Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Santai Sejenak


__ADS_3

Karena sudah malam, pak bambang mengajak keluarga untuk pulang.


" ayo pulang, besok pagi kita kan akan pergi ke KBB." kata pak bambang


" iya ayo, kalau begitu kami permisi pulang dulu ya semuanya, sampai jumpa besok ya." kata ibu sisil


" baik bu, sampai ketemu besok." kata lily


Vian dan keluarganya pun masuk ke dalam rumah lalu masuk ke kamar masing masing, vian bersih bersih dan berganti pakaian lalu duduk di sofa.


" pah kita berapa hari disana." kata lily


" 2 hari aja, papah kan harus ke surabaya." kata vian


" kita ikut gak kesana." kata lily


" gak usah, kalian urus aja disini, nanti cape, biar papah yang urus pabrik disana." kata vian


" siap bos." kata lily, setelah itu berbaring di kasur bersama isteri isterinya lalu semuanya tertidur.


Di pagi hari mungkin karena cape vian di bangunkan dilla untuk sholat, setelah itu membangunkan astrid dan lily. Selesai sholat vian membuka Al-Qur'an yang jarang dia buka lalu membacanya." maafkan dosa hamba ya Allah.".


selesai membaca Al-Qur'an vian berpesan untuk mengingatkannya supaya membaca Al-Qur'an. Lalu pamit ke gazebo, di gazebo sudah ada bella yang sedang membaca dan menghafal skripsinya.


" mau dibuatkan kopi atau teh mas." kata bella


" kopi aja bell, makasih ya." kata vian


" sama sama mas, oh iya mas apa uang itu gak kebesaran buat aku, mas gak salah ngasih segitu." kata bella


" gak dong bell, masa mas aja kasih ke teman temannya ika, ke adik sendiri gak. Makanya kamu seriusin kalau sudah lulus nanti." kata vian


" tapi mas aku gak enak sama keluarga mba dilla." kata bella


" kamu jangan khawatir itu, mas udah perhitungkan itu, nanti pak wanto akan mas kasih di Dillas." kata vian


" iya udah kalau begitu, aku jadi tenang." kata bella


" kamu kalau ada apa apa bilang sama mas, kalau ada keperluan bilang aja, jangan susahin ibu lagi, lagian kamu kan mulai bulan depan udah terima gaji dari SPI." kata vian


" iya mas, terimakasih banyak, ini kopinya." kata bella. Tak lama datang ika, lusi dan mitha kesana.

__ADS_1


" kamu rajin banget bell, semoga lulus ya." kata ika


" terimakasih kak." kata bella


" kak vian terimakasih banyak atas pemberian saham SPInya, apa itu gak berlebihan kak." kata lusi


" iya kak, semalaman aku dan lusi bahas ini." kata mitha


" kalian sudah jadi teman ika dan sudah saya anggap keluarga, jadi sekarang kalian harus besarkan itu usaha, kan hasilnya juga buat kalian, jangan lupa kasih ke orang tua kalian ya." kata vian


" iya kak itu pasti." jawab lusi dan mitha


" bell udah belajarnya belum, kalau udah kita ke kantor dulu yu ambil sample." ajak ika


" udah kok kak, ayo." kata bella, mereka pun izin mau ke kantor SPI. Tak lama vian menerima notifikasi pesan masuk.


" pak maaf mengganggu, apa boleh saya membawa ibu saya berobat ke rumah sakit livi karena asuransi kan belum aktif." kata shinta


" memang ibu kamu sakit apa?, boleh aja nanti ketemu sama dokter chandra aja disana, saya juga akan kirim pesan ke beliau." kata vian


" kemarin malam demam tinggi, setelah dikasih obat mendingan tapi saya masih khawatir jadi mau saya bawa cek ke rumah sakit." kata shinta


" iya bagus kamu bawa cek ibunya, kalau ada apa apa kabari saya aja. Oh iya kamu ada kendaraan gak." kata vian


" saya minta rekening kamu aja." kata vian


" untuk apa pak." kata shinta


" udah kamu kirim aja, kalau gak kamu saya pecat." kata vian


" jangan dong pak, ini rekening saya bank xxx no rek. xxxx xxx xx." kata shinta. Vian pun mengirim uang ke shinta, khawatir dia memang sedang memerlukan dengan memberitahukan hal tersebut vian beranghapan bahwa dia sedang membutuhkan keuangan. Vian gak mau orang orang terdekatnya yang sudah membantunya dia malahan mengabaikannya malahan membantu orang yang belum dia kenal, sedangkan yang dikenalnya atau karyawannya sendiri dia lepas tangan.


