
Setelah mengobrol disana vian membawa mereka untuk pergi ke restoran yang ada di perumahan Livi Residence, banyak warga yang meminta di photo bersama para pejabat tersebut. Seketika di area restoran menjadi rame.
Setelah para pejabat itu menyapa para warga, Vian membawa mereka dan yang lainnya masuk ke restoran, vian menyuruh hilda untuk membawakan menu restoran tersebut.
" silahkan pak, ibu dan yang lainnya untuk memesan makanan." kata vian
" iya pak terimakasih banyak." jawab mereka, lalu mereka pun memesan makanan.
" papah mau makan apa." kata lily
" sop buntut aja mah sama lemon tea." jawab vian
" kayanya enak tuh seger, aku juga mau." kata astrid
" pak vian perumahan ini hanya untuk karyawan group livi saja atau ada dari umum juga." kata pak walikota F
" hampir 80% karyawan livi group pak, dan nanti kemungkinan untuk guru guru pengajar yang ada di yayasan livi." kata vian
" itu bus untuk antar jemput karyawan ya pak." kata pak gubernur B
" iya pak, itu untuk karyawan BLS, LNI dan rumah sakit Livi yang sudah tinggal disini." kata vian
" benar benar dimanjakan ya karyawannya." kata pak gubernur B
" enggak lah pak, ini juga berkat kerja keras mereka, wajar kalau perusahaan memberikan penghargaan seperti ini." kata vian
" kalau yang dekat mesjid itu ada pedagang pakai tenda, apa pak vian sewa sewakan juga." kata pak bambang
" itu para pedagang kaki lima dari lingkungan sini. saya enggak meminta sewa hanya iuran kebersihan saja dan yang mengelola itu keamanan disini." kata vian
" pantesan orang orang bilang ada tempat seperti ini, memang enak suasananya dan lingkungannya pun bersih." kata pak walikota F
" ini cocok untuk pendidikan suasana masih belum rame, enggak tau kedepannya dengan keberadaan yayasan livi dan perumahan livi ini. Tapi dengan keberadaan perumahan livi ini membantu warga saya bisa mendapatkan perumahan, dan dengan adanya bus antar jemput setidaknya mengurangi jumlah kendaraan di jalan." kata pak gubernur B
" kapan kira kira bapak ada waktu untuk bisa memberikan penyuluhan kepada pelaku usaha UMKM di kota saya pak." kata pak walikota F
" mudah mudahan bulan depan karena minggu depan aaya dan keluarga akan melaksanakan ibadah umroh." kata vian
__ADS_1
" kalau begitu saya meminta nomor kontak bapak, supaya nanti bisa koordinasi." kata pak walikota F, mereka pun bertukar nomor kontak
" pak gub, kita akan ada acara pestival kuliner apakah abpak minggu depan ada waktu." kata pak walikota F
" saya mau berangkat umroh sama pak vian, kalau bisa bulan depan saja, sekalian adakan penyuluhan dan pameran produk produk mereka." kata pak gubernur D
" itu ide bagus pak wali, minggu depan adakan aja pendaftarannya dan pas acara mereka harus membawa produk mereka itu untuk di pajang dan memasarkannya diacara tersebut." kata vian
" boleh boleh, saya akan diskusikan dengan dinas terkait mengenai masukan pak gubernur dan pak vian ini." kata pak walikota F
" jangan sampai terburu buru, tapi esensi acaranya kita enggak dapat apa apa." kata pak gubernur D
" kalau acara tersebut untuk pengembangan pelaku usaha UMKM group livi bisa memberikan sponsor, entah itu berupa doorprize atau apa." kata vian
" bagus, terimakasih pak sebelumnya, nanti saya akan meminta dibuatkan proposalnya." kata pak walikota F
" saya juga akan menyelenggarakan pameran produk produk UMKM kalau begitu." kata pak walikota B
" nanti saya juga akan meminta ke kementrian UMKM untuk bisa mendukung acara tersebut." kata pak bambang
" apakah bisa untuk ibu ibu PKK menyenggarakan pameran untuk produk yang dihasilkan mereka." kata ibu zahra
" itu bagus bu, jadi kita juga bisa menilai apa yang bisa dikembangkan kedepannya dari produk tersebut." kata vian
