
Selesai sholat magrib vian pamitan ke keluarganya pak wahyudi, vian pun memberikan uang kepada ibu dan isterinya pak wahyudi.
" nak, enggak usah, apa yang selama ini kamu berikan sudah cukup." kata ibunya pak wahyudi
" tolong terima bu, barangkali ada yang ibu inginkan, tapi maaf saya enggak bisa memberikan yang besar." kata vian
" iya bu, tolong diterima ya, insyaAllah lain kali kita datang kesini lagi, kalau enggak ibu main ke rumah ya." kata lily
" terimakasih nak, kalian memang orang orang baik, terimakasih sudah membantu keluarga ibu ini." kata ibunya pak wahyudi. Setelah salaman dan pamitan mereka pun pergi mencari tempat makan.
Selesai makan malam vian dan yang lainnya pulang, di perjalanan vianmeminta pak wahyudi berhenti di supermarket karena mau membeli makanan dan minuman untuk di rumah. Selesai berbelanja mereka pun pulang ke rumah. Sampai dirumah setelah menurunkan barang belanjaan pak wahyudi pamit pulang.
Vian meminta di buatkan kopi lalu pergi ganti pakaian, setelah itu duduk di ruang keluarga sambil menyalakan music, vian pun menyalakan rokoknya sambil mendengarkan music. Shinta membawa kopi lalu pamit mau ganti baju terlebih dahulu. Setelah itu shinta kembali lalu memijit vian.
" makasih ya, ini enak banget." kata vian
" pah ini rumah atasnama siapa." kata lily
" ini atasnama astrid dan dilla sayank," kata vian
" terus shinta dibeliin apa dong." kata lily
" aku udah dibeliin ruko mbak." kata shinta
" kamu enggak minta dibeliin rumah dan dibuatkan perusahaan juga." kata lily
" enggak ah mbak, lagian kan kita sudah ada rumah buat sama sama, enggak lah mbak lagian kapan waktunya mengurus perusahaan dan aku enggak bisa berbisnis juga." kata shinta
" kamu emang benar anak yang baik, enggak salah papah pilih shinta sebagai isteri." kata lily
Mereka pun mengobrol dan becanda sampai ujung ujungnya melakukan pertempuran lagi. Selesai melakukan pertempuran mereka pun tertidur di kamar.
Di pagi hari setelah sholat shubuh vian membuat susu panas dan duduk di ruang keluarga, jam 6an lily mengajak vian dan shinta untuk mencari sarapan, selesai sarapan lily mengajak vian dan shinta berenang, mereka pun bermesraan di kolam renang. Selesai berenang mereka pun melakukan hubungan intim lagi lalu pergi mandi sama sama.
Jam 8 pak wahyudi sudah datang, vian, lily dan shinta pun pergi ke lokasi pembangunan L-Pro di dekat Pabrik LAD'S, sekitar 40 menitan mereka tiba di lokasi LAD's residence tapi mereka parkir di pabrik LCI, vian pergi ke lokasi pembangunan sedangkan lily dan shinta ke pabrik LCI.
__ADS_1
Di lokasi pembangunan vian menemui penanggung jawab pembangunan pak windarto. Vian pun menyalakan rokoknya lalu mengobrol bersama pak windarto.
" gimana pak perkembangan pembangunan L-Pro ini." tanya vian
" alhamdulillah pak sesuai dengan rencana awal sekarang audah hampir 87% dan untuk ruko di depan tinggal finishing saja." kata pak windarto
" bagus kalau begitu, saya datang keaini karena mau mengecek perkembangan L-Pro bagimana pembangunan perumahan untuk LAD's residence ini berjalan. Terimakasih atas kerja kerasnya." kata vian
" sama sama pak." kata pak windarto lalu dia mengajak vian berkeliling untuk mengecek pembangunan, vian merasa puas atas kinerja yang ditunjukan tim L-Pro ini. Vian pun menelepon dr. chandra supaya mencari tim untuk mengelola klinik di surabaya dan mengatur perizinannya. Vian pun mengirim gambar serta denah bangunan untuk klinik. Vian juga meminta murti supaya menyuruh pak ikhwan meneleponnya.
Setelah melihat lihat pembangunan vian kembali ke pabrik LCI.
