Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Devan sedih


__ADS_3

selesai makan vian membayar makanan tersebut sekalaian sama rombongan pak bupati dan pak kapolsek. setelah itu mereka pergi lagi dan pulang ke rumah. di perjalanan lily minta beli oleh oleh dulu.


" pah gak apa apa ya berhenti dulu, aku mau beli oleh oleh." kata lily


" iya gak apa apa sayank, toh kita juga gak diburu waktu." kata vian lalu menyuruh putra koordinasi sama fatwal dan meminta pak burhan berhenti di tempat oleh oleh.


lily dan yang lainnya juga turun untuk beli oleh oleh. sedangkan devan dan anak anak lainnya tidur karena kecapean habis main tadi.


sehabis belanja mereka kembali ke mobil, vuan menyuruh putra memberikan amplop kepada petugas fatwal. mereka pun melanjutkan perjalanan dengan dikawal fatwal. di luar pintu tol fatwal berhenti sedangkan minibus terus melanjutkan perjalanan.


jam 5 sore mereka sudah sampai di rumah. pak dodi berencana pamit pulang tapi dilarang sama vian, biar besok saja pulangnya dengan alasan anak anak belum berenang dan nanti malam akan ada bakar jagung. pak dodi akhirnya mau tinggal dan menginap.


" pah aa boleh berenang ya." kata devan


" iya boleh, tapi harus di awasi sama lilis ya, ajak teman temannya juga." jawab vian


" oke pah." jawab devan sambil memanggil lilis untuk menemaninya berenang. dan mengajak teman temannya berenang juga.


" kenapa papah ngizinin aa berenang." kata lily


" memang kenapa mah." jawab vian


" aa kan baru main dan perjalanan jauh pah." kata lily


" iya gak apa apa, lagian tadi aa dan teman temannya tidur di mobil. mumpung dia juga ada temannya mah." kata vian


" iya udah. mamah mau mandiin de qinar dulu ya." kata lily


" iya papah mau lihat aa berenang." kata vian lalu pergi ke kolam renang


" lis maaf ya bikin kamu cape jagain aa." kata vian


" gak apa apa pak ini tugas saya, lagian saya juga sekalian berenang kok." jawab lilis


vian pergi ke gazebo dan membuat kopi lalu menyalakan rokok. dan mengirim pesan ke astrid


" mas sudah sampai rumah ya." kata vian


" iya mas, aku sama dilla juga udah sampai rumahnya." jawab astrid


" terus rencananya mau kemana lagi." kata vian


" nanti malam aku sama dilla berencana ngajak makan keluarga dilla mas, kehidupan dilla sama kaya aku mas. keluarga dilla itu dulu keluarga berkecukupan kadang waktu kuliah aku suka dikasih uang, tapi semenjak ayahnya sakit kehidupan keluarganya menurun, dan karena dulunya terbiasa enak belum siap untuk menjalani kehidupan sekarang ini, tadinya dia hampir terjerumus ke pergaulan bebas, tapi untungnya dia masih denger nasehat aku. makanya waktu itu aku rekomendasikan dia jangan sampai hal itu terjadi. dia berhenti kerja karena dilecehkan atasannya, dia keluar kerja akhirnya. boleh ya aku ajak mereka." kata astrid memohon


" iya boleh dong. masa mas melarang, tapi kamu masih pegang uang." jawab vian


" masih ada mas, kemarin aku kan dikasih gaji sama penghargaan dari resort. cukup lah buat makan." kata astrid


" iya udah nanti mas kirim lagi uang buat gaji kalian. tapi kamu sekarang kasih aja dulu ke dia 5jt ya. bilang itu gajinya biar orangtuanya juga tenang. sama kalau usaha ini berkembang gaji kalian juga akan naik dan dapat bonus." kata vian


" iya nanti aku transfer ke dia, makasih ya mas, maaf kalau aku jadi beban." kata astrid

__ADS_1


" gak, makanya mas buka usaha juga biar kalian gak jadi beban mas. kalian harus benar benar ngelolanya. karena dari sana mas bisa kasih kehidupan buat kalian, percuma mas nikah lagi kalau merusakan kehidupan mas sekarang, apalagi sampai menghancurkan usaha mas karena kalian." kata vian


" aku ngerti pemikiran mas. aku sayang sama mas, aku akan berusaha untuk mendirikan usaha ini dari nol berasama mas." kata astrid


" syukur kalau kamu mengerti, dan bisa memahami kondisi mas." jawab vian


" aku akan terus berusaha menjadi lebih baik buat mas." kata astrid


" mas percaya sama kemampuan kamu, sudah dulu ya, mas mau mandi dulu," kata vian


" iya mas, apa mau ditemani." kata astrid


" nanti ya.." kata vian


vian pergi ke kamar untuk mandi, di kamar ada lily yang mau mandi juga habis mandiin de qinar.


" mamah mau mandi." kata vian


" iya, papah juga, mau bareng." kata lily menggoda..


" siapa takut," kata vian langsung membopong lily


" iih papah. mamah berat lho." kata lily. tapi vian terus membopong lily masuk ke kamar mandi. lily akhirnya takluk mereka saling melucuti pakaian, saling menyabuni, bercumbu dibawah air shower dan melepaskan kebahagiaan bersama.


