Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kualitas Pendidikan


__ADS_3

Devan bangun dia pun datang ke gazebo bersama shinta dan lilis.


" aa udah bangun." kata vian


" iya pah. Aku mimpi naik thunder jadi aa ke bangun," kata devan


" aa mau ikut papah ke sekolahan atau aa mau main sama thunder." kata vian


" aa main sama thunder aja deh pah." kata devan


" papah ke sekolahan dulu kalau begitu ya." kata vian


" iya pah." kata devan lalu pergi sama lilis ke kandang thunder


vian mengajak pak dede dan shinta untuk pergi ke sekolahan naik mobil. Disana pak bowo, pak adi, pak wanto sedang bersama tim sekolahan melihat lokasi untuk peresmian.


" kamu kapan datang." kata pak bowo


" setengah jam lalu pak, tadi istirahat dulu di villa sama si aa tidur soalnya." kata vian


" terus dimana dia sekarang." kata pak bowo


" main sama lilis. Gimana persiapannya." kata vian


" sudah pak, undangan juga besok kami akan sebarkan, perizinan untuk sekolahan juga besok akan kita follow up lagi." kata bayu


" bagus kalau begitu, saya minta pdf undangan ya soalnya pak bambang minta dan saya akan kirimkan ke yang lainnya juga." kata vian


" baik pak nanti saya kirim ke bapak." kata bayu


" segala bentuk surat menyurat harus kalian arsipkan ya baik permohonan perizinan ataupun undangan, nanti ambil saja dari karyawan yang melamar ke yayasan." kata vian


" baik pak." jawab ani


vian pun melihat ke lokasi pembangunan lagi, terakhir melihat ke pembangunan kampus.


" sepertinya kampus juga bisa beroperasi pak, tinggal menentukan jurusan apa saja, biar kita sekalian mengiklankannya." kata bayu


" saya serahkan ke kalian saja, kira kira jurusan apa yang relevan dengan usaha livi group dan kebanyakan di kampus lainnya." kata vian


" baik kalau begitu, nanti kita sampaikan di group." kata bayu


" jadi kalian juga sudah bisa ngantor di kantor yayasan dong ya." kata vian


" sudah pak, dan perlengkapan juga sudah kita beli." kata bayu

__ADS_1


" buat senyaman kalian saja ya, mau lesehan juga enggak masalah hang penting produktif." kata vian


" iya pak, terimakasih." kata bayu


" jika kalian butuh jalan jalan, kalian bisa ke bali, nanti ke resort kita disana, tiket juga bisa kita siapkan tapi kalau kerjaan disini memang sudah santai ya, kalian hubungi saya saja." kata vian


" baik pak terimakasih banyak sebelumnya." kata mereka


dirasa sudah oke semuanya dan sore vian serta yang lainnya kembali ke villa.


" papah aku mau naik bebek bebekan itu." kata devan


" iya sudah ayo kesana, tapi sebentar aja ya." kata vian.


" iya pah, mamah shinta ayo ikut." ajak devan sambil menarik tangan shinta. Vian meminta agus menyiapkan, vian dan shinta pun naik bebek bebekan sambil memangku devan.


" aa senang banget, pah ke deket nenek sama kakek ya." kata devan, vian pun mengayuh ke dekat villa


" kakek, nenek, aa disini, asyik loh nek naik ini seru banget." teriak devan


" udah ya kita pulang sudah sore." kata vian


" iya pah, tapi nanti kalau kesini lagi aa mau naik ini lagi, aa mau ngajak mamah sama de qinar, dia pasti suka juga pah." kata devan


" aa suka kok sama mamah shinta, tapi kalau sama mamah lily pasti kan ajak de qinar juga." kata devan


" oke kalau begitu, nanti aa bilang sama mamah lily ya." kata vian


" mamah astrid dan mamah dilla sama semuanya juga di ajak biar rame. Pasti seru banget." kata devan


" iya nanti ya sayang." kata vian


" oke pah, makasih mamah shinta udah nemenin aa ya." kata devan


" sama sama aa sayang." jawab shinta lalu memeluk depan dan menciumnya. Mereka pun turun dari bebek bebekan lalu pergi ke villa, setelah itu mereka siap siap untuk pergi pulang.


