
shinta pun ikutan bermesra mesraan bersama vian dan lily.
" papah sama mbak berdua aja enggak ajak ajak aku." kata shinta
" gimana kondisi kamu sayang." kata vian mengabaikan pertanyaan shinta
" baik pah, cuma cape aja, pulang nanti kita periksa ke dokter ya pah." jawab shinta
" iya. Tapi kamu enggak merasa enggak enak kan di tubuh kamu." kata vian
" enggak kok pah, palingan aku cuma pusing aja... kata ibu sih itu wajar aja, karena aku kan sedang hamil." jawab shinta
" iya itu wajar apalagi kan anak pertama kamu, nanti pulang dari sini kita periksa, nanti buat janji sama dokter silvy aja." kata lily
" makasih ya mbak." kata shinta
" sama sama." jawab lily. Tak lama astrid dan dilla datang kesana.
" ih kalian ya, mesra mesraan bertiga enggak ajak ajak kita. Mentang mentang kita ngurus bayi, papah, mbak dan shinta enak enakan disini." kata astrid
" biarin aja, lagian sama suami sendiri." kata lily
" iya kan papah suami aku juga." kata dilla
" de avin sama de alea gimana enggak rewel kan." kata vian memotong ucapan astrid dan dilla
" alhamdulillah enggak pah, sekarang lagi pada tidur." kata astrid
" iya pah alhamdulillah sehat." kata dilla
" nanti sorean kita kemana mbak, kita ke pantai aja yu." kata astrid
" iya... Nanti kita ke pantai." jawab lily
" oh iya pah aku mau jagung bakar ya." kata shinta
" kamu kaya si aa aja mau jagung bakar." kata lily
" iya nanti malam ya, soalnya belum disiapkan pembakarannya atau kamu mau sekarang." kata vian
__ADS_1
" nanti aja pah enggak apa apa." kata shinta
" oh iya pah, supaya enggak campur sama pengunjung lainnya, mamah tadi udah minta ke pak made untuk makan malam kita dan rombongan kita makan malamnya disini aja ya. Enggak apa apa kan." kata lily
" enggak apa apa sayank, itu bagus supaya kita bisa privite juga lagian kalau di restoran sana pasti akan ke ganggu, kasian juga pak bambang dan yang lainnya mereka kan pejabat publik." kata vian
" iya udah sana siap siap ganti pakaian buat ke pantai." lanjut vian, lalu meminum kopi dan menyalakan rokoknya yang tadi dia mayikan karena ada shinta
" bilang aja mau ngerokok. Shinta aja yang minggir, kita gini aja ke pantainya." kata lily
" iya deh, aku ngalah." jawab shinta lalu dia pindah tempat duduknya.
" oh iya pah yang lain mau main permainan air yang ada di resort ini, apa enggak masalah." kata lily
" iya enggak masalah, toh itu fasilitas yang ada disini, untuk biayanya biar ditanggung resort aja sekalian untuk promosi juga." kata vian
" mamah..... Mamah dimana sih." kata devan
" disini aa sayang, mamah sama papah nih." jawab lily. devan pun datang kesana sambil berlari.
" oh mamah sama papah... Pah aa mau berenang ya..boleh." kata devan
" asyiiiiik... Aa berenang." kata devan gembira
" aa mau ikut main pasir enggak." kata lily
" ikut dong mah... Tapi aa mau berenang dulu ya..." kata devan
" wah pak vian lagi santai nih, dikira masih meeting." kata pak bambang. Lily, astrid, shinta dan dilla pamitan masuk kedalam bersama bu sisil
" udah selesai pak, ini lagi santai sama isteri." jawab vian
" sekarang udah berbeda ya resortnya, ada banyak fasilitas yang baru." kata pak bambang
" iya alhadulillah pak, kalau enggak seperti ini dan kalau enggak menyesuaikan dengan keinginan pengunjung akan ketinggalan dan ditinggal pengunjung pak." kata vian
" saya salut dengan ide dan pemikiran bisnis pak vian." kata pak bambang
" ayo kita nikmati fasilitas resort pak, kita santai di pantai." kata vian
__ADS_1
" itu yang di tunggu, tadi saya kesini pak vian masih meeting jadi kita isyirahat deh." kata pak bambang
" iya seperti ini pak, rencana saya mau santai, eh manajemen resort ngajak diskusi dan saya juga jarang kesini jadi sekalian." kata vian
" ngumpul disini ternyata, ayo ah kita ke pantai." kata pak menteri UMKM
" ayo pak kita kesana, kita nikmati suasan sore hari ini disana." kata vian. Tak lama pak gubernur B, pak gubernur D, pak gubernur L, pak menteri pendidikan dan pak menteri sosial datang bersama pak bupati KKB dan pak bupati P. Mereka pun pergi bersama ke pantai setelah mengajak isteri isteri mereka. Vian pun menggendong de qinar, setibanya di pantai vian memesa makanan dan minuman kepada pelayan resort dan menawarkan kepada yang lainnya juga.
