
Setelah meminum kopi Vian pun menyalakan lagi rokok. Tak lama lily datang memberikan kabar kondisi anak anak dan shinta.
" pah, alhamdulillah de qinar, de avin dan de alea sehat, shinta pun sama kadungannya sehat. Sekarang mereka sedang istirahat." kata lily
" alhamdulillah kalau begitu, mamah enggak istirahat juga." kata vian
" enggak ah, masa ada tamu tuan rumahnya istirahat." kata lily
" enggak masalah bu silahkan saja, kaya seperti siapa saja, kita kan bukan tamu." kata pak bambang
" dari tadi saya istirahat pak, terimakasih." kata lily
" besok saya ikut ya bu ke kampungnya pak vian." kata bu sisil
" boleh saja bu, kalau memang bapak sudah mengijinkan." kata lily
" sudah bu, jadi perang kalau enggak diizinkan." kata pak bambang
" nanti saya juga menyusul ya bu, bolehkan." kata ibu citra
" boleh saja bu, memangnya ada acara apa ya disana." kata lily
" bapaknya sekalian kunjungan ke sekolah bu, sekalian kan bisa ke tempat pak vian." kata ibu citra
" boleh banget bu, jadi kita bisa rame rame terus." kata lily
" liburan kemarin terasa sebentar, jadi masih kurang." kata ibu citra
" kalau enggak ada kegiatan main saja kesini bu, nanti kita bisa kumpul kumpul siapa tau ada usaha yang bisa kita kolaborasikan bersama sama." kata ibu sisil
" iya ya, saya ingin gabung juga di perusahaan LCI, jadi saya ada kesibukan sendiri." kata ibu citra
" kak ini konten iklan mau kakak yang rapihkan dulu atau nanti kita kita yang rapihkan." kata ika
__ADS_1
" kalian aja lah, kalian lebih mengerti konten yang mengena ke konsumen sesuai dengan pangsa pasar yang kita tuju." kata lily
" baik kalau begitu kita akan rapihkan, oh iya kakak lama di kampung dan di pabrik LAnya." kata ika
" di kampung palingan 2 harian, enggak tau kalau di pabrik LA, tergantung aa kamu ada kegiatan apa aja disana. Kenapa memangnya." kata lily
" yang lain juga pengen ke kampung, mereka ingin merasakan suasana disana, kemungkinan hari selasa kita kesana sekalian mau ke pabrik SPI." kata ika
" bilang sama aa kamu, biar kendaraannya bisa diaturkan, kalau enggak kita pakai bus kalian pakai minibus." kata lily
" enggak usah pake bus karena enggak akan cukup jalannya masuk ke kampung malahan ribet lagi, besok aa pakai minibus yang biasa di pakai, kalian pakai minibus lainnya aja kan di L-Trans ada." kata vian
" iya udah kalau begitu aa, kita mau kerjain kerjaan yang tertunda." kata ika
" hebat... Semangat mereka sedang menggebu gebu." kata pak bambang
" saya juga milihat si nazwa enggak seperti biasa hanya main game di handphonenya, sekarang dia sukanta melihat lihat trend pasar yang sedang digandrungi, bikin perencanaan bisnis." kata pak menteri pendidikan
" sama si resya juga, setelah gabung di perusahaan SPI dan diam disini kalau pulang ke rumah yang diobrolin masalah perkembangan usaha." kata pak menteri Sosial
" disini akhirnya menjadi tempat pelatihan mereka, saya merasakan perkembangan anak anak dalam melakukan pergerakan usahanya terutama si silvy, si silvia pun akhirnya terbawa dan kemarin dia ingin membuka klinik sendiri kalau sudah mendapatkan izin praktek kalau sudah tidak kerja di rumah sakit." kata pak bambang
" memang pergaulan di lingkungan sangat mempengaruhi kehidupan anak anak, salah bergaul saja fatal akibatnya. Untung saja kita bisa mengenal pak vian dan keluarganya dan anak anak pun merasa nyaman disini." kata pak menteri pendidikan
" ngomong ngomong bagaimana perkembangan yayadan pendidikan livi pak." lanjut pak menteri pendidikan
" alhamdulillah sudah banyak yang mendaftar baik di tingkat TK, SD, SMP, SMU, dan SMK, bahkan universitasnya pun banyak yang sudah mendaftar." kata vian
" itu tingkat apa saja yang ada asramanya pak." kata pak menteri pendidikan
