
Sesampainya di rumah vian langsung ke kamar mengambil tas dan mengeceknya, lalu pamitan ke astrid dan dilla dan meminta supaya mereka jangan terlalu cape. Astrid memberitahukan bahwa kunci rumah sudah di masukan di tas vian. Vian lalu pergi bersama astrid dan dilla menuju ruang keluarga. Vian dan bella pamitan sama orang tua dan mertuanya. Pak wahyudi dan keluarganya sudah menunggu di luar. Setelah pamitan mereka pun pergi ke bandara.
Sampai di bandara vian dan yang lainnya check in, lalu mencari tempat makan untuk makan sianh. Selesai makan mereka ke boarding pass, tak lama mereka disuruh naik ke pesawat. Vian memberitahukan kepada lily dan astrid bahwa ia akan segera terbang.
setelah menempuh perjalanan 1.30 jam mereka sampai di bandara surabaya, karena tidak membawa barang banyak vian dan yang lainnya langsung ke luar bandara, lalu memesan taxi ke rumah. 40 menit perjalanan mereka sampai di rumah. Vian mengajak pak wahyudi dan keluarganya untuk istirahat dulu lalu menyerahkan kunci mobil ke pak wahyudi untuk di pakai ke rumahnya. Karena isterinya ingin buru buru melihat rumahnya pak wahyudi pun pamitan kepada vian dan bella. Bella pamit ke kamar dulu untuk bersih bersih.
" pak saya izin pamit dulu, isteri sudah pengen lihat rumahnya, kalau ada apa apa telepon saya aja." kata pak wahyudi
" iya pak, terimakasih banyak." kata isteri pak wahyudi.
" iya pak, bu, semoga kalian betah ya menempati rumah barunya, pak yudi besok jam 8 pagi sudah disini ya, saya minta antar ke pabrik." kata vian
" baik pak, besok saya kesini." kata pak wahyudi, lalu mereka pun pergi dengan mobil yang diberikan vian, vian pun memberikan uang kepada pak wahyudi dan uang buat jajan kepada anaknya. Setelah menyimpan tasnya di kamar vian memasak air untuk membuat kopi, selesai membuat kopi vian pergi ke gazebo. Vian mengirim pesan ke lily dan astrid bahwa dia sudah sampai rumah. Vian menikmati kopi lalu menyalakan rokoknya.
Vian menerima pesan dari opik bahwa pembelian lahan sudah selesai dan surat suratnya sedang di urus tim legal LA. Vian menyuruh opik untuk mengurus perizinan pembangunan pabrik tersebut dan perizinan operasional kedepannya. Vian juga mengirim kabar ke pak rudi bahwa dia sudah ada di surabaya.
Bella datang ke gazebo lalu menawarkan minum.
" mas mau minum apa." kata bella
" mas sudah buat kopi, terimakasih." kata vian
" maaf ya, tadi bella bersih bersih dulu, gak enak soalnya." kata bella
" gak apa apa bell, lagian mas bisa buat sendiri kok." jawab vian
" mas mau makan malam dimana." tanya bella
" kita cari aja tempat makan ya." jawab vian
" iya sudah kalau begitu." kata bella
" kamu kok kelihatan kaya pusing gitu, kamu sakit." kata vian
" gak mas, aku masih kefikiran besok aja nih." kata bella lalu duduk di samping vian
" kata mas juga gak usah terlalu difikirin." kata vian
" tapi tetap mas kefikiran." kata bella lalu merebahkan kepalanya di pundak vian
" oh iya gimana penjualan SPI ada peningkatan." kata vian
" alhamdulillah mas, setiap harinya ada peningkatan baik dari penjualan online atau offline." kata bella
__ADS_1
" bagus itu, kalau di akhir tahun bisa mencapai untung misalnya 150 juta dan yang dibagikan ke pemilik 100 juta kamu bisa dapat 20 juta tuh. Coba kalau milyaran." kata vian
" wah gede juga ya kalau 1 milyar aku dapat 200 juta dong mas." kata bella
" iya. Kalau dapat segitu mau beli apa kamu." kata vian
" di tabung mas, aku mau nyenengin ibu bantu sekolahnya ari." kata bell
" bagus punya pemikiran seperti itu." kata vian
" terimakasih ya mas. Udah memberikan kebahagiaan buat aku dan keluarga aku" kata bella yang langsung mencium pipi vian
" aku sekarang bisa lebih rilex, karena ada mas." lanjut bella merebahkan kepala di pangkuan vian
" kamu istirahat aja dulu sana." kata vian
" aku pengen kaya gini, kalau gak sama mas istirahatnya." kata bella lalu menarik tangan vian supaya mengelus kepalanya.
