Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Pamitan


__ADS_3

Selesai istirahat pak bambang dan pak gubernur pamitan pulang, setelah mengantar mereka pulang vian dan yang lainnya juga masuk ke kamar masing masing untuk istirahat. Karena mungkin kelelahan vian pun tidur dengan pulas disamping isteri isterinya, begitu pula isteri isterinya. Seperti biasa di pagi hari vian membangunkan mereka untuk sholat berjamaah, selesai sholat vian pun membaca Al-Qur'an.


" pah mau dibekelin gak." tanya lily


" dibekelin apa sih mbak." kata astrid


" ada deh, kalian gak boleh ikutan ya." kata lily, setelah melihat vian selesai membaca Al-Qur'an lily pun duduk di pangkuannya.


" mamah pengen ya." kata vian. Lily hanya mengangguk. Vian dan lily pun berciuman membuat astrid dan dilla pun ikutan bergairah.


" di kasur aja yu." ajak vian, lalu berdiri dan menuju ke kasur di ikuti lily, astrid dan dilla.


"kalian jangan banyak gaya ya." kata lily


" iya mbak." kata astrid dan dilla mereka paham apa yang dibilang lily karena mereka sedang hamil muda.


Mereka pun melakukan hubungan suami istri hanya lily yang aktif, setelah mencapai puncak vian memberikan kecupan kepada lily, astrid dan dilla, " terimakasih ya". setelah istirahat vian pergi ke kamar mandi bersih bersih dan berganti pakaian. Vian pamit mau pergi ke gazebo.


" maaf ya mas aku gak bisa siapin minum." kata astrid


" gak apa apa sayang, mas bisa buat sendiri atau nyuruh bi narsih." kata vian


" papah gak bawa baju banyak kan, disana sudah ada." kata lily


" iya mah, gak usah." jawab vian


" berapa lama mas disana." kata dilla


" paling lama kamis sudah pulang lagi, besok ada kunjungan dari dinas ke pabrik LCI, rabu undangan ke kantor walikota." kata vian


" hebat ya suami kita ini, mainnya sama pejabat." kata lily


" papah tuh gak mau sebenarnya, tapi ini menyangkut usaha, gimana lagi." kata vian


" pah LCI perlu nambah karyawan kayanya untuk bagian pemasaran." kata lily


" iya udah kalian buka lowongan kerja saja sama di media sosial LCI." kata vian


" iya mas nanti aku buat kontennya." kata astrid. Vian pun pergi ke gazebo, di gazebo sudah ada bella yang sedang menghafal dan membaca untuk sidang kuliahnya. Vian membuat kopi disana lalu menyalakan rokoknya. Lalu vian mentransfer uang ke rekening LA untuk pembelian lahan untuk pabrik. Setelah transaksi selesai vian mengirimkan buktinya ke opik.


" mas sella dan selly katanya mau kerja disini." kata bella


" iya sudah, mereka sama mau sidang besok." tanya vian


" iya mas sama." jawab bella


" gimana kamu udah siap menghadapi sidangnya." kata vian


" insyaAllah mas sudah." jawab bella

__ADS_1


" kamu harus santai, jangan tegang." kata vian


" iya mas, tapi tetap aja kefikiran." jawab bella


" boleh kamu fikirkan tapi jangan menjadi serius karena itu pula yang akan memberikan dampak negative terhadap pemaparan kamu nantinya, dibawa enjoy saja." kata vian


" terimakasih mas masukannya." kata bella


Mereka kembali ke rumah dan melakukan sarapan bersama keluarganya. Tak lama ibu sisil, silvy dan silvia datang.


" aduh maaf, kedatangan kami jadi mengganggu sarapannya." kata ibu sisil


" gak apa apa bu, ayo sekalian sarapan bareng." kata lily


" ini silvia ngajak buru buru, katanya takut ditinggal pak vian ke rumah sakit, bapaknya hanya nitip salam aja, beliau ada rapat pagi jadi gak bisa kesini." kata bu sisil


" gak apa apa bu, ayo sarapan bareng." ajak vian


" kita jadi merepotkan keluarga disini jadinya." kata ibu sisil


" seperti sama siapa aja bu." kata lily


Selesai sarapan vian pamit untuk berganti pakaian yang sudah disiapkan isterinya. Lily, astrid dan dilla pun datang kesana.


" pah aku ikut ya ke rumah sakit." kata lily


" boleh sayank, tapi kalian gak usah ikut ya, kalian istirahat di rumah dulu." kata vian


" aku juga mau istirahat hari ini." kata dilla


vian pamitan ke astrid dan dilla, lalu pergi bersama lily menemui ibu sisil, silvy dan silvia.


