
Jam 8 pak bambang pamit untuk kunjungan kerja, vian dan yang lainnya pun pergi ke rumah Ibu Asti, 47 menit mereka pun sampai disana. Bu asti pun kaget akan kedatangan vian dan yang lainnya.
" Nenek...." kata devan sambil berlari ke ibu asti
" iya aa sayang." kata ibu asti lalu memeluk devan
vian, astrid, dilla, lily, lilis, evi, ibu sisil pun bersalaman satu persatu
" waduh maaf rumahnya berantakan.. Kok kamu gak ngasih tau nak." kata ibu asti
" ini juga ngedadak, mbak lily yang ngajak." kata astrid
" gak apa apa bu, santai aja, seperti kesiapa aja." kata lily
" terimakasih sudah main kesini." kata ibu asti
" nenek, tante bella sama om ari kemana." kata devan
" tante bella kan di rumah aa, om ari lagi sekolah." kata ibu asti
" oh iya, tante bella kan gak ikut." kata devan
" kamu tuh lucu banget sayang." kata ibu asti
" iya gemezsin." kata ibu sisil
" tapi jangan nyubit aa loh." kata devan. yang ada disana ketawa melihat tingkah devan, devan pun berlarian dirumah.
" aa gak boleh lari lari, nanti jatuh." kata lily
" mau minum apa, mas mau minum kopi." kata astrid
" boleh sayang, terimakasih." kata vian
" aa mau ice cream." kata devan
" iya kita beli ke warung ya sama nenek." ajak ibu asti, devan pun ikut diikuti lilis sama evi, de qinar di pangku dilla. Vian pun duduk di teras depan sambil merokok.
" saya senang sama keluarga ini, begitu kompak. Terasa kekeluargaannya." kata ibu sisil
" saya semenjak nikah sama vian, saya jadi suka rame, kalau rumah sepi seperti ada yang hilang, termasuk bapak sama ibu." kata lily
" pantesan di rumah ibu rame." kata ibu sisil
" makanya bukan karena pengen gimana rumah besar itu bu, awalnya saya juga protes beli rumah gede gede, eh vian ngajak bapak ibu tinggal di rumah, mereka jadi betah di rumah." kata lily
"saya seneng melihatnya." kata ibu sisil
"apalagi sekarang tambah 2 keluarga baru. Tambah rame." kata lily.
Tak lama ibu asti, devan, lilis dan evi datang habis beli ice cream dan minuman.
" kalau disini hanya ada seperti ini." kata ibu asti
" gak apa apa ibu, jangan repot repot kita juga gak akan lama karena harus pulang, oh iya ibu ikut kita lagi kan ke jakarta." kata lily
" aduh gimana pengen sih tapi ari kan sekolah ibu gak mungkin ninggalin dia. Kalau udah libur lagi insyaAllah ibu main kesana, terimakasih ajakan nak lily." kata ibu asti
__ADS_1
" aa udah bilang terimakasih belum." kata lily
" aa lupa mah, nek makasih ya ice creamnya." kata devan
" sama sama aa sayang." kata ibu asti
" oh iya kayanya sebentar lagi ibu bakalan punya cucu deh." kata lily
" emang kamu lagi hamil nak." kata ibu asti
" belum bu, mbak ada ada aja deh." kata astrid
" nanti di jakarta kalian cek deh trid, dill, soalnya waktu hamil aa sama de qinar setelah pulang dari kampung vian aku hamil dan memang waktu itu kita menginginkannya." kata lily
" aamiin semoga aja mbak." kata astrid dan dilla
" wah akan tambah rame tuh." kata ibu sisil
" iya aku pengen lihat kalian repot juga ngurus anak." kata lily
" kita kasih ke mbak aja buat ngurusnya." kata astrid dan dilla
" tapi gak kebayang sih kalian hamil barengan dan melahirkan bareng di hari yang sama." kata lily
" udah siang nih, kita belum ke rumah dilla, ibu maaf ya bukan kita gak mau lama lama tapi memang waktunya, mudah mudahan lain waktu kita kesini lagi." kata lily
" pah ayo kita ke rumah dilla udah siang nih." lanjut lily
" iya mah ayo." kata vian lalu masuk dan bersalaman dengan ibu asti lalu menyerahkan uang " ini untuk keperluan ibu dan jajan ari, maaf vian gak bisa lama disini.".
mereka pun pamit lalu pergi ke rumah dilla, sekitar 37 menit perjalanan mereka sampai di rumah orang tua dilla. mereka disambut ibu sri, mereka pun bersalaman. Vian langsung pergi ke teras rumah dan merokok disana.