" aku ini kakak ipar mu bell, nanti mas lupa diri lagi." kata vian
" gak apa apa, bella yang mau kok." kata bella. Elusan tangan vian membuat dia benar benar rilex sehingga dia tertidur, mungkin karena cape kerja dan belajar buat sidang sehingga dia tertidur. Vian pun merasa kasihan kepada bella dia harus berkerja keras jadi vian gak tega membangunkan dia.
Karena waktu sudah mau magrib vian pun membangunkan bella.
" bell bangun, udah mau magrib, kita kan mau cari makan." kata vian sambil mengusap kepalanya. Bella pun bangun dari tidurnya lalu menggisik matanya lalu duduk.
" iya udah kita masuk yu sholat magrib lalu kita cari makan." ajak vian. Vian dan bella pun masuk ke dalam rumah, vian bersih bersih dan berganti pakaian lalu melaksanakan sholat. Selesai sholat dia keluar kamar dan mengajak bella untuk pergi mencari makan malam.
Setelah menemukan rumah makan mereka berdua memesan makanan. Tak lama makanan pun dihidangkan, vian dan bella menikmati makan tersebut. Selesai makan mereka kembali ke rumah, di perjalanan vian berhenti di minimarket untuk membeli kebutuhan di rumah dan sarapan serta beberapa bungkus rokok. Setelah itu mereka kembali ke rumah.
" mas mau dibuatkan kopi." kata bella
" boleh, terimakasih ya." kata vian lalu pergi ke gazebo dan menyalakan rokoknya. Vian mengabari ke lily dan astrid, vian pun menanyakan mereka apa sudah makan atau belum.
" mamah ini dimana, udah makan belum." kata vian
" di rumah pah, ini baru selesai makan, papah udah makan." tanya lily
" udah, ini baru pulang habis makan." jawab vian, lily pun beralih ke panggilan video.
" papah lagi di gazebo ya." kata lily
" iya, ini lagi santai dulu sebelum tidur." kata vian
__ADS_1
" astrid dan dilla udah makan juga mah." tanya vian. Lily pun memberikan handphone ke astrid
" udah mas, ini baru selesai, maaf ya kita gak bisa menemani mas." kata astrid
" iya gak apa apa, yang penting kalian harus jaga kondisi kalian ya. Jangan lupa minum vitamin dari dokternya." kata vian
" iya mas sayang, udah di minum kok." kata dilla
" iya sudah kalian istirahat." kata vian
" iya mas, mas juga ya." kata astrid dan dilla. Panggilan pun ditutup.
Tak lama bella datang membawa kopi
" mas ini kopinya, habis telepon mbak ya." kata bella
" iya, terimakasih ya." kata vian
" sama sama mas." jawab bella, dia pun duduk di samping vian sambil membawa laptopnya dan membaca materi buat sidang besok.
cuaca malam itu mendung, tak lama terdengar Suara Petir yang besar membuat bella ketakutan lalu dia memeluk vian.
" mas aku takut." kata bella yang terus memeluk vian.
" iya sudah kita masuk ya." kata vian. mereka pun beranjak dari gazebo masuk ke rumah, vian membawa kopi yang baru berapa teguk dia minum. Bella membawa laptop dan minuman kalengnya. Mereka duduk di sofa ruang keluarga. Vian menyalakan televisi dan menyalakan music lalu mengambil piring untuk puntung rokokny. Bella duduk di samping vian, suara petir masih terdengar membuat bella terus memeluk vian.
" mas, aku takut." kata bella
" gak apa apa, kita kan sudah di dalam rumah." kata vian
" tadi suara petirnya besar banget." kata bella
" iya. Udah kamu tenang lagian kan ada mas disini." kata vian
" aku mau tidur sama mas, takut nanti ada petir lagi." kata bella
" tapi bell......" kata vian
" aku takut mas, gak apa apa ya." potong bella
" iya, tapi mas takut khilaf bell." kata vian
" gak apa apa bella ikhlas kok kalau mas mau, lagian bella udah kasih ciuman pertama bella ke mas, mas juga udah kasih banyak hadiah buat bella, disini pun gak ada siapa siapa selain kita berdua." kata bella
__ADS_1
" mas kasih kamu itu kan kamu keluarga mas juga. Ya sudah kita tidur ya." Kata vian
waktu pun terus berjalan, setelah minum air putih mereka pun masuk ke kamar, vian pun berbaring di kasur. Bella tiduran disebelah vian.