" makasih ya sayank." kata vian lalu mengecup kening sang istri


" sama sama pah, mah bahagia banget deh." kata lily lalu mereka berpelukan dan membersihkan diri.


sehabis berpakaian dan sudah masuk waktu magrib, mereka sholat bersama, setelah itu mereka turun ke bawah untuk makan malam, karena banyak orangdan ingin memuliakan tamu, lily memesan makanan dari cattering biasa.


" gak kok pak, saya malahan senang, tuh anak saya senang ada temannya." kata vian


" disini kalau gak banyak orang sepi pak." kata pak bowo


" rumahnya kegedean pak." kata pak dodi


" saya merasakan bahagia setelah berkumpul disini pak, tadinya saya merasa hampa karena kita sibuk masing masing dan waktu vian mengajak kami tinggal disini juga kami ingin menolaknya, akan tetapi setelah beberapa hari saya merasakan kehangatan keluarga benar terasa. kita pulang ke rumah aja rasanya pengen buru buru pulang lagi kesini." kata pak bowo


" apalagi saya pak, saya pengennya di kamar terus gak mau keluar." kata vian sambil menggoda lily


" emang papah gak lapar gak makan." kata lily malu


" kenyang lihat kamu aja mah." kata vian


" emang mamah makanan." jawab lily


" kamu ya. aeneng banget godain istri tuh, maaf ya begitulah kelakuan anak anak saya." kata bu retno


" gak apa apa bu saya malahan senang melihat kekeluargaan disini." jawab pak anam


" kadang kita serius, kadang kita juga sering becanda pak." kata pak bowo

__ADS_1


" iya bakalan stress kalau kita sirius trus." kata pak dodi


sehabis makan vian pamitan pergi ke gazebo, vian menyalakan rokoknya, vian mengecek laporan karena selama ini sudah jarang membukanya. indra sudah menyiapkan tungku pembakaran buat bakar jagung dan vian juga menyuruh indra untuk menyalakan music.


vian mengirim pesan ke astrid


" jadi makan diluarnya." kata vian


" ini lagi jalan ke tempat makan mas." jawab astrid. tak lama ada pesan masuk dari dilla


" mas lagi apa, kok gak pernah kirim pesan ke aku sih, aku kan bilang sekarang aku udah jadi milik mas vian juga." kata dilla


" lagi ngopi mau bakar jagung, iya maaf ya.. kamu mau kemana gitu." kata vian


" mau ngajak keluarga aku sama astrid makan malam mas." kata dilla


" emang ada acara apa gitu." tanya vian


" udah lama gak ngajak orangtua makan sekalian aku mau bilang bahwa aku udah dilamar dan aku mau nikah siri sama mas." kata dilla


" memang benaran kamu mau jadi istri mas, kita kan baru kenal." kata vian


" masa aku bohong mas, aku yakin akan hati aku. sekali ketemu sama mas aku langsung suka, aku yakin mas bisa bahagiain aku sama ke astrid juga." kata dilla


" kita jalanin aja dulu, siapa tau kamu menyesal setelah tau mas." kata vian


" hati aku udah yakin mas, mas gak akan nyakitin aku, makanya aku mau bilang sama orang tua aku." kata dilla.


" iya udah. nanti kita bicarakan ya. mas mau ada cara keluarga nih, salam kekeluarganya." kata vian


jam 8 acara bakar jagung di mulai, lily yang suka bakar jagung langsung menyantapnya disusul oleh yang lain, sedangkan anak anak makan sosis bakar, sosis produk LA. acara pun terus belanjut hingga malam. akhirnya mereka pun pergi untuk istirahat.


keesokan paginya vian mengajak devan main dan berenang setelah itu sarapan. pak dodi pamitan karena ada keperluan keluarga katanya


" pak bu kami pamit, terimakasih atas jamuannya, mudah mudahan lain waktu bisa berkunjung kesini lagi." kata pak dodi


" sama sama pak, kami tunggu lho kedatangannya lagi, jangan pas ada acara saja. lagian pak dodi dekat dari sini." kata pak bowo


" iya pak dodi, saya tunggu kedatangannya lagi, tuh anaknya devan sedih ditinggal sama temannya." kata vian


" insyaAllah pak, dan saya tunggu juga kedatangan bapak di rumah kami." kata pak dodi. akhirnya pak dodi pergi menjnghalkan rumah vian dengan menggunakan mobilnya.


jam 9an pak anam juga pamit karena pesawatnya jam 12. devan tambah sedih ditinggal sama teman bermainnya selama 2 hari ini.


" pak ibu semuanya, saya dan keluarga pamit pulang dulu. terimakasih atas semuanya " kata pak anam


" sama sama pak, sering sering maun kesini." kata vian


" insyaAllah pak, saya juga tunggu disurabaya pak, untuk pengembangan usaha saya." kata pak anam


" insyaAllah saya akan kesana pak mudah mudahan minggu depan saya ada waktu." kata vian

__ADS_1


" baik kalau begitu saya tunggu, sekali lagi terimakasih." kata pa anam


pa anam di antar pak dede ke bandara dan devan yang sedih di ajak main lagi sama vian, mereka main bola dan main air di taman.


__ADS_2