
Vian pun membuat susu panas lalu membawanya ke gazebo, vian menyalakan rokoknya dan membuka laporan dari emailnya. Setelah itu dia melihat pesan masuk di handphonenya.
" pak, tadi sudah ke kantor imigrasi, dan besok saya janjian sama ibu winda untuk ambil pasportnya." kata Nadhine. Itu pesan tadi malam
" maaf ya, saya baru buka. Iya sudah kamu cek dulu nama namanya setelah itu kirim ke alamat saya, nanti saya kirimkan." kata vian, dia pun mengirimkan alamat rumahnya.
Vian melakukan olahraga ringan, setelah itu vian memeriksa lokasi untuk membuat kamar. setelah itu vian mengecek ke lokasi pembangunan kamar dan mess, karena semalam enggak begitu terlihat jelas, pembangunan kamar tamu sudah terlihat jadi mungkin ti ghal finishing saja, sedangkan untuk mess sedang melakukan pemasangan tembok lantai 2, lantai satu sedang melakukan finishing. Tak lama pak daryat datang kesana.
" selamat pagi pak, bagaimana kabarnya." kata pak daryat
" pagi juga pak, alhamdulillah baik, saya lihat ini tinggal finishing saja ya." kata vian
" betul pak untuk kamar tamu ini tinggal finishing saja mungkin kurang dari 1 mingguan lagi selesai, lanjut pengerjaan interiornya pak, sama dengan lantai 1 mess juga." kata pak daryat
" ini kok cepat, bagaimana kualitas bagunannya apa bagus." tanya vian
" di jamin pak, saya selalu mengeceknya, cepat karena tidak banyak ruangan dan setiap ruangan dikerjakan oleh tukang berpengalaman, jadi tidak menunggu 1 selesai baru mengerjakan yang lainnya." kata pak daryat
" oke kalau begitu saya percaya ke tim L-Pro." kata vian
" sama waktu itu kan saya ngomongin mau renovasi kamar, setelah di fikir dan bicara sama isteri katanya lebih baik bangun aja lagi di tanah yang maaih kosong. Menurut bapak baiknya dimana ya, kalau saya punya usulan di dekat kolam renang itu pak, hampir sama dengan bangunan kamar tamu ini." lanjut vian
" bagus juga pak disana, jadi kalau ada tamu bapak bisa mengobrolnya enak, terus bisa lebih dekat mengawasi anak anak kalau berenang dan untuk privasi yang berenang orang dewasa bisa pake tanaman." kata pak daryat
" oke pak nanti untuk designnya sama seperti kamar tamu itu, tapi ini lebih besar, ruang tidur untuk kasur besar ada juga untuk tempat tidur bayi, ada untuk sofa nonton TV, kamar mandi besar ada kolam rendam, ada Walk-in closet besar kurang lebih ukuran bangunan 15 X 7 meter ya." kata vian
" baik pak nanti saya coba ukur dulu, dan nanti saya buatkan designnya." kata pak daryat.
" ini sih enggak begitu buru buru mungkin pengerjaan bisa habis pulang kita umroh, saya harap kamar tamu dan mess lantai 1 aja dulu selesai 1 minggu sebelum kita berangkat umroh." kata vian
" insyaAllah kita usahakan pak." kata pak daryat
" bapak udah sarapan, kalau belum kita bareng sarapan, oh iya saya nanti jam 10an mau ke livi residence, pak daryat mau kesana juga." kata vian
" saya sudah sarapan pak, bapak saja. Iya memang saya mau kesana melihat pengerjaan sekolah." kata pak daryat
" oh iya masih ada unit yang kosong enggak ya disana, karena buat karyawan resort." kata vian
" kalau untuk type 36 sedang di bangun pak untuk karyawan rumah sakit, tapi type 45 ada 4 unit yang masih kosong." kata pak daryat
" iya udah booking 1 unit type 45 ya, nanti saya dan orangnya kesana." kata vian
__ADS_1
" baik pak kalau begitu, sampai ketemu disana." kata pak daryat
Vian pun masuk ke rumah untuk sarapan
" papah ayo berangkat ke tempat thunder." kata devan
" iya sayang nanti ya, papah mau ketemu sama teman dulu nanti kita barengan kesananya." kata vian
" kamu mau ke livi residence." kata bi retno
" iya bu, ada yang mau beli rumah orang tua karyawan resort sama mau cek pembangunan sekolah. Ibu juga mau kesana." kata vian.