" SMP, SMU, SMK system pendidikannya boarding school jadi mereka tinggal di asrama, untuk mahasiswa pun saya siapkan asrama bagi yang jauh jauh." kata vian
" kalau sudah jalan saya berkunjung kesana lagi, bolehkan pak." kata pak menteri pendidikan
__ADS_1
" sangat boleh pak, silahkan saja, dan kemungkinan nangi kita akan melakukan kerjasama dengan kementerian bapak untuk menerima program beasiswa dari setiap daerah, dan kita juga menerima siswa yang kurang mampu dalam hal pembiayaan, nanti mereka akan dibantu biayanya dari yayasan livi," kata vian
" si aa devan jadi sekolah di TK disana tahun ini pak." kata pak bambang
" insyaAllah pak, dia semangat sekolah disana karena setiap hari bisa ketemu sama thunder." kata vian
" terus yang menjaga dia selain pengasuh." kata pak bambang
" nenek dan kakeknya pasti disana pak, kakeknya pasti aktivitasnya di YPL dan nenek neneknya di restoran jadi enggak terlalu khawatir." kata vian
" selain jaga cucu, kita memiliki aktivitas pak. Sama enggak jauh juga dari rumah ini." kata pak bowo
"betul, bapak bisa menikmati masa tua bersama keluarga, selalu dekat dengan mereka, sekalian bisa berbuat sesuatu untuk orang lain." kata pak bambang
" disana juga ada yayasan panti asuhan kan." kata pak menteri sosial
" ada pak, tepat di sebelah YPL. Untuk istirahat pun vian udah bangun villa disana, jadi sudah enak, makan tinggal pergi ke restoran." Kata pak bowo
" sudah enak kalau begitu, toh yang mengelola YPL sudah ada orang profesional yang menjalankan, bapak tinggal mengaturnya saja jangan sampai keluar dari visi dan misi awal didirikannya YPL tersebut." kata pak bambang
" saya rasa kalau YPL itu berjalan, akan menjadi luar biasa gebrakannya, dengan fasilitas dan hasil akhir dari lulusan sini sudah jelas sebenarnya ke livi group dan livi group pun tidak akan kekurangan sumber daya manusianya." kata pak menteri pendidikan
" oh iya pak menteri, jika dari dinas sosial ada menemukan anak yang enggak sekolah karena biaya, silahkan koordinasikan saja dengan tim YPL, untuk tempat tinggal anak itu bisa di asrama atau di panti asuhan, untuk biayanya yayasan livi yang akan menanggung yang terpenting anak tersebut mau sekolah, mau di arahkan dan di didik tentunya." kata vian
" siap pak, nanti saya sampaikan ke tim yang ada di tingkat desa supaya menyampaikan ke tingkat RT RW kalau ada di lingkungan mereka yang tidak bisa sekolah." kata pak menteri sosial
" saya juga akan sampaikan ke setiap kepala desa untuk mendata warga yang tidak mampu bersekolah." kata pak gubernur B
" saya usul supaya setiap RT memberikan laporan mengenai warganya tentang kondisi mereka, baik dari sisi pendidikan, pekerjaan, terutama jangan sampai ada warga yang sampai kelaparan karena tidak bisa makan, terus rumah tidak layak huni, mari sama sama kita perbaiki itu misalnya seperti rusun yang ada disana itu, pemerintah menyiapkan lahan, kita akan bantu masalah pembangunannya, pemerintah tinggal mengelola kedepannya." kata vian
" saya juga sedang mengkaji pembangunan rusun di daerah lainnya, sekarang sedang kita lakukan pendekatan terhadap warga, jangan sampai sia sia juga kita bangunkan tempat tinggal, eh mereka masih tetap tinggal di gubuk gubuk pinggir kali. Kalau udah ada obrolan dari pak vian saya jadi tenang nih untuk eksekusi pembangunan rusun lainnya." kata pak gubernur B
" kalau ada warga yang terkena dampak penggusuran bapak juga bisa arahkan ke rusun atau ke perumahan livi residence, sekarang sedang pembangunan tahap ke 2 disana, ada beberapa warga yang terkena dampak penggusuran sudah ada disana juga." kata vian
__ADS_1
Mereka pun pergi istirahat karena sudah malam, dan besok mau aktivitas serta vian mau pergi ke kampung.