Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kunjungan Teman


__ADS_3

Sedang makan vian menerima telepon dari pak siswandi kapolsek SI.


" siang pak vian, bagaimana kabarnya." kata pak siswandi


" alhamdulillah pak baik, bapak bagaimana kabarnya." kata vian


" alhamdulillah pak, o iya pak posisi dimana sekarang? tadi pak sudiono telepon saya katanya ada kejadian di bendungan dan beliau pengen ngobrol sama bapak." kata pak siswandi


" saya sekarang lagi makan siang yang ke tunda nih pak, di tempat biasa, kalau begitu ketemu du pabrik saja, setelah ini saya pergi kesana." kata vian


" baik kalau begitu, saya akan sampaikan ke beliau, sampai bertemu disana, maaf ganggu makan siangnya pak." kata pak siswandi


" baik pak, sampai ketemu." kata vian


" siapa pah yang telepon." kata lily


" pak siswandi kapolsek, katanya pak kapolres mau ketemu. pulang ke jakartanya malaman gak apa apa kan." kata vian


" iya gak apa apa, kalau bisa sampai sananya jam 12 kurang 2 menit. jadi pas masuk udah jam 12." kata lily


" iya dari sini jam setengah 8 aja. nanti biar pak defe ngatur, kalau perlu kita pakai patwal sampai ke rumah." kata vian


" ide bagus tuh pah, o iya ini pah harus di transfer buat beli hadiah." kata lily


" kok banyak banget sih, memang beli apa." kata vian



" ini pah, kan beli 3 buat mamah, astrid dan dilla yang ulang tahun." kata lily


" bu masa yang gak ulang tahun juga minta dibeliin." kata vian mengadu pada bu retno


" rasain aja sendiri, emang enak.." kata bu retno.


" transfer kesini aja langsung ya papah sayank." kata lily, vian gak bisa berbuat apa apa lagi dan langsung transfer ke rekening yang di perlihatkan lily, setelah itu mengirim buktinya ke lily.


" sama ini untuk biaya dekor dan kue ulang tahunnya pah." kata lily, vian langsung mentransfer tanpa ngomong lagi



" bagus kan pah kuenya." lanjut lily


" iya bagus, makasih ya sayank." kata vian. vian pun menelepon opik bahwa dia dan keluarganya akan mampir dulu ke pabrik


setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan ke pabrik LA. kurang dari 17 menit mereka pun sampai disana. setelah turun vian menyuruh opik untuk membawa haris, putra dan pak wahyudi ke klinik.


vian dan keluarga langsung ke villa, devan sudah bersemangat lagi dia langsung pergi ke kandang sapi. pak bowo mengajak pak adi dan pak wanto untuk mancing. Ibu Ningsih, Ibu Retni, Ibu Asti dan Ibu Sri istirahat di dalam villa sambil nonton Televisi.


" maaf ya kita istirahat dulu disini sambil menunggu haris, putra, dan pak wahyudi berobat, dan saya ada ketemuan dulu disini." kata vian menjelaskan


" iya pah gak apa apa, kasian juga haris, putra dan pak wahyudi." kata lily

__ADS_1


" iya gak apa apa vian, jadi bapak bisa mancing dulu, kalau perlu nanti malaman aja pulangnya." kata pak bowo


" iya nak vian, bapak jadi ketagihan mancing nih, seru juga." kata pak wanto.


" mas mau dibuatkan kopi." tanya astrid


" boleh sayank, makasih ya." kata vian lalu menyalakan rokoknya


" bapak juga mau kopi boleh sekalian ya." kata pak adi, pak bowo dan pak wanto


" iya pak." kata astrid lalu mengajak dilla membuatkan kopi. astrid dan dilla dibantu bi narsih dan marni membawa kopi ke vian, pak adi, pak bowo dan pak wanto.


tak lama Pak Sudiono dan pak Siswandi datang dianter pak edi.


" selamat datang pak Kapolres dan Pak Kapolsek." kata vian


" terimakasih pak." jawab pak sudiono


" mau minum apa pak, Kopi, susu atau apa." kata vian


" kopi boleh biar santai." kata pak sudiono, vian menyuruh bi narsih untuk membuatkan kopi, dan vian menyuruh edi untuk memanggil OB pabrik supaya bikin bakar jagung.