" selamat siang pak, bagaimana kabarnya." kata pak dado
" alhamdulillah baik pak, gimana kondisi aman." kata vian
" alhamdulillah aman terkendali pak, kemana aja pak baru datang lagi kesini." kata pak dado
" saya baru umroh sama keluarga dan distributor LNI, terus kemarin baru mengadakan family gathering karyawan LA pak." kata vian
" saya ke kantin saja pak, ayo kita ngopi disana." kata vian
vian dan pak dado pun pergi ke kantin disana pak wahyudi sedang ngopi. Vian memberi kabar bahwa dia ada di kantin LCI.
" bapak kemana aja, gimana kabarnya pak." kata ibu kantin
" alhamdulillah baik bu, tolong buatkan saya kopi ya." kata vian
" siap pak bos, alhamdulillah kalau bapak baik baik aja." kata ibu kantin
" kemarin saya dengar ada masalah di pembangunan perumahan di karawang, kalau dekat saja saya kesana pak." kata dado
" iya ya kenapa sih orang orang tuh enggak senang ke orang yang baik seperti pak vian ini, padahal itu untuk karyawannya." kata ibu kantin
" biasa lah bu, hidup itu kan penih dengan prasangka, jadi wajar saja seperti itu." kata vian
__ADS_1
" kesini juga hampir setiap hari di kontrol dari polsek pak, takut kejadian waktu itu terulang kembali mereka bilang ini perintah dari pak gubernur dan pak walikota." kata dado
" ini pak kopinya." kata ibu kantin menyerahkan kopi kepada vian, vian pun meminum kopi tersebut lalu menyalakan rokoknya kembali.
" tapi kalau disini terjadi lagi, karyawan dan warga sekitar siap turun tangan pak, karena warga sekitar juga merasa terbantu, mereka bisa menjadi kuli bagunan disini." kata dado
" syukur kalau memang kehadiran kita disini membawa berkah terhadap lingkungan sekitarnya." kata vian
" tuh di pos setiap hari selalu ada aja yang menitipkan lamaran, mereka bilang siapa tau bisa bekerja di LCI ini." kata pak dado
" sebentar lagi klinik akan di buka dan kantor cabang BLS juga akan dibuka tapi menunggu perizinannya dulu. Tak lama vian menerima telepon
" assalamualaikum pak, saya ikhwan direktur BLS, gimana pak ada yang bisa saya bantu atau kerjakan." kata pak ikhwan
" waalaikumsalam pak ikhwan, saya sudah dapat laporan dari murti dan menilai kinerja pak manopo, untuk itu saya harapkan bapak bisa membantu pak manopo karena saya anggap bapak bisa dan kompeten karena sesuai dari CV bapak. Saya meminta bapak untuk menyiapkan pembukaan kantor cabang di surabaya dari perizinannya dan staf yang akan mengisinya. Jadi saya harap bapak bisa turun langsung kesini, saya tunggu bapak di surabaya kalau bisa malam ini, bilang saja ke pak manopo bahwa bapak mau mengeksekusi kantor cabang di surabaya sebagai tindak lanjut pembicaraan waktu itu dan sekarang mau melihat lokasinya." kata vian
" baik pak kalau begitu, saya siap siap dulu, saya sekarang berangkat kesana." kata pak ikhwan
" bapak bilang saja ke murti untuk membelikan tiket fan akomodasi lainnya, nanti kalau sudah ada tiketnya kabari saya saja, biar nanti saya suruh supir untuk menjemput bapak di bandara." kata vian
" baik pak, kalau begitu saya ketemu bu murti dulu dan mau mempersiapkan apa saja untuk keperluan disana." kata pak ikhwan
" baik kalau begitu pak, saya tunggu disini ya pak, tetimakasih." kata vian, setelah menutup telepon vian pun menelepon murti supaya mempersiapkan perjalanan dinas pak ikhwan dan supaya memesankan tiket ke pak dede. Vian minum kopi dan menyalakan rokoknya yang habis. Tak lama ada telepon masuk dari lily
" papah enggak masuk ke kantor dulu." kata lily
" udah mamah aja yang handle urusan LCI, papah di kantin saja." kata vian
" pah mau makan siang dimana." kata lily
" terserah mamah aja maunya dimana." kata vian
" iya sudah di luar aja ya, mamah bereskan dulu disini." kata lily
" iya sudah papah tunggu disini ya." jawab vian.
__ADS_1
vian pun menunggu lily di kantin sambil merokok dan ngopi.