Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Dianggap keluarga


__ADS_3

Vian mengeluarkan ide asuransi kesehatan tersebut setelah ngobrol sama security.


" tolong buatkan skemanya dan jangan sampai memberatkan karyawan, misal karyawan yang masih belum berkeluarga yang dibayar karyawan 150 ribu, yang sudah berkeluarga tapi belum memiliki anak 200 ribu, memiliki anak tambah 50 ribu, dan perusahaan mengalokasikan dana kesehatan per karyawan 100 ribu." kata vian


" baik pak, nanti saya kasih tau ke bagian pengembangan usaha." jawab murti


" o iya murthi kenalin ini ibu astrid dan ibu dilla mereka istri pak vian." kata lily


" iya bu, salam kenal, saya murti." kata murti masih sock atas omongan lily bahwa mereka istrinya vian


" saya gak akan lama disini karena harus ke surabaya siang ini." kata lily


" kalau ada apa apa kabari saya ya." kata vian


" baik pak, saya pasti kabari bapak, kalau gak ada hal lain saya permisi." kata murti


" iya. terimakasih ya." kata vian


" sama sama pak." jawab murti lalu pergi meninggalkan ruangan itu


" ayo kita pulang, kita harus siap siap berangkat." ajak vian


" iya ayo pah." kata lily. mereka pun pergi dari ruangan tersebut dan pamitan sama murti. mereka pun pulang ke rumah, sampai di rumah pak dede dan pak wahyudi sudah menunggu. mereka pun memasukan barang barang ke mobil, pak wanto, bu sri dan bu asti pamitan sama pak adi, pak bowo, bu ningsih dan bu retno. lalu mereka pergi ke bandara. jam setengah 1 mereka sudah sampai bandara, tak lama ibu sisil datang.


" sudah lama ya, maaf menunggu." kata ibu sisil


" gak kok bu, kita juga baru sampai." jawab lily


" pak nitip istri ya. saya jadi merepotkan." kata pak bambang


" gak apa apa pak, lagian ada istri saya yang bisa temani." kata vian.


" iya udah kita check in dulu." ajak lily, ibu sisil pun pamitan ke pak bambang setelah itu menyusul untuk check in juga.


setelah check in vian membawa mereka makan siang terlebih dahulu, selesai makan mereka pergi untuk Boarding pass, mereka pun naik ke pesawat. 1 jam 45 menit perjalanan mereka pun sampai di bandara, bu asti bilang dia dan ari mau langsung pulang ke rumah lalu dia pamitan ke yang lainnya, vian dan astrid mengantar mereka naik taxi, vian pun memberikan uang kepada bu asti dan ari untuk uang jajan


vian dan uang lainnya pun memesan 3 mobil untuk ke rumah. 47 menit vian dan keluarganya sampai di rumah. pak wanto dan keluarganya pamit pulang vian dan dilla mengantar mereka naik mobil, vian pun memberikan uang ke pak wanto dan bimo untuk uang jajan.


" bu kalau mau istirahat di kamar ini saja." kata lily

__ADS_1


" baik bu, terimakasih, maaf sudah merepotkan." jawab ibu sisil. lalu dia masuk ke kamar tamu.


" mas mau di buatkan kopi." kata astrid


" boleh sayang buatkan sama pak yudi ya." kata vian lalu pergi ke gazebo disana sudah ada pak wahyudi, tak lama astrid datang dengan membawa kopi dan menyerahkannya kepada vian dan pak wahyudi


" terimakasih bu." kata pak wahyudi


" sama sama pak." jawab astrid


" sayang sebentar lagi kita ke showroom ya." kata vian lalu menyalakan rokoknya.


" iya mas, kalau gitu aku masuk dulu." kata astrid


tak lama vian pun masuk ke rumah


" mah mau ikut atau nunggu di rumah aja dulu, papah, astrid, dilla dan pak wahyudi mau ke showroom dulu." kata vian


" di rumah aja deh, gak enak juga ada ibu sisil, papah gak kemana mana lagi kan." kata lily


" gak, nanti malam aja keluar cari makan malam." jawab vian. vian, pak wahyudi, astrid dan dilla pun pergi ke showroom mobil T dengan di sopiri pak yudi.


37 menit perjalanan vian sampai di showroom, vian langsung memilih mobil, vian meminta kartu identitas dilla, vian meminta nomor L 4 DS dan meminta supaya dikeluarkan plat nomir sementara, setelah itu vian membayar keseluruhannya, vian menyuruh pak yudi untuk mengetest mobilnya, sambil menunggu plat nomor sementara vian mencari tempat ngopi.


" pak yudi coba lihat lihat sana, mana yang cocok buat pak yudi dan keluarga." kata vian


" ini beneran pak." kata pak wahyudi


" masa bohong pak." kata astrid


" sana lihat lihat dulu bangunannya." kata vian, pak wahyudi pun pergi bersama marketing, tak lama mereka kembali


" udah ketemu yang cocok pak yudi." kata vian


" sudah pak type 45." kata pak wahyudi


" berapa pak harganya." tanya vian


" 415 juta pak. tapi kalau pembayaran cash kami kasih discount jadi 387 juta saja." kata marketing

__ADS_1


" iya sudah cash saja. saya minta nomor rekeningnya," kata vian


" baik pak, atas nama siapa nanti sertifikatnya dan sekarang kami buatkan akta jual belinya." kata marekting lalu menyerahkan nomor rekening perusahaannya


" atas nama pak wahyudi." kata vian lalu meminta kartu identitas pak wahyudi dan menyerahkannya ke marketing. vian mentransfer uang pembelian rumah tersebut.


" pak, ibu terimakasih banyak." kata pak wahyudi


" sama sama pak, yang penting pak yudi bekerja dengan baik, jujur." kata vian


" itu pasti pak." kata pak wahyudi


" nanti barang barang yang ada di jakarta gak usah dibawa, kalau memang masih bisa dijual ya jual, kalau gak kasihkan saja, buat disini kamu beli disini aja nanti saya kasih uangnya." kata vian


" baik pak terimakasih banyak, kapan saya mulai kerja disini." kata pak wahyudi


" minggu depan aja sekalian bawa keluarga kamu. nanti tiket pesawatnya bilang sama pak dede." kata vian


" iya pak." kata pak wahyudi


setelah menerima akta jual beli dan kunci rumah, vian kembali ke dillas cafe menurunkan pak wahyudi untuk ambil mobil lalu kembali ke rumah.


" kok kalian lama sih, kemana dulu." kata lily


" ke showroom terus ke perumahan beli rumah buat pak wahyudi mbak." kata astrid


" wah pak yudi jadi orang surabaya." kata lily


" iya bu, terimakasih saya jadi dekat ke kampung." kata pak wahyudi


" bagus kalau begitu, kamu nanti selain kerja di L-Trans bantu dillas dan LCI sama bantu astrid dan dilla ya." kata lily


" iya bu. sebisa mungkin saya kerjakan." kata pak wahyudi


" saya sudah anggap pak wahyudi sebagai saudara, jadi jangan segan segan ya." kata vian


" iya pak, terimakasih banyak." kata pak wahyudi


" mas mau di buatkan kopi." kata dilla

__ADS_1


" boleh sayang, mas ke gazebo ya." kata vian lalu pergi ke gazebo bersama pak wahyudi


vian dan pak wahyudi pun mengobrol, vian memberikan arahan kerja kepada pak wahyudi dan menitipkan keluarganya. pak wahyudi pun disuruh vian mencari beberapa karyawan yang akan membantu dia.


__ADS_2