" saya sudah kirim ya, kamu cek saja, kalau kurang dan ada apa apa kedepannya kamu langsung hubungi saya saja." kata vian


" terimakasih pak udah masuk, bapak gak salah kirim segitu, ini besar banget pak." kata shinta


" kamu pake, bahagiain ibu kamu. Yang penting kamu kerja yang baik aja." kata vian


" terimakasih banyak pak." kata shinta


" sama sama." kata vian

__ADS_1


Vian pun masuk ke dalam rumah lalu sarapan bersama keluarganya, selesai sarapan vian berganti pakaian. Lily, astrid, dan dillla mempersiapkan keperluan dibantu lilis dan evi, vian lalu turun memeriksa persiapan perjalanan, vian juga memberikan intruksi ke pak dede, haris dan putra bahwa mereka akan langsung ke kantor LA, kalau tidak ada pengawalan dari sini, minta seperti biasa dari pintu keluar tol ke pak suparman untuk mengawal. Memeriksa snack dan minuman yang sudah di pesan lalu memasukannya ke dalam mobil.


Ika dan yang lainnya datang lalu memindahkan sample produk ke minibus. Tak lama pak bambang dan keluarganya datang, vian menyuruh mereka masuk. Tak lama berselang masuk mobil pribadi pak gubernur ke halaman parkir. Setelah itu turun pak gubernur dan keluarganya. Vian mengajak mereka masuk ke rumah terlebih dahulu. Sebelumnya pak gubernur menyuruh sopirnya untuk memindahkan perlengkapan ke minibus lalu menyuruhnya kembali pulang.


Melihat kedatangan pak gubernur lily mempersilahkan pak gubernur dan keluarganya untuk sarapan.


" wah pa bambang sudah disini aja." kata pak gubernur


" iya pak Gub, numpang sarapan nih, di rumah gak disiapin sama isteri, ayo sekalian pak Gub." kata pak bambang


" enak aja, bapak yang bilang tadi gak usah." kata ibu sisil sedikit kesal


" saya sudah sarapan tadi di rumah." kata pak gubernur


" kalau gitu saya buatkan susu panas aja." kata lily, lalu menyuruh bi narsih


" kalau itu boleh, saya suka enak soalnya, kemarin mau minta malu." kata pak gubernur


" nanti bawa pak, sekarangkan kita mau ke pabriknya." kata vian


" maaf nih saya dan keluarga jadi merepotkan bapak," kata pak gubernur


" santai saja pak, saya senang kok." kata vian


Setelah selesai mereka siap siap, lalu masuk ke dalam minibus, jam 8 lewat mereka pun pergi dari rumah vian menuju pabrik LA.


" wah ini enak banget mobilnya, fasilitasnya luar biasa." kata pak gubernur


" ini bisa saya pinjem nih kalau mau kunjungan." kata pak bambang.


" biar lebih santai kita kebelakang aja, biar santai ngobrolnya." ajak vian


" bener nih enak bisa santai, gak salah saya ikut sama pak vian." kata pak gubernur. anak anak pak bambang sedang karaoke, sedangkan devan sedang bermain dan mewarnai bersama astrid dan dilla. Lily dan ibu sisil sedang mengobrol masalah LAD's.


" mah ajak isteri pak Gub dan anaknya biar main sama aa." kata vian


" iya pah." kata lily lalu ke depan memanggil isteri pak gubernur dan anaknya


Selama perjalanan vian, pak bambang dan pak gubernur mengobrol, sesekali pak bambang dan pak gubernur ikutan nyanyi juga.


" ini membuat saya bisa santai walau sejenak." kata pak gubernur

__ADS_1


" jangan terlalu serius mengurus warga, sekali kali kita juga butuh santai." kata pak bambang


Setelah menempuh kurang lebih 3 jam minibus keluar pintu tol, disana sudah menunggu mobil patwal, haris turun dan memberitahukan tujuan awalnya. Setelah itu mobil pun melaju kembali menuju kantor LA.


__ADS_2