Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Bagian dari Keluarga


__ADS_3

Pak bambang mengajak vian dan yang lainnya makan malam bersama.


" pak tadi ada yang kesal loh, sampai diajak keluar aja gak mau." kata lily


" udah ah bu, jadi malu, jadi ibu udah tau sebelumnya ya,." kata ibu sisil


" tau dong bu, kita bingung alasan apa ngajak ibu kesini, sampai vian kerjasama sama sopir buat kasih kejutan." kata lily


" actingnya luar biasa deh. Pak vian ini." kata ibu sisil


" kakak, adek kalian kalau mau belajar kerja di perusahaan pak vian, adek bisa praktek juga di rumah sakit pak vian." kata pak bambang


" dimana lokasi rumah sakitnya Om." kata silvia


" gak jauh dari sini palingan 30 menit." jawab vian


" kalau kakak bantuin ibu aja di toko LAD's." kata ibu silvi


" itu perusahaan apa bu." kata silvy


" peruaahaan kosmetik, itu perusahaan tante lily, tante astrid, tante dilla dan ibu." kata ibu silvi


" kalau kakak mau di bidang fashion dan teman temannya seumuran di perusahaan adiknya pak vian, ika." kata pak bambang


" boleh pak, besok kakak main deh." kata silvy


" pantesan ibu semangat mulai bisnis, gaulnya sama pebisnis sih, sampe mau pindah rumah segala." kata silvia


" tapi aku senang kok, jadi ibu ada kegiatan yang positif dan gak buat ibu bosen di rumah." kata silvy


" kakak sama adek lusa mau ikut gak ke KBB, tempat pertanian, peternakan, pabrik pengolahan makanan milik pak vian, bapak gubernur juga mau kesana." kata pak bambang


" boleh pak, aku pengen refreshing." kata silvy


" aku juga mau ikut pak." kata silvia


" Bu besok ibu ke toko LAD's gak, aku pengen main kesana." kata silvy


" gak istirahat kak, kok semangat gitu." kata ibu sisil


" gak bu, aku pengen belajar bisnis bukan hanya teori saja." kata silvy


" ini yang bapak suka, semangat anak muda." kata pak bambang


" o iya kak ika boleh ya aku juga main dan belajar di perusahaan kakak." kata silvy


" boleh dong, apalagi mau mempraktekan ilmunya, kita bisa saling tukar ilmu," jawab ika

__ADS_1


" kakak, adek jagung bakar di rumah tante lily enak lho." kata ibu sisil


" pengen coba dong." kata silvi dan silvia


" iya udah kalian main saja ke rumah sekarang belum malam juga. Tapi kalian baru tiba di tanah air pasti cape, gimana?" ajak lily


" boleh tante lily kalau gak keberatan. Kita sudah istirahat di pesawat kok" kata silvy


" iya sudah kalau begitu, ibu juga mau ambil pakaian kotor ibu." kata ibu sisil


" iya sudah kalau begitu berangkat sekarang aja." kata lily


" iya sudah nanti saya menyusul ya, ada hal yang mau dibereskan dulu." kata pak bambang


" iya kita ikut ibu lily dulu ya." kata ibu sisil


" iya boleh bu." kata lily


mereka pun siap siap pulang kerumah, mereka pun naik ke minibus lalu pergi, hanya kurang dari 7 menit mereka pun sudah sampe di rumah. Vian menyuruh indra dan pak dede untuk membuat pembakaran jagung.


" mas ibu aku sama ibu dilla besok mau kesini, bisa minta tolong pesan tiketnya." Kata astrid


" iya udah mas bilang ke pak dede untuk pesan tiket ibu." Kata vian lalu dia menyuruh pak dede untuk memesan tiket buat ibu mertuanya itu. Mereka pun pergi ke taman, tapi lily izin dulu mau menidurkan de qinar dan devan. Vian menyuruh marni untuk membuatkan susu panas.


" wah bu rumah tante lily besar ya, halamannya luas, enak suasananya." kata silvy


Jagung bakar pun sudah jadi, vian menyuruh silvy dan silvia untuk mencoba terlebih dahulu.


