Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Persiapan Ibadah Bersama


__ADS_3

Sampai di rumah vian dan isteri isterinya masuk ke kamar lalu mereka mandi dan berganti pakaian.


" papah kira kira berapa hari di surabaya." kata lily


" 4 harian, papah mau koordinasi sama pak daryat masalah pembangunan perumahan, kira kira nama perumahannya apa, ada masukan.?" kata vian


" LAD's Residence aja pah." kata lily


" iya itu juga bagus mas, lagian kan sebelah pabrik LCI juga." kata astrid


" nama yang bagus." kata dilla


" iya udah kalau begitu, nanti nama perumahannya LAD's Residence." kata vian


" papah jadi ke Bali." tanya lily


" jadi kayanya mah, resort sudah terabaikan padahal disana kita sudah simpan modal." kata vian


" iya pah sayang kalau enggak dikelola, papah berapa lama disana." kata lily


" 3 hari an lah sehari penuh cukup kayanya untuk koordinasi sama tim manajemen sana." kata vian


" iya sudah kalau begitu, kita siapkan buat pakaian 3 hari ya, lagian di surabaya ada pakaian kan." kata lily


" ada mbak." kata astrid


" papah juga sudah suruh isterinya pak wahyudi untuk membersihkan rumah disana." kata vian


" iya bagus jadi enggak terbengkalai itu rumah." kata dilla


" untuk dr.silvy bagaimana mah, jadi ikut kan." kata vian


" jadi pah, mereka sudah membuat pasport duluan jadi tadi enggak kesana." kata lily


" syukur kalau begitu, apa kita juga perlu bawa dokter umum untuk jaga jaga nenek mamah sama bapak dan ema." kata vian


" boleh pah, mamah juga kefikirin masalah kakek dan nenek kita." kata lily


" iya udah papah ajak dr. Chandra deh, soalnya untuk yang bantuin bisa silvia ya." kata vian. Lalu vian menelepon dr. Chandra.


" sore dr. Chandra, sedang sibuk." kata vian


" sore pak, enggak pak, bagaimana ada yang bisa saya bantu." kata dr. Chandra


" akhir bulan depan ada kesibukan enggak dokter, saya berencana mau umroh dan membawa kakek dan nenek saya, untuk berjaga jaga saya perlu dokter untuk mendampingi, apa ada referensi atau dokter sendiri bersedia." kata vian


" wah saya sangat bersedia pak, apalagi ini perjalanan untuk ibadah sekaligus." kata dr. Chandra


" iya sudah ajak aja isteri dr. Chandra sekalian, saya tunggu pasportnya awal bulan dokter. Bagaimana ada masalah." kata vian


" siap pak, nanti saya akan kirimkan pasport saya sama isteri ke bapak. Terimakasih banyak atas ajakannya nih." kata dr. Chandra


" saya tunggu pak ya, anak anak dokter bisa dikondisikan kan." kata vian


" bisa pak. Terimakasih sekali lagi." kata dr. Chandra

__ADS_1


tak lama ada telepon masuk dari pak bupati KBB.


" selamat sore pak bupati, ada yang bisa saya bantu." kata vian


" ini pak, isteri mau ikut umroh sama keluarga besar bapak apakah masih ada quota tadi katanya lihat status bu lily yang sedang di kantor imigrasi. Dan kapan rencana berangkatnya" kata bupati


" oh gitu, masih pak bupati, berangkat akhir bulan depan, kira kira berapa orang." kata vian


" kita ber empat aja pak, saya akan mengajukan cuti kalau begitu." kata pak bupati


" saya tunggu daftar namanya supaya saya bisa kirimkan ke travel dan saya tunggu pasportnya aja untuk visa awal bulan depan." kata vian


" siap pak, terimakasih banyak." kata pak bupati


" sama sama pak." kata vian


" ada apa pah pak bupati." kata lily


" isteri beliau mau ikut umroh bareng sama kita, katanya tadi dia lihat statua mamah lagi di kantor imigrasi." kata vian


" jadi rame ya. Bisa bisa 1 pesawat nih." kata lily


tak lama telepon masuk dari pak gubernur B


" selamat sore pak vian, maaf menghanggu waktunya." kata pak gubernur


" sore pak Gub, gimana kabarnya nih, apa yang bisa saya bantu nih." kata vian


" saya habis di telepon isteri, disuruh menanyakan apakah masih ada quota untuk Umroh, isteri mau pergi umroh bareng sama keluarga besar bapak. Kalau boleh tau kapan berangkatnya supaya saya bisa mengagendakan juga." kata pak gubernur


" berangkatnya insyaAllah akhir bulan depan pak, bisa saya kondisikan itu kalau masalah quota." kata vian


" boleh saya minta nama namanya aja saya akan kirimkan ke travel, dan awal bulan depan minta pasportnya." kata vian


" siap pak, aduh maaf nih jadi merepotkan pak vian." kata pak gubernur


" enggak pak, iya mungkin ini rencana Allah supaya kita bisa beribadah bersama." kata vian