" supaya enggak desak desakan sebagian ke mobil kita aja bu." kata vian, setelah itu mereka berangkat pulang. Jam 6 mereka sudah sampai di rumah, mereka pun bergegas ke kamar masing masing termasuk shinta dia pergi ke kamarnya di mess. di kamar lily, astrid dan dilla sedang mengobrol. Melihat kedatangan vian astrid langsung menyiapkan pakaian


" pah baru datang." kata lily


" iya sayank, tadi ke livi residence dulu soalnya, papah mandi dulu ya." kata vian lalu pergi ke kamar mandi


setelah sholat magrib mereka pun turun untuk makan malam bersama, keluarga lainnya pun sudah ada termasuk shinta.


" mamah tadi aa naik bebek loh sama papah dan mamah shinta, aa seneng banget, nanti sama mamah ya naiknya de qinar juga." kata devan

__ADS_1


" oh ya, aa senang, naik bebeknya dimana." kata lily


" di sana mah yang biasa kita datang dekat kandang thunder." kata devan


" nanti kita naik ya." kata lily


" oke mah." jawab devan


Selesai makan vian pamitan ke gazebo, dia menhalakan rokoknya ditemani pak wanto, pak adi dan pak bowo.


" insyaAllah sekolah kita bisa maju, bisa memberikan kontribusi kepada negara ini, kita juga bisa menyiapkan karyawan untuk livi group." kata pak bowo


" aamiin." kata mereka


" kita harus benar benar seleksi untuk tenaga pengajar, dan kita harus selektif untuk yang mengurus asrama, untuk sementara minimal 2 orang yang mengurus setiap asrama, sama security minimal 8 untuk lokasi keseluruhan dan setiap lembaga minimal 2 orang nanti sebagian dari daerah sana kita minta agus untuk mencarinya dan kita tanya juga yang sekarang menjaga disana apakah mereka mau lanjut atau udahan." kata vian


" untung kamu ingat vian, bapak sampai melupakan itu padahal itu sangat penting." kata pak bowo


" hal hal seperti yang memang diperlukan, sepertinya sepele tapi pengaruhnya akan sangat luas." kata pak adi


" terus nanti pengolahan sampahnya, oh iya tempat pembuangan sampah sementaranya belum ada ya. nanti sama membuat pos pengamanan di titik tik rawan." kata vian, dia pun langsung mengirim pesan ke pak daryat untuk membuat tempat pembuangan sampah sementara dan pos keamanan di titik titik rawan.


" kita membangun tidak akan bisa langsung sempurna pasti ada aja kekurangan." kata pak adi


" betul pak, saya fikir juga sudah selesai tapi masih ada aja yang perlu di bangun." kata pak bowo


" kita harus memperlihatkan kepada orang tua siswa siswi bahwa tempat kita aman, nyaman." kata vian


" kita harus bisa mempertahankan kualitas pendidikan jangan sampai tergoda oleh uang." kata pak adi


" betul pak, kalau memang kita enggak sanggup lebih baik menolak kalau memang sudah full." kata pak bowo


" benar itu pak, karena kebanyakan suka lupa tuh kalau udah urusan dengan uang kualitas jadi dikesampingkan." kata pak wanto


mereka pun pergi ke musholla untuk sholat isya, setelah selesai mereka kembali lagi ke gazebo, vian menawarkan kepada mereka kopi. Vian membuat kopi lalu menyerahkan kepada orangtua dan mertuanya, dia pun menyalakan rokoknya dan mengobrol kembali.


" gimana pabrik LNI di karawang." kata pak adi


" alhamdulillah lancar pak, aa mau buat klinik disana, sama menyuruh hendra untuk mencari lahan untuk perumahan karyawan disana sama lahan untuk sawah, karena untuk menjaga ketersediaan beras, kalau kita mengandalkan dari tempat lain kan beresiko juga." kata vian


" pemikiran kamu itu luar biasa, kamu meikirkan sampai jangka panjang." kata pak bowo


" pak gubernur akan membantu mencarikannya juga karena setelah melihat sudah banyak lahan pesawahan yang sudah beralih fungsi." kata vian


" iya, banyak pesawahan yang sudah menjadi perumahan dan kawasan industri." kata pak adi

__ADS_1


__ADS_2