" terimakasih lho pak atas waktunya sehingga saya bisa ngopi bareng sama bapak, dan sekali lagi saya mohon maaf atas kejadian tadi yang menimpa keluarga bapak." kata pak sugiono


" sama sama pak, memang saya berencana untuk istirahat dulu disini. gak apa apa pak itu diluar kendali kita juga kebetulan saja menimpa keluarga saya, dan mudah mudahan kejadian ini memicu kita untuk terus waspada dan ini pembelajaran buat pihak kepolisian untuk bisa menanggulangi hal hal seperti tadi, semoga daerah ini bisa terbebas dari premanisme, nyaman, aman, sehingga bisa memajukan daerah ini." kata vian


" betul itu pak, kami akan terus mengadakan patroli dan mengadakan razia dan membangun pos pos keamanan terutama di titik titik rawan." kata pak sudiono


" waalaikumsalam, sampaikan salam saya juga, insyaAllah kalau ada kesempatan saya bermain kesana." kata vian


" insyaAllah saya sampaikan, oh iya pak, apa bisa anggota kami yang lain bisa menempati perumahan livi regency." kata pak sudiono


" silahkan saja pak toh itu buat hunian siapa aja, kalau memang masih ada unitnya dan kalau pun kurang nanti saya suruh tim L-Pro untuk bangun kembali karena masih ada lahan kalau gak salah." kata vian


" baik kalau begitu pak, terimakasih banyak, karena saya menerima laporan dari polsek polsek dan mereka iri terhadap pak siswandi ini." kata pak sudiono


" suruh aja ke kantor L-Pro yang ada disana pak anggota yang membutuhkannya, kalau unitnya kurang nanti tinggal bangun, nanti saya tanyakan ke penanggungjawabnya." kata vian. lalu vian mengirim pesan ke pak daryat


" baik pak terimakasih banyak." kata pak sudiono


" sama kalau ada keperluan lain yang bisa saya bantu insyaAllah saya bantu kalau itu memang bisa saya bantu." kata vian


" silahkan pak di coba jagung bakarnya mumpung masih panas." lanjut vian. tak lama devan datang berlari


" papah boleh gak aa bawa kambing sama sapi ke rumah biar aa bisa main tiap hari sama mereka." kata devan


" gak dong rumah kita nanti bau, kalau aa mau main bisa kesini lagi. aa salam sama pak polisi." kata vian


" iya deh pah." kata devan lalu menyalami pak sudiono dan pak siswandi


" anak pintar." kata pak sudiono, devan pun kembali berlari menuju kandang sapi

__ADS_1


" o iya pak, tadi kelihatan anaknya ketakutan, apa sebelumnya pernah mengalami kejadian serupa." kata pak sudiono


" benar pak, dulu lagi liburan di bali dia gak sengaja menabrak orang sehingga ice cream yang dia makan mengenai orang tersebut, orang tersebut marah dan menampar dia untung ada yang ngasuh yang menghalangi. lalu terjadi keributan, orang tersebut anak dari salah satu kapolda jadi dia sedikit arogan untung waktu itu lewat pak Bambang dewan. jadi diselesaikan sama beliau." kata vian


" bapak kenal juga sama pak Bambang." kata pak sudiono


" alhamdulillah pak, saya kenal beliau waktu acara peresmian pembangunan Rusun, dan akhirnya kita berteman." kata vian


" luar biasa pak vian ini, jaringan pertemannya luas." kata pak sudiono


" kalau saya berteman sama siapa saja pak, dari pemulung pun saya berteman." kata vian. tak lama endris datang kesana


" wah udah ada tamu ternyata." kata endris


" eh pak endris, gimana kabarnya." kata pak sudiono


" alhamdulillah pak kapolres, gimana aman." kata endris


" alhamdulillah pak, tapi tadi sedikit ada kejadian biasa anak muda yang bikin onar dan menimpa ke keluarga pak vian." kata pak sudiono


" apa perlu kita turun tangan lagi nih." kata endris


" sudah selesai pak, sudah kita amankan." jawab pak sudiono


" lagian lw, kalau kesini bak pernah bilang bilang." kata endris


" gw tau lw pasti sibuk, ngapain juga gw bilang bilang, nanti lw malah minta kambing lagi, terimakasih lw mau berkunjung teman." kata vian


" maaf ya pak kapolres dia ini teman saya dulu bareng tes masuk Akmil tapi kita sama sama gak lolos, saya aja yang lanjut jalur lainnya. eh dia malahan jadi pengusaha. o iya kenalin keluarga lw." kata endris


" tuh bokap gw sama mertua gw lagi mancing." kata vian. endris pun pergi menghampiri pak adi, pak bowo dan pak wanto


" pak apa kabarnya," kata endris


" alhamdulillah nak. hebat kamu sekarang." kata pak adi


" hebatan vian pak, dulu aja saya yang suka dikerjain dia kalau lagi pramuka." kata endris sambil tersenyum, lalu dia menyalami pak bowo dan pak wanto


" saya bowo mertuanya vian." kata pak bowo menerima salam endris


" saya wanto mertuanya nak vian." kata pak wanto


" saya endris pak temannya vian, jadi bapak bapak ini mertua vian, memang berapa istri vian." kata endris


" dia istrinya 3, emang nak endris gak tau." kata pak adi


" bener bener tuh orang, gak bilang bilang." kata endris


" jangan kan ke nak endris, bapak aja tau 1 bulan ini." kata pak adi


" perlu di hajar tuh anak, punya ilmu apa dia." kata endris, lalu pergi ke tempat vian lagi.

__ADS_1


__ADS_2