
Karena beberapa hari tidak main sama devan pagi itu dia bermain bola di taman. habis main bola terus berenang, sudah lama berenang vian mengajak devan untuk mandi bersih bersih. karena hari ini mau pergi ke LNI vian berganti pakaian formal yang sudah disiapkan lily.
" mamah jadi ke butik." kata vian
" iya pah jadi, papah hari ini kemana." kata lily
" anterin mamah ke butik, terus papah mau ke LNI katanya ada dokumen yang harus papah tandatangani, semalam shinta kasih kabar." jawab vian
" ya sudah kita sarapan dulu." ajak lily
mereka pun pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama. selesai sarapan vian dan lily pamit ke butik.
" pah lama gak di LNI?" tanya lily
" siang juga selesai sayank. kenapa." kata vian
" kalo papah gak sibuk dan cape, mamah pengen belanja dan kita udah lama gak jalan berdua." kata lily
" iya sudah kalo begitu, sekarang ke butik dulu, terus pak edi anter saya ke kantor LNI, nanti pak edi pulang lagi ke butik. baru nanti jemput papah lagi, setelah itu baru kita belanja ya." kata vian
" iya kalo begitu, tapi papah benar gak apa apa." kata lily
" emang kenapa sayank. lagian memangnkita sudah lama gak Belanja berdua kan." jawab vian
" iya pah. makasih ya.." kata lily
" sama sama sayank." jawab vian lalu.mengecup kening lily.
tak lama sudah sampai di butik, lily turun lalu dia mengecup punggung tangan vian lalu pergi ke butik. vian juga langsung pergi ke kantor LNI. di perjalanan vian mendapatkan pesan dari astrid
" mohon doanya ya pak, sebentar lagi ibu mau di operasi." kata astrid
" iya semoga ibu kamu cepat pulih ya. kamu udah sarapan belum." kata vian
" udah pak, tadi adik bawa sarapan kesini. bapak gimana." jawab astrid
" udah tadi di rumah sama sama keluarga." kata vian
" seandainya bapak ada disini, saya bisa bersandar di pundak bapak." kata astrid
" iya. sabar ya.. kamu kuat kok." jawab vian
" iya pak. saya cuma bisa berkhayal aja. kalo bapak disini saya bisa lebih tenang dan kuat lagi karena ada yang menguatkan dan memberikan kehangatan buat saya." kata astrid
" maaf ya.. karena saya hari ini ada urusan di kantor LNI, gak bisa temanin kamu." kata vian
" aku ngerti kok pak, sekarang bapak dimana." kata astrid
" ini lagi diperjalanan mau ke kantor LNI. nanti siang istri ngajak jalan belanja." kata vian
" terus jalan sama aku kapan." kata astrid
" iya nanti ya. kalo udah waktunya kita bisa jalan berdua." kata vian
" benar ya.. janji. " kata astrid
__ADS_1
" iya. emang kamu mau jalan kemana gitu." tanya vian
" kemana aja yang penting bisa berdua aja sama bapak." kata astrid
" menurut kamu enaknya kemana." kata vian
" lebih enak sih ke penghulu dulu pak. biar lebih tenang jalannya." kata astrid
" ya sudah kamu bilang sama istri saya." kata vian
" mana no teleponnya saya akan hubungi ibu. minta izin supaya mengijinkan suaminya nilahin aku." kata astrid sudah berani
" kamu berani gitu." kata vian
" berani, cuma di telepon aja. kalo ibu gak setuju dia paling marahin aku gak bisa jambak aku." kata astrid
" sebentar lagi saya mau sampai kantor ya." kata vian
" iya pak. saya juga mau ke tempat administrasi, ngurus pembayaran ibu." kata astrid
" ya sudah jangan lupa makan ya." kata vian
" iya makasih." jawab vian
tak lama vian sampai di kantor LNI, setelah vian turun pak edi pulang lagi ke butik. vian menyuruh resepsionis untuk memanggil shinta ke ruangannya. vian pun langsung ke ruangannya.
