Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Livi Village


__ADS_3

Setelah mereka pulang vian duduk dulu di teras depan sambil merokok dan minum kopi karena tadi tidak leluasa. Setelah itu dia pun pergi ke kamar lalu betsih bersih dan berganti pakaian lalu duduk di sofa, lily pun menemani vian duduk disana sambil tiduran dipangkuannya.


" pah kenapa kita enggak buka usaha di air minum kemasan." kata lily


" betul juga ya, nanti papah akan suruh tim LA untuk mencari mata air yang bagus dan lingkungan masih asri supaya debit airnya akan terjaga." kata vian


" coba saja di hulu sungai yang disamping pabrik LA itu pah, kelihatannya daerah sana masih asri." kata lily


" iya besok papah suruh opik untuk membuat tim lagi." kata vian


" aku bangga jadi isteri papah. Keputuaan aku waktu itu benar, mau menikah dengan papah." kata lily lalu dia mencium pipi dan bibir vian


" kita juga bangga jadi isteri papah." kata astrid dan dilla


vian pun membawa lily pergi ke kasur, mereka pun melakukan hubungan badan dan akhirnya mereka tertidur pulas.


Seperti biasa vian bangun lalu pergi mandi setelah itu membangunkan isteri isterinya, lalu mereka sholat bersama. Vian dan lily pun pergi untuk main sepeda. Setelah selesai berkeliling komplek, vian duduk di teras depan lalu lily membawa susu panas dan air mineral.


" terimakasih sayank." kata vian


" sama sama papah sayank, aku masuk dulu siapin buat papah pergi." kata lily, dia pun pergi ke kamar, setelah menghabiskan rokoknya vian pun pergi ke kamar. Mereka pun turun ke bawah untuk sarapan, vian sudah membawa tas. Vian memberikan informasi ke pak menteri untuk mengirimkan pasportnya dan vian juga menitip pesan jika ada yang mengantar pasport dari pak menteri simpan dan nanti ada dari orang travel mau mengambilnya, vian juga berpesan supaya memphoto orang yang mengambilnya untuk bukti.


Selesai sarapan vian pun pamitan ke keluarganya, lily, astrid dan dilla mengantar ke depan lalu mencium tangan, vian pun memberikan kecupan di kening mereka. Vian pun naik ke mobil bersama pak dede lalu berangkat jemput shinta terlebih dahulu.

__ADS_1


" habis jemput shinta kemana dulu pak." kata pak dede


" kita ke pabrik LNI karawang, melihat lahan untuk pesawahan dan lahan untuk perumahan." kata vian. Vian pun sudah sampai di rumah shinta, shinta sudah menunggu di depan, vian dan shinta pun pamitan ke ibunya. Lalu mereka pergi ke pabrik LNI.


" kamu udah sarapan belum." kata vian


" sudah pak." jawab shinta


Jam 9.47 menit mereka sudah sampai di pabrik LNI, vian langsung mengecek pembangunan klinik disana sambil menyalakan rokoknya.


" pak mau dibuatkan kopi." kata aldi satpam pabrik LNI


" boleh, terimakasih ya." kata vian, tak lama hendra datang kesana.


" pak anak anak sudah menanyakan tentang perumahan, apa sudah boleh mereka mendaftar " kata hendra


" baik kalau begitu pak, apa mau saya antar ke lokasi untuk perumahan dan lahan untuk pesawahan," kata hendra


" boleh, supaya cepat juga kalaubada yang nunjukin." kata vian, mereka pun pergi ke lahan yang baru saja dibeli.


Hanya 30 menit mereka sampai di lokasi pesawahan, vian melihat lihat batas batasnya dan mengobrol dengan orang yang ada disana. Setelah selesai vian dan yang lainnya pergi ke lokasi untuk perumahan, vian mengobrol dengan tim L-Pro menanyakan proses pembangunannya. karena sudah siang vian mengajak yang lainnya untuk mencari tempat makan terlebih dahulu.


Selesai makan siang mereka kembali ke pabrik LNI.

__ADS_1


" Pak itu kopinya sudah dingin, mau dibuatkan lagi." kata aldi


" enggak usah, itu sudah cukup, terimakasih ya " kata vian sambil menyalakan rokoknya


" sama sama pak." kata aldi


vian pun menelepon pak daryat untuk memastikan perumahan untuk karyawan LNI berjalan.


