Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Hadiah Wisuda


__ADS_3

Tak lama pak wanto dan keluarganya datang kesana, vian pun menyuruh mereka memesan makanan. Tak lama hidangan untuk mereka pun datang. Pak wanto dan keluarganya makan. Karena sudah selesai makan Vian pamit untuk merokok dulu diikuti oleh pak wahyudi


" pak sekarang langsung saja ke rumah, nanti pak yudi dan keluarga bawa mobil putih ya." kata vian


" baik pak, besok jam berapa ya acaranya." kata pak wahyudi


" pak yudi standby jam 8 aja ya." kata vian


Tak lama vian menerima pesan dari nomor yang belum dia kenal.


" selamat malam pak vian, saya Ibu Winda dari kantor imigrasi saya dapat nomor bapak dari pak walikota." kata ibu winda


" selamat malam bu, salam kenal. Begini bu saya berencana mau membuatkan pasport untuk keluarga saya karena mau pergi Umroh, apakah ibu bisa membantunya." kata vian


" bisa pak, kalau bisa besok pagi jam 8an kita ketemuan dulu, dan siapkan saja berkasnya. Kira kira bisa ketemuan dimana pak, supaya saya bisa input dan siangnya bisa langsung melakukan pemotretan." kata ibu winda


" kalau di Dillas Cafe bisa enggak bu," kata vian


" baik kalau begitu, kebetulan saya tinggal dekat daerah sana dan sudah beberapa kali kesana." kata ibu winda


"kalau begitu terimakasih banyak bu atas bantuannya, sampai ketemu besok." kata vian


" sama sama pak, sampai ketemu besok." kata ibu winda


vian pun menyuruh bella untuk menghubungi teman temannya, sekarang atau besok pagi jam 7an membawa berkas kelengkapan membuat pasport ke rumah. Karena mau diambil oleh petugas dari imigrasi. Bella pun memberikan kabar tersebut ke teman temannya. Karena sudah malam teman teman bella bilang besok pagi mau ke rumah.


Setelah selesai makan mereka pergi pulang ke rumah, vian menerima pesan dari pak daryat bahwa dia akan menginap di hotel dekat dengan lokasi pembangunan perumahan. Setibanya di rumah pak wahyudi dan keluarganya pamit pulang dengan menggunakan mobil putih.

__ADS_1


Vian menyuruh bella dan yang lainnya menyiapkan berkas untuk kelengkapan membuat pasport. Setelah di kumpulkan vian menyimpannya di kamar. Lalu vian pamitan karena mau cek dillas cafe, vian pun menyampaikan bahwa rumah kunci saja, karena dia membawa kunci rumah juga khawatir kemalaman dan mau cek ke lokasi persiapan peletakan batu pertama di perumahan, bella pun ikut bersama vian. Vian membawa mobil hitam ke dillas cafe, sampai disana vian mengecek kondisi cafe lalu memesan kopi dan jagung bakar lalu duduk di depan, vian menyalakan rokoknya sambil melihat situasi di cafe. Sedangkan bella mengobrol dengan dea penanggung jawab cafe. Vian menikmati kopi dan jagung bakar, tak lama bella datang menghampiri vian.


" mas tadi kan enggak jadi, sekarang di rumah ada ibu dan yang lainnya, kita ke hotel aja yu." kata bella


" nanti kalau kita ke hotel, ibu dan yang lainnya tanya bagaimana." kata vian


" tadi mas kan bilang mau cek persiapan peletakan batu pertama ke lokasi perumahan, ayo dong mas mau ya." kata bella


" kamu bandel ya," kata vian


" yang membuat aku seperti ini karena mas." kata bella


" tapi kita pagi pagi harus pulang loh." kata vian


" iya sayang, yang penting aku terpuaskan dan aku mendapatkan hadiah wisuda dari mas." kata bella. Vian dan bella pun pamitan kepada dea lalu pergi ke hotel, di perjalanan mereka mampir ke supermarket untuk membeli minuman dan makanan ringan, setelah itu lanjut ke hotel.