Tok..... Tok ..... Tok
" iya masuk." kata vian
" ini sudah semua pak. apa bapak mau makan siang disini." kata shinta
" gak kayanya, saya mau pergi lagi soalnya. saya mau ngopi aja ke kantin biar bisa ngerokok." kata vian
" baik pak, saya temani bapak." kata shinta
shinta pergi duluan dengan membawa dokumen tadi. vian pergi ke kantin memesan kopi lalu duduk dan merokok disana, tak lama kopi yang dia pesan datang tak lama shinta pun datang juga.
" ada yang lain pak, biar saya pesankan lagi." kata shinta
" udah kopi aja. kalo kamu mau yang lain silahkan aja." jawab vian
" gak pak nanti saja. kalo begitu saya permisi ke ruangan saya dulu. kalo ada apa apa kabari saya saja." kata shinta lalu pergi ke ruangannya
tak lama ada Video call masuk dari lily, vian pun mengangkatnya
" papah lagi dimana itu." kata lily melihat vian tidak diruangannya
" ini di kantin LNI sayank, papah pengen ngopi sama ngerokok jadi kesini." kata vian sambil meperlihatkan disekelilingnya.
" oh ya sudah, papah udah selesai urusan disana. jadikan kita pergi." kata lily
" iya jadi sayank, papah tunggu disini ya." kata vian
" iya mamah sebentar lagi berangkat dari sini." jawab lily
__ADS_1
setelah itu VC di tutup, vian menerima pesan dari astrid
" lagi apa pak." kata astrid
" lagi duduk du kantin sambil ngopi." jawab vian
" sama siapa." kata astrid
" sendiri, sambil nunggu istri jemput." jawab vian
" oh iya pak alhamdulillah ibu sudah selesai operasinya dan kata dokter berhasil tinggal nanti kemotrapi. ibu mungkin 2 harian di rawat disini. nanti tiap minnggu baru kemotrapinya.." kata astrid
" alhamdulillah kalo begitu, terus nanti untuk rawat jalannya siapa yang akan antarnya, kamu kan harus kerja." kata vian
" saya sudah bicara sama saudara ibu, paman katanya bisa. jadi saya tinggal mikirin biayanya saja." kata astrid
" nanti kamu bilang aja ke saya, saya akan bantu, kamu fokus saja dikerjaan kamu di resort." kata vian
" iya pak, lagian saya kan sudah keluar juga dari tempat sampingan saya. terimakasih banuak apaatas bantuan dan perhatian bapak." kata astrid
" sama sama, terus untuk berobat yang sekarang cukup." kata vian
" alhamdulillah cukup pak, ini masih ada 30jutaan lagi yang dari bapak itu sama dari perusahaan." kata astrid
" syukur kalo begitu." jawab vian
" terimakasih ya pak, akhirnya ibu bisa ketolong, kata dokter kalo telat 1 bulanan lagi mungkin ibu gak ketolong." kata astrid
" iya ini jalan dari Allah buat ibu kamu melalui saya." jawab vian
" kapan kalo gitu saya bisa ketemh bapak." kata astrid
" nanti saya kabari kalo udah waktunya ya." jawab vian
" kalo gak saya ke jakarta aja sebelum ke bali ya. boleh." kata astrid
" kamu fokus dulu aja ke ibu kamu ya, jangan fikirin yang lain lain dulu." jawab vian
" iya pak. makasih." jawab astrid
" ya sudah ya saya sudah di jemput. jangan lupa makan ya." kata vian
" selamat jalan jalan ya. jangan lupain saya." kata astrid
vian masih duduk disana, sambi merokok dan minum kopi. dari sana kelihatan lily sedang menuju ke arahnya.
" maaf ya pah, papah nunggu lama. kok gak di kantor aja dari tadi disini." kata lily
" gak apa apa sayank. papah gak biasa lama lama di ruangan ber AC, mau jalan sekarang." kata vian
" iya ayo, papah belum kan juga kan." kata lily
" belum, kan mau jalan sama mamah." jawab vian
mereka pun pergi dari kantin, vian bilang ke resepsionis bahwa dia akan pergi jalan sama istrinya. setelah itu vian dan lily naik mobil dan pergi ke tempat makan terlebih dahulu. selesai makan baru pergi ke mall untuk pergi berbelanja. akhirnya meteka bisa berbelanja berdua lagi, setelah sekian lama.
__ADS_1