" betul itu pak. Nanti saya kirimkan kalau sudah bertemu isteri siapa saja yang ikut." kata pak gubernur


" siap pak, saya tunggu." kata vian lalu menutup teleponnya. Selesai menerima telepon vian pamit pergi ke gazebo. Disana sudah ada pak adi, pak bowo dan kakek braja, vian pun membuat kopi dan menyalakan rokoknya


" pak, kapan jadinya mau jemput bapak sama ema." kata vian


" kata ibu kamu besok." kata pak adi


" besok juga aa pergi ke surabaya terus ke bali." kata vian


" kamu mau ke bali, lihat resort atau ada kerjaan lain." kata pak bowo


" lihat resort pak, vian sudah lama enggak kesana dan terabaikan juga." kata vian


" iya, kamu abaikan aja tuh resort. Bagus selesaikan kerjaan sebelum kita berangkat umroh." kata pak bowo


" iya pak supaya tenang nanti disananya." kata vian

__ADS_1


" kalau nenek sama bi rina kapan mau datang kesini atau mau di jemput." kata vian


" kata ibu kamu awal bulan depan mereka kesini." kata pak bowo


" iya sudah kalau begitu, soalnya awal bulan mau di ajukan pembuatan visanya." kata vian


" saya udah bawa dr. Chandra untuk jaga jaga dan dr. Silvy, dan pak bupati KBB dan pak gubernur B juga mau ikut rombongan kita jadi rame." lanjut vian lalu menghisap rokoknya dan meminum kopi.


" bagus kalau kamu sudah mempersiapkannya, wah perjalan ibadah umroh kita benar benar sama pejabat ya." kata pak bowo


" mudah mudahan aja tidak ada halangan apapun." kata vian


" aamiin." sahut mereka


Mereka pun sholat magrib berjamaah, setelah itu mereka pergi makan malam bersama. Selesai makan vian menerima telepon dari pak gubernur D, vian izin untuk menerima telepon dan pergi ke teras depan lalu mengangkat teleponnya


" selamat malam pak vian, maaf ganggu waktunya nih." kata pak gubernur


" malam juga pak gubernur, ada yang bisa saya bantu pak." kata vian sambil mwnyalakan rokoknya.


" ini pak saya baru sampai rumah, isteri bilang melihat status bu lily lagi di kantor imigrasi, dia minta tolong tanyain kapan mau pergi umroh, dia ingin pergi umroh bareng sama keluarga bapak." kata pak gubernur


" oh itu pak, kami berencana akhir bulan depan berangkatnya pak," kata vian


" kalau masih ada quota saya mau daftar deh pak supaya isteri senang, saya daftar 6 orang kalau boleh." kata pak gubernur


" boleh aja pak, saya mibta daftar nama dan awal bulan saya mibta pasportnya untuk dibuatkan visa, kebetulan pak bupati dan pak gubernur B juga mau gabung." kata vian


" wah rame dong ya, iya sudah nanti saya kirimkan daftarnya dan nanti pasport saya kirimkan." kata pak gubernur


" baik pak saya tunggu supaya saya bisa berikan ke travelnya." kata vian


" iya pak terimakasih banyak maaf jadi merepotkan pak vian, dan saya mau merepotkan pak vian lagi jumat pekan depan ada penyuluhan ke desa kalau bapak ada waktu saya mau minta tolong bantuan bapak." kata pak gubernur


" baik pak, mudah mudahan saya sudah kembali dari bali, nanti saya kabari ke bapak." kata vian


" baik kalau begitu, terimakasih banyak pak.." kata pak gubernur lalu menutup telepon. Setelah menutup telepon vian masuk ke dalam rumah.


" telepon dari siapa pah sampai keluar segala menerima teleponnya." kata lily


" papah tadi pengen merokok jadi sekalian terima telepon, telepon dari pak gubernur D katanya isterinya mau ikut umroh bareng kita, ini gara gara mamah pasang status." kata vian


" kenapa mereka enggak telepon mamah aja." kata lily


" mereka kan menunggu keputusan suaminya." kata vian


" bisa bisa pak gubernur L juga telepon papah nih," kata lily


" bisa bisa 1 pesawat kita semua." kata bu retno


" iya bu, ini udah 100 orangan lebih, soalnya saya juga udah minta dr. Chandra untuk ikut buat jaga jaga karena bawa kakek dan nenek serta kita bawa banyak orang juga, mudah mudahan perjalan ibadah umroh ini berjalan lancar, dan kalau ada yang harus disiapkan dikomunikasikan aja." kata vian


" syukur kalau kamu sudah mempersiapkannya karena ibu khawatir akan kesehatan kakek dan nenek kamu." kata bu ningsih


" iya. Ibu juga khawatir akan kesehatan nenek, bagus kalau kamu sudah mempersiapkannya." kata bu retno

__ADS_1


" ini perjalan ibadah bersama yang diikuti banyak orang, harus mempersiapkannya dengan baik." kata lily


setelah mengobrol mereka kembali ke kamar masing masing untuk istirahat.


__ADS_2