rame rame saja." jawab lily


" mamah ada yang mau dibeli buat di kampung." kata vian


" palingan peralatan mandi aja pah, takut disana kosong." jawab lily


" iya sudah kalau begitu, nanti kita berhenti dulu beli." kata vian, setrlah itu vian kembali ke tempat duduk pak dede sama yang lainnya. Vian menyalakan rokoknya setrlah minum jus jeruk.


Setelah semua selesai makan dan membayar, vian pun pergi, di perjalanan vian membeli barang barang yang diperlukan untuk di kampung. Setelah itu melanjutkan perjalanan. Jam 2.27 menit vian dan rombongan sampai di villa di kampung. Vian mempersilahkan ibu bupati dan ibu gubernur serta ibunya pak gubernur untuk istirahat di kamar. Begitu pula orang tua dan mertuanya.


" papah mau ganti pakaian dulu." kata astrid


" boleh sayang. Nanti aja kita sorean ke rumah bapak sama emmanya." kata vian, lalu vian berganti pakaian dan pergi ke gazebo dan membuat kopi.


" ini enak banget nak suasananya, ibu betah disini." kata ibunya pak gubernur


" alhamdulillah bu, masih asri dan semoga saja bisa dipertahankan. Ibu enggak istirahat aja." jawab vian


" ibu pengen menikmati alam ini nak." kata ibunya pak gubernur


" ini memang enak, seger alami." kata ibu athia

__ADS_1


" ibu mau minum apa, susu panas biar saya buatkan." kata vian


" enggak usah nak, nanti saja." kata ibunya pak gubernur. Tak lama lily, astrid, dilla dan shinta pun datang ke gazebo, mereka pun mengobrol disana. Vian pun pindah duduknya ke taman karena mau merokok.


__ADS_2