
Vian duduk di kursi dekat danau lalu memesan jus strowbery, vian menyalakan rokoknya. Pak dede tanpa harus di suruh mereka juga memesan minuman. Mereka sama sama duduk di kursi dekat danau itu.
" tim L-Trans sudah berangkat pak untuk menjemput pak gubernur L dan pak walikota berserta keluarganya." kata pak dede.
" iya sudah pak dede pantau terus aja ya." kata vian
" baik pak." kata pak dede
tak lama devan datang bersama lilis, pelayan restoran BBB mengantarkan pesanan vian dan pak dede.
" gimana a, udah main sama thundernya." kata vian
" udah pah, asyiik deh... Tapi aa mau main bebek bebekan ini." kata devan
" aa sama lilis aja sana naik." kata vian. Devan dan lilis pun naik bebek bebekan.
" vian, kita perlu mobil untuk antar makanan ke rumah, sama buat anyar makanan ke asrama dan kantin gimana ya. Soalnya mobil sekarang itu mobil penumpang." kata bu retno
" pak ada mobil box nganggur enggak." kata vian
" ada pak 1 unit tadinya itu untuk backup kalau ada masalah di jalan. Saya sih audah mau nambah 4 mobil box baru lagi tapi belum datang." kata pak dede
" iya udah itu aja enggak masalah, tapi mobil itu bersihkan dan pasti ada sopirnya." kata vian
" bersih pak, ada pak." kata vian
" iya udah suruh kesini dan dia di khususkan untuk restoran ini aja." kata vian
" siap pak saya telepon sekarang." kata pak dede, dia pun menelepon ke kantor supaya mobil box dan sopirnya datang ke restoran BBB.
" kamu memang menantu yang bisa diandalkan." kata bu retno
sehabis sholat ashar di mesjid vian dan yang lainnya pulang ke rumah, devan yang kecapean habis main pun tertidur dipangkuan vian. Jam 4.07 menit mereka sampai di rumah, vian menggendong devan ke kamarnya. Setelah itu pergi ke kamar.
__ADS_1
" papah udah pulang." kata shinta, lalu memeluk vian dan mencium pipi vian
" baru sampai sayang, papah baru mengantar aa yang tidur ke kamarnya, liky, astrid dan dilla belum pulang, terus kamu mau kemana." kata vian
" mbak belum pada pulang pah, aku mau mandi, ini rasanya lengket. Papah juga mau mandi." kata shinta
" iya, soalnya tadi habis kelilinh di YPL." kata vian
" kita mandi bareng ya, aku mau kaya dulu lagi, mumpung mbak belum pulang." kata shinta, lalu dia membuka pakaian vian dan mengajak vian ke kamar mandi. Dibawah guyuran air shower vian dan shinta saling menyabuni, gairah shinta pun meninggi.
" pah... Dede bayi pengen di tengok." bisik shinta, lalu dia mencium bibir vian, vian pun bergairah, mereka pun melakukan hubungan suami isteri, setelah mendapatkan kepuasannya masing masing, vian mencium kening dan bibir shinta, lalu mereka mandi... Setelah berganti pakaian lily, astrid dan dilla datang dari kantor LCI, mereka istirahat sebentar lalu pergi mandi, vian pamitan pergi ke kantor di livi group, vian membuat kopi lalu membawanya ke ruangan kerjanya, membuka jendela dan pintu balkon, vian menyalakan rokoknya dan menyalakan komputernya dan mengecek laporan dari perusahaan perusahaan livi group. Vian memanggil dimas.
" gimana perkembangan program untuk sinergi laporan perusahaan." kata vian
" sudah pak, kami sedang melakukan ujicoba pak, dan sudah diaampaikan ke perusahaan livi group untuk melakukan ujicoba ini, mudah mudahan bulan depan sudah terkoneksi semuanya." kata dimas, lalu memperlihatkan program itu. Ke vian. Vian meminta langsung meminta link program tersebut di komputernya.
