Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kota Mekkah 3


__ADS_3

Selesai sholat mereka kembali ke hotel untuk makan malam, vian menggendong devan, de qinar di hotel bersama evi.


" bagaimana perjalanan di mesjidnya menyenangkan." kata pak ustad ogi


" saya sangat senang pak ustad, bisa mencium hajar aswad, ini benar benar perjalanan umroh yang enggak akan terlupakan, disini saya banyak belajar, terutama kepada pak vian, pak vian dimana mana selalu di hormati orang, dan beliau ini tidak pernah ingin dihormati atau diperlakukan secara khusus." kata pak bambang


" betul itu pak, selama ini pak vian tidak mempergunakan pertemanan dia untuk kepentingan usaha dia, semua proses pendirian prerusahaan dan perizinan lainnya beliau lakukan sesuai prosedur yang ada, tidak mengatasnamakan bahwa dia kenal dengan pejabat pemerintahan." kata pak bupati


" beliau ini memang sangat dihormati bahkan waktu kejadian di ruko, para penghuni rusun mau turun tangan kalau enggak di cegah beliau." kata pak gubernur B


" sama waktu kejadian di surabaya juga pak, para karyawan bahkan warga sekitar membantu untuk melawan preman." kata pak gubernur L


" seperti tadi beliau sangat dihormati para askar bahkan petugas kebersihan, kita seperti pejabat yang diberikan perlakuan khusus." jata pak gubernur B


" sampai devan pun diperlakukan dengan baik, mereka tidak seperti ke orang lain begitu tegas, tapi melihat pak vian mereka tersenyum ramah." kata pak menteri


" bapak bapak ini bisa saja, mungkin saja askar dan petugas itu merasa kasian kepada saya." kata vian


" bukan saya tidak ingin dibantu pak, akan tetapi saya akan merasa bahagia kalau saya bisa mencapainya dengan baik, saya ingin melangkah selangkah demi selangkah karena disaat kita di puncak bisa menikmati keindahan berkat kerja keras kita sendiri, saya bukan tidak ingin di hormati, tapi saya takut bagaimana kalau nanti saya di benci. Saya memperlakukan karyawan seperti itu karena saya pernah merasakan di posisi tersebut, bagaimanapun saya pernah merasakan direndahkan, dicaci, dimaki, dihina, dijauhi, dikhianati, saya enggak ingin seperti itu karena saya tau itu sakit, saya bukan manusia sempurna penuh dengan kebaikan, saya penuh dengan dosa dan Allah masih sayang sama saya sehingga Allah tutupi itu semua." lanjut vian


Pak ustad ogi memberitahukan untuk acara besok bahwa akan jalan jalan ketempat Jabal Rahmah, sebuah bukit tempat bertemunya kembali Nabi Adam Dan Siti Hawa yang terletak di padang arafah. Setelah melihat lihat tempat tempat sejarah akan mengambil miqat untuk yang mau menjalankan ibadah umroh yang ke dua dan bagi yang mau membadalkan orang tua atau saudara lainnya.


selesai makan mereka kembali ke kamar masing masing, vian pun pergi ke kamar bersama isteri isterinya. Vian pun mengajak mereka mengobrol lalu mereka melakukan hubungan suami isteri, setelah melakukan itu vian dan isterinya pun tidur. Jam 3 pagi vian bangun lalu mandi dan pergi ke mesjid. Vian melakukan sholat lalu tawaf sampai shubuh. Selesai sholat syubuh vian kembali ke hotel melihat isterinya sudah bangun atau belum. Isteri isterinya baru selesai melaksanakan sholat, mereka pun mengobrol, lily tiduran dipangkuan vian.

__ADS_1


" kalian mau ikutan umroh lagi atau enggak." tanya vian


" enggak ah pah aku takut enggak kuat." kata astrid dan dilla


" aku ikut papah." kata lily dan shinta


" iya sudah kalau begitu, tolong siapkan pakaian ihram papah ya." kata vian


jam 7 mereka sarapan setelah sarapan mereka siap siap untuk pergi. Jam 9 mereka pun sudah berkumpul lalu pergi melihat temoat tempat sejarah. Di setiap moment pasti mereka melakukan sesi photo. Setelah selesai berjalan jalan meteka pun pergi ke tempat miqat, vian, lily dan shinta mengambil miqat disana dan banyak juga yang ikut umroh ke 2 ini termasuk endris dia mau membadalkan ayahnya. Setelah selesai mereka pulang ke hotel, sedangkan yang mengambil umroh ke 2 langsung di pimpin pak ustad ogi menjalankan rangkaian umroh, sedangkan yang enggak mereka masuk ke hotel untuk istirahat.


" kalian kalau lapar pesan saja ya, jangan sampai menundanya, ajak yang lainnya juga." kata vian


" iya pah." jawab astrid dan dilla


" gimana kalian lelah enggak." kata vian


" enggak pah, aku malahan enak aja enggak kerasa cape sama sekali." kata lily


" sama aku juga pah, papah cape, mau aku pijitin," kata shinta


" enggak usah nanti aja, kamu juga pasti cape." kata vian, mereka pun istirahat, vian dan yang lain melaksanakan sholat ashar di kamar hotel. Setelah itu vian mengajak isteri dan keluarga lainnya untuk pergi mencari makanan dan barang barang untuk kenang kenangan. Lily pun memberitahukan ibu sisil, ibu athia, ibu siska, ibu Nurlaela, ibu zahra dan ibu nurul. Setelah itu mereka berkumpul di lobi lalu pergi jalan jalan.


" apa kita enggak kebanyakan, ini enggak akan muat loh di bagasi pesawat." kata ibu retno

__ADS_1


" enggak apa apa bu, saya sudah bilang ke pak ustad untuk mencari expedisi supaya dikirim ke rumah, akan tetapi pasti datangnya lebih lama." kata vian


" iya enggak apa apa kalau begitu, jadi kita pisahkan yang penting dulu saja yang akan dipergunakan dengan cepat." kata ibu retno


" kamu memang mantu yang baik." lanjut bu retno


mereka pun pergi mencari tempat makan dan minum khas indonesia, mereka pun menikmati hidangan khas indonesia.


" besok kan kita pulang jam 10an, dan akan tiba di rumah malam, mamah pesankan makan malam ya untuk jaga jaga aja. Lagian pasti pada lapar." kata vian


" iya pah, nanti mamah pesan catering dan bilang ke orang yang ada di rumah." jawab lily


" shin tolong tanya ke cindy, untuk penginapan para distributor, bisa saja sih di rumah tapi enggak akan nyaman, tapi coba saja bilang ke cindy, kalau mereka mau di rumah juga enggak masalah, lagian di paviliun bisa di pasang kasur." kata vian


" iya pah, aku tanya ibu cindy." kata shinta


" kita photo keluarga yu pah di depan mesjid." kata lily


" iya boleh sayank, supaya nanti devan dan de qinar tau bahwa mereka pernah kesini, sama dede bayi dalam perut astrid dan dilla juga tau bahwa waktu dalam kandungan mereka pernah kesini." kata vian


" nanti minta bimo aja untuk ambil photonya." kata dilla


" iya boleh." jawab vian, mereka pun jalan jalan melihat lihat barang yang mereka inginkan, devan membeli jam tangan dan mainan, sedangkan untuk de qinar membeli boneka. Para gadis pun membeli jam meja serta hiasan dinding untuk di kamar mereka.

__ADS_1


Mereka kembali ke hotel dan siap siap untuk pergi ke mesjid, dan ini malam terakhir di kota mekkah, mereka ingin mengenang indahnya malam itu supaya nanti bisa kembali.


__ADS_2