" kakak gak ikut kan ke rumah sakit." kata ibu sisil


" gak bu, kakak mau ke kantor SPI aja sama kak Ika." jawab silvy


" iya sudah kalau begitu." kata ibu sisil


" ibu astrid dan ibu dilla gak ikut bu." lanjutnya


" mereka disuruh istirahat aja bu." kata lily


Vian, lily, ibu sisil dan silvia pamitan ke orang tua dan mertua vian. Mereka pergi ke rumah sakit diantar pak edi, di perjalanan vian menelepon dr. Chandra memberitahukan bahwa dia akan ke rumah sakit. Di perjalanan vian menerima telepon dari pak bambang.


" selamat pagi pak, maaf ganggu nih, saya mau komformasi saja kata bagian keuangan saya untuk pembayaran pembelian saham di SPI dan di rumah sakit sudah di transfer. Pak vian cek saja dan saya kirimkan buktinya." kata pak bambang


" baik pak nanti saya akan cek, terimakasih banyak pak." kata vian


" saya yang terimakasih pak, oh iya mohon maaf tadi saya gak mampir dulu, karena tadi buru buru ada rapat." kata pak bambang

__ADS_1


" gak apa apa pak, sekarang saya sedang menuju ke rumah sakit beraama ibu dan silvia nih." kata vian


" terimakasih banyak pak, mohon bimbing anak anak saya." kata pak bambang


" insyaAllah pak." kata vian. Lalu menutup telepon. Vian juga menerima kiriman bukti transfer


25 menit perjalanan mereka akhirnya sampai di rumah sakit Livi. Vian membawa lily, ibu sisil dan silvia ke ruangan dr. Chandra. Vian memperkenalkan mereka ke dr. Chandra.


" dokter perkenalkan ini ibu sisil dan ini silvia, silvia ini salah satu pemegang saham rumah sakit ini, dan dia sekarang kuliah kedokteran di luar negeri." kata vian


" perkenalkan saya dr. Chandra direktur rumah sakit ini." kata dr. Chandra lalu memberikan salam ke mereka


" iya dok mohon arahan dan bimbingannya dan saya nanti akan sering kesini, saya juga ingin mengajukan praktek disini." kata silvia


" baik dokter silvia, atur saja waktunya." kata dr. Chandra


" terimakasih dokter mohon bimbingannya untuk anak saya ini." kata ibu sisil


" dokter silvia anak ibu toh. InsyaAllah bu." kata dr. Chandra


" iya dokter, silvia ini putri ke dua kami." kata ibu sisil


" kalau begitu saya akan tunjukan fasilitas yang ada disini." ajak dr. Chandra untuk melihat fasilitas yang ada di rumah sakit. Dr. Chandra pun menjelaskan perbaikan perbaikan fasilitas yang ada di rumah sakit tersebut.


" oke dokter, saya mau pamit dulu karena harus ke surabaya, nanti tolong bantu silvia ya dok, atau silvia mau disini dulu." kata vian


" gak ah om nanti saja." jawab silvia


" iya sudah kalau begitu, kalau ada apa apa dokter langsung hubungi saya aja ya." kata vian


" siap pak." kata dr. Chandra.


setelah pamitan vian dan yang lainnya pergi ke ruko. Sesampainya di ruko vian izin ke cafe dulu untuk minum kopi lalu menyalakan rokoknya. Lily, ibu sisil dan silvia pergi ke kantor LCI. Vian menelepon pak dede supaya menjemputnya ke ruko dan ambil mobil di rumah sama menyuruh supaya mengajak haris. Vian menelepon bella menanyakan keberadaannya.


" hallo bell, kamu dimana." kata vian


" aku di kantor SPI mas, kenapa." kata bella


" udah siang nih, sebentar lagi di jemput pak dede, kamu siap siap ya." kata vian


" baik mas." jawab bella.


" iya sudah mas tunggu di cafe ya." kata vian. Lalu vian pergi ke kantor LCI menemui lily, lalu pamit mau pergi ke surabaya.


" pah gak apa apa mamah gak antar papah." kata lily


" gak apa apa, jangan lupa makan ya." kata vian


" iya. papah juga jangan lupa makan." jawab lily

__ADS_1


vian pamitan ke lily dan ibu sisil, lalu pergi lagi ke cafe, bella dan pak dede sudah ada disana. Bella pun izin dulu mau pamitan ke lily. Vian menyuruh haris untuk mengikuti isteri isterinya. Setelah bella datang, vian pergi pulang ke rumah.


__ADS_2