" kalau begitu nanti saya akan bicarakan dengan ibu ibu PKK lainnya." kata ibu zahra
" kita harus dorong juga supaya ibu ibu ini bisa kreatif dan bisa membantu perekonomian keluarganya, apalagi kalau produk tersebut berupa kerajinan tangan dari limbah rumah tangga." kata vian
" diskusi ini benar benar luar biasa, bisa di praktekan itu produk kerajinan dari limbah rumah tangga nantinya kita bisa jadikan acara tersebut sebagai edukasi kepada masyarakat." kata pak gubernur B
" kita rangsang masyarakat untuk bisa berlaku bersih, dengan adanya kerajinan dari daur ulang sampah bisa menghasilkan uang, supaya mereka mau kita beri rangsangan dengan memberikan hadiah, saya bisa memberikan hadiah akomodasi perjalanan ke bali untuk 3 pemenang atau 1 group yang bisa menghasilkan produk dari daur ulang sampah tersebut." kata vian
" bagus itu karena ada sebagian orang yang ingin berlibur ke bali." kata pak bambang
" saya bisa ngasih dari tiket pesawat pulang pergi sama penginapan disana selama 3 hari 2 malam," kata vian
" ini harus diseriuskan dengan perencanaan yang matang, pak wali bisa koordinasi dengan pak vian, kali kali main ke rumahnya." kata pak gubernur D
__ADS_1
" siap pak gub. InsyaAllah saya akan main ke rumah pak vian." kata pak walikota F
" kabari saja terlebih dahulu kalau mau main ya pak, karena takut saya sedang berada di KBB, karena sekarang lagi mau mulai operasi pabrik disana." kata vian
" siap pak, terimakasih banyak nih, alhamdulillah silaturahmi ini banyak memberi saya masukan dan pencerahan." kata pak walikota F
" kalau di daerah ini sudah ada kelompok tani, baik pertanian, peternakan atau perikanan nanti bisa kerjasama dengan perusahaan LA." kata vian
" saya sama pak vian ini ingin menciptakan kestabilan harga pangan, tentunya dengan ketersediaan bahan bahan pangan tersebut terpenuhi." kata pak gubernur D
" siap pak nanti saya koordinasikan dengan dinas dinas terkait." kata pak walikota F
" beliau ini bisa menyediakan bibit, pupuk, bahkan memberikan pendampingan dan modal kerja. Untuk menyakinkan pak wali bisa koordinasi dengan pak bupati KBB disana audah jalan." kata pak gubernur D
" baik pak." kata pak walikota F
" ini kok jadi pemerintahan bergantung pada pak vian ya, dan inilah keuntungan kita bersilaturahmi." kata pak bambang
" itu dia pak bambang, banyak pengusaha bergantung ke pemerintahan untuk mencari pekerjaan, sedangkan pak vian pemerintahan bergantung kepadanya untuk menyelesaikan kerjaannya." kata pak gubernur B
" kalau yang ada disini perusahaan apa saja pak." kata pak walikota F
" perusahaan L-Pro bergerak di bidang proverty dan yayasan pendidikan livi aja pak. Nah kalau rumah sakit livi saya enggak tau maauk wilayah mana." kata vian
" kalau perusahaan LA itu dimana lokasinya pak." kata pak walikota F
" itu di daerah KBB pak," kata vian
" ada rencana inbestasi dibidang apalagi gitu pak," kata pak walikota F
" kemungkinan saya hanya akan membuka kantor cabang saja. Apalagi kalau ada kerjasama dengan pelaku Usaha UMKM di daetah ini saya akan buka cabang Bang Livi Syariah." kata vian
" Ngomong ngomong yang mana keluarga pak vian." kata pak walikota F
" yang duduk disana itu ayah dan ayah mertua saya, disebelah sana ibu sama ibu mertua saya, ini isteri saya lily, astrid dan dilla, dan yang sedang main itu anak pertama saya sama yang sedang tidur anak kedua saya." kata vian, liky, astrid dan dilla pun memberikan salam ke pak walikota F.
" kok bengong pak wali, kenapa kaget ya, jangan kaget dan jangan iri ya." kata pak gubernur D sambil ketawa
__ADS_1
" tapi normal pak gub, saya aja dulu kaget plus iri juga." kata pak bambang
Mereka pun terus mengobrol, lalu pergi ke mesjid untuk sholat berjamaah.