" ini enak banget jagungnya, susunya juga mantap." kata silvia


" apa yang ibu bilang enak kan." kata ibu sisil


" iya bu luar biasa pokoknya." kata silvy dan silvia


" ini jagung dari lahan pertanian pak vian." kata silvy


" iya, sebagian dari hasil pertanian petani daerah sana." jawab vian


" susu juga dari peternakan pak vian." kata silvy


" iya, nanti kalau jadi kesana kaluan bisa lihat dari proses pemerasan susu, sampai bisa seperti ini." kata vian


Tak lama pak bambang datang kesana.


" gimana kak, dek kalian suka." kata pak bambang


" suka banget pak." jawab silvy dan silvia

__ADS_1


" terimakasih pak vian sudah menganggap kami bagian dari keluarga ini. Saya sangat senang melihat istri dan anak saya bahagian seperti ini." kata pak bambang


" sama sama pak, saya juga senang bisa berkumpul seperti ini." kata vian


Setelah devan dan de qinar tidur, lily datang kesana, dengan kedatangan lily, astrid dan dilla pamitan mau istirahat.


" pak, ibu saya pamit duluan, mau istirahat, badan kayanya cape banget." kata astrid


" o iya bu, aduh maaf yaa, ibu astrid dan ibu dilla memang harus istirahat jangan terlalu cape. Kan tadi dr. Anita juga bilang." kata ibu sisil


" iya bu terimakasih." kata dilla


" emang ibu astrid sama ibu dilla sakit apa." tanya pak bambang


" mereka gak sakit pak, mereka sedang mengandung." kata ibu sisil


" selamat kalau begitu ibu astrid, ibu dilla, dan pak vian." kata pak bambang


" terimakasih pak." kata astrid dan dilla, mereka pun pergi untuk istirahat


Vian lanjut mengobrol dengan pak bambang, beliau memberitahukan kepada vian bahwa lama pengiriman melalui laut dari perkebunan perusahaan pak bambang sampe ke pabrik jika ada di KBB estimasinya pengiriman 2 mingguan, vian juga menyampaikan bahwa timnya sudah menemukan lahan 2,5 hektar dan cocok untuk pembangunan pabrik di KBB, lusa kita bisa mengeceknya bersama.


Karena sudah malam pak bambang dan keluarganya pamit pulang, vian dan lily pun mengatar mereka, setelah itu vian dan lily masuk kamar untuk istirahat. Astrid dan dilla sudah tidur. Sebelum tidur vian dan lily mengobrol masalah LAD's.


" pah, mamah sudah dapat laporan dari Winda bahwa penjualan hari ini di 47 jutaan, dan ada yang mau jadi agen dan reseller juga. Tapi penjualan di pabrik masih jauh baru sekitar 27 jutaan." kata lily


" alhamdulillah, kayanya perlu 2 orang lagi buat marketing online untik di toko." kata vian


" mamah juga kefikiran gitu jadi mamah sudah menyuruh winda untuk membawa temannya yang mau kerja besok." kata lily


" hebat isteri papah ini sudah bisa memahami situasi di lapangan." kata vian


" siapa dulu dong.. Lily gitu loh, mamah juga kasian ke astrid dan dilla apalagi sekarang mereka sedang hamil." kata lily


" terimakasih sayank, tapi mamah juga jangan cape cape ya." kata vian lalu mencium kening lily. Lily pun merepahkan tubuhnya ke pangkuan vian.


" iya pah, mamah bisa atur kondisi kok. tadi yang belanja banyak tuh teman temannya ibu sisil dan mereka juga ada yang mau menjadi agen." kata lily


" alhamdulillah kalau keberadaan beliau membawa dampak positif buat LAD's." kata vian


" mudah mudahan aja bisa terus meningkat omzetnya ya pah." kata lily


" aamiin." jawab vian


Vian dan lily pun melakukan hubungan suami istri tanpa kehadiran astrid dan dilla. Vian dan lily bersih bersih lalu tidur berpelukan dikasur.


Pagi hari vian mandi lalu membangunkan isteri isterinya, lily pun mandi lalu sholat berjamaah. Vian pun menyuruh mereka untuk istirahat kembali.

__ADS_1


__ADS_2