Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Makan Malam dengan Status Baru


__ADS_3

Setelah berpakaian vian pamitan mau ke gazebo, vian membuat kopi lalu menyalakan rokoknya, disana sudah ada pak adi, pak bowo dan pak wanto.


" gimana a udah selesai masalahnya." kata pak adi


" udah pah, mereka udah ditangani pihak polsek disana." kata vian


" kamu enggak apa apa kan." kata pak adi


" enggak pak, mereka takut sama warga dan pekerja perumahan." kata vian


" memang masalahnya apa." kata pak bowo


" mereka minta uang keamanan 10 juta, dan mereka menuduh kita bahwa kita tidak mempekerjakan orang orang sana dan warga disana katanya tidak setuju ada perumahan." kata vian


" pasti ada aja otang orang seperti itu ya, enggak dimana mana." kata pak wanto


" iya pak, biasa lah mereka mengambil keuntungan dari situ, enggak tau aja siapa yang mereka hadapi. Untung aja vian kesana kalau enggak pasti ada perkelahian serius antara preman dengan karyawan LNI dan pekerja disana, warga disana pun ikut ikutan jadinya." kata vian


" syukur kalau udah bisa diatasi." kata pak adi


" tadi juga endris, pak gubernur dan pak bupati kesana." kata vian


" pekerja disini juga tadi udah siap siap mau kesana, mereka mendengar ada keributan disana, untung aja haris dan putra bisa menenangkan dan menjelaskan kepada mereka." kata pak bowo


" alhamdulillah kalau mereka bisa merasakan hal tersebut, berarti solidaritas mereka tinggi terhadapa sesama karyawan lainnya." kata vian lalu menghisap rokoknya


" iya sih, kalau dilihat dari sisi itu, berarti mereka bisa menciptakan rasa kekeluargaan sesama karyawan." kata pak bowo.


vian menyuruh indra untuk mempersiapkan pembakaran jagung dan BBQ, disana sudah disiapkan hidangan makan malam dari cattering.


Jam 7.27 menit pak menteri dan pak gubernur B datang, tak lama endris dan keluarganya pun datang. vian mengundang teman teman dekatnya dan managemen puncak saja dalam acara syukur tersebut, vian hanya ingin memperkenalkan isterinya kepada mereka semua, masih banyak management di livi group yang belum tau bahwa vian sudah memiliki 4 isteri, bahkan masih ada yang menganggap vian isterinya hanya lily saja. Jadi vian ingin ingin memperkenalkan isteri isterinya tersebut.


" ini berarti makan malam dengan status baru lagi pak." kata pak menteri

__ADS_1


" iya boleh dibilang seperti itu pak, saya juga ingin mengenalkan isteri saya kepada teman teman dan managemen puncak livi group." kata vian


" jadi masih ada juga karyawan pak vian yang belum tau." kata pak menteri.


Sesuai dengan undnagan acara makan malam itu jam 8, lily, astrid, dilla dan shinta datang ke taman mereka memakai baju yang sama entah kapan mereka membeli baju tersebut, disana sudah berkumpul tamu undangan. Vian pun membuka acara tersebut.


" assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh, saya mengucapkan terimakasih kepada pak menteri, pak bambang, pak gubernur dan pak bupati serta teman teman sekalian, terimakasih atas kehadirannya ke rumah kami ini, dalam kesempatan ini kami mengadakan syukuran ini atas keselamatan dan kesehatan yang telah Allah berikan kepada kami, yang seperti teman teman ketahui bahwa kami telah melaksanakan ibadah umroh dan alhamdulillah kami sudah sampai di rumah dengan keadaan sehat walafiat. dan pada saat ini juga saya ingin memperkenalkan isteri saya karena mungkin dari teman teman sekalian masih ada yang belum tau. ini isteri saya lily, astrid, dilla dan shinta, alhamdulillah semuanya sah secara agama dan hukum, ada surat nikahnya, saya memperkenalkan mereka tidak ada maksud apapun kecuali saya tidak ingin menimbulkan fitnah, suuzon kepada saya. Mungkin banyak pertentangan tapi saya sebagai manusia saya tidak bisa menghindari takdir Allah, ini jalan hidup saya, alhamdulillah Allah mengirim mereka wanita yang cantik cantik dan yang lebih membuat saya bersyukur mereka saling menerima satu sama lainnya, terutama lily, entah didalam hatinya sakit atau enggak akan tetapi saya melihat dia begitu terbuka dan mau menerima yang lainnya sebagai bagian dari kehidupan kami ini, untuk itu saya memohon doa dari bapak ibu semuanya atas keluarga saya ini semoga menjadikan keluarga kami keluarga sakinah, mawadah, warohmah. Aamiin, terimakasih." kata vian


