Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Mengobrol dengan keluarga besar mertua


__ADS_3

Sore hari pak Gubernur D dan pak bupati serta keluarganya pamitan pulang, indra dan yang lainnya pun membereskan bekas acara aqiqah de avin dan de alea tadi siang.


vian pun pergi mandi dan berganti pakaian.


" pah kata ibu rambut de avin harus di timbang nanti di perhitungkan dengan harga emas sekarang." kata astrid


" iya sudah kamu timbang aja, kalau enggak salah ada deh timbangannya, nanti uangnya kita salurkan ke orang orang yang membutuhkan." kata vian


" de alea juga pah." kata dilla


" iya dong sayang." jawab vian


" kan ini enggak semua di cukurnya pah, gimana." kata astrid


" iya udah nanti di perkirakan saja berapa, yang jelas niat kitanya saja yang harus benar." jawab vian


" timbangannya ada di brangkas, coba cek aja disana." kata lily


" iya mbak, terimakasih." kata astrid, lalu dia pergi mengambil timbangan di brangkas. Setelah itu menimbang rambut tadi, setelah rambut de avin lalu rambut de alea di timbang.


" enggak lebih dari 1 gram pah rambutnya de avin, de alea juga sama." kata astrid


" iya sudah nanti kita sedekahkan ke panti asuhan aja ya uangnya." kata vian


" iya pah, terserah papah aja baiknya gimana." kata dilla


Setelah sholat magrib mereka pergi makan malam dan mengobrol bersama keluarga besar mertua vian dari surabaya.


" terimakasih banyak pak ibu semuanya, telah menerima kami dengan begitu baik atas jamuan dan sambutannya." kata pak dani


" iya pak bu, nak vian dan yang lainnya, terimakasih banyak atas sambutan dan menerima kami dengan sangat baik." kata pak purwanto saudara pak wanto


" terus gimana usaha kamu nduk yang di surabaya." kata pak dani


" sudah ada yang mengurusnya pakde, setiap hari dia melaporkannya ke saya." kata astrid


" syukur kalau begitu, sayang kan kalau usaha itu terbengkalai." kata pak dani


" itu sudah diatur sama mas vian pakde," kata astrid


" iya pakde, usaha disana sudah ada yang bertanggung jawab baik yang cafe ataupun bahan bahan hasil pertanian serta expedisinya pun sudah ada yang mengatur." kata vian

__ADS_1


" kalau pakde mau atau siapapun uang mau menjadi supply hasil pertanian ke dillas nanti tinggal datang saja ke kantor dillas nanti bertemu dengan pak wahyudi, dilas saat ini perlu banyak supply bahan soalnya, dillas akan mengadopsi usaha yang ada di KBB kedepannya, atau barangkali ada yang mau menjadi agen minyak goreng. Tepung terigu, mie instant, beras juga bisa melalui dillas, dillas akan dijadikan distributor PBN disana." lanjut vian


" boleh tuh nak, buat nambah di warung kami." kata pak purwanto


" boleh pakde nanti hubungi pak wahyudi saja, nanti biar pak wahyudi yang mengatur bagaimana sistem pembeliannya dan pengiriman barang ke pakde." kata vian


" o iya pah aku.mau tawarin bi rina untuk jadi agen PBN ya." kata lily


" iya boleh sayang, untuk daerah yogya kalau mau jadi distributor juga boleh tapi papah harus tanya pak andi dulu kalau mau jadi distributor, kalau sudah ada bisa jadi aub distributor." kata vian


" saya jadi pengen main ke pabriknya nih." kata pak dani


" iya sudah kalau begitu besok saja kita kesana, pergi pagi pulang sore atau malam dari sana." kata vian


" boleh tuh nak, mumpung kita ada disini." kata pak dani


" iya pah kita ke KBB aja, kita menginap disana semuanya, biarkan astrid dan dilla di rumah." kata lily


" aku sama de avin ikut juga." kata astrid


" enggak boleh de avin sama de alea masih bayi baru seminggu, enggak boleh dibawa pergi." kata lily


" iya resiko dong." kata lily masih menggoda astrid dan dilla


" iya kalian enggak usah ikut, di rumah aja, benar kata nak lily de avin batu 1 minggu. toh kita enggak menginap." kata ibu asti


" iya sayang nanti kalau de avin sama de alea sudah 1 bulanan baru boleh kita bawa kasihan." kata vian


" iya si rumah, tapi awas aja kalau menginap disana." kata astrid masih cemberut


" iya enggak menginap, " kata vian, vian pun menelepon pak dede supaya besok pagi membawa bus jam 5.30 menit di rumah mau pergi ke KBB.