" iya mau lihat restoran." kata bu retno
" mau bareng atau mau masing masing bu, soalnya saya mau ketemu dulu orangnya di ruko dan kemungkinan mereka akan ikut saya." kata vian
" kalau mau bareng kita pakai minibus." lanjut vian
" enggak usah ya, takut kamu juga ada acara lainnya." kata bu retno
" iya udah kalau begitu." kata vian
" kamu ikut ly." kata bu retno
" berarti aa sama papah ya sama lilis juga." kata bu retno
" iya nek, aa sama papah aja." kata devan
Selesai sarapan vian kembali ke kamar untuk ganti pakaian lalu siap siap pergi ke ruko, jam 9.30 vian dan devan pergi ke ruko, lily, astrid dan dilla pun sama tapi beda mobil. Sampai di ruko vian memesan kopi terlebih dahulu sambil duduk bersama pak dede sambil merokok. Tak lama shinta datang naik taxi.
" pagi pak, hilda sudah datang pak." kata shinta
" belum, mungkin masih di perjalanan, kamu udah sarapan belum." kata vian
" udah pak tadi di rumah." jawab shinta, tak lama datang hilda, kakak dan orang tuanya naik taxi kesana.
" pagi pak, maaf saya telat ya, oh iya perkenalkan ini ayah dan ibu serta kakak saya pak." kata hilda
" pagi juga, enggak kok kan janjian jam 10an, salam kenal bapak ibu." kata vian menyalami mereka.
" bapak ibu sudah sarapan, gimana kondisi ibu sudah baikan, kok pergi juga." lanjut vian
__ADS_1
" sudah pak di rumah. Enggak tau tuh ibu, katanya mau ikut pengen ketemu sama bapak." kata hilda
" alhamdulillah nak, saya sudah baikan. Terimakasih banyak atas bantuan bapak." kata ibunya hilda
" sama sama ibu, oh ya mau minum atau makan apa." kata vian
" enggak usah pak jadi ngerepotin." kata hilda, vian memanggil pelayan cafe lalu menyuruh mereka pesan. Vian juga menyuruh pak dede untuk menyuruh karyawan L-Trans bawa mobil karena pasti enggak akan cukup. Pak dede pun menelepon karyawan L-Trans untuk membawa mobil ke ruko
" papah ayo kita berangkat, aa udah kangen sama thunder." kata devan
" sebentar aa sayang, nunggu mobil dulu ya, aa salam sama tante dan kakek nenek." kata vian, devan pun menyalami mereka
" anak pintar, ganteng lagi." kata ibunya hilda
" aa panggil mamah sana." kata vian
" siap pah, yang harus aa panggil mamah lily, mamah astrid atau mamah dilla pah." kata devan
" panggil semuanya aja." kata vian, hilda dan orang tuanya pun kaget mendengar bahwa mamahnya aa banyak. tak lama lily, astrid dan dilla serta sama ibu sisil datang kesana.
" bapak ibu perkenalkan isteri saya." kata vian, lily, astrid dan dilla serta ibu sisil pun menyalami mereka dan memperkenalkan diri masing masing.
" ini mbak astrid yang dulu di resort kan." kata hilda
" iya, kamu hilda yang kerja disana juga." kata astrid
" iya mbak, oh mbak keluar tuh nikah sama pak vian." kata hilda
" enggak langsung nikah juga tapi ngurus dulu cafe di surabaya, baru nikah." kata astrid
" kemarin yang sakit ibu kamu, gimana sekarang resort rame." kata astrid
" iya mbak, kebetulan pak vian datang dan memberikan informasi bahwa karyawan boleh pinjam untuk keperluan urgent, pas memang saya lagi perlu untuk berobat ibu. Eh ternyata rumah sakit tempat ibu di rawat rumah sakit pak vian, jadi gratis." kata hilda
" iya bu kami datang mau mengucapkan terimakasih atas bantuannya, awalnya kami juga sempat ragu karena sebelumnya sempat di tolak karena kami tidak punya asuransi dan biaya untuk berobat." kata bapaknya hilda
" untung saja waktu itu papah kasih tau pak gubernur ya, jadi ibu bisa dibawa ke rumah sakit kita." kata lily
" iya nanti biar marketing rumah sakit berkoordinasi sama pihak kelurahan supaya orang yang benar benar membutuhkan pertolongan bisa dibawa ke rumah sakit kita." kata vian
" Ini semua kebetulan dan pertolongan dari Allah, kami tidak bisa membalas kebaikan bapak dan ibu kami hanya bisa mendoakan saja." kata bapaknya hilda
__ADS_1
" Terimakasih atas doanya pak, ibu itu sudah sangat cukup buat kami, dan hilda juga udah berperan karena hasil kerjanya lah kami bisa membantu orang yang membutuhkan." kata lily