" bapak lagi pergi katanya mau ketemu sama petani di daerah S. Kok kamu gak ngasih tau ibu sih mau datang kesini." kata ibu sri
" ini juga dadakan bu, mbak tadi ngajak ke rumah astrid dan kesini." jawab dilla
" maaf ya rumahnya kecil berantakan lagi." kata ibu sri
" gak apa apa bu, maaf kita datang hanya datang aja nih." kata lily
" gak apa apa nak lily, ibu senang dikunjungi kalian." kata ibu sri
" dill beli minjman aja sana si warung." lanjut ibu sri
" iya bu." jawab dilla lalu pergi keluar mau ke warung
" mamah mau kemana aa ikut." kata devan
" iya ayo aa sayang." kata dilla
" di warung ini jual ice cream juga kan mah, aa masih mau." kata devan
" ada aa mau rasa apa." kata dilla
" cokelat boleh, tapi aa lihat dulu aja deh." kata devan
tak lama mereka pun datang, devan membawa ice cream lagi, dilla menyuguhkan minuman yang dibelinya
__ADS_1
" aa kok makan ice cream lagi." kata lily
" aa masih pengen mah." jawab devan sambil muka memelas.
" jadi waktu itu kalian nikah disini." kata lily
" iya mbak, disini hanya akad nikah saja, tapi syukurannya di restoran yang waktu itu kita makan." kata dilla
" terus kartu keluarga kalian dimana." kata lily
" disini mbak, minggu kemarin bapak sudah buat surat pindah, mau pindah ke rumah sana." kata dilla
" pindah ke jakarta aja kan sekarang harus singgle indentitas, bawa aja berkasnya, mumpung nanti ada pak gubernur ke rumah." kata lily
" o iya kemarin suami juga ngobrolin itu sama pak gubernur." kata ibu sisil
" kita kan sekarang udah 1 keluarga jadi kartu keluarga juga harus satu. Bawa juga surat nikah dan yang lainnya biar disimpan di brangkas di rumah." kata lily
" iya sudah kalau begitu aku bawa sekarang." kata dilla lalu pergi ke kamarnya mengambil berkas berkas. Tak lama dilla kembali dengan membawa map.
" pah astrid dan dilla pindah ke jakarta aja ya." kata lily
" iya, emang udah di urus surat pindahnya." kata vian
" sudah mas, tadinya mau dipindah ke rumah sana." kata dilla
" iya udah pindah ke jakarta aja biar mudah, nanti kan kita mau pergi umroh." kata vian
" ibu, bapak sama bimo siapkan aja perlengkapan membuat pasport ya, trid bilang juga sama ibu dan ari." kata lily
" iya mbak, nanti aku bilang." kata astrid
" emang kapan ibu mau pergi umrohnya." kata ibu sisil
" 2 bulanan lagi bu sekalian sama distributor LNI." kata lily
" saya juga mau bilang sama bapak kalau begitu biar sama sama." kata ibu sisil
" iya bu biar rame rame." kata lily
" terus malam pertama kalian dimana disini juga." kata lily
" mau tau aja nih mbak." kata astrid
" gak nak lily, mereka habis acara syukuran pergi ke hotel." kata ibu sri
" Jadi vian sudah berapa kali Kunjungan ke Mertuanya ini." kata lily
" baru sekarang aja nak vian datang kesini semwnjak nikahan waktu itu." kata ibu sri
" berarti sama tuh dia, pas ada maunya aja datang ke rumah." kata lily
" tapi kan ketemu sering." kata vian dari teras
" ibu ikut lagi kejakarta kan sama kita." kata lily
" bukannya ibu gak mau nak, tapi bimo masih sekolah, nanti kalau liburan kita main kesana." kata ibu sri
__ADS_1
Mereka pun pamitan karena sudah siang, vian pun memberikan uang kepada ibu sri. Selanjutnya mereka pergi ke Pabrik LCI.