" maaf ya pak bu, harap dimaklum biasa kalau anak kembar ini kalau audah becanda ya begini saling goda satu sama lainnya." kata bu retno


" enggak masalah bu, kami malahan senang melihat mereka ini akur saling menggoda satu sama lainnya." kata isterinya pak dani


" iya ya kalau di lihat lihat mereka ini seperti kembar." kata isterinya pak purwanto


" makanya saya bilang kembar juga bu." kata bu retno.


" pah aku mau jagung ya, tapi papah yang bakarnya." kata shinta

__ADS_1


" iya boleh sayang, sebentar papah nyalakan dulu pemanggangnya." kata vian, dia pun menyiapkan pemanggangan jagung dan BBQ dibantu indra. Lily pun menanyakan mau minum apa susu atau kopi kepada saudara saudara astrid dan dilla, vian meminta dibuatkan kopi. setelah itu lily meminta marni untuk membuatkannya. vian pun menyalakan rokoknya sambil mengipasi jagung.


" aku juga mau ya pah." kata lily


" aku juga mau pah jagungnya." kata astrid dan dilla, setelah jagung bakar matang vian menyerahkan kepada shinta, lily, astrid dan dilla


" nanti juga kami ingin melihat sekolahan yang nak vian bangun juga ya." kata pak dani


" iya pakde boleh, setelah dari KBB saja ya." kata vian


" kami mengikuti tuan rumah saja." kata pak dani


marni pun membagikan susu panas dan kopi ke yang mesen tadi, lily mengambil kopi lalu menyerahkan kepada vian.. Vian pun meminum kopi lalu menghisap rokoknya. Mereka saudara saudara astrid dan dilla menikmati susu panas dan jagung bakar. Tak lama vian menerima telepon dari opik


" selamat malam pak, maaf mengganggu waktunya, pak kapan bapak bisa ke pabrik, soalnya operasional pabrik pengolahan air minum dan snack akan segera dimulai." kata opik


" besok saya berenvana kesana beserta keluarga besar dari surabaya, jadi besok sekalian kita meresmikan operasional pabrik. Oh iya gimana hasil samplenya." kata vian


" alhamdulillah semuanya memenuhi standar operasional." kata opik


" bagus kalau begitu, jadi tahun ini omzet dan keuntungan bisa lebih banyak, lagian peluang akan terbuka lagi." kata vian


" insyaAllah saya dan tim akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa membesarkan dan mengembangkan perusahaan LA ini ."kata opik


" saya percaya sama kamu terus lakukan ujicoba supaya bisa dilihat berapa produkai yang bisa dihalsilkan." kata vian


" siap pak, ini kami sedang menyusun jadwal produksi, barang apa saja yang bisa di produksi." kata opik


" bagus kalau begitu, selalu pertahankan SOP tersebut." kata opik, setelah itu vian menutup teleponnya.


" dari siapa pah." kata lily


" dari opik mah, dia tanya kapan papah mau kesana soalnya pabrik pengolahan air minum dan snack akan segera operasional." kata vian


" oh bagus kalau begitu, jadi kita pergi kesana memang ada yang dituju tidak hanya kita jalan jalan saja." lily


" bagus kalau begitu. Akhirnya perusahaan LA bisa mengembangkan dan menambah omzet yang ada sudah berlangsung." kata pak bowo


" iya pak, kenapa saya menyarankan untuk membuka pabrik baru lagi, supaya LA bisa mengembangkan usahanya." kata vian.


mereka pun menyudahi obrolan di malam itu, mereka mau istirahat karena besok pagi mau betangkat ke KBB.

__ADS_1


__ADS_2