" selanjutnya kita makan malam bersama, mohon maaf kalau makanannya tidak sesuai dengan selera bapak ibu." lanjut vian, lily, astrid, dilla dan shinta pun mempersilahkan mereka untuk mengambil makan, devan dan teman temannya pun datang, mereka meminta makan.


" mamah aa mau makan, lapar." kata devan


" aa minta makan sama mamah siapa." kata bu retno menggoda devan


" banyak mamah pusing juga ya, mamah lily cape, mamah astrid dan mamah dilla lagi hamil, mamah shinta juga cape. Mamah yang mana aja deh yang mau." kata devan, mereka pun ketawa melihat tingkah devan


" iya udah sama mamah shinta aja." kata shinta


" oke deh mah, terimakasih ya." kata devan


" nanti aa juga mau daging BBQ sama jagung ya mah." kata devan


" iya boleh, tapi aa enggak boleh kekenyangan." kata shinta


" iya mah." kata devan


mereka pun makan malam bersama, lily pun membawakan makan untuk vian


" makasih ya sayank." kata vian


" pak vian berarti merubah kartu keluarga lagi dong." kata pak gubernur B


" iya pak, akan merepotkan bapak lagi nih." kata vian sambil tersenyum

__ADS_1


tak lama haris membawa pak menteri pendidikan kesana bersama isterinya. Vian bersama yang lainnya pun menyambutnya beliau, setelah itu vian menyuruh haris membawa yang ada di depan untuk makan malam bersama juga. Pak menteri pendidikan pun memperkenalkan isterinya kepada mereka. Lily pun mengajak ibu citra untuk bergabung bersama yang lainnya.


" udah rame nih, pak menteri udah duluan aja nih." kata pak menteri pendidikan


" iya pak, saya enggak mau keduluan pak bambang sama pak gubernur, eh dia malahan sudah ada disini." kata pak menteri UMKM


" saya masih kalah sama pak gubernur D dan pak bupati." kata pak bambang


" maaf sebelumnya pak, saya tidak mengundang bapak karena tadi ada masalah di proyek perumahan di karawang jadi saya enggak sempat mengabari." kata vian


" enggak masalah pak, saya juga mohon maaf nih datang tanpa di undang, saya tau dari pak menteri dan pak bambang jadi saya datang kesini." kata pak menteri pendidikan.


" enggak apa apa pak, saya senang malahan bapak bisa hadir berkunjung ke rumah saya ini." kata vian


" memang ada masalah apa pak vian." kata pak bambang


" biasa pak ada yang minta jatah katanya uang keamanan." kata vian


" tapi sudah selesai kan, minta pak endris aja membersihkan mereka." kaya pak bambang sambil ketawa


" tadi dia juga datang kesana, pak gubernur D dan pak bupati pun kesana." kata vian


" pasti dari ormas kan, mereka berulah kembali." kata pak gubernur B


" iya pak preman yang berkedok ormas." kata vian


" itu perumahan untuk umum pak atau untuk kalangan tertentu." kata pak menteri pendidikan


" untuk karyawan perusahaan LNI pak, typenya 36, 45, dan 54 aja, tapi kalau ada dari umumnya enggak masalah tapi itu pun setelah karyawan LNI." kata vian


" gimana enggak nyaman tuh karyawan, diberikan fasilitas dari perusahaan, apa semua perusahaan bapak dibuatkan perumahan seperti itu." kata pak menteri pendidikan


" iya pak untuk karyawan LNI pusat dan BLS, rumah sakit di perumahan Livi Residence yang dekat yayasan pendidikan kemarin, yang dikarawang itu pabrik LNInya di Livi Village yang sedang di bangun, LA di livi Regency, LAD's di surabaya di LAD's Residence sekarang lagi di bangun juga, SPI pusat bisa di Livi residence, yang pabriknya bisa di Livi Regency, yang belum itu Livi Resort yang di bali." kata vian.

__ADS_1


Mereka pun menikmati makan malam tersebut dengan suka cita.


__ADS_2