" ini area resort juga pak." kata pak menteri UMKM
" betul pak, ini area resort yang dikhususkan untuk pengunjung resort." kata vian
" waktu itu pak vian bilang bahwa ada stand untuk jagung bakar dari daerah saya, tempatnya di resort ini atau di tempat lainnya." kata pak gubernur L
" disini pak, nanti bukanya malam di area live music." kata vian
" asyiik, nangi malam kita nyanyi dan nongkrong ah." kata pak bambang
" siap pak bos..." kata mereka
" hebat nih pak gubernur L, hasil pertaniannya bisa dinikmati oleh turis turis asing." kata pak gubernur D
" tadinya mau ngambil dari daerah KBB tapi karena terlalu jauh, jadi ngambil dari daerah pak gubernur L, tapi kalau permintaan kurang kita juga ambil dari sana." kata vian
" alhamdulillah berkat pak vian kehidupan petani di beberapa daerah saya mengalami peningkatan penghasilan sehingga setiap saya berkunjung ke daerah itu mereka berterimakasih karena sudah diberikan peluang dan kesempatan." kata pak gubernur L
" alhamdulillah berkat pak vian kerja kita menjadi terbantu, yang mungkin pada awalnya enggak akan pernah terfikirkan oleh kita bagaimana caranya meningkatkan kehidupan para petani." kata pak gubernur D
" dengan meningkatnya kehidupan para petani, akan banyak orang lebih baik bertani di daerahnya masing masing daripada pergi ke kota besar untuk mengadu nasib." kata pak gubernur B
" sarjana sarjana lulusan pertanian pun setidaknya akan mudah mendapatkan pekerjaan baik itu mengolah lahannya sendiri ataupun bekerja dilahan orang lain. peningkatan ini harus diikuti oleh daerah lainnya jangan hanya daerah D dan daerah L saja." kata pak menteri pendidikan
" ini sudah saya sampaikan di rapat dewan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga di daerah daerah khususnya petani kami akan mengundang para gubernur untuk membahas ini, dan kemungkinan besar saya akan mengundang pak vian untuk menjadi narasumber supaya para gubernur bisa langsung melakukan tindakan, apalagi sudah ada contoh daerah D dan daerah L jadi akan lebih nyata, bukan hanya sekedar omong saja." kata pak bambang
" setiap daerah pasti memiliki karakteristik masing masing dan tidak semua memiliki lahan pertanian, jadi saya meminta untuk setiap daetah tersebut membuat laporan apa saja hasil alam yang ada di daerah masing masing, atau daerah itu hanya sebagai konsumen saja seperti daerah B, jadi diacara tersebut kita bisa melakukan sinergi untuk melakukan kerjasama." kata vian
" bagus tuh nanti akan saya sampaikan ke kepala daerah supaya membuatnya jadi pas kita adakan seminar dan diskusi tidak lagi membicarakan hal lain dan kita bisa membahasnya sesuai dengan laporan tersebut." kata vian
" oh iya pak, saya melihat lapiran dari PBN bahwa kita juga memerlukan supplier baru untuk bahan baku minyak goreng, karena alhamdulillah permintaan akan minyak goreng merk PBN banyak diminati konsumen." lanjut vian
__ADS_1
Tak lama pesanan pun datang, mereka mengobrol sambil menikmati suasana di pantai. Mereka menikmati liburan bersama seperti dengan keluarga sendiri.