" bell, besok habis dari acara peletekan batu pertama kita ke makam bapak kamu ya, lalu ke kantor imigrasi," kata vian


" iya mas, mas beneran lusa enggak bisa datang ke acara wisuda aku, besok juga aku harus ke kampus ambil perlengkapan wisuda." kata bella


" kamu ke kampus jam berapa." kata vian


" kalau ke imigrasi siang aku pagi ke kampus dulu." kata bella


" iya sudah kalau begitu kamu atur aja ya." kata vian


" bisa ya mas, untuk datang ke acara wisuda aku, siangnya baru mas ke bali." kata bella

__ADS_1


" iya sudah kalau begitu, mas ke balinya habis wisuda kamu." kata vian


" gitu dong sayang, mas benar benar cintanya aku." kata bella lalu mencium pipi vian dan duduk di pangkuannya.


" mas aku pengen puas malam ini." kata bella, dia pun mencium bibir vian. Pergulatan pun dimulai, " mas kita enggak bawa baju ganti loh, kita buka aja baju ya, malam ini kita enggak usah pakai baju." bisik bella yang langsung membuka seluruh bajunya. Dan membuka baju yang dikenakan vian


Bella langsung memulai permainannya dengan memainkan pusaka vian, vian pun memainkan bukit kembar bella. Setelah puas bella mengarahkan mahkota ke pusaka vian, vian pun aktif membuat rangsangan di bukit kembar bella yang membuat bella kelojotan. " mas aku enggak kuat diperlakukan seperti ini." lirih bella, vian pun mencium leher bella dan memainkan tangannya di bukit kembar dan di mahkota bella. Bella pun mengejang. " mas aku sampai.". Vian pun membiarkan bella menikmati puncaknya. Setelah itu vian membopong bella ke atas kasur, lalu dia mengambil alih permainan, vian mempercepat permainan " mas, aku mau sampai lagi nih." kata bella. " tahan dulu sayang." , bella pun sudah tidak bisa menahan gejolaknya lalu tubuhnya menggelinjang dan vian pun mendapatkan puncaknya. Vian mencium kening bella lalu memeluknya.


" terimakasih ya mas udah buat aku puas dan bahagia." kata bella


" sama sama sayang. Makasih juga." kata vian


setelah istirahat vian pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih lalu memakai ****** ***** dan duduk di sofa. Mengambil air putih lalu kopi kemasan, vian menyalakan lagi rokoknya, sedangkan bella masih istirahat dan merasakan sisa sisa kebahagiaannya. Vian membuka handphone lalu melihat laporan dari email. Vian menikmati kopi kemasan dan menghisap lagi rokoknya. Tak lama bella datang hanya mengenakan pakaian dalam dan memakai handuk lalu duduk dan menyender di bahu vian.


" mas lagi apa sih kok serius gitu." kata bella


" mas lagi lihat laporan harian." jawab vian


" di kepala mas itu ya, kerjaan aja." kata bella


" kalau mas enggak gini gimana lagi, mas masih harus memastikan usaha mas berjalan." kata vian


" tapi mas enggak boleh cape cape ya." kata bella


" iya mas tau, mas pengen memastikan kerjaan tidak ada halangan, jadi pas kita umroh mas enggak memikirkan masalah kerjaan dulu." kata vian. Mereka pun terus mengobrol dan vian entah berapa batang rokok yang sudah dihisapnya.


" mas udah malam, kita main lagi ya." kata bella, dia pun mencium vian lalu menarik vian untuk pergi ke kasur. Babak kedua pun dimulai dengan pemanasan, bella bermain di pusaka vian dan vian bermain di mahkota bella, setelah cukup bella mengarahkan mahkotanya ke pusaka vian. Sekarang mereka melakukan berbagai macam gaya, vian mengambil alih permaian dan dia merangsang bagian bagian sensitif bella. " mas aku enggak tahan mau sampai." tubuh bella menggelinjang vian menaikan tempo permaianannya. Akhirnya vian juga mencapai puncaknya, vian memeluk bella lalu memberikan kecupan di kening bella. vian dan bella pun berpelukan, mereka pun tertidur dibawah selimut.

__ADS_1


__ADS_2