" pak brosurnya sudah di design tinggal di cetak saja, untuk nama perumahannya apa ya untuk yangbdi karawang dan surabaya." kata pak daryat


" LIVI VILLAGE aja, kalau yang di surabaya LAD's Residence." kata vian


" baik kalau begitu pak, kita akan cetak." kata pak daryat


" pak daryat kirimkan saja soft copy brosurnya dalam PDF ke hendra dan ke saya ya, sama minta harga jualnya ya pak, terimakasih." kata vian


" baik pak, nanti saya kirimkan juga price listnya, saya akan kirimkan segera." kata pak daryat lalu menutup telepon.


Tak lama vian menerima menerima pesan dari pak daryat, vian pun mengajak shinta untuk ikut. Lalu menyuruh hendra untuk mengumpulkan karyawan pabrik LNI. Karyawan pun berkumpul di aula.


" mohon maaf mengganggu sebentar waktunya bapak ibu semuanya, kehadiran saya saat ini ingin menyampaikan apa yang pernah saya sampaikan sebelumnya, alhamdulillah berkat doa dari semuanya apa yang waktu itu saya janjikan akan segera terlaksana, seperti yang bapak ibu sekalian lihat di depan bahwa disana sedang ada pembangunan Klinik, alhamdulillah juga bahwa L-Pro sudah mendapatkan lahan untuk perumahan karyawan LNI yang disini, sekarang sedang tahap pemetaan dan pemadatan lahan, setidaknya apa yang saya janjikan sudah terlihat, untuk itu saya juga telah menerima brosur perumahan tersebut yang akan kami berinama Livi Village, adapun type yang akan di bangun yaitu type 36, type 45, dan type 54, silahkan bapak ibu untuk memilihnya, perlu bapak ibu ketahui juga bahwa untuk memiliki rumah ini tidak perlu DP dan akan langsung di potong dari gaji bapak ibu setiap bulannya selama 10 tahun, jafi bapak ibu fikirkan lebih matang, apakah akan terus bekerja disini atau mau pindah ke tempat lain yang mungkin akan jauh lebih enak dan gajinya lebih besar, karena jika ada karyawan yang mengambil rumah dan di perjalanan keluar rumah itu akan kita ambil alih dan uang yang sudah masuk akan kami kembalikan setelah di potong biaya administrasi. Oleh sebab itu tolong fikirkan matang matang, saya enggak akan memaksa supaya bapak ibu untuk membeli rumah tersebut, kisaran harganya bapak ibu akan di potong setiap bulannya untuk type 36 sebesar 1,6 juta, type 45 sebesar 1,9 juta, untuk type 64 sebesar 2,1 juta. Jadi fikirkan mana yang sesuai. perumahan tersebut juga akan di jual ke umum akan tetapi harganya pasti berbeda kurang lebih 20% di atas dari harga yang kami jual ke karyawan. Mengapa saya bilang tadi jika sudah tidak menjadi karyawan LNI rumahnya akan kami ambil, karena nanti kalau bapak ibu sudah keluar tapi masih ingin memiliki rumah tersebut akan kami kenakan harga sebagai orang umum, menurut saya itu adil, bukan saya ingin memaksakan bapak ibu bekerja terus di perusahaan ini enggak sama sekali kalau bapak ibu ingin keluar silahkan saja, bagaimana kalau sudah waktu pensiun atau enggak bisa melanjutkan kerja karena sakit itu ada kebijakan sendiri, alan tetapi jika pemilik rumah tersebut di keluarkan oleh perusahaan dikarenakan melakukan tindakan pidana maka tidak ada lagi negosiasi dan itu dianggap keluar dari perusahaan. Jika ada yang merasa keberatan silahkan tanyakan, yang jelas saya menekankan bahwa janji saya sudah saya tepati ya." kata vian


" maaf pak perkenalkan saya Lia, saya dari bagian produksi, saya disini bekerja baru, apakah ada persyaratan lainnya misalnya minimal berapa tahun bekerja baru bisa memesan, terimakasih.".

__ADS_1


" minimal 1 tahun, akan tetapi jika belum 1 tahun dan ingin terus bekerja disini dan pekerjaannya baik itu bisa dengan disertai surat rekomendasi dari atasannya dan teman kerjanya minimal 5 orang. Nanti formnya bisa diminta di pak hendra," kata vian


" terimakasih pak, LNI luar biasa pokoknya sangat memperhatikan karyawannya." kata salah satu karyawan.


__ADS_2