" untuk kasir, yang bisa mengedit dan menghapus transaksi adalah supervisornya, begitu pula bagian keuangan yang bisa menghapus dan mengedit adalah atasannya, disana juga harus bisa terekam berapa kali melakukan koreksi." kata vian
" baik pak, oh iya pak yang lain sedang melakukan pengecekan dan metapihkan jaringan." kata dimas
" baik pak, kalau begitu saya pamit." kata dimas lalu pergi ke ruangannya. Setelah mengecek laporan vian membawa kopinya ke balkon, dia duduk di kursi meminum kopi lalu menghisap rokoknya, tak lama handphone yang berdering.
" papah dimana, mamah cari di gazebo kok enggak ada." kata lily
" papah di kantor livi group sayank, kenapa." kata vian
" oh iya udah, dikira papah kemana." kata lily. Lalu menutup teleponnya. Setelah habis kopi dan merokoknya, vian pulang ke rumah karena sudah sore juga. Lalu pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat magrib, vian, pak adi, pak bowo, dan pak wanto mengobrol di musholla menunggu sholat isya.Tak berselang lama pak gubernur L dan pak walikota beserta keluarganya datang, lily, astrid, dilla dan shinta yang mengetahui akan kedatangan ibu nurul dan bu wulan langsung ke bawah naik lift.
" selamat datang pak, ibu di rumah kami, mohon maaf rumahnya berantakan." kata lily
" enggak masalah bu, sama aja di rumah kita juga." kata bu nurul
" iya seperti ini lah disini, rame, sebentar lagi anak anak SPi datang." kata lily
__ADS_1
" oh iya bu kenalin anak saya nabila." kata bu wulan
" hallo tante, saya nabila." kata anaknya pak walikota
" salam kenal juga nabila, ini adtrid, dilla, shinta, itu ibu mertua saya ibu asih. Itu ibu retno ibunya tante, ibu asti ibunya astrid, ibu sri ibunya dilla dan ibu anita ibunya shinta." kata lily
" pak viannya lagi pergi bu." kata pak gubernur
" enggak pak, palingan masih di musholla sama bapak." kata lily
" febby, vina dan veni, kalian ambil aja kunci kamar kalian di tempat biasa, ajak sekalian nabila untuk lihat kamar tidurnya,." kata lily
" iya tante, katanya nabila mau tidur sama aku aja." kata febby
" iya sudah kalau begitu, biar istirahat dulu, nanti kita makan malam sama sama di taman belakang ya." kata lily
" baik tante." kata mereka, mereka pun mengambil kunci kamar lalu pergi ke asrama.
" pak gubernur sama pak walikota juga, istirahat saja dulu di kamar." kata lily lalu memanggil dina untuk mengantar pak gubernur dan pak walikota ke kamar.
" iya bu, sekalian belum sholat juga kita." kata pak gubernur, mereka pun pergi ke kamar yang sudah disiapkan.
Sehabis isya vian dan bapak serta mertuanya pergi langsung ke taman untuk makan malam. sambil menunggu yang lainnya datang vian duduk di gazebo, menyalakan rokoknya. Jam 7.17 menit pak gubernur L dan pak walikota datang bersama keluarganya serta lily dan yang lainnya menemani mereka.
" selamat datang pak gubernur, pak walikota di rumah ini, maaf tadi enggak menyambut bapak dan ibu. Ayo silahkan duduk pak" kata vian
" enggak apa apa, seperti sama siapa aja pake disambut sambut segala." kata pak gubernur
" betul pak, malahan saya dan keluarga memohon maaf merepotkan pak vian dan keluarga." kata pak walikota
" ini tempat berkumpulnya para pejabat, disini kita suka saling memberikan saran dan berdiskusi, dari sini cikal bakal terlaksananya kerjasama para petani dengan Dillas." kata pak gubernur
" tempatnya memang enak ini enggak begitu terasa panas." kata pak walikota
__ADS_1
" pah ayo makan dulu, semuanya juga kita makan malam dulu, maaf makanannya hanya seperti ini." kata lily. Vian pun mengajak bapak dan mertuanya serta pak gubernur dan pak walikota untuk makan malam bersama sama.